Sword Ranker

Sword Ranker
Doctor Hyper


__ADS_3

"HaaaaHaaaaa.... Jadi... Kita team mati yah?" Tanya Eduardo sambil menengadahkan kepalanya ke atas, menghadap ke langit.


Hembusan napas Eduardo yang sangat panjang membuat siapapun tahu jika ia kesal dengan posisi yang didapatnya.


"Ini pasti karena kau yang sangat lambat dalam mengambil keputusan Ran." Eduardo pun menyalahkan Ran atas nasib yang didapatnya.


Ran ingin membantah, tapi ia tahu jika dirinya memang memiliki andil dalam penentuan posisinya. Ran berpikir, jika seandainya ia lebih cepat dalam membuat keputusan, pasti teamnya akan menjadi team hidup.


Beruntung, Enzo dan William membela Ran, "Sudah, sudah, toh meskipun kita mendaftar lebih dulu, tidak ada jaminan kita akan menjadi team hidup. Bisa saja, penentuan posisi team hidup dan team mati itu random."


"Benar, jangan menyalahkan rekanmu Eduardo, saat ini kita sebagai team, tidak boleh sampai ada perpecahan diantara kita."


"Tch! Iya! Iya! Aku paham, kalau begitu Ran, kau pasti punya rencana kan?" Tanya Eduardo kepada Ran.


William juga ikut menengok kepada Ran, karena pada ujian pertama, Ran bisa menunjukkan strategi yang bisa mengalahkan Tim.


Glek


Ran menelan ludah atas tekanan batin yang ia dapatkan dari harapan dan ekspektasi tinggi teamnya.


Ran pun memikirkan strategi sederhana, "Begini saja, pertama, kita akan memecah kelompok menjadi 2 untuk menemukan team hidup dan mencuri pin mereka..." Ucap Ran sambil menaikkan pergelangan tangannya.


Namun, sebelum Ran melanjutkan penjelasannya lagi, ia merasakan sebuah benang tipis mengikat pergelangan tangannya. Ran baru telat menyadarinya, dan dalam sekejap.


Crattt


Pergelangan tangan Ran terpotong dalam sekejap oleh benang tipis yang tiba-tiba muncul dan mengikat pergelangan tangannya hingga putus.


Ran syok karena kejadian yang terlalu tiba-tiba ini, hingga butuh sepersekian detik bagi Ran untuk mengaduh kesakitan.


"Arrrgghhhhh.... Tanganku! Tanganku!" Ran berteriak kesakitan.


benang tipis yang memotong pergelangan tangan Ran muncul lagi, kali ini, benang itu hendak memotong tubuh Ran menjadi 2.


"Rannnn...!!!" William berteriak, ia langsung melesat ke arah Ran, untuk menariknya sebelum benang tipis itu mengikat tubuh Ran.


Sayangnya, William terlalu jauh dari tempat Ran, ia akan terlambat untuk menarik Ran. Namun, seseorang menyelamatkan Ran sebelum terpotong.


Itu adalah Enzo, Enzo yang berada paling dekat dengan Ran, lansung menarik Ran dan melemparnya mundur, menjauh dari benang tipis yang hampir membelahnya.


Sreekkk...


Ran terlempar ke tanah, tapi itu lebih baik daripada nasibnya sama dengan rumput yang terpotong setengahnya hanya karena benang tipis itu.


"Akhhh.... Tanganku! Sakit....!" Ran mengerang kesakitan, darah merembes deras dari pergelangan tangannya yang terpotong.


Eduardo tidak peduli dengan teriakan kesakitan Ran, ia lebih peduli dengan musuh misterius yang menyerang secara mendadak. Berbanding terbalik dengan Enzo dan William yang tampak sangat marah dengan serangan dadakan ini.


"Keluar kalian pengecut!!!" Teriak William.


Melihat William yang terlihat marah, menjadi hal baru bagi Eduardo, Hooo~ Ternyata dia bisa semarah ini jika menyangkut temannya. Menarik sekali.


Kemudian, dari arah semak-semak, terdengar suara.


