
William dan Tim berdiri berhadap-hadapan.
Kondisi saat ini sangat aneh, Tim masih berada pada kondisi segar walau pun beberapa kali terkena serangan dari William. Sebaliknya, William berada pada kondisi yang mengerikan, wajahnya sudah hancur, darah mengalir dan menetes dari wajahnya ke dahan pohon di bawahnya.
Kondisi yang seakan-akan memberitakan siapa yang akan menang. Tapi, Ran entah mengapa tidak merasa bahwa William akan kalah, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari William.
Meski hanya sebentar, Ran bisa tahu bahwa William itu sangat lembut, ia selalu bertarung tanpa niat membunuh, ia selalu hanya melumpuhkan lawannya saja. Tapi kali ini, William memancarkan hawa membunuh yang sangat kuat. Hingga membuat Ran bergetar meski hanya menatapnya sedikit.
"Bah! Kau itu sudah mau menjadi mayat kenapa masih bergerak sih? Lebih baik mati dengan tenang, kenapa masih menyusahkanku." Ucap Tim dengan wajah datar namun dengan nada yang terdengar kesal
"...." William hanya diam seperti mayat, ia terus menundukkan wajahnya ke bawah, darah segar terus menetes dari wajahnya yang sudah babak belur.
"Diam saja yah? Setidaknya aku tahu kalau kau ini bocah monster, kali ini aku tidak akan segan-segan."
Tim membuat posisi menembak dengan crossbownya. Dan dalam sekejap, ia berputar mengelilingi William sembari menembakkan panah cahayanya.
Tap Tap Tap Tap Tap
Kemudian ia ke tempat Ran, panah cahaya yang menahan Ran langsung menghilang, ia pun menarik baju Ran dan membawanya terbang ke atas pohon untuk menghindari ledakan.
Suatu hal yang sulit dilakukan oleh seorang Hyper.
Ran hanya bisa pasrah karena sudah kehilangan tenaga untuk melawan.
Sementara William masih diam di tempat, entah karena sudah kehabisan tenaga atau bagaimana, William sama sekali tidak menghindar.
Sebaliknya, William melakukan hal yang sulit dipercaya.
Ia mengangkat pedangnya, tampak jelas bahwa ia berniat menebas semua panah cahaya yang mengarah padanya.
Itu mustahil. Pikir Ran
Tapi kemudian, energi berwarna hitam kemerahan muncul dari pedang William, energi itu membungkus seluruh pedang William dan membuat pedangnya tampak jadi lebih besar. Berkebalikan dengan energi yang selama ini dikeluarkan oleh William, biasanya energi yang keluar selalu berwarna putih terang, tapi kali ini berwarna hitam kemerahan, dan terasa, sangat....
Jahat!
Sringgg....
William mengayunkan pedangnya, menebas semua panah cahaya yang ditujukan kepadanya.
Bagi Ran itu tampak seperti gerakan yang lambat, namun ia sadar pergerakan yang ditunjukkan William sangat luar biasa.
Ptasss
Setiap panah cahaya yang terkena ayunan pedang hitam itu, semuanya hancur tak bersisa, seolah-olah sebuah blackhole menghantam dan menghisap semua panah cahaya itu.
Semua panah cahaya yang mengarah pada William hilang tak bersisa.
Namun, bukan hanya panah cahaya itu saja yang hancur, pohon raksasa yang dipijak oleh William, terpotong pada bagian batangnya menjadi 3 bagian, atas dan bawah terpotong secara miring.
Pohon itu pun rubuh, beserta dengan William.
"Dasar monster, ujung-ujungnya dia mati karena kekuatannya sendiri. Yah walaupun tidak sesuai dengan rencana, tapi yang terpenting adalah hasilnya."
__ADS_1
"Kau.... Kau lah yang monster dasar orang tidak punya hati!" Amuk Ran kepada Tim.
Ran terus berusaha memberontak untuk lepas dari Tim, tapi genggaman Tim sangatlah kuat.
Ketika di udara, Tim tidak hanya memegang baju Ran, Tim menggendong perut Ran seperti menggendong anak kucing.
Ran tidak bisa meloloskan diri, sebaliknya, ia merasa makin lemah dan lelah.
"Ya ampun, kau ini tidak bisa diam yah? Aku membiarkanmu hidup karena tuanku yang memintanya, jika saja tuanku tidak tertarik, aku sudah membunuhmu dari lama."
"Coba saja! Toh para Ranker tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya. Mereka pasti akan menangkapmu."
"Kau itu bodoh yah? Jika memang benar para Ranker payah itu bisa menangkapku, aku tidak akan berani berbuat hal seperti ini. Lagipula kau ini sangat lamban, sudah sejauh ini, tapi kau tidak menyadarinya."
"Apa? Sadar tentang apa?" Ran memasang ekspresi kebingungan di wajahnya. Tapi Tim sama sekali tidak berniat memberitahu Ran.
"Sudahlah, kau akan mengerti nanti, sekarang tidur saja dan jangan berisik."
Tim berbalik dan hendak pergi ke suatu tempat, tapi langkah berhenti ketika merasakan sesuatu yang sangat menakutkan mendekatinya.
