Sword Ranker

Sword Ranker
Sniper vs Swordsman


__ADS_3

Syunggg.... Tranggg... Crakkk... Srakkk...


Pertarungan hebat terjadi di depan mata Ran, William dan Tim, keduanya bertarung seimbang.


Walau Tim dirugikan karena melawan seorang ahli pedang dalam jarak dekat di area yang sangat sempit, ia sama sekali tidak kesulitan dalam mengatasi gempuran serangan pedang milik William.


Setiap kali William mengayunkan pedangnya dengan ganas, Tim selalu mampu memblokirnya dengan crossbow miliknya.


Ran merasa semakin takjub dengan senjata milik Tim, benda itu terbuat dari material yang asing, awalnya Ran mengira itu terbuat dari plastik. Tapi setiap kali beradu dengan pedang William, senjata itu akan selalu mengeluarkan suara yang sama ketika besi beradu.


Ran berasumsi bahwa itu terbuat dari material yang misterius, keras namun juga fleksibel karena Ran sempat melihat senjata itu menekuk.


Pada pertarungan mereka berdua, William selalu maju lebih dulu untuk mempersempit jarak, tempat ini mendukung keunggulan William yang memang petarung jarak pendek.


Tapi, Tim selalu dengan mudah menahan serangan William dengan crossbownya.


Trang


Lagi-lagi serangan William ditahan oleh Tim.


Buk


Tim menendang William mundur, ia ikut mundur untuk memperlebar jarak.


Bzzzttt...


Sebuah panah cahaya terbentuk di depan crossbow Tim, ia mengarahkan panah itu kepada William.


Syuungg....


Panah itu melesat dengan cepat ke arah William, William dengan sigap menangkis panah cahaya itu dan membelokkannya ke arah lain.


Stabbb


Panah itu mengenai batang pohon di samping Ran, panah itu tidak meledak, melainkan menembus batang pohon hingga keluar di sisi yang berlawanan.


Panah ini berbeda dari panah yang ditembakkan Tim pertama kali. Awalnya panah cahaya ini seperti bom yang akan meledak ketika bersentuhan dengan apa pun. Tetapi sekarang justru malah menjadi seperti jarum yang sangat tajam, cukup tajam untuk menembus batang pohon yang sangat tebal.


"Ada apa William? Kau sudah lelah?"


"Belum! Menghadapi orang sepertimu seharian pun tidak akan membuat keringatan sedikitpun."


"Ya ampun, kaku sekali."


Bzzzttt


Panah cahaya muncul lagi di depan crossbow Tim, tapi kali ini bukan satu, tapi ada 5 panah cahaya sekaligus.


"Asal tahu saja, aku bisa mengendalikan arah dari panah ini."


Mendengar pernyataan Tim, membuat William tergerak, ia langsung maju ke depan Tim secepat kilat.


Syuungg


Pedang William terayun ke arah perut Tim, tapi Tim hanya tersenyum tenang.


Hanya dalam waktu sepersekian detik, Tim memindahkan kaki kanannya ke depan sambil merendahkan tubuhnya ke belakang, dan dalam waktu singkat itu, ia berputar membelakangi punggung William.


William berakhir menebas angin.


Sementara Tim membelakanginya dengan posisi siap menembak.


"Mati kau!" Ucap Tim.


Namun, sebelum panah cahaya itu ditembakkan ke William, sebuah belati terbang menuju kaki Tim.


Stabb


"Akh..." Tim mengerang karena kakinya tertusuk oleh belati.

__ADS_1


Keseimbangan Tim goyah, menyebabkan bidikannya bergoyang dan meleset.


Belati itu dilemparkan oleh Ran, ia memang tidak bisa bergerak, tapi lengan kirinya masih bisa.


"Hufftt... Sakit kan?" Ujar Ran sambil tersenyum mengejek Tim.


"Kau...." Tim menggeram karena marah.


Tapi William di depannya sama sekali tidak memberikan waktu bagi Tim untuk marah.


William memutar tubuh bagian atasnya, dengan sikunya, ia menyerang rahang Tim.


"Khokhh..." Badan Tim goyah karena serangan tiba-tiba, ia terhuyung karena kehilangan keseimbangan.


Tapi William belum selesai.


William berputar balik, ia menendang wajah Tim dengan dengkulnya sekeras mungkin.


