Sword Ranker

Sword Ranker
Welcome To Our Guild


__ADS_3

Brrrmmm...


Sebuah mobil dengan model klasik sedang melaju dengan kecepatan rata-rata di jalanan yang sepi.


Sekarang sudah pukul 07:00 pagi, ini seharusnya adalah waktu dimana orang-orang mulai beraktivitas, namun distrik yang kecil ini masih belum terbangun sepenuhnya.


Di dalam mobil, ada Ran yang sedang duduk di kursi penumpang di samping pengemudi sambil melihat ke jendela, dan di kursi pengemudi, ada pak Bon yang sedang mengendarai mobil dengan santai.


"Astaga, aku tidak mengira kau akan menerima tawaranku Ran. Sebenarnya apa yang membuat kau berubah pikiran seperti ini?" Tanya pak Bon kepada Ran.


Ran menjawabnya tanpa menoleh, "Entahlah, mungkin karena aku sudah frustasi, dan bagiku, ini adalah kesempatan terakhir."


"Hehe, padahal kau bisa saja mengikuti ujian tahun depan."


"Tidak, aku sudah sadar selama mengikuti ujian, aku ini masih lemah. Di ujian itu, ada banyak sekali orang yang sangat kuat, tapi mereka masih juga gagal di ujian itu, dan aku mengerti kalau aku pun tidak akan bisa lolos jika hanya modal optimis saja."


"Hahaha, begitu yah, memang sih, kenyataan itu kejam, terkadang kita harus menerimanya lalu mencari alternatif lain yang lebih nyaman."


"Tidak juga, aku tidak berniat menyerah."


"Lah terus? Ini gimana? Katanya mau menjadi Ranker liar saja."


"Ini hanya batu loncatan saja, aku berniat menjadi Ranker liar untuk mengumpulkan pengalaman dan menjadi kuat, lalu tahun depannya nanti, aku akan kembali mengikuti ujiannya."


"Kau ini sulit dimengerti yah, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa memaksamu untuk memilih jalan hidup, hidupmu adalah pilihanmu."


Singkat cerita, setelah Ran menceritakan semua yang terjadi selama ujian Ranker, pak Bon setuju untuk memasukkan Ran ke dalam Guild yang didirikan oleh para Ranker liar. Dan sekarang mereka berdua sedang dalam perjalanan untuk menuju ke markas Guild Ranker liar yang dikenal oleh pak Bon.


"Omong-omong pak, katanya Guild ini didirikan oleh kenalanmu, orang macam apa dia itu?"


"Hmm... Bagaimana yah, kalau boleh dibilang, dia itu orang yang baik, dia sendirian mendirikan Guild untuk para Ranker yang terbuang agar bisa berkembang."


"Wew, kedengarannya dia orang yang baik, tapi biasanya yang seperti itu punya niat buruk di belakang."


"Hush! Jangan seperti itu, jangan sembarangan menuduh orang lain seperti itu."


"Ya... Yah... Maksudku kan di jaman sekarang itu semuanya hanya mementingkan diri sendiri, aku kurang yakin ada orang yang mau merepotkan diri sampai segitunya."


"Ada lah! Jangan pesimis seperti itu dong. Percaya saja, pasti ada orang baik yang mau menolong dan membantu sesama yang sedang membutuhkan."


"Kalau sampai seperti itu sih, yah baiklah, aku percaya deh."


"Nah begitu dong."


Perjalanan mereka berdua dipenuhi obrolan ringan yang menyenangkan, keduanya dengan santai mengobrol tentang berbagai hal.


Mobil pak Bon keluar dari area perkotaan, lalu memasuki area pabrik terbengkalai yang sudah lama bangkrut.


Melihat markasnya yang terletak di tempat yang terbuang seperti ini, Ran menjadi penasaran bagaimana kondisi markas mereka.

__ADS_1


"Pak, memangnya markasnya terletak di tempat ini? Yakin tidak salah jalan."


