
Cssshhhh....
Daging yang terbakar mengeluarkan suara mendesis yang khas, aroma harum dari daging sapi yang sudah dibumbui dengan saus barbeque terasa sangat menggoda.
Ran duduk di lantai berlapiskan karpet sambil mendekap kakinya, di kepalanya ia masih sulit untuk mencerna hal yang terjadi saat ini.
"Ran cukup segini saja?" Yamaguchi mendadak muncul dari belakang sambil menyodorkan piring berisi daging barbeque yang sudah dipotong menjadi kecil-kecil.
"Ah iya, segini saja, aku tidak bisa makan banyak."
Ran menerima daging barbequenya dengan sedikit canggung.
"Ok, kalau kurang nanti minta tambah lagi saja, omong-omong, tolong hati-hati agar sausnya tidak tumpah ke karpet yah." Yamaguchi kembali pergi untuk memanggang daging lagi setelah memberi peringatan kepada Ran.
Ran menusukkan garpu ke daging yang baru matang, ia tidak berniat untuk langsung memakannya, sebaliknya ia malah berpikir, Kok jadi begini sih?
Singkatnya, saat Rodri akan pergi ke lantainya, tiba-tiba ia berbalik dan menuju ke arah Ran dengan semangat, entah darimana idenya, tapi seperti anak kecil yang ingin merayakan ulang tahunnya, Rodri mengusulkan sebuah ide.
"Oh iya! Kita harus mengadakan pesta barbeque! Tidak mungkin kita tidak melakukan apa-apa setelah ada anggota baru kan? Bagaimana Yamaguchi?"
"Tidak masalah, kebetulan aku masih memiliki stok daging yang lumayan banyak, ditambah lagi aku sudah bingung ingin mengolahnya menjadi apa."
"Mantap! Kalau begitu semua setuju kan? Bagaimana Ribben? Kau pasti mau kan? Kau juga Otto! Jangan pikir kau bisa kabur, kita harus menyambut anggota baru dengan benar."
"A-Aku tidak masalah, a-aku pasti ikut."
"Eughhh... Bisakah aku tidak ikut saja? Aku sangat lelah kau tahu?"
"Tidak boleh! Kalian semuanya wajib ikut! Iya kan Ran?"
Ran terlalu kaget untuk menjawab karena terlalu tiba-tiba, ditambah Rodri yang terlalu bersemangat memegang bahu Ran dan terus menerus menggoyangkan tubuh Ran.
"Errr.. A-Aku..."
"Nah kan! Ran saja mau! Masa kau mau mengecewakannya? Ayolah, jangan seperti orang yang tidak punya hati seperti itu. Pokoknya setelah mandi semuanya berkumpul di lantaiku, yang tidak datang akan kuseret pokoknya, titik!"
Aku bahkan belum menjawab oi. Gerutu Ran dalam hati.
Tapi Ran tidak bisa menolaknya, dan berakhir diseret ke dalam pesta barbeque.
Pesta barbequenya diadakan di lantai Rodri, tepatnya lantai berbentuk setengah lingkaran yang menjorok keluar lantai. Lantai itu adalah ide Rodri, ia memintanya secara khusus untuk dijadikan ruangan untuk berkumpul jika ada kegiatan bersama.
Hal yang paling tidak disangka, adalah adanya kubah yang menutupi lantai setengah lingkaran ini, kubah itu berfungsi sebagai kamuflase, sehingga dari luar terlihat kosong, sedangkan bagian dalamnya justru sangat mewah.
Dari penjelasan yang diberikan Rodri pada Ran, suasana di lantai ini bisa diatur sesuka hatinya berkat Aurel, saat ini suasana di lantai ini terasa seperti malam hari, dengan langit-langit gelap yang berbintang. Karpet bulu yang lembut menutupi lantai yang dipijak, sangat lembut hingga cukup nyaman untuk dipakai tidur.
Yang paling tidak disangka, ada banyak fasilitas untuk bermain di lantai ini. Ada lapangan tenis mini, permainan arcade, bahkan hingga komputer canggih dengan spesifikasi tinggi berada di tempat ini dan bebas untuk digunakan. Ran serasa berada di kamar orang kaya yang suka menghamburkan uangnya untuk membuat ruangan bermain yang mewah.
