Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 014


__ADS_3

"Sepertinya aku harus makan dulu deh, dan juga ini waktu yang tepat untuk aku makan." Ucap Alex sembari melihat Jam di tangannya. Dia menancap Gas Mobilnya dengan cepat dan berniat untuk ke Warteg Pak Jima.


________________________


Beberapa puluh menit kemudian, Alex telah sampai di depan Warteg Pak Jima. Tapi ada yang membuatnya merasa aneh, karena di depan Wartegnya ramai sekali orang, Sepeda Motor ataupun Mobil, seperti ada sesuatu masalah.


Karena merasa sangat penasaran, Alex memakirkan Mobilnya di tempat yang sepi. Setelah itu dia keluar dari Mobil dan berjalan menuju ke Warteg Pak Jima.


Saat berjalan, Alex mendengar suara orang orang berdiskusi. Tapi anehnya, diskusi itu tentang penghinaan terhadap Pak Jima.


"Aku tidak menyangka kalau Pak Jima akan melakukan hal tersebut," ucap salah satu kerumunan Pria.


"Hemm...Akupun begitu, dulunya kukira dia orang yang baik. Lihatlah caranya berpakaian, dia selalu memakai peci, pakai sarung, pakai baju koko setiap harinya, dan juga aku selalu melihatnya pergi ke Masjid. Tapi aku sangat tidak menyangka dengan Pak jima".


"Benar. Tapi berkatnya aku percaya kata pepatah 'Jangan melihat buku dari sampulnya'."


Perasaan Alex menjadi semakin aneh, dia berjalan kearah kerumunan dan memegang salah satu orang di antara kerumunan.


"Kawan, apa yang terjadi?"


Pemuda itu membalikkan wajahnya dan melihat Alex, seketika dia menjadi insecure dengan ketampanan Alex.


"Itu, Pak Jima, dia melakukan hal yang tak terduga. Dia membuat makanan yang membuat orang yang makan sakit perut dan masuk rumah sakit." Ucapnya.


"A-Apaa...!!" Alex membelak matanya terkejut dan langsung masuk melewati seluruh kerumunan. "Permisi, permisi".


Setelah melewati seluruh kerumunan, dia telah di depan orang orang. Wajahnya semakin terkejut dengan apa yang dia lihat.


Alex melihat seorang Pria yang lanjut usia yang dengan kondisi yang mengenaskan, dengan kepala yang berdarah dan wajah biru biru seperti kenak pukulan.


"Hey...Pak Jima! Apakah kau tidak ingin mengakui kesalahan yang kau lakukan pada Warga, hah!" ucap Seorang Pria Dewasa berbadan kekar dan bertato, sembari menarik kerah baju Pak Jima bertanya dengan nada tinggi.


Pak Jima tidak menjawab dan hanya menunduk kepalanya dengan sedih. Saat melihat kondisi Pak Jima, Alex merasa kalau Pak Jima seperti tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


"Sialan! Apakah kau tidak ingin mengakuinya!" Pria Kekar itu langsung melayangkan sebuah pukulan dari tangan besarnya.


Alex sangat terkejut, dan dengan cepat dia berlari ke arah Pria Kekar itu langsung menghentikan tangannya.


"Apakah begini caranya kau menghormati Orang Tua?!" ujar Alex pada Pria Kekar itu dengan nada tinggi dan meremas tangan Pria Kekar itu dengan kuat.

__ADS_1


Seketika seluruh orang dan Pria itu sangat terkejut. Dia menarik tangannya dengan cepat saat merasakan kalau tangan akan hancur jika terus di pegang oleh Pemuda di depannya.


Pak Jima mengangkat Kepalanya saat merasakan sebuah bayangan besar melindunginya. Dia hanya tersenyum saja saat melihat pemuda tersebut.


"Kau tidak taukan apa yang dilakukan oleh Pak Jima!" balas Pria Kekar itu seraya menyembunyikan tangan kanannya di belakang tubuhnya.


"Bisakah kau jelaskan, apa yang sebanarnya terjadi".


Dengan perasaan yang kesal Pria Kekar itu menjelaskan pada Alex. Dia memberitahu kalau Pak Jima melakukan hal yang sangatlah kejam, dia menaburi racun di makanan yang dia jual membuat orang orang yang memakannya sakit perut.


"Sekarang, apakah kau masih melindunginnya?!" tanya Pria kekar itu setelah selesai menjelaskan.


Alex tidak menjawab tapi membalikkan tubuhnya menatap Pak Jima, dan berlutut agar sejajar dengan Pak Jima.


"Apakah Bapak tidak apa apa?" ucap Alex dengan lembut pada Pak Jima seraya membersihkan darah yang menempel pada dahi Pak Jima.


Seluruh orang sangat terkejut dengan tindakan Alex, hati mereka seperti tersentuh dengan kelembutan Alex memperlakukan Pak Jima.


"Bapak tidak apa apa.....Apakah kamu Alex?" ucap Pak Jima dengan tersenyum, dan bertanya pada Alex dengan nada sedikit tidak yakin.


"Benar".


