
Petugas dengan sigap menangkap semua preman di lokasi kejadian tersebut tak luput juga Roni dan kawanannya ,
Melihat sosok gadis muda yang turun dari mobil patroli yang berada di tengah tengah mobil yang lainnya dia tentu saja mengingat gadis yang tasnya di copet tadi.. Udin menjadi mengerti itulah sebab para petugas tidak menyentuhnya sedari tadi.
" Syukurlah aku tidak harus bersusah payah menjelaskan semuanya " gumam Udin perlahan hendak melangkah pergi.
" Tunggu...!! " Suara lembut menghentikan langkah Udin , lantas dia berbalik mencari sumber suara tersebut.
nampak gadis muda berpakaian modis itu berjalan cepat kearahnya.
" Apa Kamu baik baik saja ..? " Ucapnya sambil melihat seluruh tubuh Udin dengan mata beningnya dari bawah ke atas penuh kekhawatiran.
" Tadi saat akau melihatmu mengejar pencopet tasku aku melihatmu di kepung preman ... aku berusaha secepatnya mencari petugas keamanan setempat untuk membantumu.." sambungnya..
" Ya aku baik baik saja nona maaf... aku tidak bisa berlama lama di sini, pencopet itu sudah di tangani petugas sedangkan tasmu ada pada mereka.. aku tidak ingin terlambat membeli tiket .." jawabku sembari berbalik hendak kembali ke terminal.
" Terimakasih mas...namaku Winda lestari ...panggil saja winda.." Ucapnya sambil menjulurkan tangannya.
" Udin .." jawabku singkat menyabut jabat tangan mungil milik gadis itu.
" Sebenarnya aku ingin menjamumu minum kopi atau soft drink sebagai ungkapan Terimakasih atas bantuanmu tapi aku harus menjadi saksi di kepolisian setelah ini ..." ucap winda nampak tidak enak hati.
Hanya kata kata itu yang bisa terfikirkan di benak winda saat ini,terbersit keinginan untuk memberikan pemuda itu uang ,tak banyak uang yang dia punya tetapi cukup pantas sebagai ucapan terimakasih, bagaimanapun saat ini tasnya sedang berada di tangan para petugas.
" Tidak perlu sungkan..kebetulan saja aku melihat kamu membutuhkan bantuan, jadi aku membantumu semampuku ... tidak ada niat untuk imbalan.." imbuhku santai menenangkan diri ,seumur hidupku mana pernah ada gadis yang menawarkan diri untuk menemaniku bersantai minum kopi.
" Bolehkah aku meminta nomormu yang bisa di hubungi..? " Ucap winda ragu ragu menyodorkan ponselnya mengisyaratkan agar Udin mengetik nomor di sana,kartu namanya tentu saja ada di dalam tas yang tidak ada di tangannya saat ini.
Udin yang tidak ingin berlama lama di sana langsung saja mengambil ponsel milik winda lantas mengetikkan nomornya,tidak lupa menulis nama lengkapnya UDIN MUNA ( nama yang menurutnya sangat keren ) lalu menyimpannya di buku telfon.
" Aku pergi dulu " jawabku datar segera beranjak dari tempat itu menuju terminal untuk membeli tiket kapal penyeberangan ke Badung.
" Sekali lagi...Terimakasih.. " ucap winda sambil menekan tanda panggil handphonenya berniat untuk mienghububgi nomor yang tertera nama udin di sana ,untuk memastikan Udin menyimpan nomornya..
" aku sudah misscall ke nomormu tetapi sepertinya tidak aktif , aku harap nanti kamu bisa menyimpannya ..! " winda bersuara sedikit keras karna saat ini udin sudah berjalan menjauh darinya.
Udin melambailan satu tangannya tanda mengiyakan apa yang di katakan winda ..
" Sialan lagi lagi aku lupa membeli handphone baru yang gak doyan ngambek karna berpisah dari cargernya.." dengusku malu.." untung saja aku sudah jauh darinya.."
"Diiing...!!"
" Selamat Tuan menyelesaikan misi tersembunyi ...! "
" Up date System ." .
" Data Pemilik.."
__ADS_1
" Nama : UDIN MUNA ( Level 01 ) "
" Umur : 21 Tahun "
" Modal : 201.002.000 Rp.
" Skill : ** Ahli semua Bisnis
** Ahli pencak silat Kuno
** Master tenaga dalam tingkat puncak
System x : pencabut sukma
" Point : 199 ion "
" Keberkahan : 10"
" Toko : Terbuka ( Bumi)
" Harta : 80% saham PT Djuram
: vila taman indah residen.
" kotak Kejutan: 2**
" System pilihkan aku sebuah HP yang kamu rasa cocok denganku Belilah dari toko System dengan Rp "
" Baik Tuan .."
" Biiiip.... System sudah memilih Hp cowok dengan Tuan.."
" Saldo Rp 150.002.000 "
" buseeehhh... Hp mahal banget " batin udin... Tapi baginya sekarang uang bukan masalah besar lagi.
Udin segera merogoh saku celananya mengeluarkan sebuah HP berwarna silver metalik berbodi tipis tersebut , lantas mencari tempat duduk di bawah sebuah pohon rindang yang terletak tidak jauh dari pintu masuk terminal.