Sreekkk Sreekkk Sreekkk


Muncullah 4 orang dengan penampilan serupa, mereka memakai jubah kecoklatan yang sama, dibalik jubah, terlihat balutan perban putih yang dipenuhi lumpur, membukus tubuh mereka hingga menutupi setengah wajah mereka, mereka juga memakai caping yang membuat wajah mereka hampir tak terlihat.


"Ketahuan yah? Padahal aku berniat menyelesaikannya dengan cepat." Ujar salah satu dari mereka.

__ADS_1


Apa-apaan mereka? Asal menyerang begitu? Sial sekali, team pertama yang kami temui justru psikopat. Pikir Ran menahan sakit.


"Sudahlah kak, biar aku saja yang membereskan mereka semua." Ujar salah satu dari mereka yang memiliki tubuh paling kecil.


Orang yang tadi dengan sombongnya berkata akan mengalahkan team Ran, mengeluarkan dua buah kunai dari balik jubahnya. Ia memegang kedua kunainya dengan posisi menusuk ke depan.


Syuunggg....


Orang itu bergerak dengan sangat cepat dan langsung muncul di hadapan William, "Matilah!" Ujar orang itu sambil menusukkan kunainya ke wajah William


Tapi William sangat tenang, ia hanya menggeser sedikit kepalanya untuk menghindari tusukan kunai orang itu, kemudian William maju sambil membungkuk dan meninju perut lawannya dengan tinju yang dilapisi armor besi.


Dhuakkkk.... Krakkk


Suara pukulan William terdengar jelas, terdengar juga bunyi tulang yang patah dari tubuh lawannya.


"Ohoookkkk...!"


Tapi William masih belum selesai, ia tidak akan membiarkan lawannya terpental, dengan menarik jubah lawannya, William menjaga agar lawannya tidak terpental, dan tanpa memberi ampun, William langsung menghajar wajah lawannya.


Buk Bak Buk Bhuakkk


Wajah lawannya hancur terkena tinju William.


"Adik!!! Kau! Beraninya kau memukul wajah adik bungsu kami." Teman dari orang yang tengah dihajar William, mengamuk. Ia tidak terima temannya dijadikan bulan-bulanan oleh William.


Orang yang tadi dipanggil 'Kakak' Itu langsung maju menyelamatkan adiknya, dirinya tidak mengacuhkan peringatan temannya yang lain untuk tidak gegabah.


SeSeset...


Benang tipis berwarna bening keluar dari tangan orang itu, benang itu mengelilingi William dan akan mengikatnya hingga terpotong, "Kupotong kau!"


Bhuakkkkk...


Orang itu ditabrak oleh tinju besi William, ia pun langsung tak sadarkan diri.


William pun melepaskan benang tipis yang ia genggam, namun ternyata, benang tipis itu berhasil menembus armor William. Darah menetes dari tangan William.


"Kakak pertama! Kau, beraninya kau melukai kakak pertama dan adik bungsu kami!" Kedua orang yang tersisa marah dan mengutuk William.


"Kau akan mati, benang milik kakak pertama memiliki racun mematikan yang akan membuat lumpuh siapapun yang memegangnya, bahkan Ranker sekali pun."


William tetap tak bergeming, ia tampak tidak takut pada racun sama sekali.


Drrtt Drrtt


Namun, efek dari racun itu nyata, tangan William yang memegang benang tipis tadi, terlihat bergetar, menunjukkan efek dari racun yang tadi disebutkan.


"Kau sudah mulai merasakannya kan? Itulah efek dari racun kami!"


"Racun yah? Hanya masalah kecil." Enzo tiba-tiba berbicara.


"Hanya masalah kecil? Jangan meremehkan racun kami, ini adalah racun warisan nenek moyang kami yang cukup kuat untuk melumpuhkan Ranker."


Enzo hanya tersenyum mendengar perkataan orang itu, "Benarkah? Apakah kalian berani berkata seperti itu setelah melihat ini?" Enzo membuka coatnya.


Sriiinggg....


Cahaya yang menyilaukan muncul dari balik coat Enzo, peralatan medis muncul berterbangan setelahnya. Enzo meraih obat-obatan, kapas, gunting dan perban, lalu mengobati tangan William yang terkena racun secepat kilat.

__ADS_1


Setelah selesai, tangan William kembali normal.