Bhuakk...


Badan Tim terangkat naik, dalam posisi itu, William menyerangnya secara membabi buta.


Bhuak... Bak... Buk... Bhakk...


Tim terkena serangan tinju William secara bertubi-tubi.


William benar-benar tak kenal ampun, ketika Tim jatuh, ia menarik kerah baju Tim untuk menahannya, dan langsung meninjunya lagi.


"Khakkk...." Tim mengeluarkan batuk berdarah.


Wajah Tim benar-benar bonyok karena dihajar bertubi-tubi oleh William.


Tapi William sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada Tim walau wajahnya sudah hancur.


Situasi berbalik drastis, awalnya Tim mampu mengatasi William serta Ran dengan sangat mudah. Namun sekarang ia malah dihajar oleh William tanpa bisa membalas.


Namun, di kondisi yang seperti sudah tidak ada harapan bagi Tim, muncul suatu hal yang tak terduga.


Tim yang awalnya terlihat tak berdaya setelah dihajar oleh William, mendadak menahan tinju dari William.


Wajah Tim berubah, yang semula selalu ramah dan menyenangkan namun membuat merinding, sekarang berubah menjadi wajah datar tanpa ekspresi yang mengintimidasi. Bahkan William pun merasa terintimidasi olehnya.


"Dasar bocah, sepertinya kau merasa hebat karena bisa memukulku beberapa kali yah?"


William dan Ran merasa merinding ketika mendengar ucapan Tim. Wajah Tim sangat datar tanpa ekspresi, tidak terlihat emosi apa pun di wajahnya, tapi ucapannya terasa sangat berat dan mengintimidasi.


Suasana berubah menjadi kelam dan mencekam hanya dengan sepatah kata dari Tim.


William hendak mundur ke belakang, tapi tangannya yang dipegang oleh Tim tidak bisa lepas. William mencoba sekuat tenaga untuk melepas cengkraman Tim, tapi percuma saja. Seolah-olah tangan William sudah menyatu dengan tangan Tim.


Bahaya... Pikir Ran dan William secara bersamaan.


Mereka serasa ingin kabur dan bersembunyi, tapi pergerakan keduanya sudah dikunci rapat oleh Tim.


Ran dipaku ke batang pohon menggunakan panah cahaya dari crossbow Tim, sedangkan William ditahan langsung oleh Tim. Keduanya seperti serangga yang terjebak di jaring laba-laba.


William mengayunkan pedangnya ke arah Tim, tapi sekejap kemudian, tenaga William menghilang. Seolah-olah ada yang menyedotnya, energi yang menyelimuti pedang William pun sirna dalam sekejap mata.


Bruk


William berlutut karena kehilangan tenaganya, armor yang menyelimuti tubuhnya pun kiang menghilang.


"Kalian menjadi sombong karena kubiarkan, padahal kalian cuman bocah yang tidak ada apa-apanya. Kalau aku serius, aku bisa melenyapkan kalian dengan sangat mudah." Ucap Tim dingin.


Walau terasa seperti omong kosong, tapi Ran dan William merasa bahwa Tim sama sekali tidak membual.


Tim menatap William dengan tatapan merendahkan, lalu kemudian ia menendang rahang William dari bawah.


Buak

__ADS_1


"Karena kubiarkan sebentar, kau merasa sangat jago hah? Begitu hah? Padahal kau cuman bocah, berani-beraninya bertingkah di hadapanku." Ucap Tim dengan datar, namun Ran merasakan gejolak emosi di balik ucapannya tersebut.


Bak... Buk... Bruak...


Tim menghajar William dengan brutal, lebih brutal dari saat ia dihajar oleh William.


Cratt...


Mulut William mengeluarkan darah setelah dihajar berkali-kali, tampak juga darah mengalir dari kening William.


Tapi, walau dihajar sebrutal itu, William sama sekali tidak berteriak kesakitan atau pun minta tolong. Ia hanya diam menerima tendangan dari Tim.


"Hmm.... Kuakui, walau sudah dihajar berkali-kali seperti ini pun, kau sama sekali tidak berteriak."


Ran yang melihat pemandangan ini merasa sangat marah, bukan hanya pada Tim yang menghajar William dengan brutal dan tanpa ampun. Tapi juga pada dirinya yang tidak bisa melakukan apa pun ketika melihat William dihajar.