"Hehh, begitukah. Penampilanmu sangat berubah drastis, ya." Balas Pak Jima dengan tersenyum. Tadinya dia tidak yakin, tapi mendengar jawaban Alex dia menjadi sangat yakin.


"Bapak tunggulah disini, aku akan menyelesaikan masalah ini sebisaku." Ujar Alex tersenyum. Pak Jima tidak menjawab dan menganguk kecil.


Pak Jima merupakan salah satu dari orang baik yang perna di jumpai oleh Alex, Pak Jima selalu memberi Alex makan saat dirinya tidak memiliki Uang. Hal tersebut membuat Alex sangat ingin melindungi Pak Jima.


Alex berdiri dan menatap tajam pada Pria Kekar itu. Karena tinggi badan yang beda jauh, membuat Alex sangat mendominasi saat ini.


"A-Apa yang ingin kau lakukan?" tanya gugup Pria Kekar itu, tanpa dirinya sadari kakinya sudah mundur 2 langkah.


"Aku tidak melakukan apa apa, aku hanya ingin menyelidiki masalah ini sampai tuntas." Jawab Alex menutup matanya dengan tenang.


'Sistem....' batinnya.


"Hah? Menyelidiki? Apakah kau seorang Detektif, Hahhh?!" tanya Pria Kekar itu, tapi tidak ada jawaban dari Alex.


Tapi dari wajah pemuda di depannya dia bisa melihat kalau ada keringat yang berceceran, membuatnya berpikir kalau Alex takut padanya.

__ADS_1


[.....100%. Selamat, anda telah memakai 'Kemampuan Detektif Tingkat Biasa' ]


Benar, Alex menutup matanya agar memakai Kemampuan yang baru saja dia dapat. Dan keringat yang membasahi dahinya, karena dia menahan rasa sakit yang ada di otaknya.


Alex membuka matanya dengan pelan, dan melihat seketikarnya dengan tajam. 'Hemm, beginakah rasanya setelah memakai Kemampuan Detektif. Aku merasakan kalau kapisitas otakku lebih besar dan lebih baik.


Semoga saja dengan ini aku bisa menuntaskan masalah ini dengan mudah.' Batinnya.


"Hey? Sekarang apa yang ingin kau lakukan?" Alex mendengar sebuah suara dan mengalih pandangannya, dia melihat Pria Kekar berbicara padanya dengan menyeringai.


"Sudah kubilang aku akan menuntas masalah ini, bukan. Jadi kumohon untuk orang tidak berpesangkutan dengan masalah ini harap pergi, agar tidak menggangu saya saat menyelidiki masalah ini."


Jawab Alex, tapi tidak ada seorangpun yang pergi dari tempat ini, membuatnya mengehelakan nafas. 'Hah...Sepertinya aku harus memakai 'itu'.' batinnya.


"Para wanita cantik, bisakah kalian menolongku untuk mengusir orang orang ini~" ucap Alex menggunakan 100% pesonanya, dan berkata dengan maskolin.


Seketika seluruh Wanita muda maupun tua mengeluarkan darah dari hidungnya, hati mereka seperti ingin melompat dan terbang menuju Alex.


Tapi beda dengan para Pria, rasa kebencian mereka terhadap Alex tidak bisa di pungkiri lagi. Tiba tiba ada sebuah tarikan kuat, dan mereka melihat kalau para Wanita sudah menggila.


"UWAAA.!!! Apakah kalian tidak mendengar apa yang di katakan oleh mas tampan ini? Pergi kalian semua!"


"Cepat pergi kalian, sialan! Jika kalian tidak pergi, aku akan membunuh kalian semua!"


"Hey, kau, Suami bodoh! Cepat bantu aku mengusir orang orang ini, jika tidak kau tidak akan mendapatkan jatah malam ini!"


Seluruh wanita ricuh saat mengusir seluruh orang yang menutup pandangan. Alex tersenyum saja melihat hal tersebut, inilah enaknya menjadi seorang yang tampan.


Bebeberapa puluh menit kemudian, seluruh Pria maupun Wanita sudah pergi. Dan hanya menyisakan 8 orang saja termaksud Alex, Pak Jima dan Pria Kekar.


"Sekarang mari kita selidiki masalah ini. Kau, bisakah aku meminta tolong untuk membersihkan luka Pak Jima?" ucap Alex menunjuk seorang satu satunya Wanita disini.


Wanita itu menganguk senang dan menggandengkan tangan Pak Jima ke lehernya, dan menuntunnya ke dalam rumah Pak Jima.


"Sekarang, aku akan menyelidiki masalah ini." Setelah Pak Jima pergi, pandangangan Alex menjadi sangat tajam, membuat Pria Kekar itu berkeringat deras.


'Sial! Bagaimana ini, aku tidak ingin ketahuan' batin Pria kekar itu.


Saat Alex melihat kelakuan Pria Kekar itu, pikirannya menjadi aneh. 'Pria ini sangatlah aneh, seperti ada sesuatu yang dia umpeti. Apa jangan jangan?Hem..Ntahlah, aku bisa melihatnya setelah menyelidiki masalah ini'

__ADS_1


_________________________


Bersambung


__ADS_2