Sword Ranker

Sword Ranker
The End Of Secondt Test


__ADS_3

To**l! Aku melupakan mereka berdua. Si pria cowboy mengumpat di dalam hatinya. Ia terlalu fokus pada Ran dan Enzo, sehingga lupa tentang William dan Eduardo.


Si pria cowboy terkepung dari berbagai arah, siapa pun yang melihatnya akan tahu jika dia sudah tidak punya kesempatan sedikit pun.


Di situasi yang tidak terlihat adanya harapan itu, reaksi yang ditunjukkan oleh si pria cowboy sangat tidak terduga, dirinya... Tertawa.


"Hehehe... Ahaha.. Ahahahahahahahahah..... Ya ampun... Aku tidak menyangka akan terjebak seperti ini, sepertinya aku terlalu sombong dan meremehkan kalian. Mau bagaimana lagi, tidak peduli apa pun yang kulakukan, aku pasti akan kalah. Tapi setidaknya, aku ingin terlihat keren di akhir." Si pria cowboy mengangkat tangan kanannya.


Aura dalam jumlah yang mengerikan muncul dari si pria cowboy, "Meski aku akan kalah, setidaknya aku harus menunjukkan sosok keren di akhir bukan?"


Jahitan yang dibuat Enzo di jari tangan si pria cowboy terlepas seiring dengan meningkatnya aura dari si pria cowboy.


Semuanya memasang sikap waspada, tapi ada satu orang yang malah tampak senang dengan situasi ini. Dia tidak lain adalah Eduardo.


Dengan mata yang berbinar-binar seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah ulang tahunnya.


"HahahaHahaha... Begini dong biar menarik sedikit, tidak perlu trik macam-macam, pertarungan langsung seperti ini selalu menarik!" Teriak Eduardo kegirangan.


Eduardo berniat maju untuk melawan si pria cowboy, tapi William menghentikannya, "Biar aku saja yang maju."


"Hah!? Apa maksudmu? Jangan merusak kesenanganku."


"Eduardo! Bukankah kau ingin lulus? Serahkan padaku, jika kau yang maju, kau pasti akan terbawa suasana lagi dan malah membuatnya semakin lama. Waktu kita hanya 2 jam 30 menit lagi."


"Cih! Aku tahu, sialan... Serah kau saja lah!" Eduardo menuruti William dan mundur.


William maju dan mengacungkan pedangnya ke arah si pria cowboy, si pria cowboy menanggapi William dengan senang hati.


"Ah.... Terimakasih karena kau mau melawanku langsung, sungguh suatu kehormatan untuk bisa melawan William Austin."


"Jangan ragu-ragu, karena aku akan melawanmu dengan serius."


"Tentu saja, aku tidak ada niatan untuk bertarung dengan setengah-setengah."


Si pria cowboy mengarahkan kedua tangannya ke arah William, auranya semakin kuat hingga membuat sekitarnya bergetar, dan kemudian, hologram dalam jumlah banyak muncul di sekitarnya dan mewujud perlahan-lahan.


"Datanglah! Wahai pasukanku!" Teriak si pria cowboy.


Dalam sekejap, semua hologram di sekitarnya mewujud menjadi satu wujud dalam jumlah banyak. Dan wujud yang keluar adalah... Para penunggang kuda.


Muncul hologram kuda-kuda perkasa yang ditunggangi oleh hologram ksatria yang tampak gagah. Meski hanya hologram, Ran bisa merasakan betapa kuatnya mereka.


William menanggapinya secara serius, aura yang ia keluarkan juga tidak main-main, udara di sekitarnya tampak bergetar dan meledak-ledak karena aura William.


"Half Armor!" Ucap William pelan.


Dalam sekejap, armor besi muncul menyelimuti hampir seluruh tubuh William kecuali kepalanya.


Wujud ini mirip dengan mode berserker William, bedanya hanyalah, tidak terasa perasaan mencekam dari William ini. Tapi tetap saja, aura yang dikeluarkannya terasa sangat mendominasi.