Khkkk.... Sial! Lagi-lagi, aku hanya bisa diam ketika temanku terluka. Orang macam apa aku ini


Ran sangat kesal hingga menggigit bibirnya, ia tidak bisa berbuat banyak pada kondisi ini.


Sementara William masih terus dihajar tanpa ampun oleh Tim.


Hingga akhirnya, William pingsan.


"Pingsan juga akhirnya, tapi aku cukup kagum, kau bisa bertahan cukup lama. Yah, darah keturunanmu memang tidak berbohong sepertinya. Sekarang tinggal mengurus hal kecil."


Tim berbalik ke arah Ran setelah William dibuatnya pingsan tak berdaya.


Deg


Ran tahu bahwa sekarang gilirannya, ia marah tapi tak bisa berbuat apa pun.


"Tak perlu takut Ran, aku tidak akan melakukan hal berbahaya padamu, jika kau tidak melawan tentunya."


"Oh ya? Apa menurutmu aku bisa percaya setelah melihat apa yang sudah kau lakukan pada temanku?"


"Itu hal lain, aku tidak membutuhkannya, yah~ Dia memang anak yang sangat berbakat dan mungkin saja akan berguna jika dilatih dengan benar, tapi sikap lurusnya itu terlalu merepotkan. Dan aku tidak suka melakukan hal diluar pekerjaanku."


Tim maju dan mengulurkan tangannya ke wajah Ran, entah apa yang mau dia lakukan. Sekejap kemudian, Ran merasa lemas, energinya seperti disedot hingga membuatnya merasa sangat lemah. Ran tidak tahu apa yang direncanakan oleh Tim.


Tepat sebelum Ran kehilangan kesadaran, energi yang sangat kuat meledak di belakang Tim. Sangat kuat hingga terasa menekan dan mendominasi.


Energi itu berasal dari William, ia yang sebelumnya sudah pingsan, mendadak bangun. Namun, keadaannya sangat tidak bagus, ia berdiri dengan sempoyongan dan berlumuran darah. HP miliknya pun hanya tersisa 15 lagi, cukup satu serangan dan ia akan tereliminasi.


"Bah, perlawanan terakhir yah, baiklah jika itu maumu. Tapi, aku tidak akan mengirimmu ke ruang tunggu, akan kukirim kau ke kematian."


Tim mengarahkan crossbownya, panah cahaya terbentuk di depan crossbow tersebut. Kali ini terasa berbeda, crossbow ini terlihat meledak-ledak dan terasa panas, bahkan Ran pun merasakan efek dari panah cahaya tersebut.


"Selamat tinggal." Ucap Tim sambil melepas panah cahayanya.


Wushhh....


Panah cahaya itu melesat dalam sekejap dengan kecepatan yang lebih cepat dari kecepatan suara. Mustahil manusia biasa bisa menghindarinya.


Tapi, William bukanlah manusia biasa, ia adalah seorang jenius yang sangat mengerikan.


William mengangkat pedangnya, dan langsung menebas panah cahaya yang mengarah padanya dengan mudah.


Bummmm.... Blarrrr....


Panah cahaya itu meledak ketika William menebasnya, bunga api tersebar dari ledakannya ke sekitar, membakar hutan dan sekelilingnya. Hawa panas mengelilingi mereka.


Ran dan Tim sangat terkejut dengan hal ini, padahal sebelumnya William kesulitan untuk menahan satu panah cahaya, tapi kali ini ia mampu menghancurkan panah cahaya yang lebih kuat dari sebelumnya dengan sangat mudah.


"Hooo~ Seperti yang diduga dari seorang jenius."


William hanya diam, ia tampak seperti orang yangg kehilangan kesadaran. Lalu kemudian, amornya yang sebelumnya menghilang, muncul kembali, dan kali ini lebih lengkap, karena muncul armor yang melapisi tubuhnya juga. Hanya kurang armor kepala saja.


Bukan hanya armornya saja yang muncul, HP William yang awalnya hampir habis, langsung terisi penuh kembali, dan bukan hanya penuh, tapi juga lebih banyak dari sebelumnya. Angka di gelangnya menunjukkan angka 10.000 padahal awalnya hanya 1.200.

__ADS_1


Tim sampai merasa merinding, "Ahhh.. Aku salah, kau bukan jenius, kau monster."


__ADS_2