Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 020


__ADS_3

Kasur yang mereka gunakan sudah di basahi oleh sebuah Cairan suci dan ada sebuah darah. Juga, tanpa mereka sadari Kasur yang mereka gunakan sudah hancur karena kelakuan Alex seperti Hewan Buas.


____________________


Keesokkan Paginya.


Disebuah Kamar, terlihat sepasang kekasih sedang berpelukan dengan mesrah tanpa sehelai pakaianpun. Wanita tersebut tertidur di atas lengan Pria itu seraya memeluknya, dan Pria itu memeluknya sambil memegang ****** Wanita itu yang indah.


Mereka tak lain adalah Alex dan Anisa yang kelelahan karena melakukan hal tersebut.


TRING!! TRING!! TRING!!


"Hughh...." Sebuah nada dering berasal dari sebuah Jam membuat Alex membuka matanya. Dia melihat sekitarnya, bisa tercium di seluruh Ruangan Kamar ada bau bau seperti panda dan terasi.


Alex mengalih pandangannya dan tersenyum saja saat melihat Anisa sedang tertidur sangat nyenyak. Mengingat saat dirinya dan Anisa sedang melakukan hal itu dengan intes membuatnya sangat bersamangat, tapi dia mencoba untuk menahan nafsunya.


Alex mengulurkan tangannya ke kepala Anisa seraya mengeluskan rambutnya yang indah dengan lembut.


"Hummgg...." Saat merasakan sebuah tangan menyentuh kepalanya, Anisa terbangun dan membuka matanya dengan perlahan.


Hal pertama yang ia lihat adalah seorang Pria yang sedang mengelus kepalanya dengan tersenyum. Dia hanya memandang Pria tersebut dengan wajah yang kesel saja, seraya mengulurkan tangannya mencubit hidung Pria itu dengan kuat.


"AWW...! Kenapa kau menyubitku?" rintah Alex mengelus hidungnya yang di cubit oleh Anisa.


"Humm, berpura puralah tidak tau apa salahmu," jawab kesel Anisa. Tapi Alex hanya memandangnya dengan aneh saja, yang membuat Anisa mengehelakan nafas berat.


Dia bangkit dari tidurnya dan menatap Alex dengan mata tajam. "Kau melakukan itu padaku dengan sangatlah keras, bahkan kau tidak memberiku waktu untuk beristirahatpun 1 Menit pun tidak ada.


Dan kau melakukan hal itu padaku dari jam 7 Malam sampai Jam 2 Pagi. Kau tau, bagaimana lelahnya aku? Bahkan sekarang 'itu' ku masih merasa denyut." Lanjut Anisa meluapkan kata kata yang dia tahan sejak malam itu.


Alex tidak menjawab dan terkekeh saja menggosok gosok hidungnya yang sedikit sakit. Alex mendapatkan ide, dia menatap Anisa dengan menyeringai. "Tapi kau menikmatinya, bukan?".


Seketika wajah Anisa memerah semerah tomat mendengar perkatan Alex. Dia hanya menundukkan kepalanya saja, harus dia akui melakukan hal itu sangatlah enak, bahkan dia ingin melakukannya lagi dan lagi.


"Moo....Aku harus akui, tadi itu sangatlah enak." Jawab Anisa dengan tersipu seraya memeluk tubuh bidang Alex.


Alex terkekeh mengelus puncak kepala Anisa dengan lembut lagi. Sebenarnya dia merasa aneh, kenapa Anisa tidak merasakan malu lagi saat berdekatan dengan dirinya. Tapi dia senang karena dia bisa dekat dengan Anisa tanpa perasaan yang canggung.


Anisa melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alex dengan manis. Tiba tiba dengan cepat Anisa langsung mencium bibir Alex, Alex sedikit terkejut tapi menikmatinya dengan senang hati.


____________


Beberapa Jam Kemudian.

__ADS_1


Saat ini Alex dan Anisa sedang berada di ruang makan sambil berbicara dengan suka cita. Saat mereka berciuman, mereka tidak melakukan hal itu karena hari sudah pagi, mungkin jika tidak pagi mereka sekarang sedang melakukan itu.


Beberapa Jam Kemudian, setelah selesai makan dan mandi, Alex sekarang berada di depan Pintu Rumah Anisa dan ia menggunakan Pakaian Supir Taksinya, seraya menatap wajah Anisa dengan senyuman.


"Aku akan bekerja dulu, ya" ujar Alex mengelus kepala Anisa terus menerus.


Anisa tidak menjawab dan memeluk tubuh Alex dengan manja. "Hem...Hati hatilah, aku akan menunggu kepulanganmu" jawab Anisa dengan sedih.


Sebanarnya dia ingin menghabiskan berdua dengan Alex lebih lama, tapi karena takdir semesta dia harus mau tak mau.


Alex tersenyum, ia mengangkat dagu Anisa dan langsung menciumnya. Anisa menerimanya seraya menutup matanya.


Beberapa menit kemudian, Alex melepaskan ciuman tersebut memandang wajah Anisa dengan senyuman. "Sekarang kita seperti sepasang suami istri, bukan".


"Setelah melakukan hal itu aku sudah resmi menjadi Istri untuk selamanya, tau." Jawab Anisa mengembungkan pipinya dengan imut.


"Apa yang kau bilang benar juga....Kalau begitu, Suamimu akan pergi berkerja dulu yah." Ucap Alex mengecup kening Anisa dan langsung keluar.


Anisa hanya terbengong di depan pintu Rumahnya dengan perasaan yang tercampur aduk.


TRING!! TRING!! TRING!!