"Hehe... Terimakasih karena mau serius." Ucap si pria cowboy, ia kemudian menaiki salah satu hologram kuda yang paling perkasa.


Semua hologram penunggang kuda memegang senjatanya masing-masing, ada yang membawa tombak dan ada juga yang membawa pedang.


"Majulah!" Tantang William.


"Serbuuuu!!!!" Si pria cowboy meneriakkan perintah.


Semua hologram penunggang, mengacungkan senjatanya ke depan, "Uwogghhhhhh...." Semua berteriak sembari memacu kudanya.


Gruduk... Gruduk... Gruduk...


Gemuruh dari pasukan berkuda membuat Enzo dan Ran langsung mundur ke tempat yang aman, mereka berdua tahu jika ini bukan tempat bagi mereka untuk ikut campur.


Sementara William, masih tetap di tempatnya, berdiri dengan kokoh. Kemudian William memutar pedangnya ke belakang, lalu pedangnya memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan, semuanya tahu jika itu bukan cahaya biasa.


"Majuuuu!!! Jangan mundur!!!" Si pria cowboy tetap memacu pasukannya maju tanpa peduli apa pun. Ia berteriak untuk menyemangati dirinya sendiri.


"Terima ini!"


Sriiinggg....


William menebas pasukan berkuda yang ada di hadapannya, sinar panjang mengikuti ayunan pedang William, dan dalam sekejap, semua pasukan berkuda di hadapannya, terbelah menjadi 2.


"Errrghhh..." Si pria cowboy mengerang kesakitan, ia berhasil menghindari tebasan William, tapi tidak semuanya, kakinya tetap terkena serangan, walau ia tetap beruntung karena kakinya tidak sampai terpotong.


William menghampiri si pria cowboy yang mengerang kesakitan di tanah, lalu William mengacungkan pedangnya ke wajah si pria cowboy itu, "Menyerahlah, kau sudah kalah."


"Ughhh... Yah... Hosh... Benar sih, aku sudah ka-"


Zappp

__ADS_1


Si pria cowboy mendadak menghilang, dan digantikan oleh boneka beruang.


William terkejut dan mencari ke sekitar, "Kemana dia?"


Eduardo langsung berteriak memberi perintah, "Ini kemampuan rekannya yang bisa menukar posisi objek, cari di sekitar! Pasti ia tidak jauh."


Team Ran langsung mencari ke sekitar untuk menemukan si pria cowboy itu.


Sementara si pria cowboy sedang berada di balik batu besar dan dipapah oleh rekannya yang membawa keranjang berisi boneka.


"Fred... Kaburlah, hosh... Hosh... Jika kau kabur dengan membawa pin itu dan bertahan hingga test ini berakhir, kita akan tetap menang." Ucap si pria cowboy dengan kesusahan.


"Ti...hdak... Kha...kak... Ha...lus... Kabhur..." Ucap si pria yang membawa keranjang boneka dan dipanggil Fred oleh si pria cowboy.


"Tidak... Aku sulit untuk berjalan lagi... Kaulah yang harus kabur."


"Ti...hdak... Ma..hu.." Ucap Fred dengan kalimat yang berantakan.


"Kumohon... Dengarkan aku kali ini." Si pria cowboy memohon.


Tapi Fred sama sekali tidak mendengarkannya, ia melepaskan si pria cowboy dan keluar dari balik batu.


"Disana! Tangkap dia!" Eduardo langsung berteriak ketika melihat Fred.


"Tidak! Jangan Fred, jangan!" Si pria cowboy memohon dengan lirih.


Tapi Fred tetap maju untuk melawan team Ran, Fred melepas keranjangnya, lalu melempar semua boneka di dalamnya ke sekitar.


Eduardo tidak peduli dengan yang dilakukan Fred, ia langsung melesat untuk menghajar Fred. Tetapi, ketika Eduardo sampai di hadapannya, Fred langsung berpindah tempat dengan boneka di belakang Eduardo lalu memukul Eduardo dari belakang dengan pelan.


