
"Adududuhhhh... Rasanya seperti hampir mati, gila! Aku tidak pernah menyangka Rodri akan sampai seperti itu." Di kamarnya, Ran mengeluh kesakitan setelah melemparkan tubuhnya sendiri ke atas ranjang.
Ran telah selesai berlatih bersama dengan Rodri sepanjang hari, Rodri mengajari Ran bela diri khusus yang dipelajari oleh Rodri.
Melalui latihannya, Ran mengakui bahwa Rodri sangat kuat bahkan tanpa memakai kekuatannya Hypernya. Ditambah, Ran mendapat informasi tambahan bahwa Rodri sama sekali tidak segan-segan dalam mengajari orang lain.
Berkali-kali Ran diserang di bagian vitalnya dengan keras, Ran sampai muntah darah dan hampir pingsan berkali-kali, namun Rodri memakai Healing Potion untuk menyembuhkan luka Ran.
Berkat itu, Ran mengalami penderitaan yang sangat panjang, berkali-kali ia terluka dan merasa kesakitan hingga pingsan, tapi Rodri akan menyembuhkannya, dan menghajarnya lagi hingga berulang kali.
"Ukhhh... Rodri sepertinya tidak punya bakat mengajar, bagaimana bisa dia menyebut menghajar seseorang berulang kali tanpa memberikan instruksi yang jelas sebagai latihan."
Keluh Ran sambil terbaring lemas.
Ran merasa sangat lelah secara fisik dan mental, ia merasa tidak bisa bangun lagi. Tapi, ketika mencium bau tubuhnya sendiri yang sangat busuk seperti kaus kaki basah karena berkeringat setelah berlatih, Ran memutuskan, "Setidaknya aku harus mandi."
...****************...
Keesokan harinya, setelah makan siang.
Ran pergi ke basement bersama dengan Rodri untuk menagih janji Madison yang akan membuatkannya alat untuk membuatnya menjadi kuat.
Sepanjang perjalanan turun ke bawah, Ran merasa berdebar-debar karena menantikan alat apa yang dibuat oleh Madison.
Apakah pedang super? Armor canggih? Pistol laser? Apa pun itu pasti menakjubkan seperti milik Rodri.
Mereka berdua akhirnya sampai di basement, dan apa yang menyambut mereka berdua sangat mengejutkan.
Ada banyak noda hitam bekas ledakan yang bertebaran dimana-mana, kaca pecah dengan cairan berwarna menjijikkan tercecer ke sekitar, dan banyak peralatan yang sudah rusak tersebar kemana-mana.
Disana, ada Rose yang sedang membersihkan kekacauan di basement, ia menyapu lantai untuk mengambil pecahan kaca yang tercecer sembarangan.
"Oh kalian, kebetulan sekali, tolong bantu aku." Sapa Rose ketika melihat Ran dan Rodri.
"Siap, aku segera membantu." Dengan anehnya, Rodri mengiyakan permintaan dari Rose tanpa bertanya apa yang terjadi.
Ran yang tidak punya pilihan lain selain ikut membantu, akhirnya ikut memungut pecahan kaca yang ada.
"Kalian tidak merasa aneh atau janggal melihat ini?" Tanya Ran penasaran.
Rodri dan Rose menatap Ran dengan ekspresi keheranan. Mereka berkata, "Aneh apanya? Ini adalah hal biasa Ran, saat Madison membuat peralatan pembantu buat anggota lain, hasilnya bahkan jauh lebih parah daripada ini. Kalau segini sih masih mending, dulu Madison saat Madison memiliki lantainya sendiri di atas, dia pernah meledakkan setengah lantainya, yang membuat tempatnya dipindah ke basement yang sudah diperkuat dengan material besi monster."
"Hehe, benar sekali, karena kau masih baru, kau mungkin masih merasa heran dengan ini, tapi kalau sudah terbiasa, kau tidak akan merasa aneh lagi nantinya. Aku pun dulu pernah sepertimu Ran, tapi tidak butuh waktu lama untuk terbiasa."
Ran masih tidak mengerti dengan penjelasan mereka, bagian mananya yang kelihatan bisa dimaklumi? Bagi Ran, pemandangan ini sangat mengerikan, di pikirannya, para inventor adalah orang yang rapih dan perfeksionis, sehingga pemandangan dimana peralatan penting dan semacamnya hancur, adalah hal yang sangat janggal dan tidak biasa.
