Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 036


__ADS_3

Alex tidak memperdulikannya dan maju kedalam gang sembari melihat samping samping gangnya. Dia bisa menemukan kalau di sebelah dinding gang banyak sekali barang barang yang haram, seperti Ko*dom, Rokok dan lainnya.


_________________________


Saat ingin sampai di ujung gang, dia menemukan sebuah gedung yang besar tapi tidak terawat dan banyak sekali corettan yang bergambar gambar, contohnya gambar kelamin Pria.


Saat melihat sesuatu, Alex langsung terkejut dan langsung mengumpet dibalik dinding. Karena dia melihat banyak sekali Pria seperti preman yang sedang duduk di halaman gedung maupun didalam gedung.


Ridho sangat aneh dengan kelakuan Alex, dan dia menyeringai memikirkan kalau Alex sedang takut, kemudian Ridho berbicara dengan suara yang lumayan tinggi.


"Alex! Apakah kau takut? Hahahaa, tenanglah ada aku dis- Hughh." Belum menyelesaikan bicaranya, Alex langsung menutup mulutnya dengan kuat.


"Diam, tolol!." Alex sangat kesel dan memajukan kepala Ridho memperlihatkan padanya dengan Pria kekar yang bertato itu. "Jika kau berbicara lagi, maka kau akan aku campakan kesana." Lanjutnya setelah melihatkannya.


Seketika Ridho menjadi sangat takut, karena banyak sekali Pria kekar disana yang sedang memainkan kartu maupun orang orang yang sedang minum.


Ridho langsung menarikkan kembali kepalanya dan mengumpet seperti Alex. "Gilaa, banyak sekali Pria pria kekar, dan lagi bagaimana bisa mereka minum minuman keras seperti itu? Padahal hari masih pagi, apakah mereka tidak takut perut mereka akan sakit?".


"Apakah kau memperdulikan itu? Hah..Sudahlah, pokoknya jangan bicara lagi, dan mengumpet saja di belakangku." Balas Alex kemudian melihat lagi Pria yang didepan gedung yang tak dihuni.


'Sial! Ini sangatlah susah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka semua, jumlah mereka sangatlah banyak bahkan lebih dari sepuluh.


Dan lagi, bagaimana bisa Pak Jima berurusan dengan mereka? Apa yang sebenarnya terjadi sih, sial ini membingungkan.' Batinnya dengan wajah rumit, sambil mengigit jarinya.


"Hey! Apa yang kalian lakukan?" secara tiba tiba, suara Pria dengan suara yang besar terdengar di belakang Alex.


Alex dengan sangat cepat menoleh kebelakang, dan melihat seorang Pria berumur sekitar 30tahunan, dengan tubuh lumayan besar yang menatap Alex dan Ridho dengan tatapan yang sangat tajam.


"Sialan!!!" Alex sangat kesel, dan memaki Pria itu. Dengan cepat Alex menarik pundak Ridho kebelakang agar tidak menghalangi pandangannya, dan dia langsung maju kedepan Pria itu kemudian mencekik Pria itu dengan kuat.


"KUEGGHHH.....!!!" Rintih Pria itu yang kesakitan karena cekikan Alex yang sangat kuat dan sangat cepat, bahkan dia tidak bisa melihat tindakan Alex.


"Jangan berbicara, jika kau melakukannya aku akan menghabisimu sekarang juga." Alex berkata dengan tatapan yang tajam, Pria itu menganguk kesakitan saja.


Alex melepaskannya dengan perlahan, tapi dia tidak melepaskan kewaspadaannya. Pria itu langsung terbatuk batuk dengan pelan, dan memandang Alex kembali dengan pandangan yang takut dicampur benci.


"A-Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau langsung mencekikku?" tanya takut Pria itu.

__ADS_1


"Kau salah satu dari mereka, bukan?" balas Alex menunjuk ke Pria yang di depan gedung tanpa membalikkan tubuhnya.