Apa tidak apa-apa aku menerima sambutan semewah ini? Batin Ran ketika melihat seberapa mewah tempat ini.
Ran bukan tipe yang bisa menerima perlakuan mewah dari orang yang baru ditemuinya. Ia masih merasa canggung dengan situasi ini yang ada saat ini.
Ran melihat ke sekeliling, semuanya tampak nyaman dan terbiasa dengan hal ini.
Yamaguchi dan pak Bon memasak daging barbeque, mereka tampak sudah terbiasa dengan ini, di samping mereka, ada Rodri yang mondar-mandir dengan tidak sabaran.
"Sudah mateng kan? Aku ambil yah."
"Belum! Jangan dimakan dulu, dagingnya harus matang sempurna, kalau masih mentah nanti perutmu sakit."
"Cih, lama banget sih Yamaguchi, aku ini Hyper, tidak masalah untuk makan daging yang sedikit tidak matang."
"Tetap tidak boleh Rodri, kalau kalian sakit, aku yang repot nantinya."
"Sudah, sudah, Rodri tolong sabar sebentar yah, lagipula kau kan tadi sudah makan."
"Cih, tadi kan cuma makan sedikit saja."
Mereka bertiga dengan santai mengobrol dan bercanda, Ran ingin ikut, ia memang sudah terbiasa mengobrol dan bercanda dengan pak Bon. Tapi ia merasa canggung karena ada Rodri dan Yamaguchi yang tidak ia kenal baik.
Ran mengalihkan pandangannya ke tempat lain, ada Rose dan Ribben yang sedang menyiapkan peralatan makan dan membumbui daging yang akan dipanggang.
Dari sana Ran bisa melihat, Ribben yang canggung dan pemalu yang Ran temui tidak terlihat, malahan ia terlihat nyaman bersama dengan Rose. Dari sana Ran bisa tahu jika Rose dan Ribben sudah sangat akrab.
"Hati-hati Ribben, jangan sampai jatuh piringnya."
__ADS_1
"Ahaha, Tenang saja, aman kok kak."
Ran cukup terkejut, melihat orang yang gemetaran saat bertemu dengannya, ternyata bisa berkomunikasi lancar dihadapan orang yang ia kenal, tapi Ran juga sadar kalau ia sama saja, Oh iya, aku kan begitu juga yah.
Kemudian Ran menengok ke sampingnya, ada Otto yang sedang tertidur dengan nyaman, Otto sudah berganti pakaian ke piyama, tapi tampaknya ia tidak membersihkan dirinya dengan benar, masih tercium bau amis darah samar-samar.
Ran masih tidak paham dengan Otto, ia tampak tidak peduli dengan apa pun dan fokus untuk bermalas-malasan.
Kenapa dia bisa menjadi Ranker liar? Rasanya ia tidak memiliki motivasi untuk menjadi Ranker liar.
Namun, jika membicarakan tentang motivasi, Ran teringat dengan orang lain yang sepertinya juga memiliki motivasi aneh.
Madison, si jenius aneh yang menurut pak Bon sedikit gila.
"Ayo, Ayo Son! Kau pasti bisa! Tinggal sedikit lagi."
"AHAHAHAH... Tenang saja! Aku yang hebat ini tidak akan kalah, pasti akan kupecahkan rekornya!"
Madison saat ini sedang bermain sebuah permainan komputer dengan Aurel, sambil sesekali berteriak kepada Yamaguchi untuk menanyakan daging barbeque. Mereka berdua tampak cocok. Saling berteriak memberi semangat untuk sesuatu yang hanya mereka pahami.
Kukira Aurel itu tipe yang lumayan tenang meski ceria, ternyata ia sangat bersemangat yah.
Ran tetap mengamati anggota yang lain sambil memutar-mutar garpu yang sudah ia tancapkan ke daging, Ran tampak sudah lupa dengan daging barbeque yang ada di tangannya.
Melihat Ran yang malah main-main dengan makanan, seseorang mendatangi Ran.
"Hayo! Kenapa makanannya tidak dimakan!?"
"Akhhh! Eh? Ro-Rodri toh? Bikin kaget saja."
