Sword Ranker

Sword Ranker
Trap


__ADS_3

"Lalu? Apa yang harus kita lakukan hoi!" Eduardo bertanya kepada Ran dengan nada kesal.


Ran tidak bisa menjawabnya, tekanan karena menjadi otak dari team membuatnya tidak bisa menemukan ide satu pun.


Enzo netral, ia hanya menunggu keputusan bersama yang akan dipakai tanpa berpihak kepada siapa pun.


Sementara Eduardo terus menekan Ran agar bisa memberikan ide bagi kelompok.


Deg Deg Deg


Jantung Ran berdegup kencang, kepalanya berputar-putar, suara-suara di sekitar Ran mulai memudar.


Apa? Apa yang harus kulakukan? Aku tak tahu, aku tak bisa berpikir


"HhhhHhhhHhhhh..." Ran sudah tidak bisa mendengar apa pun lagi.


Hoi Ran... Kutanya padamu, apa rencana kita.


Pertanyaan Eduardo sudah tidak bisa lagi di dengar oleh Ran.


Pikiran Ran terjebak di penjara yang terbuat oleh rasa bersalah dan tekanan atas tanggung jawab sebagai otak dari team yang Ran bawa.


Ran serasa akan pingsan, tubuhnya mulai tidak seimbang mengikuti pikirannya yang kacau.


Di tengah-tengah itu, sebuah cahaya muncul meraih Ran yang tenggelam dalam badai kebingungan.


Puk


Sebuah tepukan ringan datang pada punggung Ran, tepukan itu terasa hangat sekaligus menenangkan.


Ran pun tersadar kembali, ia menoleh ke asal tepukan itu. Di sampingnya, ada William yang berdiri sejajar dengan Ran, tatapan yang penuh dengan kepercayaan terpancar jelas dari mata William.


Tanpa diberitahu pun, Ran sadar dengan apa yang ingin di sampaikan William, itu adalah hal yang menjadi pendorong bagi Ran saat pertama kali mengikuti ujian, kalimat singkat yang membuat Ran mampu berdiri melawan Tim. Itu adalah, 'Percaya Dirilah'


Pikiran Ran yang semula kacau, kembali normal, semua kabut yang menghalangi Ran untuk berpikir dalam sekejap menghilang.


Terimakasih William, dari awal, kau selalu menolongku.


Ran mengangkat kepalanya ke atas, menatap Eduardo dan Enzo.


"Apaan hoi!? Kau sudah tahu apa yang harus dilakukan?" Tanya Eduardo dengan kasar.


Enzo hanya tersenyum ringan.


Dengan percaya diri, Ran mengungkapkan rencananya, "Ya! Yang harus kita lakukan adalah, Membuat perangkap!!!"


.


.


.


Tap Tap Tap


Ran sedang berjalan bersama dengan William, mereka berdua melewati rumput panjang yang hampir setinggi mereka.


"Will, sekali lagi aku minta maaf karena membuatmu melakukan hal ini berkali-kali, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya."


"Tidak apa-apa Ran, lagipula aku juga berpikir ini ide yang bagus, walau Eduardo tidak berpikir demikian."

__ADS_1


"Aku hanya bisa berharap semoga hasilnya mulai terlihar."


"Tentu, karena itulah, aku akan lebih serius kali ini."


William menyibak semak-semak di depannya, Eduardo ikut muncul bersamaan di hadapan mereka.


Eduardo tersenyum sambil menggertakkan lehernya, William memegang gagang pedangnya.


Bhumm


Dalam sekejap, mereka berdua bentrok, Eduardo dengan kakinya, melayangkan tendangan, dan ditahan oleh William dengan pedangnya.


William mengangkat pedangnya ke atas lalu mengayunkannya dengan niat menebas Eduardo. Tapi Eduardo memanfaatkan itu sebagai pegas untuk meloncat ke atas, di udara, Eduardo berputar dengan sangat cepat seperti yoyo dan turun kembali seperti jet.


Bruakkkkk...


William menahannya dengan pedang miliknya, akibatnya, William terdorong ke bawah hingga sebagian kakinya tenggelam ke tanah.


"Heh!" Eduardo tertawa sambil mundur ke belakang.


Setelah mencapai jarak yang diinginkan, Eduardo kembali berlari maju, tapi bukan sekedar berlari, dengan satu kakinya, ia naik ke udara sambil memutar seluruh tubuhnya dan mengacungkan kakinya untuk menendang.


William yang setengah kakinya terkubur di tanah, tidak bisa menghindar, satu-satunya pilihannya adalah menahannya, tapi itu akan membuat kakinya semakin terkubur. Atau itulah yang ada dipikiran Eduardo.


William menggerakkan kaki kanannya yang terkubur dalam tanah, dan dengan mudah, kakinya berhasil keluar dari dalam tanah.


William pun ikut melayangkan tendangan dengan arah yang berlawanan dengan tendangan Eduardo.


Bhuakkk


Tendangan William dan Eduardo beradu di udara, Eduardo langsung kembali lagi ke tanah untuk menghindari serangan di tempat yang tidak menguntungkan baginya.


Tanpa menunggu Eduardo siap, William dengan ganas mengayunkan pedangnya untuk menebas Eduardo.


Bwatsss Chwaakk Shwikkk


Ayunan pedang William menyerbu Eduardo, namun Eduardo dengan santainya menghindari semua tebasan pedang William.


Ketika melihat celah kosong, Eduardo maju menyerang, sayangnya, itu adalah jebakan.


Bhakkk...


"Akhhh..."


ketika Eduardo maju, tinju tangan kiri William sudah menyambutnya, tinju itu mengenai perut Eduardo, dan cukup kuat untuk membuatnya muntah.


