Sword Ranker

Sword Ranker
Final Test: One Vs One


__ADS_3

Team Ran otomatis diteleport kembali ke gedung ujian setelah test ke-2 berakhir.


Ran melihat ke sekeliling, tampak jelas hanya tersisa sedikit orang, gedung yang awalnya penuh dengan banyak orang, sekarang hanya tinggal sedikit lagi, hingga gedung ujian yang awalnya sesak ini, sekarang terasa sangat lega saking sedikitnya orang yang tersisa.


Ran melirik ke sekeliling, ia ingin melihat orang yang mungkin ia kenal. Dan benar saja, ada team yang Ran kenal, team yang pertama kali Ran kalahkan, itu adalah team si wanita yang memakai kimono, wanita itu bersama dengan teamnya dalam keadaan babak belur.


Ran berpikir untuk menghampirinya, tapi ia tahu bahwa itu ide yang sangat buruk, karena itu ia mengurungkan niatnya, Ran pun berbalik untuk menghindari berpapasan dengan mereka. William yang peka, mengikuti Ran tanpa bertanya apa pun.


Tapi, perempuan dengan kimono itu malah lebih dulu menghampiri Ran, "Tunggu! Kalian orang yang mengalahkan kami kan?"


Ran tidak menjawab, yang lainnya pun tidak, mereka semua tetap diam dan pergi seolah-olah tidak ada yang terjadi.


Si perempuan dengan kimono itu tetap ngotot, meski tahu bahwa ia sedang diacuhkan, ia tetap berteriak ke team Ran, "Kalian dengarkan ini! Aku tidak tahu apa alasan kalian tidak mengeliminasi kami, tapi kalian akan menyesal jika terus meremehkanku! Kalian ingat itu!"


Setelah berteriak, wanita itu berbalik dan pergi ke tempat teamnya lagi, dalam hatinya, Ran menetapkan satu hal, Aku tidak akan ragu lagi!


Lalu seperti biasa, Ranker Amare dan Ranker Emily kembali muncul secara misterius di panggung yang berada di tengah ruangan.


"Selamat untuk kalian, 40 orang yang berhasil lulus dari ujian team kali ini." Ranker Emily memberi selamat.


Kemudian dilanjutkan oleh Ranker Amare, "Sayang sekali yah... Aku yakin kalian semua sudah berusaha keras untuk bisa bekerja sama, tapi test terakhir akan dilaksanakan secara individu. Alias, kalian akan bertarung satu lawan satu. HeheHe..."


Bhuakkk...


Ranker Emily memukul perut Ranker Amare untuk membuatnya diam.


"Aduh sakit woi!"


"Diam! Kalau kau tidak dihentikan, ujiannya tidak akan mulai-mulai."


"Iya Iya aku mengerti."


Setelah perdebatan singkat diantara mereka berdua, Ranker Emily memulai penjelasan untuk ujian ke-3, alias ujian terakhir.


"Ekhemmm... Seperti yang tadi sudah dikatakan, ujian terakhir ini akan dilakukan secara individu. Masing-masing dari kalian akan melawan peserta lain dalam pertarungan satu lawan satu. Tapi berita baiknya, test terakhir ini hanya memerlukan satu kali pertarungan untuk bisa lulus."


Seisi ruangan menjadi gaduh.


Hanya satu kali? Semudah itu?


Sulit dipercaya.


Benarkah?


Mantap.


Semoga lawanku nanti tidak terlalu kuat.


Semuanya sibuk membicarakan tentang ujian terakhir yang ternyata lebih mudah dari perkiraan mereka, Ran pun juga terkejut dengan pengumuman ini.


Hanya satu kali? Jadi aku hanya perlu satu kali menang dan bisa lulus? Dan setelah itu menjadi Ranker? Sulit dipercaya, rasanya impianku menjadi sangat dekat.


Ran tanpa sadar mengepalkan tangannya, semangatnya kembali terpacu setelah mendengar pengumuman itu, rasanya seperti hanya satu langkah lagi untuk menggapai impiannya, hanya satu langkah lagi untuk bisa membuktikan dirinya.