Rodri datang dari belakang secara tiba-tiba dan mengagetkan Ran, "Yo Ran! Kenapa tidak dimakan? Takut tidak enak yah? Tenang saja, daging buatan Yamaguchi itu dijamin 100% enak, aku yang menjaminnya, rasanya tidak pernah gagal, apalagi bumbu barbeque buatannya itu rasanya mantap!"
Walau pun Rodri bersikap ramah pada Ran, namun Ran masih sulit untuk bisa dekat, ia masih canggung dengan Rodri hingga mengalihkan pandangannya, "Ti-tidak kok, hanya saja aku belum terlalu lapar."
Walau Ran berkata seperti itu, Rodri sadar ada yang aneh pada Ran, "Ran, kau itu... Masih canggung yah? Ehehehe... Malu-malu nih ceritanya?" Ucap Rodri untuk menggoda Ran.
Ran yang rahasianya diketahui menjadi malu, wajahnya mulai memerah hingga ia harus menunduk agar tidak ketahuan, "Ti-tidak kok, a-aku tidak malu."
"Ahahahahaha, jangan bohong Ran, kau mirip sekali dengan Ribben saat ia baru kesini."
"Ukkkhhh... Yah, kau benar, maaf, meski kalian sangat baik tapi aku malah seperti ini."
"Kau juga sepertiku?"
"Tidak sih, aku langsung bisa berbaur karena orang-orangnya menyenangkan."
Kalau begitu kenapa tadi ngomong begitu coba? Mau ngejek yah. Gerutu Ran dalam hati.
"Ehehehehe, kau pasti merasa aku mengejekmu kan?"
"Eh, eh, ti-tidak kok."
"Hahahaha, sudah tidak apa-apa, dari wajahmu kelihatan jelas tuh."
"Ma-maaf."
"Hei sudahlah, tidak perlu minta maaf, aku ini orangnya santai. Sudah kubilang kan? Santai saja disini, disini tidak akan ada orang yang menghakimi dirimu kok, tidak ada orang yang akan menghinamu hanya karena kemampuan Hypermu tidak sehebat orang lain."
"Eh?" Ran sangat terkejut, ia yang awalnya menunduk, secara refleks langsung melihat ke arah Rodri.
"Kaget yah? Asal tahu saja, orang-orang disini itu, semuanya mendapat perlakuan yang sama diluar, selalu dihina dan dikucilkan karena kemampuan Hyper miliknya tidak sekuat atau seberguna yang lain. Makanya kami sangat nyaman disini, disini tidak ada yang menghina kami lagi seperti diluar, apalagi ada Madison yang membantu kami untuk bisa memaksimalkan kemampuan yang kami miliki ini."
"Begitu yah... Aku bisa mengerti, aku pun selalu diperlakukam buruk diluar sana." Ucap Ran lirih.
Ran kembali teringat apa saja yang sudah ia lalui selama ini, ia teringat dengan hinaan yang selalu ditujukan padanya dulu.
Rodri kemudian tersenyum hangat, "Karena itu Ran, aku juga berharap agar kau juga bisa nyaman disini, sama seperti aku yang juga nyaman disini."
Ran termenung mendengarnya, hanya sedikit sekali orang yang peduli dengannya.
"Yah, kuharap bisa begitu."
"Ehe, harus dong!" Ucap Rodri sambil tertawa.
Tanpa disadari, yang lain menyusul ke tempat Ran.
__ADS_1
Yamaguchi sambil membawa tumpukan daging barbeque yang banyak datang dan bertanya, "Hmm... Apa yang kalian bicarakan dari tadi?"
"Ehe, rahasia dong." Ucap Rodri sambil menaruh jari telunjuknya di depan mulut.
Ran hanya tersenyum kecut.
Yang lain segera berkumpul karena aroma daging barbeque.
"Wah daging! Kanget banget makan daging barbeque."
"Eum, Eum, lihat warnanya, sangat cantik~"
"Hoi! Kalian tadi kan sudah makan, jangan ambil dagingnya saja, ambil juga sayurnya. Hoi Otto, ayo bangun, nanti kehabisan."
"Sudah, sudah, pelan-pelan, jangan rebutan."
Semuanya saling berebut daging, suasana terasa ramai dan ceria dengan suara dan tawa.