Tiba tiba sebuah nada dering berasal dari Handphone Anisa membuat dirinya tersadar. Dia langsung mengambil Handphonenya dan merasa aneh karena Ibu nya menelpon dia.


Tapi ntah karena apa saat mendengar perkataan Ibunya, wajahnya gembiranya seketika sirna dan mengganti wajah yang gelap.


Tanpa mendengar perkataan Ibunya lagi, dia langsung mematikan Teleponnya dan langsung terduduk di depan Pintu rumahnya dengan perasaan yang sedih dan hancur.


________________________


Saat ini Alex sedang mengendarai Mobilnya dan tidak mengetahui apa yang terjadi pada Anisa. Tiba tiba dia mengingat sesuatu yang paling berharga di kehidupannya hampir dia lupakan.


"Benar juga setelah mendapatkan Ingatan Kehidupanku Sebelumnya aku menjadi kangen dengan sosok Ibu dan Ayah, dan juga aku belum menanyakan kabar Ibu dan Ayah.


Bagaimana yah kabarnya, apakah aku menelponnya saja? Hem...Telpon sajalah, lagian kagak ada Penumpang."


Setelah bergumam, Alex mengambil Handphone jeleknya dan lansung menelpon Ibunya.


"Halo bu...." Setelah menyambung, Alex memanggil Ibunya dengan gembira.


"Iyaa, Halo Nak. Kenapa menelpon Ibu? Apakah uangmu Habis? Jika iya Ibu akan mentransferkan Uang sekarang juga." Jawab khawatir Ibunya dengan suara tua.


"Hah...Tidak tidak, aku tidak perlu uang bahkan dengan uangku aku bisa membeli apapun yang ku inginkan." Jawab jujur Alex.

__ADS_1


"Hahaha, semoga apa yang kau impikan menjadi kenyataan ya, nak." Jawaban Ibunya hanya membuat Alex tersenyum kecut saja.


"Oh, ngomong ngomong bagaimana kabar Ibu dan Ayah? Apakah kalian butuh uang?".


"Kabar Ibu baik baik saja, kamu tidak perlu mengirim Uangmu kumpulkan saja agar dengan Uang tersebut kau bisa menikah." Jawab Ibunya. Alex bisa mendengar ngos ngossan Ibunya, seperti Ibunya sedang selesai bekerja.


"Tenanglah Bu. Aku memiliki banyak Uang saat ini, nanti aku akan mentransferkan Uangku pada Ibu." Balas Alex menjawab dengan lembut seraya melewati seorang pengemudi di depannya.


"Hah....Terserahmu saja, jika Ibu bilang tidak kau pasti akan memaksa Ibu untuk menerimakan. Tapi jangan mentransfer uangmu dengan banyak, Ibu dan Ayahmu tidak kekurang Uang kok, jadi tenang saja."


Alex tersenyum saja dan menjawab perkataan Ibunya dengan lembut. Dia berniat untuk mentransferkan Uangnya ke Ibunya dengan jumlah sikit saja, dia niat untuk memberi kejutan pada Kedua Orang Tuanya saat dia kembali ke Kampung Halaman.


_______________


Beberapa Jam Berlalu


Saat ini Alex sedang duduk di angkringan Kopi tempat bapak bapak berkumpul. Saat dia sudah menyelesaikan Teleponnya, dia langsung menuju Ke Bank dan Mentransfer hanya 2 Juta saja pada Ibunya.


TING! TING!


Saat Alex sedang memainkan Game Onlinenya, sebuah notifikasi dari Handphone membuat dia bersemangat. Tanpa memperdulikan protes dari satu Timnya, dia langsung keluar dari permainan dan berdiri.


Setelah berdiri dia langsung pergi dari angkringan Kopi ini. Saat memesan Kopi, dia sudah membayar uang terlebih dahulu jadi dia tidak susah payah membayar lagi.


Saat sampai di depan Mobil dia masuk dan menancap Gas mobilnya dengan pelan. Sebagai warga negara yang baik dia harus mematuhi lalu lintas.


Beberapa puluh menit kemudian, Alex memberhentikan Mobilnya saat dia sudah sampai di sebuah Pajak yang sangat ramai.


Dia melihat sekitarnya, seketika matanya terfokus pada seorang Ibu Ibu yang menggandengkan sebuah tas belanja, dan ia seperti menunggu sesuatu.


Tanpa berlama lama Alex menancap Gasnya menuju ke arah Ibu Ibu itu. "Dengan Ibu Sita?" Setelah sampai Alex membuka kaca Mobilnya dan bertanya dengan sopan.


Seperti orang yang biasa melihat Alex, Ibu itu tentu terkejut karena melihat wajah Alex yang sangat tampan.


Mendengar perkataan Pemuda itu, Ibu bernama Sita menjawab. "Yah, Itu saya, apakah Kamu Supir Taksi yang saya Pesan?".


"Benar, kalau begitu silahkan masuk, bu." Balas Alex terseyum. Tanpa menunda lagi, Bu Sita langsung masuk kedalam Mobil Alex dengan gembira karena Orang yang mengantarnya adalah seorang pemuda yang tampan.


_________________________


Bersambung


N/A: Sepertinya beberapa Hari kedepan mungkin ane kagak bisa up deh, ane mau Maraton Anime One Piece. Sorry ye bro, tapi jika ada waktu sengan aku usahain buat Up.

__ADS_1


-Chapter selanjutnya bakal ada Action, jadi jangan lupa kasih Like/Coment/Vote/Hadiah, biar ane jadi makin semangat. Terima kasih.


__ADS_2