
"Dari yang kudengar ini hanya kecelakaan biasa, Mobil itu hanya tergores sedikit saja. Lebih baik kau saja lihat sendiri." Tentu saja Pria itu iri pada ketampanan Alex, tapi dia harus menjawab pertanyaannya.
________________________
Alex tersenyum kecut saja, karena sangat penasaran dia melewati orang orang yang menutupi jalannya tidak lupa dia permisi dulu pada orang orang.
Saat telah sampai di paling depan, dia melihat seorang Wanita muda yang cantik duduk di aspal jalanan dengan kondisi yang mengenaskan, di sampingnya terdapat sebuah Sepeda yang terlihat murahan.
Sedangkan orang di depannya adalah Seorang Pria Dewasa yang Gendut. Dari segi wajah dan kulitnya seperti Pria tersebut adalah seorang Pria berdarah Tianghoa.
Alex juga mendengar teriakan Pria Dewasa Gendut itu meneriaki Wanita yang terduduk dengan kata kata yang sangat pedas.
"Lu tau, karena elu Mobil gue jadi seperti ini. Lu tidak bakal bisa beli mobil seperti ini walaupun lu kerja setengah mampus, karena elu hanya orang miskin." Ucap Pria tersebut menunjukkan Mobilnya yang mewah, dengan merek Alphard.
Wanita itu tidak menjawab tapi menundukkan kepalanya saja dengan sedih. Alex bahkan merasa kalau kata kata Pria itu telah keterlaluan.
Jika Alex melihat lebih lanjut muka Pria Tianghoa itu seperti sangat familliar di matanya, seperti dia memiliki dendam pada Pria itu.
"Lu berani gak jawab perkataan gue, ya!!" Pria Tianghoa itu menjadi sangat marah karena tidak ada jawaban dari Wanita tersebut, dia langsung melayangkan tamparan kearah Wanita itu.
Saat berjarak beberapa puluh centi lagi, sebuah tangan menghentikan tindakan Pria dewasa itu membuat seluruh orang sedikit terkejut.
"Kau sedikit keterlaluan karena hanya tidak ada jawaban kau ingin langsung menampar Wanita ini." Alex tentu sangat marah pada tindakan Pria itu, tapi dia sedikit merasa aneh dengan scane ini karena scane seperti dia lakukan pada Pak Jima.
Seluruh orang yang ada disini sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alex. Tapi mereka sangat bersyukur karena ada yang membantu Wanita itu. Mereka ingin membantu tapi mereka semua tidak bisa, karena pasti mereka akan kenak imbasnya jika membantu.
Wanita yang terduduk di aspal mengangkat kepalanya saat merasa sebuah bayangan besar menutup pandangannya. Saat melihat, dia hanya melihat sebuah punggung yang sangat besar, tapi entah kenapa dia merasa nyaman dengan punggung tersebut.
"Ini tidak ada urusannya dengan lu." Pria Tianghoa itu langsung menarik tangannya karena dia merasa sedikit sakit pada genggaman Alex.
"Memang benar ini tidak ada urusannya denganku, tapi bisakah kau jelaskan padaku agar kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik?".
"Lu tau, Wanita murahan ini telah melecetkan mobil Gue." Jawab Pria itu menunjukkan Mobilnya. Alex melihat kalau disamping Mobil itu terdapat lecetan yang lumayan besar.
"Beritahu aku, berapa harga untuk membetulkan Mobilmu aku akan mentransfernya sekarang" ucap Alex mengeluarkan Handphonenya.
"Heh? Lu ingin membetulkan Mobil gue? Apakah gue tidak salah dengar, lu aja kerja sebagai Supir Taksi bagaimana bisa lu membetulkan Mobil gue yang mahal ini? Hahaha, lebih baik lu kasih makan aja Ibu lu yang murahan i- HAARGG!!"
PAAKK!!
Alex langsung menjadi murka saat kata terakhir Pria itu, dia langsung melayangkan sebuah tamparan kepipi Pria itu dengan perasaan yang sangat marah.
Pipi Pria itu seketika menjadi merah karena tamparan yang di berikan oleh Alex. Seluruh orang juga terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alex, tapi mereka mendukung tindakan Alex.
"Kau....Kau berani kau!!" Pria itu manatap Alex dengan wajah memerah karena marah.
__ADS_1
"Apa? Apa yang ingin kau lakukan?" Alex baru ingat, kalau Pria ini adalah Pria yang pernah dia temukan beberapa bulan yang lalu.
Saat itu Alex pernah menabrak mobil Pria itu, dan Pria juga menghina Ibu Alex seperti ini. Alex saat itu tidak memiliki kekuatan dan hanya menundukan kepalanya dengan dendam.
"Apakah kau tau? Kalau aku ini orang yang kaya yang bisa membeli harga dirimu dengan mudahnya!" Pria itu sangat ingin langsung memukul Alex, tapi dia mencoba menahan.
Alex tersenyum saja seraya berjalan kearah samping Mobil Alphard yang dimiliki oleh Pria itu. "Apakah kau yang kau banggakan dengan kekayaanmu?
Aku bisa menghancurkan kekayaanmu dengan mudah, contoh kecil seperti ini" Alex menyeringai dan langsung melayangkan sebuah tendangan dengan sangat cepat.
BRUSS!!
Alex langsung menendang kaca Mobil Pria itu sampai menghasilkan Kaca Mobil tersebut hancur menjadi puing puing kecil. Seluruh orang menjadi terkejut, dan paling terkejut adalah pemiliknya.
"A-Apa yang lu lakukan terhadap mobil gue, bajingan!!" Pria itu langsung berlari kearah Alex dan melayangkan sebuah pukulan.
Alex tersenyum dan menendang dada Pria dewasa itu dengan pelan tapi membuatnya termundur kebelakang sampai terjatuh.
