Sword Ranker

Sword Ranker
Lack Of My Power


__ADS_3

"Jadi menurutku Ran, kekurangan terbesarmu itu adalah kapasitas mana milikmu itu. Jumlahnya sangat sedikit untuk ukuran kemampuan milikmu yang sangat menguras mana itu!"


"Itu sih sudah jelas, aku juga tahu, masalahnya tidak ada cara cepat untuk meningkatkan kapasitas mana, itulah masalahnya! Makanya aku bertanya apa kekuranganku yang lain, setidaknya jika itu kekurangan dasar, aku bisa mengatasinya dalam waktu singkat."


"Hei tenang kawan, jangan tergesa-gesa seperti itu kawan."


Saat ini pukul 13:00, waktu setelah makan siang. Sudah lewat 3 hari sejak Ran bergabung dengan Guild, Ran belum bisa akrab dengan semuanya, tapi setidaknya ia sudah merasa bukan "orang asing" lagi.


Saat ini Ran sedang berada di basement markas, tempat Madison melakukan penelitiannya.


Ran berkonsultasi kepada Madison tentang kekurangan yang dia punya. Biasanya Ran tidak akan sampai tergesa-gesa sampai seperti ini, dia cukup rasional dalam melakukan suatu tindakan, kecuali ada hal yang mengguncang emosinya sehingga mengaburkan daya pertimbangannya. Itu karena hal yang terjadi siang kemarin.


Pukul 14:00, diadakan rapat yang diakan di lantai Rodri, pak Bon menjadi pemimpin rapatnya. Pada rapat itu, pak Bon menjelaskan bahwa mereka akan memulai pembersihan Gate Break dalam 4 hari lagi.


Pengumuman itu membuat Ran merasa bersemangat, tapi ketika Ran sadar kalau dia masih belum berkembang sedikit pun sejak bergabung, membuatnya panik hingga dengan tergesa-gesa ia mencari tahu cara menjadi lebih kuat dengan cepat, untuk memulainya, ia mencari tahu apa saja kekurangan yang ia miliki dan cara memperbaikinya.


Semalaman Ran berpikir, tapi karena buntu ide, akhirnya Ran meminta saran pada Madison yang pak Bon bilang sangat jenius.


"Bagaimana aku tidak tergesa-gesa!? 3 hari lagi kita akan melakukan pembersihan Dungeon, jika... Jika aku masih sama seperti ini, aku hanya akan menjadi beban. Karena itulah! Pak Madison! Tolong beritahu aku cara menjadi kuat dan mengatasi semua kelemahanku! Aku tidak mau menjadi beban lagi bagi orang-orang di sekitarku."


Madison berpikir cukup serius mendengar permintaan Ran, dia memonyongkan bibirnya sambil menaruh tangan kanannya di dagu, ia mengeluarkan suara "Hmmm...." yang cukup keras hingga membuat Ran berpikir kalau Madison hanya mengejeknya saja.


"Sepertinya cara itu yang terbaik." Madison menggumam pelan, Ran yang mendengar gumaman Madison langsung bersemangat.


"Apa? Cara apa itu? Apa itu bisa membuatku menjadi lebih kuat dalam sekejap!? Kumohon beritahu aku!" Ran langsung melonjak dengan heboh sambil memaksa Madison untuk memberitahunya cara menjadi kuat dengan cepat.


Madison sangat terkejut karena dikagetkan ketika sedang berpikir keras, ia hampir terjengkang dari kursinya.


"Ya ampun Ran, kamu terlalu bersemangat, kamu hampir membuatku jatuh tahu."


"Ah, ma-maaf, aku terlalu bersemangat."


"Ahahahaha... Tidak apa-apa, sejujurnya aku tidak ada bedanya dengan dirimu Ran."


"Maksudnya?"


"Yahhh... Aku juga saat ini, merasa sangat bersemangat ketika memikirkan ide untukmu ini." Ekspresi Madison berubah dalam sekejap, ekspresi tenangnya tergantikan dengan seringai lebar yang menakutkan.