"Benar kok, kau tahu sendiri lah, Ranker liar itu tidak begitu disukai oleh pemerintah, orang-orang pemerintah selalu menganggap para Ranker liar sebagai orang buangan. Wajar saja kami sampai harus membangun markas disini untuk menghindari terjadinya perseteruan dengan orang-orang pemerintah, khususnya para Ranker yang berada langsung di bawah pemerintah. Mereka sangat membenci kita tahu."


"Begitu yah, aku memang pernah mendengar kalau Ranker liar tidak akur dengan Ranker pemerintah, tapi aku tidak menyangka sampai seperti ini."


"Sudah tenang saja, walau berada di area pabrik terbengkalai seperti ini, markasnya bagus kok."


Memang seperti apa yah? Apa hanya bekas dari gudang penyimpanan alat-alat pabrik? Atau lebih parah dari itu? Pikir Ran menduga-duga.


Ciiitttt....


Mobil pak Bon berhenti dan parkir sembarangan, mereka sudah sampai di tujuan.


"Nah Ran, itulah markas kita."


Ran melihat arah yang ditunjuk oleh pak Bon, dan sebuah kejutan menyambutnya, "Buset! Ini sih sekelas dengan gedung Ranker pemerintah. Seberapa besar uang yang didapat Ranker liar sampai sanggup untuk mendirikan tempat ini?"


Ran menganga melihat markas Guild yang sangat besar, markas itu tampak tidak cocok dengan suasana sekitar yang sangat gersang. Markas Guildnya merupakan gedung pencakar langit dengan 10 lantai yang menjulang tinggi.


Terdapat jalan yang mengarah ke gedung paling atas, mengitari sekeliling gedung dan lantainya. Lalu di beberapa lantai terdapat bagian yang menjorok keluar, entah apa yang ada di atasnya, Ran tidak bisa melihatnya jika dari bawah.


"Jalan yang mengarah ke atas itu untuk kendaraan agar bisa dibawa masuk ke dalam salah satu lantai, karena basement bawah di pakai untuk ruang penelitian dan pengembangan."


"Tunggu, kenapa tidak buat parkir di luar saja? Bukannya itu lebih hemat?"


"Soalnya tiap lantai itu untuk tiap anggota yang ada."


"Ahahaha... Ini bukan karena uang, tapi ini berkat kemampuan salah satu dari anggota kami. Dia memiliki kemampuan untuk membangun sesuatu sesuai yang dia mau."


"Apa? Dengan kemampuan itu, kenapa dia tidak mendaftar menjadi Ranker pemerintah? Dengan kemampuannya dia bisa mendaftar ke bagian lain dan hidup enak dengan kemampuannya."


"Ah tentang itu, kemampuannya itu memiliki beberapa kekurangan, dia perlu bangunan dasar untuk membangun bangunan baru, selain itu semakin besar bangunan yang ingin dibangun, semakin besar pula bangunan dasar yang diperlukan. Karena kemampuannya itu adalah 'Alkemis' yang memerlukan pengorbanan sesuatu untuk membuat sesuatu yang baru. Kami beruntung ada gudang terbengkalai yang cukup besar, jadi kami bisa membangun markas ini. Tapi dia tidak beruntung karena kemampuannya dianggap kurang untuk bisa lulus."


"Hmm... Tapi sepertinya gudang tidak cukup besar untuk dijadikan bangunan sebesar ini."


"Tepat sekali, selain karena ada gudang yang menjadi bangunan dasarnya, ada andil seorang jenius yang sedikit gila, dengan penemuannya, kemampuan dari orang yang membangun markas ini bisa diperkuat untuk membangun markas besar dengan dasar seadanya, hingga menambahkan lantai baru kapanpun dia mau."


"Siapa si jenius itu?"


"Kau akan bertemu dia nanti. Sekarang kita masuk saja dulu yuk."


Pak Bon berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam markas Guild, Ran mengikuti dari belakang sambil membawa barang-barangnya.


Di pintu masuk, diperlukan kartu ID keanggotaan untuk masuk, pak Bon meraih sakunya kemudian dia mengeluarkan kartu ID dan membuka pintu.