"Ba-Bagaimana bisa? Mustahil! Ini mustahil!" Kedua orang itu terlihat syok, merasa tidak percaya dengan apa yang terlihat di hadapannya.


[Enzo, kemampuan: Healing. Enzo memiliki kemampuan untuk menyembuhkan seseorang dengan teknik operasi umum, tapi memiliki kecepatan dan efektifitas yang puluhan kali lipat lebih baik dari teknik operasi paling maju. Dan ia sangat ahli dalam pengobatan bagi para Hyper yang berbeda dari manusia biasa, sehingga di usia yang masih muda, Enzo mendapatkann julukan 'Dokter Hyper' yang memiliki makna ganda.]


"Ah iya! Maaf aku melupakanmu Ran, aku juga akan menyembuhkanmu." Enzo mengeluarkan benang merah ke arah Ran, benang ini juga menarik kembali tangan Ran yang sudah terpotong, lalu menjahitnya kembali seperti semula.


"Se-Sembuh? Tanganku utuh kembali?" Ran merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya.


Kedua musuhnya pun lebih tidak percaya lagi, bukan hanya menyembuhkan bagian yang terluka dan menghilang racun secepat kilat, tapi Enzo juga menjahit tangan yang sudah putus.


"Ti-Tidakkkk... Ini tidak mungkin." Kedua orang itu berbicara dengan gemetar menyaksikan hal yang sangat mengejutkan ini. Mereka berdua tidak bisa lagi berpikir jernih.


Puk


Tiba-tiba, Eduardo muncul di tengah mereka berdua yang sedang kebingungan.


"Eh?"


"Sudah menyerah yah?" Tanya Eduardo.


Tanpa menunggu jawaban mereka berdua, Eduardo langsung mendorong wajah mereka berdua dan menghantamkan wajah mereka kepada satu sama lain.


"Arggghhhh...2x"


"Ahahahahahahaha..... Orang lemah ini banyak tingkah sekali yah."


Bhuakkk... Bhakkkk...


Dengan sangat sadis, Eduardo menginjak-injak mereka berdua.


Ran yang melihat pemandangan itu, langsung meminta Eduardo berhenti, "Berhenti Eduardo, jangan membunuh mereka."


"Heeee....? Kenapa? Bukannya kau hampir mati karena mereka?"


"Kalau kau membunuh mereka, kau akan didiskualifikasi."


"HaaaaHaaaa.... Sial! Menyulitkan banget sih." Eduardo pun berhenti, ia pun menggulingkan badan salah satu orang di hadapannya itu ke tempat teamnya.


Ran mendatangi salah satu dari mereka yang masih sadar, "Hoi! Kalian sudah kalah, berikan saja pin milik kalian."


Orang itu justru kebingungan, "Pin apa? Kami tidak punya pin, kami ini Team mati, bukan team hidup, kami menyerang kalian untuk merebut pin kalian."


"Apa? Kami ini team mati, kami tidak punya pin. Kenapa kau asal menyerang kami?"


"Lalu? Aku tidak peduli, yang kami perlukan hanya terus mencari team yang memiliki pin dan merebutnya, tidak ada peraturan yang tidak membolehkan untuk menyerang sesama team mati atau team hidup."


"A-Apa? Kalian berniat membunuh kami, dengan pemikiran seperti itu?"


"Apa peduli kami? Kami harus menang, demi orang-orang di distrik kami, distrik kami itu miskin dan dengan menjadi Ranker, kami bisa me-"


Bhuakkk...


Eduardo langsung menendang wajah orang itu hingga pingsan tanpa menunggunya selesai bicara.


"Bla... Bla.. Bla... Tidak ada yang peduli dengan cerita sedihmu bodoh, jika tidak punya pin yasudah, diam saja. Hoi! Lebih baik langsung geledah mereka saja, bisa saja mereka berbohong." Saran Eduardo.


Ran pun menuruti perkataannya dan memeriksa tubuh orang-orang itu. Dan, tidak ada. Mereka tidak memiliki pin sama sekali.

__ADS_1


Sial, diserang oleh sesama team mati. Kalau begini, ini bukan lagi perang antara team hidup dengan team mati. Ini perang antara semua team.


__ADS_2