Sepertinya benar apa yang dikatakan pak Bon, Madion ini, sedikit gila. Ucap Ran dalam hati.


"Tenang saja Ran! Besok datang kesini lagi, akan kubuatkan alat yang akan menopang kekuatan milikmu itu!" Ucap Madison dengan penuh semangat, ia segera mengambil jubah putihnya dan mengobrak-abrik kotak peralatan miliknya.


Ran yang tidak punya pilihan lain, terpaksa untuk percaya dengan ucapan Madison. Ran pun kembali ke lantainya, di dalam lift menuju lantainya, Ran sempat mendengar suara ledakan di basement, kedengarannya Madison bekerja dengan cukup heboh dan berantakan.


Apa tidak masalah percaya padanya? Entah kenapa aku jadi merasa sedikit ragu padanya. Pikir Ran dalam perjalanan kembali ke lantainya.


Lift kemudian berhenti di lantai 6, lantainya Rodri.


Hmm? Ternyata Rodri sedang ada di lantainya toh? Kukira dia sedang pergi juga.


Lift berhenti di lantai Rodri, saat terbuka, muncul Rodri yang sedang bersenandung riang dengan memakai pakaian tempur miliknya.


"Owh! Ada Ran toh, habis darimana kau?" Sapa Rodri dengan riang.


"Ah, aku habis dari basement."


"Tempat Madison? Habis ngapain tuh?" Tanya Rodri sambil beranjak masuk ke dalam lift.


"Hanya konsultasi hal sederhana saja. Kau sendiri Rodri, mau kemana dengan pakaian siap tempur seperti itu."


"ah itu, aku mau pergi untuk ambil bagian pembersihan Gate Break, ada pembersihan Gate Break yang dilakukan beberapa Guild liar yang lain, pembersihannya akan dimulai 6 jam lagi di distrik bagian selatan."


"Lah? Kok bisa? Bukannya kita punya jadwal sendiri? Kenapa ikutan pembersihan Gate Break yang dilakukan Guild lain?"


"Hehehehe, tentu saja bisa, kau tidak tahu karena baru bergabung. Kujelaskan dari awal saja, kau tahu sendiri kan kalau jumlah Ranker pemerintah itu terbatas sementara Gate selalu muncul tanpa bisa diprediksi, karena itulah pemerintah membiarkan Guild Ranker liar seperti kita untuk mengambil alih pembersihan, karena nyatanya mereka sendiri tidak mampu mengatasinya. Hehe, konyol bukan? Mereka membuat standar yang ketat untuk menyeleksi Ranker, tapi pada akhirnya standar yang mereka buat menjadi menyulitkan mereka sendiri."


"Owh iya, aku baru mengetahuinya, di sekolah tidak pernah dibahas tentang itu."

__ADS_1


"Tentu saja, sekolah Hyper kan dibentuk pemerintah, mana mungkin mereka akan membahas secara detail mengenai Ranker liar, paling-paling hanya menceritakan yang jeleknya saja." Ucap Rodri dengan sedikit terkekeh.


"Kalau begitu, memangnya boleh untuk ikut serta dengan pembersihan Guild lain? Apa tidak menjadi masalah? Kudengar tiap Guild Ranker liar berlomba-lomba untuk mendapat hak pembersihan Gate Break."


"Ya ampun Ran, Ranker liar memang membentuk kelompok masing-masing, tapi itu tidak menjadikan kita musuh. Lagipula Guild Ranker liar juga sama saja dengan pemerintah, selalu kekurangan anggota. Makanya mereka membuka rekrutan untuk beberapa orang agar bisa mengisi kekurangan anggota. Dan secara kebetulan, ada kenalanku yang menawarkan satu slot kosong yang cocok untukku."


"Kau punya kenalan dari Guild lain toh."