"Oh iya, ngomong-ngomong, dimana pak Madison? Aku tidak melihatnya dari tadi?" Tanya Ran ketika menyadari tidak ada Madison di sekitar.
Rose menjawab pertanyaan Ran tanpa menoleh sambil menunjuk ke pojok ruangan, "Dia disana, itu ruang kerja khusus bagi Madison, aku sendiri tidak tahu apa yang ada di dalamnya, dia melarang keras aku masuk."
Ran mengikuti arah yang ditunjuk oleh Rose, di arah yang ditunjuk, ada sebuah kamar kecil yang terlihat menyatu dengan basement. Tidak ada jendela pada kamar itu, hanya ada dinding baja hitam yang tampak memisahkan kamar itu dengan basement. Hanya ada satu pintu baja yang hanya bisa dibuka dengan menggunakan ID Card khusus.
Tempat apa itu sebenarnya? Menakutkan.
Sekejap kemudian.
Buuuummmm
"Eh kodok, eh kodok." Rose terkejut hingga menjadi latah karena suara ledakan.
Ledakan itu berasal dari kamar kecil di pojok basement itu, pintu baja yang menjadi satu-satunya jalan masuk, terlepas dan terlempar sejauh beberapa meter dari tempat awalnya.
Asap hitam membumbung keluar dari dalam kamar itu. Dan kalau Ran tidak salah lihat, terdapat jari-jari tangan berwarna hitam yang meraih keluar dari dalam.
Eh? Apa itu? Tunggu? Itu Madison kan? Iya kan? Ini bukan tempat berhantu kan?
"Euhhhhh.... Akhirnya." Suara serak muncul dari dalam kamar, suara itu serak dan berat seperti suara kakek-kakek, tapi Ran masih bisa mengenalinya.
Itu adalah suara Madison.
"Madison! Kamu baik-baik saja!?"
Sebelum Ran bereaksi, Rose sudah lebih dulu berlari ke tempat Madison, wajahnya panik, tapi sekaligus terlihat sudah terbiasa dengan situasi ini. Sementara Rodri hanya tersenyum dan terkekeh melihatnya.
Rose buru-buru memapah Madison sebelum jatuh.
"Dasar bodoh! Lagi-lagi kau begini, kau bisa mati tahu kalau seperti ini terus." Omel Rose melihat keadaan Madison.
"Seeee..." Madison menggumamkan sesuatu.
Rose tidak bisa mendengarnya karena terlalu pelan sehingga ia memintanya untuk diulang, "Se? Apa? Se apa? Selamatkan?" Tanya Rose kebingungan.
Namun, yang keluar dari mulut Madison, adalah hal yang sangat mengejutkan hingga membuat Rose marah.
"Seeeeleeesaiiii!!!!" Madison tiba-tiba melompat setelah menyelesaikan kalimatnya, membuat Rose terjatuh karena terlalu terkejut.
"Selesai! Selesai! Tidak kusangka aku berhasil! Teoriku benar! Aku benar! Muahahahhaha...." Madison melonjak kegirangan dengan koper berwarna perak di tangan kirinya yang terguncang-guncang karena ia melompat berlebihan.
Madison terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapat hadiah ulang tahun, ia melonjak-lonjak kesenangan tanpa peduli dengan orang yang ada di sekitarnya.
Dan tentu saja, hal itu membuat Rose menjadi jengkel.
"Khhhkkk...! Aku mengkhawatirkanmu, dan kamu lebih peduli dengan penelitianmu!? Dasarrr....!!!! Tidak tahu diri!" Rose mengamuk, ia langsung menendang Madison dari belakang hingga terpental jatuh.
__ADS_1
Koper yang dibawa Madison terlempar dan dia sendiri pun jatuh mencium lantai basement.
"Hhhh... Hhhh.... Kau ini... Kenapa sih!? Ada apa denganmu!?" Teriak Rose dengan marah.
Madison yang jatuh kembali berdiri, dengan sempoyongan sembari memegang kepala belakangnya, "Adududuhhhh... Pusing... Eh? Owh! Ada Rose ku yang manis, aduh maaf yah, aku terlalu senang setelah berhasil, jadinya tidak sadar ada kamu." Ucap Madison sambil mengeluarkan lidahnya dengan ekspresi seperti anak kecil yang meminta maaf atas kejahilan kecil yang sudah ia lakukan.