"Ekhemmm... Tolong tenang, masih ada berita yang belum kami sampaikan. Selain hanya perlu satu kemenangan, kalian juga hanya perlu satu kekalahan untuk gagal. Jadi jika kalian gagal pada pertarungan pertama, kalian akan gagal menjadi Ranker."

__ADS_1


Semuanya kembali tegang, untuk sesaat mereka lupa akan resiko kekalahan, jika kalah, mereka akan gagal dan tidak akan ada lagi kesempatan.


"HahaHaahaha... Hoi! Hoi! Hoi! Jangan tegang begitu, kalau gagal, kalian bisa mengikuti ujian tahun depan. Yah... Itu pun kalau kalian masih punya nyali untuk ikut lagi." Ucap Ranker Amare dengan santai.


Tapi semuanya tidak ada yang santai, semuanya tegang karena nasib akhir mereka akan ditentukan disini.


Lalu, ada seorang peserta yang mengangkat tangannya untuk bertanya, "Maaf, saya ingin bertanya."


"Silahkan." Ranker Emily memberikannya izin.


"Bagaimana dengan susunan pertarungannya? Apa kami akan melawan rekan kami yang sebelumnya?"


"Tidak pasti, susunan pertarungannya akan ditentukan secara random, ada kemungkinan kalian akan melawan rekan kalian sendiri, tapi itu tidak pasti, karena kami akan membuat pertarungan yang seimbang. Peserta yang akan saling bertarung akan memiliki statistik kekuatan yang kurang lebih sama, agar lebih adil."


Ran sedikit lega mendengarnya, setidaknya ia tidak akan melawan William atau Eduardo karena perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh. Tapi ia khawatir jika ia akan berhadapan dengan Enzo yang tidak terlalu kuat.


"Sudah, jangan dipikirkan terus, sekarang mari kita ke arena pertarungannya."


Seisi gedung bergetar, panggung tempat Ranker Emily dan Amare turun ke bawah tanah, bersamaan dengan itu, tangga marmer muncul untuk ke bawah.


Para peserta menengok ruang bawah tanah yang mendadak muncul ini. Di ruang bawah tanah itu, terdapat colosseum yang mewah, dan diluar dari colosseum itu, terdapat gerai makanan yang beragam.


Apa? Colosseum tapi diluarnya ada gerai makanan modern? Siapa yang berpikiran seperti ini? Dia mabuk atau bagaimana.


Walau sedikit ragu, satu persatu peserta ikut turun ke bawah melalui tangga marmer yang mendadak muncul ini, tangga marmer itu mengarah ke depan pintu colosseum, di dalam colosseum Ranker Amare dan Emily berdiri di atas panggung yang sama.


Para peserta masuk satu persatu ke dalam colosseum.


"Test terakhir akan dilaksanakan dalam 30 menit lagi, dalam waktu itu, kalian bebas untuk menikmati makanan yang sudah disediakan, dan tentu saja itu gratis hahahaha..." Ucap Ranker Amare.


Kebanyakan peserta ragu-ragu, tapi ada juga yang tanpa curiga pergi ke gerai makanan dan mengambil makanan yang sudah disediakan di dalamnya.


Ran termasuk yang paling ragu dengan gerai makanan ini, disaat peserta lain mulai mengambil makanan, Ran masih kebingungan di tempat.


Melihat Ran yang hanya celingukan, William berinisiatif untuk mengajak Ran makan, "Ran, Ayo makan, kita belum makan selama 1 hari, pasti kamu sudah lapar sekali bukan?"


"Eee... Yah... Benar sih, tapi aku agak ragu dengan ini."


"Sudah Ran, jangan terlalu curigaan, lagipula tidak mungkin para Ranker akan mencelakai kita, mereka saja sudah membuat banyak peraturan agar tidak ada yang sampai mati pada test yang berbahaya ini."


Ran masih ragu, tapi melihat tatapan mata William yang sangat meyakinkan, akhirnya Ran menerima ajakan makan William, "Yasudah deh, ayo kita makan."


"Hmmmpphh..." William tersenyum senang mendengar jawaban Ran.


Eduardo yang berada di sekitar mereka merasa geli dengan interaksi Ran dan William, "Iuhhh... Apa-apaan kalian ini? Geli tahu, simpan saja adegan bromance kalian untuk diri sendiri."