"I-Iyaaa, memangnya kenapa?" Pria itu semakin takut. Dia pikir mungkin Alex memiliki sebuah dendam dengan teman temannya.


"Ohhh..." Alex seketika mendapatkan ide yang mungkin bisa membantunya masuk kedalam gedung. "....Jika kau ingin selamat, maka ikuti rencanaku!" lanjutnya menyeringai kejam pada Pria itu. Pria tersebut hanya menganguk pasrah saja.


Alex memberi isyarat pada Ridho yang menatapnya dengan terkejut. Karena isyaratnya dia menjadi tersadar dan menganguk kemudian berjalan kearah Alex dan Pria itu. Selanjutnya Alex membisikan kepada Ridho dan Pria tersebut apa rencananya.


Rencana Alex adalah, dia berpura pura untuk menjadi kawan dari Pria itu. Jika dia berhasil menipu mereka 100% pasti dia akan berhasil untuk masuk kedalam gedung dan mencari Pak Jima.


Pria itu manganguk saja, karena yang di rencanakan oleh Alex merupakan tugas yang gampang baginya. Tapi ancaman Alex membuatnya takut, karena jika dia membongkar rencana ini Alex akan memutilasikannya.


Karena rencana Alex sudah dipahami dengan baik oleh Pria itu, dia langsung berjalan ke arah masuk kehalaman gedung diikuti oleh Alex dari belakangnya.


"Heyy, bro. Apa yang sedang kalian lakukan?" Pria itu berteriak pada temen temennya dengan sedikit gugup.


Mereka semua menoleh kearahnya. "Oiyy, kami sedang minum minum ni. Ngomong ngomong siapa yang kau bawa?" jawab salah satu dari para Pria menunjukan kearah Alex dan Ridho. Tapi hanya Alex saja sebagai pusatnya, karena dari wajah dan tingginya dia pasti akan selalu menjadi pusat perhatian.


"Duh , Alex, bagaimana ini?" Ridho ketakutan memegang tangan Alex dengan takut.


Alex langsung menepisnya dan memandang Ridho dengan jijik. "Kan sudah kubilang, jika kau takut jangan kemari, bodoh!" Alex menjawab dengan hinaan. Jika dia tahu kalau Ridho beban, dia tidak bakal membawanya kesini.


Alex sedikit kagum dengan Pria itu, karena dia sangat pandai berakting. Alex bisa merasakan kalau tangannya gemeteran, saat dia memegang pundak Alex.


"Ohhh....." Seluruh Pria menjadi tertarik pada Alex dan Ridho, selanjutnya mereka semua berdiri dari duduknya dan berjalan kearah mereka berdua.


"Kau kelihatannya kuat." Salah satu Pria berbicara dengan Alex sambil melihat lihat tubuhnya dengan teliti.


"Benar, kau juga sangat tampan. Bagaimana jika kau main denganku." Salah satu Pria menambah memegang dagu Alex sembari tersenyum centil pada Alex.


Disisi lain Alex yang saat ini dipegang, dia merasa perasaan ingin mual. 'Sial! Apakah dia dari bogor?' batinnya.


"Jangan memperdulikannya, dia hanya orang gila yang ingin mantap mantap bersama Laki laki." Pria itu melindungi Alex dan menjauhkannya dari Pria Gay.


"Oiyy, Samsul, jangan seenaknya kau menilaiku, ya. Aku hanya ingin maen dengan Pria tampan saja." Bantah Pria Gay dengan tatapan yang tajam.


"Hah...Baiklah baiklah, kau menang, selamat." Pria itu atau Samsul hanya menghelekan nafas saja. Padahal tidak ada bedanya apa yang dia katakan. Pria itu sama sama Gay, mungkin apa yang dikatakan oleh Alex benar Pria itu berasal dari Bogor.