Alex tidak ingin Pria itu langsung pingsan, tapi dia ingin menyiksa Pria itu dengan sedikit demi sedikit. Jika ini tempat yang sepi, mungkin Alex sudah memukul Pria itu sampai babak belur.
Wanita yang di tolong oleh Alex sangat terkejut, karena kelakuan Alex sudah berlebihan hanya untuk menolong dirinya. Tapi dia tidak tau, Alex melakukan hal itu untuk membalas dendam pribadinya.
BRUKK!!
"B-Berhenti..!!" Pria itu menatap Alex dengan mata yang membelak dan wajah sudah sangat memerah karena marah.
Alex menghiraukan teriakan Pria itu dan melanjutkan menendang Mobil Pria itu berkali kali sampai membuatnya hancur.
BRUK!!
BRUK!!
BRUK!!
"KU BILANG BERHENTI..!!!!" Teriak kuat Pria itu langsung berdiri dan berlari kearah Alex.
Alex hanya tersenyum mengejek pada Pria itu, tapi saat melihat di tangan kanan Pria itu mata Alex membelak terkejut karena yang dipegang adalah sebuah Pisau.
Alex tidak bisa melakukan perlawan karena jarak antara mereka sudah sangat dekat. Alex langsung menangkap Pisau yang di pegang oleh Pria itu menggunakan telapak tangannya sampai membuat Pisau itu tembus ke dalam tangannya.
Seluruh orang dan Wanita itu sangat terkejut dan ingin menolong Alex, tapi mendengar teriakan Pria tersebut mereka merenungkan niat mereka.
"Hurgg..!" rintih Alex sangat kesakitan. Dia melawan rasa sakit tersebut, menatap Pria itu dengan tajam seraya menggengam tangan Pria itu dengan seluruh kekuatannya.
"Hagg....! Hentikan, lepaskan tanganmu!" perintah Pria itu dengan nada dingin dan mencoba melepaskan genggamannya.
__ADS_1
KRETEK!! KTEKK!!
Suara tulang hancur terdengar di telinga Alex, dia hanya tersenyum menahan sakit sambil menguatkan genggamannya.
"AARGGHH...!! Hentikan!!" Alex melepaskan tangan Pria itu dan langsung menendang wajah Pria itu dengan sangat kuat membuatnya termundur kebelakang dengan sangat cepat dan terjatuh.
Alex menatap pisau yang menembus tangannya. Dengan kesel dia mencabut pisau tersebut membuat darah segar dari tangannya berceceran ke aspal jalanan.
"Hurgg, sial sakit sekali." Rintih Alex dengan sangat kesel. Dia mengoyakkan baju dalamnya dan mengikatnya di tangan yang tertusuk tadi.
Setelah selesai, dia menoleh ke Pria itu yang tertidur ditanah dengan muka yang sudah berdarah dan ada jejak sepatu di wajahnya.
'Tch...Bangkelah, jika tidak rame orang maka aku sudah menghabiskannya sejak tadi. Lebih baik aku pergi dulu, setelah itu aku akan membalas dendam ini karena sudah menghina orang tuaku.' Gumam Alex penuh kebencian.
Dia menolah pandangannya lagi menatap Wanita yang menatap dirinya dengan terkejut. Dia berjalan kearah Wanita tersebut seraya mengulurkan tangannya.
"Berdirilah, aku akan mengantarmu pulang." Ujar Alex pada Wanita itu. Tanpa sadar, Wanita itu mengambil tangan Alex dan ikutan berdiri.
"Maafkan aku karena sudah melakukan hal ini, dan tolong antar kan Pria itu kerumah sakit." Ucap Alex pada kerumunan dengan sedikit menunduk.
Setelah itu Alex menarik tangan Wanita itu dan berjalan kearah kerumunan, seketika kerumunan membuka jalan untuk Alex dan Wanita tersebut.
Setelah melewati seluruh kerumunan, Alex telah sampai didepan Mobilnya, dia masuk kedalam Mobi dan Wanita itu juga masuk kedalam Mobil Alex, atau lebih tepatnya dia duduk disamping Alex.
Tanpa merasa bersalah sedikitpun, Alex langsung menancapkan Mobilnya dengan cepat meninggalkan kerumunan yang menatapnya dengan terkejut, dan para wanita menatap dia dengan penuh cinta.
Saat dalam perjalanan, Alex mengingat kalau banyak kerumunan yang memvidiokan dirinya. Dia merasa jika Vidio itu di publikasikan akan menjadi masalah buatnya. Jadi di bertanya pada Sistem.
'Sistem, apakah kau bisa menghapuskan vidio orang orang yang memvidioku sebelumnya?' tanya Alex dalam hati.
[Tentu, Sistem bisa menghapuskan Vidio tersebut tapi anda harus membayar pada Sistem sebesar 3Milliar, karena ada 9 orang yang memvidiokan anda]
'Sudah kuduga, pasti aku akan mengeluarkan uang, tapi tidak masalah. Tolong, ya.' Syukurnya Alex mendapatkan Uang, jika tidak dia pasti tidak akan bisa membayarnya.
[Ding..! Menghapuskan Vidio, anda menghabiskan 3Milliar Rupiah]
"A-Anu..." Saat sedang merasa legah, seseorang menarik bajunya. Alex baru ingat kalau dia sedang membawa seorang gadis. Dia menoleh ke arah Wanita itu menatapnya dengan banyak pertanyaan.
________________________
Bersambung
N/A: Chapter ini diambil dari kisah hidup gw, dan ini fantasi gw untuk balas dendam sama orang itu karena gw kagak bisa balas dendam awoakwo;
Apakah ada yang perna senasib dengan gw, yang perna di caci maki sama orang china?
__ADS_1