Tentu saja serangan itu tidak berefek, itu hanya membuat Eduardo menjadi kesal. Tanpa berbalik, Eduardo menendang ke belakang, tapi Fred sudah kembali berpindah, Eduardo hanya berhasil menendang boneka kelinci.


Fred berpindah lumayan jauh, Eduardo menjadi kesal karena merasa dipermainkan.


Zappp


Fred kembali menukar posisinya dengan boneka yang berada di titik buta Eduardo dan memukulnya dengan pelan.


Zap Zap Zap Zap


Hal ini terus diulangi oleh Fred walau tidak bisa memberikan damage yang besar, tapi itu membuat Eduardo murka.


"Grahhh!!! Berhenti kau tikus kecil!" Eduardo dengan segala cara mencoba menangkap Fred, tapi Fred terlalu cepat dalam menukar posisinya.


Tapi, itu tidak berlaku bagi Ran.


"Kalian semua, mundur!" Ran berteriak memberikan perintah, Enzo dan William menurut dengan mudah, sedangkan Eduardo menurutinya sambil mengomel kesal.


Mereka bertiga keluar dari area yang dipenuhi boneka agar tidak bisa dicapai oleh Fred, dan Ran maju ke dalamnya.


Fred tampak tidak peduli dengan lawannya, ia tidak berniat bertarung untuk mengalahkan lawannya, tapi hanya untuk mengulur waktu saja.


Fred terus berpindah tanpa henti untuk membingungkan Ran, tapi Ran menyadari pola yang ditunjukkan oleh Fred setelah menerima serangannya beberapa kali.


Disana! Ran menusukke ruang kosong dengan pedangnya, itu tampak seperti serangan yang sia-sia, tapi ruang kosong yang dituju Ran langsung terisi oleh Fred.


Jrasshh...


Bahu Fred tertusuk oleh pedang Ran.


"Ahh... Ughh.. Agaga... Hakit..." Fred berteriak kesakitan setelah bahunya ditusuk.


Ran berhasil dengan tepat untuk menebak posisi Fred yang selanjutnya dengan menganalisi pola yang ditunjukkan oleh Fred.


Fred yang terkena serangan langsung roboh karena kesakitan, "Aghhh... Ha..kit... To...long..." Fred menangis kesakitan, darah bercucuran dari bahunya.


Melihat rekannya kesakitan, si pria cowboy mengamuk, "Khhkkk.... Dasar kalian ba*****n lepaskan adikku!"


Dengan memaksa badannya untuk berdiri, si pria cowboy berlari dengan terseok-seok ke arah Ran.


Melihat wajah putus asanya, Ran kembali teringat dengan wanita yang sudah ia kalahkan, ia kembali teringat dengan kesalahannya. Tapi kali ini, ia tidak berniat untuk mengulangi kesalahan yang sama.


Tanpa keraguan, Ran menyerang si pria cowboy dengan tebasan silang di dadanya.


"Uhookkkk..." Si pria cowboy langsung terjatuh ke tanah.


Ran memandangi si pria cowboy, ia masih mengingat tentang perasaan bersalahnya, tapi ia juga mengingat tujuannya.


"Dimana pinnya?"


"Hahhh...Hahhh...Hahhh... Mati saja kau!" Ucap si pria cowboy untuk mengutuk Ran.

__ADS_1


Ran pun tidak memiliki pilihan lain, ia kembali menyerang si pria cowboy hingga HP-nya habis, secara otomatis, si pria cowboy akan terkirim ke ruang bagi peserta yang tereliminasi.


Melihat rekannya yang memudar sedikit demi sedikit, Fred menangis kencang, "Ka...Kak... Hiks... Hiks... Ka...Kak..."


Fred yang menangis menjadi moment terakhir yang dilihat oleh si pria cowboy, di dalam hatinya, ia berkata, Maaf... Adikku... Sebelum akhirnya ia terkirim ke ruang Eliminasi.


Pin merah jatuh ketika si pria cowboy terkirim ke ruang ganti, Ran mengambil pin merah itu dan mendekapnya di dadanya, kali ini ia akan memastikan agar pin ini tidak akan tercuri lagi.