__ADS_1


"Sudahlah, kami mau masuk kedalam dulu, ada yang ingin kami lakukan." Tanpa berkata kata lagi, Samsul menarik tangan Alex dan Ridho menjauh dari kerumunan Pria Pria dan masuk kedalam Gedung atau lebih tepatnya sebuah Ruko yang tidak terpenghuni.


Saat berjalan, Alex melihat salah satu coretan terdapat coretan yang membuatnya sedikit terkejut. Karena coretan itu tertulis Gangster Destroy Divisi Barat, yang berarti itu adalah Gang yang pernah Alex kalahkan semalam.


'Hah....Sepertinya hidupku akan banyak pertarungan.' Batinnya mengehelakan nafas berat.


"Sekarang tugasku telah selesai, bukan?" setelah sampai, Samsul berkata dengan nada sedikit gembira, tapi diwajahnya tidak.


"Yahh, terima kasih karena sudah mengantar kami sampai disini." Balas Alex tersenyum senang, dan seketika pandangannya menjadi dingin kembali. "Tapi, jika kau memberi tahu kami, maka kau akan siap siap untuk dimutilasi, mengerti!?" lanjutnya dengan nada dingin.


"B-Baikk...Aku mengerti." Samsul berkata dengan tegas, berdiri tegak seperti seorang Prajurit yang berada dihadapan tuannya.


Alex menganguk saja, kemudian dia berjalan masuk kedalam Ruko lebih dalam diikuti oleh Ridho yang dari tadi hanya menatapnya dengan terkejut. Pasalnya, Alex entah kenapa seperti berubah tidak seperti dulu yang hanyalah seorang pecundang yang tidak berani apa apa.


2 Menit berjalan, mereka telah sampai di Lantai 2 dan mereka saat ini berada di depan sebuah Pintu yang dikatakan oleh Sistem yang didalamnya terdapat Pak Jima.


Alex menarik nafas dan menghembus nafasnya berulang kali, kemudian dia mengulur tangannya ke gagang Pintu dan langsung membukanya dengan cepat.


Seketika matanya menjadi terkejut, apa yang dia lihat merupakan hal yang mengerikan. Dia melihat Pak Jima dengan kondisi yang sangat menyedihkan, dia melihat kalau Pak Jima duduk disebuah kursi dengan kedua tangan dan kedua kaki di ikat.


Bukan hanya itu, Alex juga melihat kondisi Pak Jima dengan muka yang berdarah dan biru biru, dan ada sayatan pisau disetiap tangannya. Bukan hanya itu, bahkan kuku kaki dan kuku tangan Pak Jima sudah terlepas dari tempatnya.


Saat mendengar suara pintu terbuka, Pak Jima mengangkat kepalanya dengan sekuat tenaga, dan sangat terkejut tapi dia tersenyum saja saat melihatnya. "A-Alexxkah, dan Ridho." Ucapnya dengan suara yang menyedihkan.


____________


Disisi lain.


Di halaman gedung tempat para Pria berkumpul.


"Hey! Bukankah sudah waktunya kita menyiksanya lagi, kita disuruh oleh Boss untuk menyiksanya sampai dia mengatakan apa yang sebanarnya terjadi." Salah satu Pria berkata kepada seluruh teman temannya.


"Hahaha...Betul juga, aku juga ingin menyiksanya. Mungkin setelah ini aku akan memakan Pria tampan tadi, hufuufu." Balas Pria Gay dengan senyum centil yang tidak cocok dengan wajahnya.


"Lakukan sesukamu." Sahut yang berbicara tadi sambil berdiri dari dudukny dan berjalan masuk kedalam Ruko, kemudian diikuti oleh Pria lainnya.


________________________

__ADS_1


Bersambung


N/A:Hemm, sepertinya besok gw gak bisa up deh, kondisi gw kurang sehat bro maaf maaf ya. Ini aja gw paksain buat up, padahal seluruh tubuh gw sakit dan kepala gw pening.


__ADS_2