"Berhenti ngegombal! Apa kau tahu betapa khawatirnya aku? Aku mungkin terbiasa dengan seberapa kacaunya penelitianmu, tapi aku tidak akan bisa terbiasa melihatmu melakukan penelitian yang berbahaya seperti tadi! Kau sudah bilang tidak akan melakukan penelitian berbahaya lagi, makanya tadi aku mencoba tenang karena yakin. Tapi... Kau... Malah..."
Ran sangat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata, pada situasi ini, Ran tidak berani berkomentar apa pun karena takut akan mengacau.
Sosok Rose yang keras dan tegas yang sudah dilihat Ran selama 4 hari ini, mendadak tergantikan dengan sosok gadis yang rapuh.
Rose menangis, ia benar-benar menangis karena sedih dan marah atas tindakan Madison yang melakukan penelitian yang berbahaya. Menyadari kenyataan ini, Ran merasa bersalah, karena bagaimanapun, dialah yang meminta bantuan pada Madison yang menyebabkan hal ini.
"Hiksss.... Hiksss..." Rose menangis terisak, namun Rodri tidak bereaksi apa pun, Rodri yang biasanya heboh, dengan sangat mengejutkan, justru diam tanpa komentar. Padahal biasanya, Rodri pasti akan tertawa dan mengejek.
Ran menduga bahwa Rodri juga bingung dengan situasi ini, sehingga lebih memilih diam daripada mengacau.
Dan yang paling mengejutkan, adalah reaksi Madison, walau secara tidak langsung membuat Rose menangis, Madison justru malah tersenyum tenang.
Madison melangkah maju, kemudian ia menepuk pundak Rose dengan lembut dan berkata, "Hei... Tenanglah Rose, seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir, tadi aku hanya lelah, aku tidak melakukan percobaan dengan bahan radioaktif lagi hehe. Intinya, tenang saja, aku kan sudah berjanji padamu."
Rose menatap mata Madison dengan penuh keraguan, tapi sorot mata Madison yang tegas dan lurus tidak memberikan pilihan lain pada Rose.
"Kau ini, lagi-lagi begini." Gumam Rose pelan.
"Apa? Tadi kamu bilang apa Rose?"
Bughhh.
Secara tiba-tiba tanpa peringatan apa pun, Rose meninju perut Madison hingga membuatnya membungkuk.
"Akhhh... Aduh Rose sayang, kok tiba-tiba mukul lagi sih?"
"Hmmpph! Itu balasan karena sudah menggombal, kau tahu sendiri jika aku benci sekali dengan tukang gombal kan!?" Ucap Rose dengan ketus, walau Ran masih melihat senyuman di wajahnya.
Akhirnya, setelah berbagai masalah singkat yang terjadi, Madison menunjukkan alat yang ia ciptakan untuk Ran.
Ran sedikit mengeluh dalam hatinya, ia sedikit berpikir untuk datang telat saja tadi agar terhindar dari kejadian sebelumnya.
Harusnya tadi datang sore saja sekalin, agar bisa terhindar dari drama aneh tadi.
"Ok baiklah kawan-kawan, maaf atas sedikit interupsi yang terjadi tadi." Ucap Madison sambil memegang kopernya.
Madison menekan beberapa kunci untuk membuka koper, suara Clik terdengar dari koper dan koper itu pun sedikit terbuka.
Ran berusaha mengintip ke dalamnya dengan tidak sabaran, sekilas ia melihat kilatan cahaya dari dalamnya.
"Baiklah, bersiaplah untuk takjub dengan hasil penemuanku ini!" Madison membuka kopernya dengan dramatis.
Sabuk?
Yang ada di dalam koper itu adalah sebuah sabuk besi yang mengkilap, di bagian kiri sabuk, ada sebuah tas kecil seukuran handphone. Dan di bagian kanannya ada sebuah kotak berbentuk persegi panjang yang mengarah ke atas tanpa tutup, di bawahnya, ada port yang biasa ada di komputer.
Melihat sabuk itu, Ran jadi teringat dengan sabuk yang sering dipakai oleh karakter kartun anak-anak yang bertema pahlawan bertopeng yang biasa dipakai untuk berubah.
"Jadi... Apa ini? Bentuknya mirip dengan sabuk pahlawan bertopeng yang sering muncul di serial pahlawan yang kutonton saat kecil." Tanya Ran penasaran.