"Tentu saja, koneksi itu sangat penting kawan, aku selalu membentuk koneksi dengan siapa saja agar bisa mendapat informasi penting seperti ini. Dan asal tahu saja, bayaran dari pembersihan Gate Break itu ditentukan dari konstribusimu, tidak ada campur tangan kapitalis yang memeras tenagamu dengan bayaran kecil yang membuatmu menjadi budak mereka!" Rodri mendadak berapi-api, ia terlihat sangat bersemangat hingga membuat Ran sedikit takut.


"Ahaha... Begitu yah, kalian hebat sekali, tidak sepertiku." Gumam Ran pelan.


Rodri mendengar gumaman Ran samar-samar, hingga ia bertanya apa yang diucapkan Ran tadi, "Hmm...? Kau bilang apa tadi Ran?"


Ran berniat menyembunyikannya, ia tidak mau orang lain tahu tentang rasa inferior yang dia miliki kepada rekan-rekannya di Guild karena tahu kalau itu akan merusak suasana. Jadi Ran hanya menjawabnya dengan tersenyum, "Bukan apa-apa, bukan sesuatu yang penting."


Namun... Tampaknya Rodri menyadari sesuatu, Rodri tidak bertanya apa pun lagi pada Ran, ia tidak bertanya apa pun lagi. Lalu, ia merubah tujuan liftnya, yang awalnya ingin pergi ke lantai dasar, ia rubah kembali ke lantainya sendiri.


Ran sedikit bingung dengan Rodri yang tiba-tiba mengganti tujuannya, kemudian Rodri berkata, "Hei Ran, jangan kembali dulu ke kamar, ke tempatku dulu, ada yang ingin aku tunjukkan."


"Eh? Kenapa? Bukannya kau mau pergi untuk ikut pembasmian? Nanti telat loh, ke distrik bagian utara perlu sekitar 2 jam lebih dari sini."


"Ahhh... Tidak apa-apa, tinggal dibatalin saja, toh ada banyak Ranker liar yang berebutan slot, paling dalam 10 menit sudah ada penggantinya."


"Apa!? Kenapa tiba-tiba seperti itu?"


"Karena... Ada hal yang ingin kutunjukkan kepadamu." Ucap Rodri sambil menyeringai lebar.


Ran merasa ragu, tapi ia memutuskan untuk mengikuti Rodri tanpa ada protes lebih.


Ting


Lift tiba dan terbuka di lantai Rodri, kemudian Rodri mengajak Ran ke bagian luar lantainya, tempat biasa mereka mengadakan acara bersama.


Rodri kemudian mengambil sebuah remote, Ran tidak tahu remote apa itu karena banyaknya tombol yang ada di remote itu.


Rodri menekan beberapa tombol dan dalam sekejap, ruangan di sekitar mereka langsung berubah.


Rodri tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada ruangannya.


"Apa yang terjadi? Kenapa ruangannya tiba-tiba berubah seperti ini?" Tanya Ran dengan kebingungan.


Dengan nada riang, Rodri menjelaskan, "Hehe, kau pasti terkejut kan Ran? Ruangan ini bukan ruangan sederhana yang hanya dipakai untuk senang-senang saja. Secara khusus, aku meminta agar Aurel menambahkan fungsi untuk mengatur ruangan ini agar bisa diubah sesuai kebutuhan. Biasanya memang hanya dipakai untuk bermain, tapi terkadang... Kami juga memakai ruangan ini untuk berlatih."


"Apa? Apa tidak masalah memakai ruangan ini untuk berlatih? Bagaimana kalau sampai hancur?"


"Tenang saja, besi baja yang dipakai untuk membangun ruangan ini bukan berasal dari kemampuan Aurel, tapi dipesan khusus dari logam yang biasa dipakai untuk membuat shelter perlindungan terhadap Gate Break. Jadi ini tidak mudah hancur, setidaknya bisa menahan serangan dari Ranker Rank A."