Tim menengok, dan ia melihat sesuatu yang berwarna hitam melesat ke arahnya seperti bola meriam.
Tim langsung bersiaga, ketika semakin dekat, Tim pun mengetahui siapa yang datang, "Kau pasti bercanda, bocah itu lagi? Apa-apaan sih dia itu? Apa dia tidak lelah?"
Tim langsung berputar untuk mengecoh William, tapi William langsung berbalik arah dan menghantam Tim tanpa memberinya kesempatan untum kabur.
Tanggg....
Crossbow Tim dan pedang William kembali beradu, tak sempat kabur, Tim pun menahan William dengan crossbownya.
"Grrrrrrr....." William tidak menjawab, ia hanya menggeram seperti binatang buas yang kelaparan. Air liur mengalir deras dari mulutnya.
Ada apa dengan William, ia seperti bukan dirinya lagi. Pikir Ran ketika melihat kondisi William yang seperti binatang buas, berkebalikan dengan William yang selama ini dilihat Ran yang sangat sopan dan gentle seperti ksatria.
Krrrrkkkk....
".....!?"
Sebuah kejadian tak terduga muncul, pedang William yang selama ini selalu ditahan oleh crossbow milik Tim, untuk pertama kalinya bisa memotong sedikit crossbow Tim.
Ini tentunya bukan kejadian remeh bagi Tim.
Bocah ini berbahaya, kalau seperti ini, berarti hanya ada satu cara. Tim memikirkan trik untuk mengalahkan William.
Bukkk
Tim menendang Willia mundur, menjauh dari dirinya. Tim lalu kemudian menyiapkan kembali panah cahayanya untuk menyerang William, tapi kali ini berbeda dengan panah sebelumnya yang selalu bercahaya terang, panah kali ini justru terlihat gelap dan lebih tipis seperti jarum.
Syuunggg
Panah itu ditembakkan oleh Tim, William pun menebas panah itu ketika di hadapannya, energi hitam kemerahan mengikuti ayunan pedangnya seperti tirai.
Tapi serangan William luput, serangannya tidak mengenai panah itu dan malah menyerang hutan, itu dikarenakan panah yang diluncurkan Tim mendadak berbalik arah tepat di hadapan William.
__ADS_1
Panah yang sebelumnya meluncur lurus, berbelok ke atas hingga tidak disadari William, dari titik yang tidak disadari itu, sekali lagi panah itu berbelok ke bawah, panah itu melesat ke arteri karotis di leher William.
Mati kau. Tim bersorak di dalam hatinya.
Syuuuttt..... Trannnggg
"....!?"
Panah itu mental dengan bunyi seperti menabrak dinding besi.
Tim kebingungan dengan apa yang terjadi, tapi William tidak memberinya jeda waktu untuk berpikir.
"Grrrrr...." William menggeram sambil menerjang ke arah Tim.
Dengan lesatan seperti bola bowling, William mengayunkan pedangnya, tirai energi hitam mengikuti ayunan pedangnya.
Sringgggg.....
Di detik-detik terakhir, Tim menahan serangan pedang William dengan crossbownya. Tapi percuma...
Kritttt..... Krakkkk....
Crossbow Tim terpotong oleh pedang William menjadi dua. Tim kehilangan perlindungannya, tirai energi hitam tersibak di hadapannya.
Sial.
Buuummmm..... Krrrrrkkkkkk..... Krakkk...
Tim terhempas oleh serangan William dengan sangat jauh, tanah di sekitar terkikis oleh tubuh Tim yang terhempas. Tim baru berhenti ketika menabrak sebuah bukit batu yang ikut retak karena dihantam oleh Tim.
"Uweeekhhhh.... Uhok! Ohok!" Tim muntah darah dengan sangat banyak, sementara Ran masih cukup beruntung karena tidak terkena serangan William secara langsung, tapi ia juga menderita luka.
Ran pun mengambil kesempatan ketika Tim sekarat, ia melepaskan diri dari genggaman Tim dan berjalan dengan sempoyongan.
William ikut turun ke tempat Ran dengan kondisi yang masih buas, tapi bagi Ran, William tetaplah William.
Dengan bahagia, Ran menghampiri William.
"Hei William, kita berhasil."
"Khhhkkk Ggrrrrrr...." William masih menggeram, ia terlihat seperti menahan amukannya.
"William...?" Ran bertanya sekali lagi.
"Khakkkk...." William berteriak.
Ran menjadi semakin ketakutan, ia mundur beberapa langkah dari William.
Lalu, tanpa bisa diikuti oleh mata Ran, William menepis wajah Ran dengan punggung tangannya seperti menepis serangga.
Bhuakkk...
Ran terhempas cukup jauh hingga ke samping Tim, HP miliknya langsung berkurang drastis menjadi 10 hanya dengan serangan kecil.
__ADS_1
"Ti-Tidak mungkin, hanya dengan serangan seperti itu, damagenya sebesar ini?"
"Uhok! Uhok! Ber-Berhati-hatilah bocah, anak yang kau sebut teman itu sekarang sedang tidaj sadar, ia berada pada kondisi dimana tidak bisa membedakan teman dan lawan. Itu disebut mode Berserker yang dimiliki keluarga Austin."