"Apaan sih kau ini!? Sana pergi."


"Iya iya, aku pergi nih."


"Ahahahaha..."


...****************...


Ran duduk dengan William dan Enzo di meja makan yang sama, masing-masing dari mereka mengambil makanan yang berbeda.

__ADS_1


William mengambil paket makanan berisi ikan dan sayuran.


Enzo mengambil sandwich.


Ran mengambil burger dan kentang goreng


"Eh Will, kau suka ikan yah ternyata?" Tanya Ran.


"Hmm...? Tidak juga sih, tapi menu makanan ini punya gizi yang paling seimbang dibanding menu makanan lain."


"Wahahaha... Jawaban yang sudah sangat terduga yah." Enzo tertawa kencang, walau William tidak paham apa yang lucu.


Mereka pun memakan makanan mereka masing-masing, tapi ketika William melihat minyak yang keluar dari burger dan kentang goreng milik Ran, ia mengomentari makanan yang Ran ambil.


"Ran, bukankah makanan yang kau ambil itu terlihat sedikit tidak sehat?"


"Uhokkk..." Ran tersedak mendengar perkataan William.


Sementara Enzo kembali tertawa terbahak-bahak


"Benar bukan? Tampaknya daging yang dipakai terlalu berminyak, saus yang ada pun terlihat terlalu banyak dan belum tentu sehat, belum lagi kentang gorengnya yang juga sangat berminyak, bisa saja minyak yang dipakai itu adalah minyak yang sudah berulang kali dipakai."


"Ehehehe... Yah... Memang sih, harus kuakui kalau makanan ini memang tidak sehat, tapi aku juga tidak bisa untuk menolaknya. Dulu aku pernah bekerja di restoran fast food, disana ada seorang bos yang galak namun baik. Jadinya, makanan ini selalu mengingatkanku dengan mereka." Ucap Ran dengan ekspresi yang sedikit sedih.


William paham dengan apa yang dirasakan oleh Ran, namun...


"Aku paham Ran, kau pasti merasa rindu kan? Tapi, tetap saja itu tidak sehat! Kurangi makan makanan seperti itu jika kamu ingin menjadi kuat, perbanyak makan sayur!"


"Uhokkk..."


Serangan telak mendarat pada Ran.


Sementara Enzo masih terus tertawa hingga makanan di mulutnya terciprat kemana-mana.


.


.


.


Ran, Enzo dan William telah selesai makan, secara kebetulan juga, waktu istirahat sudah habis, karena itu mereka bertiga langsung pergi ke dalam colesseum untuk melihat jadwal pertarungan.


Di dalam colesseum, terdapat layar besar yang dipasang di dinding colesseum, terdapat jadwal pertarungan di layar tersebut.


Pada jadwal pertama, terdapat nama Rocky, si pria besar yang mengganggu Ran pada hari pertama ujian, ia dipasangkan untuk bertarung dengan seseorang bernama Dracko.


Ran pun mencari jadwal pertarungannya, ia menemukannya tidak lama kemudian, nama Ran ada pada pertarungan ke-5 dan dipasangkan untuk bertarung dengan seseorang bernama Andre. Ran pun bernapas lega karena ia tidak harus bertarung dengan William atau pun Eduardo, tapi sisi buruknya adalah ia tidak tahu apa pun tentang orang bernama Andre itu.


Sementara itu, nama William ada di pertarungan ke-3 melawan orang bernama Jack, lalu nama Enzo ada di pertarungan ke-4 dan akan melawan orang bernama Bagas, dan nama Eduardo ada di pertarungan ke-2 melawan orang bernama Frank.


Ran mengepalkan tangannya, ia berusaha fokus dan tidak meremehkan lawannya, karena semua yang berhasil lolos hingga kesini pasti adalah orang-orang yang kuat karena mampu bertahan sejauh ini.


Pertarungan pertama akan segera di mulai, Rocky dan Dracko keluar dari pintu dengan arah yang berlawanan. Mereka berdua tampak sudah siap dengan apa pun yang akan terjadi.


Deng

__ADS_1


Bel berbunyi sebagai tanda dimulainya pertarungan.


__ADS_2