Fred masih menangis, Eduardo yang jengkel pun langsung menendangnya hingga HP-nya habis dan Fred pun ikut terkirim ke ruang eliminasi.


"Kerja bagus! Setidaknya kali ini kau tidak ragu." Puji Eduardo kepada Ran.


"Ya!" Jawab Ran singkat.


Enzo dan William pun ikut berkumpul bersama William.


"Kerja bagus!"


"Mantap!"


"Ya, tapi sepertinya kita masih belum bisa merayakan keberhasilan ini." Ucap Ran.


Ran menyadari sesuatu di sekitar, tempat yang semulanya sepi, kali ini terasa sangat ramai.


Dari berbagai arah muncul para peserta lain yang juga team mati, setidaknya ada 5 team yang terdiri dari 20 orang


Pria dengan jubah panjang berwarna coklat dengan mata sipit maju paling depan, "Wah... Wah... Sepertinya kalian memiliki pin kan? Bagaimana jika kalian berikan saja pada kami?"


"Konyol, kalian harusnya kita saling bermusuhan, bagaimana bisa kalian bekerja sama?" Ucap Eduardo.


"Yah... Itu urusan sepele, yang paling penting bagi kami adalah untuk menyingkirkan kalian berdua, Eduardo dan William. Soal pin itu bisa kami urus nanti setelah mengalahkan kalian."


"Begitu... Begitu hah? Bagus! Bagus sekali! Maju sini kalian semua!" Teriak Eduardo kegirangan.


Si pria sipit itu mengeluardan Dagger ganda, ia memutarnya di tangannya lalu melesat ke arah Eduardo.


"Hei kalian! Lakukan yang terbaik untuk bertahan, Jangan sampai pinnya terebut untuk kedua kalinya." Ucap Eduardo.


Semuanya mengangguk, lalu team Ran membagi menjadi 2 kelompok, Enzo bersama Eduardo dan Ran bersama dengan William.


Masing-masing bertarung berdua untuk menutupi kekurangan yang lain.


Eduardo maju dengan brutal, ia menghajar siapa saja di hadapannya, tidak peduli ia tercabik, tertusuk, mau pun tertembak, itu hanya membuat Eduardo semakin kuat dan brutal. Ia menggigit dan memukul wajah semua orang yang berada di dekatnya.


Bhuakkk... Crakkk....


Aghhh... Hidungku...


Akhhh...


Aaaaaaa.....


Darah terciprat kemana-mana, raungan kesakitan terdengar menggema di tempat ini, sementara Eduardo masih terus maju. Berkat support dari Enzo yang terus menyembuhkan luka Eduardo samb bertarung, Eduardo masih bisa terus maju.


"Ayo kalian semua! Masih tersisa 2 jam lagi untuk kita bersenang-senang."


Sementara Ran dan William, mereka berdua melakukan duet, mereka menjaga punggung masing-masing agar tidak diserang.


Srakkk... Sringgg... Chwakkk...


Pedang mereka mengayun kemanapun, menebas musuh mereka, hingga kalah.


Walau kemampuan Ran masih sangat kurang, ada William yang siap mengisi kekurangan itu, dengan keahliannya yang luar biasa.


...****************...


"Ahhh.... Aku lelah."


"Sama aku juga."


"Ayo mana lagi!? Masih ada waktu ini!"


"Sudah cukup Eduardo."


Team Ran sedang beristirahat, tempat mereka duduk dipenuhi darah segar dimana-mana.


Mereka berhasil bertahan selama 2 jam melawan semua peserta yang menyerang mereka.


Gelang mereka pun berbunyi kencang, tanda untuk mengakhiri waktu test.


[Selamat... Kalian lulus!]

__ADS_1


Melihat pengumuman di gelang mereka, Ran dan Enzo dengan kompak jatuh berbaring karena merasa lega setelah semua kejadian berat yang menimpa mereka.


Kita... Menang.


__ADS_2