"Tidak kusangka, kau ternyata menyimpan trik juga yah."


Keduanya melanjutkan pertarungan mereka, namun, apa yang membuat mereka bertarung? Ran dan Enzo sama sekali tidak khawatir, mereka sangat tenang seolah pertarungan William dan Eduardo adalah hal yang memang diperlukan.


Ran dan Enzo saling mengangguk untuk memberikan kode, mereka berdua berjalan dengan mengendap-endap, menghindari pertarungan William dan Eduardo, tampaknya mereka memang tidak ingin terlibat. Atau mereka memang harus tidak terlibat.


Lambat laun, William dan Eduardo menjadi lelah.


"Hah, Hah, Hah, kau sangat kuat, sudah kuduga aku tidak salah ketika pertama melihatmu."


"Hoshhh... Hoshhh... Kau juga hebat, aku mengakuimu."


Keduanya mulai kehabisan napas, mereka berdua berkeringat hebat sambil bernapas dengan terengah-engah. Dan tampaknya, waktu yang sudah ditunggu-tunggu oleh team Ran akhirnya tiba.

__ADS_1


Srarakkk...


4 orang muncul secara bersamaan dari dalam semak-semak, dengan kecepatan tinggi, mereka menyerbu William dan Eduardo yang telah kelelahan.


Tapi, sebelum mereka mencapai William dan Eduardo, sebuah benang merah muncul dari bawah, benang itu mengelilingi William dan Eduardo, dan ketika salah satu dari 4 orang itu menyentuh benang tersebut, benang itu bereaksi dan bergerak untuk mengikat mereka.


2 orang paling belakang, berhasil menghindar dari terikat benang, sementara 2 orang paling depan, terikat oleh benang tersebut.


"Kyaaaa.... Apa ini?"


Benang yang melilit mereka adalah benang milik Enzo, selain bisa menjahit, Enzo bisa memakai benang itu untuk mengikat seseorang.


Ini adalah rencana Ran, sedari awal, pertarungan William dan Eduardo adalah bagian dari rencana Ran.


Ini adalah sebuah rencana yang penuh dengan resiko, rencana untuk menarik team lawan dengan memberikan mereka umpan segar, yaitu 2 orang terkuat yang sudah kelelahan dan bisa mereka habisi. Pertarungan antara William dan Eduardo pasti menyebar dan dilihat hampir semua peserta yang hadir, itu membuat mereka berdua dikenal sebagai salah satu peserta terkuat.


Dengan menampilkan sosok mereka berdua yang kelelahan, pasti siapapun akan tergoda untuk menghabisi mereka agar bisa menyingkirkan saingan terkuat mereka untuk lulus.


Tentu saja ini memiliki resiko besar, makanya rencana ini penuh dengan pertaruhan. Bisa saja yang keluar adalah team yang tidak memiliki pin, karena yang memiliki pin akan cenderung bersembunyi tanpa terlibat pertarungan, bisa saja jika team yang melihatnya akan lebih memilih untuk menunggu William dan Eduardo mati karena bertarung satu sama lain.


Karena itu, Ran berpegang pada satu kemungkinan, yaitu kemungkinan adanya team yang berpikiran 'Harus menyingkirkan peserta kuat agar bisa lulus', Ran berpegang pada kemungkinan yang sangat kecil ini, berharap adanya team yang menginginkan agar peserta yang kuat untuk gugur agar mereka bisa lulus dengan lebih mudah pada ujian selanjutnya.


Tentu saja kemungkinan itu sangat kecil, team Ran sudah mencobanya sebanyak 5 kali, 2 kali bertemu dengan team mati, dan 3 kali tidak bertemu dengan team apa pun, dan kali ini mereka beruntung. Team yang termakan oleh umpan segar kali ini, adalah team hidup.


Di baju salah satu peserta, Ran melihat ada sebuah pin berwarna merah.


"Lihat, perempuan yang memakai kimono itu memiliki pin, cepat rebut!" Teriak Ran memberi tahu teamnya.


"Tidak perlu kau beritahu pun, aku sudah tahu." Eduardo maju ke arah perempuan yang terikat benang Enzo.


Eduardo hampir meraih pin itu, tapi ia kalah cepat dengan rekan si perempuan.


Dengan sebuah serangan yang tidak dilihat oleh team Ran, benang Enzo hancur.


Si perempuan dengan kimono itu langsung mundur ke belakang untuk kabur, Eduardo dalam sekejap merubah posisinya untuk menyerang perempuan itu, ia mengepalkan tinjunya, dengan niat membuat perempuan itu pingsan.


Bhammm


Tinju Eduardo mengenai benda lain, bukan benda organik, itu adalah payung.


Sebuah payung muncul dan berperan sebagai perisai bagi si perempuan.


"Bah! Jika hanya segini sih, mudah saja!" Eduardo tidak menyerah, ia berniat menghujani payung perisai itu dengan tinjunya.


Namun, sebelum Eduardo melayangkan tinjunya, payung di hadapannya terbuka, menampilkan wajah laki-laki dengan pipi menggembung.


"Hah?"


Ketika mulut laki-laki itu terbuka, api keluar dari dalam mulutnya, Eduardo terkena langsung api tersebut.


"Akhhhh, panas!" Eduardo langsung mundur sebelum lebih parah lagi.


Eduardo tidak terkena api itu lama, tapi ia terkena langsung api itu, wajahnya sedikit gosong, bajunya setengah hancur terbakar, dan tangannya menderita luka bakar ringan.


"Hahhhh... Sepertinya ini perlu usaha yang lumayan, tapi sepertinya akan seru."


Kretek


Sekali lagi, Eduardo menggertakkan lehernya sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2