Dan entah kenapa, Ran merasa nyaman meski suasananya berisik.
Ran pun mengambil daging yang dari tadi ia main-mainkan, Ran akhirnya memakannya, dan benar saja apa yang dibilang Rodri. Rasa daging buatan Yamaguchi benar-benar lezat, teksturnya halus sehingga nyaman untuk mengunyahnya, bumbunya juga tidak kalah lezat, rasanya sangat menyatu hingga ke bagian terdalam dari dagingnya.
"Lezat sekali." Ran tanpa sadar berkata begitu.
Yamaguchi yang mendengar menundukkan kepalanya ke bawah sambil menaikkan kacamatanya ke atas dengan jari telunjuknya. Saat tidak ada yang melihat, ia tersenyum sedikit.
Ran sangat menikmati rasa dagingnya, hingga tidak sadar dengan orang di hadapannya, baru ketika dagingnya habis, Ran sadar dengan orang di hadapannya. Orang itu adalah Rose, ia dengan lembut memakan daging barbeque miliknya.
Dari cara makannya yang lembut dan anggun, Ran baru bisa melihat bahwa Rose memang seorang perempuan.
Ran teringat dengan kesalahannya, ia ingin meminta maaf namun tidak tahu harus berkata apa. Namun tanpa disangka...
"Maaf yah." Ucap Rose tiba-tiba.
Ran kaget mendengarnya, ia sampai mengira bahwa ucapan itu bukan untuknya.
Tapi Rose mengonfirmasinya kembali, "Aku minta maaf Ran, karena sudah memukulmu. Padahal kau tidak sepenuhnya salah."
"Eh, ti-tidak usah minta maaf, lagipula aku yang salah karena berasumsi seenaknya."
"Tidak, kau tidak salah, aku yang salah karena gengsi untuk mengakui bahwa penampilanku memang tidak seperti perempuan. Maksudku lihatlah, perempuan mana yang punya otot lengan sebesar ini." Ucap Rose sambil memperlihatkan lengannya yang berotot.
Ran kemudian memandang lengannya yang terlihat kurus jika dibandingkan dengan milik Rose, "Kau benar, tapi aku tetap yang salah, karena itu aku tetap minta maaf."
"Tidak apa-apa, aku juga minta maaf."
Melihat Ran dan Rose yang berbaikan, pak Bon menjadi senang, "Bagus, bagus, beginilah yang aku inginkan, anak muda saling memaafkan dan akur. Aku harap ada banyak anak muda yang mau bergabung ke guild ini, sayangnya sulit sekali untuk mengajak orang baru bergabung. Padahal aku sudah menamai guild ini dengan nama yang bagus."
"Memang apa namanya pak?" Tanya Ran karena penasaran.
"Hehe, jangan terkejut Ran, ini adalah nama yang kupikirkan dengan susah payah. Kuberi nama, Bon & Friends. Bagaimana? Bagus kan?"
"Buset, jelek banget, pantas tidak ada yang mau gabung." Teriak Ran spontan
"Oi, tidak sopan tahu."
"Ahahahahhaha...." Semuanya menjadi tertawa mendengar jawaban Ran.
"Benar tuh! Dari awal namanya memang mencurigakan."
"Memang benar, walau sedikit kasar, tapi nama Guild ini terlalu kekanakan."
Pak Bon yang diejek menjadi malu, ia kemudian berdeham dan ingin mengucapkan sesuatu, "Ehem, yasudah, lupakan saja. Omong-omong, mari kita ucapkan selamat kepada anggota ke-10 kita."
"Eh? Aku yang ke-10 toh? Kukira aku yang ke-11." Tanya Ran heran.
"Ahaha, tidak Ran, sebenarnya kau anggota ke-10, semalam aku sudah memberi tahu Aurel dan yang lain, untuk menyiapkan tempat untukmu. Makanya Aurel sudah berjaga di dalam, yah walau pun aku tidak memintanya untuk berjaga di depan sih."
"Wo-Wow, aku tidak menyangkanya."
"Kalau begitu, untuk anggota kita yang ke-10!"
"Selamat datang Ran."
"Semoga betah."
__ADS_1
"Selamat, selamat."
"Selamat bergabung di Guild kami Ran."