Di dalamnya tampak cukup kosong dan sepi, hanya ada beberapa tanaman hias sebagai hiasan dan Bean Bag yang diletakkan sembarangan.


Lalu ada meja Resepsionis yang dijaga oleh seorang wanita. Wanita itu memiliki penampilan yang santai, dengan Hoodie berwarna hitam dan celana olah raga. Kakinya pun ditaruh di atas meja resepsionis sambil dengan santai bermain game.

__ADS_1


Namun ketika melihat pak Bon datang, wajah dari wanita itu berbinar-binar ketika melihat pak Bon.


"Pak Bon! Senang sekali anda datang kesini."


"Halo Aurel, kau rajin sekali menjaga tempat ini, padahal sudah kubilang tidak perlu untuk berjaga di pintu masuk."


"Ahahaha, tidak apa-apa pak Bon, lagipula aku tidak punya kerjaan yang penting. Jadi sekalian saja jaga markas daripada nganggur kan."


"Hahaha, benar juga, oh iya kenalkan, dia Ran Corbin, anggota baru yang bergabung hari ini. Ran, kenalkan, dia Aurelia Liandra, orang yang kuceritakan membangun markas kita."


"Oh, halo halo, namaku Aurelia Liandra, yah tadi kau sudah dikasih tahu sih, omong-omong akulah yang menjaga dan merawat markas ini, jadi bilang saja jika ada yang tidak nyaman." Ucap Aurelia dengan riang sambil menjabat tangan Ran.


"Ha-Halo, salam kenal, semoga kita bekerja sama dengan baik." Balas Ran pelan.


Kemudian pak Bon bertanya kepada Aurelia, "Oh iya, Madison sudah datang belum?"


"Sudah pak, malahan sebenarnya dia tidak pulang sama sekali dari kemarin. Dia sedang di basement untuk menguji alat baru."


"Begitu yah, kalau begitu aku pergi dulu, ayo Ran."


"Baik pak, hati-hati di jalan."


Pak Bon mengajak Ran ke basement, mereka berdua masuk ke dalam lift dan menuju ke basement.


Di dalam lift, Ran bertanya kepada pak Bon tentang orang yang tadi disinggung, "Pak, siapa Madison itu?"


"Ah dia itu, orang yang kusebut sebagai jenius yang sedikit gila itu."


"Eh kenapa memangnya?"


"Sebaiknya kau liat saja langsung Ran."


Ran tidak mengerti maksud pak Bon, namun ketika lift terbuka, Ran jadi mengerti apa yang dimaksud oleh pak Bon.


Bummm...


Ledakan terjadi ketika pintu lift terbuka, ledakan terdengar dari arah samping, dan hampir bersamaan dengan itu, seorang laki-laki terlempar hingga ke depan lift. Laki-laki itu memakai jas lab putih yang di dalamnya hanya memakai kaus abu-abu, dia memakai kacamata Google yang kacanya kotor karena abu hitam. Rambutnya berantakan dan sedikit terbakar dan dipenuhi abu hitam.


"Hoi Madison! Kau tidak apa-apa?" Terdengar suara wanita yang terdengar khawatir.


"Aduh aduh, gagal lagi nih." Keluh si pria yang terlempar ke depan lift, Ran dan pak Bon pun langsung keluar dari lift untuk membantu orang itu.


"Ya ampun Madison, apa lagi yang sedang kau buat sih?"


"Eh pak Bon, ternyata anda kesini toh, maaf yah pak saya bikin kacau lagi. Oh iya, omong-omong dia siapa pak? Anggota baru yah?"


"Ah iya, dia anggota baru yang masuk hari ini, kenalkan dulu dirimu."


Si pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan riang, "Heyyo anak baru! Kenalkan aku Madison Bertof."

__ADS_1


"Ran Corbin." Balas Ran sambil menjabat tangannya.


"Selamat datang yah, di Guild kami!"


__ADS_2