"Lalu... Apa yang mau kau tunjukkan kepadaku? Tidak mungkin kau repot-repot sampai membatalkan rencana untuk ikut pembersihan Gate Break hanya untuk menunjukkanku hal ini kan?"


"Tentu saja bukan, sebenarnya ini firasat sih, mungkinkah, kau habis dari Madison untuk diminta dibuatkan alat untuk mengatasi kekurangan yang kau miliki Ran?"


Deg


Ran sangat terkejut mendengarnya, perkataan Rodri tidak sepenuhnya benar, tapi tidak sepenuhnya salah juga.


"Sebenarnya aku tidak diminta untuk dibuatkan alat, aku hanya minta saran pada Madison cara menjadi kuat dalam waktu singkat agar bisa berguna saat nanti pembersihan Gate Break. Dan Madison menawarkan untuk membuatkanku alat untuk mengatasi kekuranganku."


"Aha, begitu toh, tapi sepertinya kau masih ragu pada Madison, begitu kan Ran? Kau seperti selalu ragu pada apa pun, bahkan rasanya, kau juga ragu pada dirimu sendiri."


Ran serasa tertembak di bagian dada perkataan Rodri sangat benar, semenjak kalah di ujian Ranker. Ran selalu ragu pada dirinya sendiri.


"Mau bagaimana lagi? Diriku ini memang sangat lemah! Kemampuan yang kumiliki bukan kemampuan kuat, kalian mungkin punya kemampuan yang kuat hingga bisa ikut pembersihan Gate Break kan? Tidak sepertiku, yang memiliki kemampuan cacat yang tidak bisa membantu banyak."


"Kata siapa? Kemampuanku yang kumiliki juga cacat kok."


"Hah? Apa maksudmu?" Ran sangat terkejut ketika mendengarnya, sampai-sampai ia mengira dirinya salah dengar.

__ADS_1


"Seperti yang kubilang, kemampuanku yang kumiliki ini juga cacat kok. Jika tidak percaya, maka lihatlah ini."


Ran tertegun, ia tidak bisa mengatakan apa pun lagi dan memilih untuk diam dan melihat apa pun yang akan ditunjukkan oleh Rodri.


Rodri mengangkat kedua tangannya yang memakai sarung tangan tanpa jari ke depan dengan posisi menengadah.


Kemudian, kobaran api muncul dari kedua tangan Rodri, Ran sangat terkejut karena baru pertama melihat kemampuan Rodri. Namun, Ran tahu jika api itu sangat kuat, karena dari jarak yang jauh, Ran bisa merasakan panasnya.


Lalu dengan sangat cepat, Rodri memakai kedua tangannya yang terbalut api untuk membuat lingkaran api di udara yang ada di hadapannya, tangan kanannya bergerak dari atas ke bawah, tangan kirinya bergerak dari bawah ke atas, keduanya menyatu menjadi sebuah cincin api yang sempurna.


Dan dalam gerakan sekejap mata, Rodri menarik tangan kanannya, dan melepaskan tinju tepat di tengah cincin api yang berkobar.


Buuummm...


Kobaran api berbentuk spiral keluar dari cincin api yang diciptakan Rodri, menyeruak ke penjuru ruangan. Ran merasa terbakar oleh panasnya api milik Rodri, perasaan takjub dan takut muncul bersamaan dari hati Ran.


Beberapa detik kemudian, Rodri menarik tinjunya lagi, cincin api di hadapannya menghilang setelahnya.


Ran tidak bisa berkata-kata akan pemandangan yang sudah ia lihat barusan.


Dengan tersenyum, Rodri berkata, "Bagaimana? Hebat kan?"


"He-hebat sekali, bagian mana dari kemampuan milikmu yang cacat? Aku tidak melihat ada kecacatan dari kemampuanmu itu."


"Hehehehe... Begitu yah? Tapi tahu tidak? Aku bisa melakukan hal tadi itu berkat peralatan Madison."


"Apa? Peralatan apa!?" Tanya Ran dengan ekspresi tidak percaya.