" spec yang luar biasa .." ucap Udin setelah mempelajari kemampuan dan kinerja prosesor Ponsel pintar tersebut sembari memperhatikan logo mungil bergambar Duren terbelah di belakangnya...keningnya mengerenyit bukannya Hp terbaik yang beredar sekarang logonya bergambar Apel digigit ..? :
" Tuan memang benar Logo itu memang terkenal si sunia tuan tetapi di dunia System itu termasuk ponsel yang kurang mumpuni..,bukannya Tuan Tidak suka harus mencarger posel setiap hari..? "
" karna itu System telah memilih ponsel khusus buat Tuan dengan memory tak terbatas serta keunggulan lainnya juga bisa mencarger otomatis dengan menyerap cahaya , baik cahaya matahari ataupun bulan. "
" ah... sangat menarik ..aku rasa itu sepadan dengan harganya " ucapku berterima kasih dengan tulus kepada System.
" Tenang saja Tuan,System sangat memahami kemampuan keuangan Tuan yang miskin dan kapasitas otak terbatas ,System tentu saja memilih tipe termudah untuk di mengerti apalagi itu juga ponsel termurah dari toko System.."
__ADS_1
" kamu.....!!! kamu... !!! " udin tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menumpahkan kekesalannya kepada System..dia yakin tidak sebodoh itu... tapi ...ah entahlah...."
setelah menatap cukup lama layar ponselnya kemudian dia memutuskan membeli tiket secara online saja.
" Ahh... semua tiket penyeberangan laut menuju ke Badung sudah habis ,mau tidak mau aku hanya bisa menggunakan pesawat " keluhnya ...bagaimanapun ini pertama kalinya dia akan menaiki pesawat,ada berbagai macam perasaan berkecamuk di kepalanya saat ini.
" Beres... tinggal mencari toko terdekat untuk membeli beberapa potong baju dan beberapa barang lainnya untuk merubah penampilan supaya bisa terlihat sedikit rapi.." gumam Udin lalu menyetop taksi yg kebetulan lewat di depannya.
" Tolong antar ke mall terdekat bang... " pinta udin sopan kepada sopir taksi tersebut.
" Baik mas... " jawab sopir taksi itu tak kalah sopan.
hanya butuh waktu lima belas menitan taksi itu sudah sampai di sebuah mall besar yang Terpampang papan nama besar yang megah " Mall Sangkareang " ,udin melangkah masuk ke area dalam mall yang luas tentu saja setelah dia membayar ongkos taksi yang dia naiki tadi.
tidak membuang waktu dia berjalan ke sebuah outlet baju yang tidak jauh dari sana lalu masuk dan memilih beberapa potong pakaian dan celana yang menurutnya cocok untuk di kenakan.
tidak ada yang memandangnya dengan remeh karna pakaian sederhana yang dia kenakan saat ini,
" manager toko itu rupanya mendidik pegawai mereka dengan baik " udin membatin sambil terus melihat lihat apa ada yang dia sukai.
padahal tadi sebelum masuk ke dalam mall dia membayangkan seperti cerita cerita di novel yang ia baca akan ada yang merendahkan kemudian dengan keberadaan System tentu saja Udin akan memberikannya pelajaran setimpal hingga bersujud di kakinya...Lalu dia akan berkenalan dengan beberapa orang gadis cantik yang mengaguminya lalu......lalu...
" Sudah lah Tuan...tidak baik menghayal sambil berjalan...kasihan pramuniaga di belakang tuan ... sedari tadi membantu membawa baju baju yang Tuan pilih.."
" Sialan....lagi lagi kamu mengusikku...padahal sedikit lagi hayalan itu akan berkembang menjadi bayangan bayangan indah ... " ucap Udin memberengut di dalam hati.
Udin menatap pramuniaga itu ... cantik mungkin kata yang cocok untuknya.. kulitnya yang putih dengan rambut lurus sebahu membuat tampilannya makin manis...
" Su...su..sudah semuanya mas..? " tanya gadis pelayan toko itu agak gugup, bagaimanapun menurutnya tatapan mata Udin itu seakan akan ingin memangsanya hidup hidup...guna menghindari tatapan itu dia lantas menundukkan kepalanya pura pura melihat baju dan celana yang ia bawa di tangannya.
Udin yang melihat itu merasa bahwa gadis itu menunduk tertipu malu karna berada dekat dengannya.
" Ha.. ha.. pesonaku rupanya sudah menguasainya..." dengan perasaan bangga udin kembali berjalan ke arah rak rak jaket yang berada di depannya.
" Maaf...mas...boleh tanya nggak..." gadis pelayan itu membuka suara membuat Udin batal melangkah lalu berbalik melihat ke arah gadis itu.
" Apakah dia tidak sabaran ingin segera meminta nomor ponselku...? " batin udin penasaran.
" Iya Dik ... kamu mau tanya apa...? " Ucap Udin mengganti panggilannya kepada gadis pelayan toko tersebut...tidak lupa memasang wajah cool khas para play boy yang di tontonnya di TV.
" Anu...mas... maaf ... apa mas membeli baju sebanyak ini untuk mas jual lagi..? "
" kalu mas beli di toko perpotong seperti ini mas ga akan dapat untung banyak..,saya punya beberapa kenalan yang menjual pakain grosiran harganya tentu lebih murah , dengan itu mas pasti bisa dapat untung lebih banyak...apalagi modelnya up to date .." sambung gadis itu lugu memberi saran yang menurutnya paling baik untuk Udin.
" Ha...ha...ha...ha... !!!"
terdengar suara System keras menambah beban batin yang sedang melandanya seketika mukanya memerah menahan Malu..
__ADS_1
"