Dengan ekspresi semangat, Madison menjelaskan, "Benar sekali! Aku memang terinspirasi dari serial itu, hahahahaha...."
"Huh? Jadi ini bisa membuatku berubah menjadi pahlawan bertopeng dengan armor warna-warni?"
"Tidak, bukan begitu fungsinya. Fungsi utamanya ada pada benda ini." Madison membuka tas kecil yang ada di sabuk itu, dan menarik keluar isinya.
"Apa itu?"
Benda yang dikeluarkan Madison mirip dengan USB Memory berwarna putih dengan saklar berwarna merah di tengahnya.
"Benda ini adalah komponen terpenting pada peralatan ini, karena benda ini berfungsi seperti powerbank untuk menyimpan energi mana. Energi yang disimpan bisa digunakan nantinya dengan bantuan sabuk ini."
Ran sangat terkejut hingga nyaris melongo, bahkan Rose pun juga ikut terkejut, seumur hidupnya, Ran belum pernah melihat alat yang bisa menyimpan energi mana selain senjata khusus Ranker. Itu pun, perlu konsentrasi tinggi untuk menjaga agar energinya tidak meledak.
"Ja-jadi? Benda ini bisa menyimpan energiku?"
"Tepat sekali Ran! Benda ini bisa mengatasi masalah cadangan mana milikmu, anggaplah ini seperti powerbank mana."
"Bagaimana cara kerjanya?"
"Sederhana, kau lihat saklar ini? Cukup tekan ke kanan untuk mengisi, kemudian taruh di port sabuk ini, secara otomatis, mana mu akan tersedot ke dalamnya. Dan tekan ke kiri untuk menggunakan energi yang tersimpan. Untuk mempermudah sudah kuberi tandanya, U untuk USED dan C untuk CHARGE."
"Kalau begitu, butuh berapa lama untuk mengisinya?"
"Itu semua tergantung dengan jumlah energi milikmu sendiri. Semakin banyak maka akan semakin lama."
"Bukankah itu berbahaya? Menyimpan energi misterius seperti mana di perangkat seperti itu penuh resiko, senjata yang bisa menyimpan energi itu pun dibuat oleh blaksmith atau berasal dari kemampuan sendiri. Namun, menyimpannya ke dalam perangkat lain, akan membuatnya sangat sulit untuk dikendalikan." Tiba-tiba Rose memotong pembicaraan.
Madison mengeluarkan ekspresi tenang untuk menjawabnya, "Karena itulah aku melakukan percobaan di ruang tertutup seperti tadi, aku melalui banyak kegagalan untuk dapat menciptakan sistem yang dapat menstabilkan energi para Hyper pada satu perangkat ini. Tidak mudah, namun aku berhasil pada akhirnya."
"Apakah itu benar-benar aman?" Tanya Rose untuk memperjelasnya.
"Tentu saja aman, sulit untuk menjelaskannya, namun aku sudah menemukan cara untuk membuatnya stabil."
Namun Rose masih ragu.
__ADS_1
"Tenang saja Rose, kau tahu sendiri selama ini peralatanku belum pernah gagal. Jika kujamin aman, maka pasti aman."
Dengan helaan yang berat, Rose terpaksa menerimanya, "Hufffttt... Kau tidak memberiku pilihan yah."
Madison pun tersenyum puas setelah berhasil meyakinkan Rose.
"Jadi bagaimana Ran? Apa kau mau mencoba alat ini? Ini memang tidak bisa membuatnya menjadi kuat secara instan, tapi ini bisa membuatmu mengatasi kelemahanmu."
"Tentu saja, lagipula aku tidak dalam posisi bisa memilih." Jawab Ran dengan yakin.
Ran pun memutuskan untuk menerima peralatan yang dibuat oleh Madison.
Ran segera mencoba sabuk itu, ketika ditaruh di pinggangnya secara otomatis sabuk itu mengencang tanpa perlu Ran melakukan apa pun. Ada sedikit rasa menyengat seperti listrik statis ketika memakainya.
Dari hasil percobaannya, perlu waktu 30 menit bagi Ran untuk memasukkan semua energi miliknya ke dalam Powerbank ini, dan hasilnya, powerbank itu terisi 20%. Dari situ Ran sadar betapa sedikitnya kapasitas energinya, karena menurut Madison, ia membuat kapasista powerbank itu sama dengan kapasitas energi dari rata-rata Hyper.