Rodri lalu mengulurkan tangan kanannya, memperlihatkan sarung tangan tanpa jari yang ia kenakan. Di bagian punggung sarung tangan itu, tampak kabel-kabel yang menempel pada sebuah cekungan logam, kabel-kabel itu terhubung dengan mantel panjang yang Rodri gunakan.


"I-ini, apa maksudnya?" Tanya Ran kebingungan.


"Inilah peralatan yang dibuat Madison untuk memaksimalkan kemampuanku, nyatanya, aku awalnya tidak bisa mengontrol api milikku dengan benar, tiap kali aku menggunakan kemampuanku, api milikku ini, akan keluar dari seluruh tubuh tanpa bisa kukendalikan, bahkan karena itu aku sampai menderita luka bakar yang parah karena tidak bisa mengendalikannya dengan benar."


"A-apa? Tidak mungkin."


"Mungkin saja, karena itulah aku gagal di ujian Ranker. Namun berkat itu aku bisa bertemu Madison, ia kemudian menciptakan sarung tangan beserta mantel ini, dengan ini, aku bisa mengatur keluaran dari api milikku agar tidak sampai terbakar lagi."


Ran tidak bisa berkata-kata, ia merasa malu karena sudah merasa paling menderita disini. Ran tidak tahu jika Rodri ternyata lebih menderita karena kemampuannya sendiri.


"Ahahaha, kenapa wajahmu seperti itu? Jangan merasa bersalah, toh aku sendiri tidak pernah menceritakannya kepadamu."


Ran tidak bisa mengangkat wajahnya, ia merasa sangat malu hingga tidak bisa berkata-kata lagi.


Rodri hanya menyeringai sambil menyilangkan tangannya di dada, kemudian ia berkata, "Tidak perlu malu, aku juga sama sepertimu Ran, aku pernah merasa paling menderita karena kemampuanku."


Mendengar perkataan Rodri, Ran mengangkat wajahnya sedikit, seolah tertarik dengan cerita Rodri.


"Ya, dulu aku mengira aku orang paling malang di dunia, tapi aku pun sadar bahwa aku bukan orang paling menderita di dunia saat bertemu Rose, dia mengajariku untuk tidak mudah putus asa saat pertama bertemu."


"Benarkah?"


"Ya, dan bukan hanya kita berdua, Yamaguchi dan juga Otto dulunya seperti kita juga. Guild Ranker liar memang biasanya diisi orang-orang yang menyedihkan seperti kita ini. Namun, disinilah kita akan belajar menjadi kuat dan menjadi diri kita yang baru."


Ran terpana mendengar perkataan dari Rodri, ia tidak percaya bukan hanya dia saja satu-satunya dengan pemikiran pecundang.


"Nah Ran, kalau begitu akan kuajari kau."


"Hah? Ajari apa?"


"Tentu saja bela diri yang pernah kupelajari untuk mengatasi kekurangan kemampuanku. Sebenarnya ada tradisi disini, dimana anggota nomor terakhir, akan melatih anggota yang nanti akan masuk hal yang ia ketahui tentang cara menjasi kuat. Berhubung Otto malas, jadi biar aku saja yang mengajarimu hal yang kutahu."


"Tu-tunggu! Aku ini bertarung dengan senjata, bela diri tangan kosong tidak akan terlalu membantuku."


"Tidak apa! Akan ada gerakan yang memakai kaki untuk menyerang, pasti itu berguna nantinya!" Rodri langsung memasang kuda-kuda bela diri.


Ran tahu ia tidak bisa mundur lagi, tidak peduli apa pun yang ia ucapkan. Dengan tergesa-gesa, Ran ikut memasang kuda-kuda, namun serangan Rodri sudah terbang sebelum Ran siap.

__ADS_1


Bhuakkkk


Dengan itu, dimulai lah pelatihan Rodri yang sangat menyakitkan.


__ADS_2