3 hari sebelum pembersihan Gate Break perdana Ran.
Ran berlatih dengan giat, ia memutuskan untuk mengisi 50% energinya ke dalam powerbank, dan sisanya ia pakai untuk berlatih bersama Rodri. Setelah 6 jam, energinya akan pulih kembali dan ia akan kembali mengisinya.
Dan begitulah, 3 hari berlalu.
Ran bersiap untuk berangkat, ia memakai pakaian khusus dari kulit monster yang tahan panas dan serangan benda tajam. Berupa baju khusus, rompi dan mantel panjang.
Bersama dengan anggota Guildnya, Ran berangkat menuju lokasi pembersihan.
Saat sampai, tersisa 10 menit sebelum Gate Break. Gatenya sudah tampak mau hancur ketika Ran sampai.
"Mengerikan yah?" Ujar Ran ketika melihat Gate untuk pertama kalinya dalam jarak sedekat ini.
"Benar, karena itu jangan lengah, atau kau akan mati." Ucap Yamaguchi untuk memperingati Ran.
"Boleh waspada, tapi jangan sampai terlalu tegang karena kalau begitu kau akan mudah panik." Rodri menyemangati Ran yang gugup.
"Hoammmm.... Terserahlah, aku mengantuk, semoga ini cepat selesai." Ucap Robben sambil menguap.
Semua anggota Guild sudah berkumpul kecuali Rose dan Madison serta 1 orang lagi yang belum Ran temui.
Ran sudah menyiapkan dirinya dari lama untuk saat ini, waktu berjalan sangat lambat ketika menunggu.
1 menit tersisa, namun bagi Ran ini terasa sangat lama. Jantungnya terus berdebar-debar dengan tidak karuan.
Apakah aku gugup? Tentu saja aku gugup, tentu saja aku takut, tapi untuk saat ini aku tidak boleh takut lagi. Disinilah aku akan membuktikan nilaiku.
Waktu habis, Gate Break terjadi.
Namun...
Prangggg....
"Hah?"
"Eh?"
"Apa ini?"
Semua yang ada di sana terkejut, hal aneh terjadi. Biasanya, ketika Gate Break terjadi, Gate akan meledak dengan suara gemuruh dan mengeluarkan monster.
Tapi kali ini berbeda, bukan suara ledakan bergemuruh, kali ini justru ledakan seperti kaca pecah. Tanpa ada gelombang ledakan yang biasa meluluh lantakkan sekitarnya.
Tidak ada monster yang keluar, Gate pun tidak meledak seperti biasa.
Ini tidak normal. Pikir Ran kebingungan.
Situasi ini lebih menyeramkan dibandingkan Gate Break biasa, karena Ran tidak tahu apa yang terjadi. Semua anggota Guild juga sama bingungnya.
Ran berkeringat dingin, udara di sekitarnya terasa tidak biasa. Entah kenapa, Ran serasa tertarik oleh sebuah kekuatan besar.
Daun-daun di sekitar Ran beterbangan, tapi ini terasa janggal karena bukannya terbang secara acak, justru daun-daun ini terbang seperti tertarik oleh suatu kekuatan besar.
Kemudian, Ran menyadari sesuatu, ketika melihat daun yang beterbangan, walau pun sudah terlambat.
"Semuanya! Lari! Menjauh dari Gate!" Ran berteriak memperingatkan semuanya.
Namun, sebelum ada satu pun yang bereaksi, udara kencang menarik semua yang ada di sekitar hingga melayang-layang di udara lepas.
"Uwahhh! Apa ini?"
"Aneh sekali, aku tidak pernah mendengar tentang hal ini."
"Uakhhh! Sial! Apa lagi kali ini!?"
Semuanya berteriak dengan penuh kepanikan, mereka semua melayang di udara dan tersedot pada satu tempat.
Gate.
Gate itu menarik semua orang yang ada di sekitar ke dalamnya, seperti black hole.
Sial? Apa ini? Aku tidak pernah mendengar tentang hal ini.
Dengan penuh putus asa, Ran mencoba menggapai apa pun yang ada untuk tetap bertahan.
Namun, Ran tidak berdaya di hadapan tarikan Gate tersebut.
__ADS_1
Tanpa bisa melawan lagi, Ran tertarik masuk ke dalam Gate tersebut, dan merasakan pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan.