System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Khodam Buto ijo


__ADS_3

memasuki sebuah gerbang besar diapit dua pos keamanan di kedua sisinya membuat Villa itu nampak gagah , hanya saja belum ada satpam yang bertugas di sana Udin sudah menyerahkan tugas untuk mencari dan memilah orang orang yang akan di pekerjakan di Villa itu pada siska sekertaris om Darman , berlahan Udin Berjalan memasuki sebuah bangunan artistik berlantai 3 menggunakan kartu kunci yang di bawanya..


Bangunan Villa itu mengadaptasi desain Italia klasik mirip kastil kastil dari Eropa,


Memiliki halaman cantik yang dikelilingi oleh pohon palem Canary Island setinggi 40 kaki yang subur. Bahkan ada garasi yang bisa memuat 30 mobil. Dengan lahan parkir sebesar itu, tidak heran jika rumah ini memiliki begitu banyak area berkumpul yang luas dan formal untuk menyambut tamu.


Secara total, rumah tersebut terdiri dari 13 kamar tidur, 17 kamar mandi lengkap, dan 8 kamar mandi untuk pelayan dan Pekerja ,Detail desainnya meliputi, lantai marmer dan batu, pintu melengkung, dan banyak perapian.


Fasilitas luar ruangan termasuk jalan setapak di sekitar perimeter perkebunan, kolam renang ukuran resor, jacuzzi, rumah biliar, dan lapangan tenis dengan pencahayaan malam hari. Terdapat juga tiga paviliun untuk tamu yang terpisah dari rumah utama.


" Tak kusangka Villa ini sangat besar , akan butuh cukup banyak orang untuk merawat Villa ini..


tak banyak orang atau sahabat yang ku kenal dan bisa di percaya untuk itu " Batin Udin setelah berkeliling melihat susana luar dan dalam Villa secara sekilas saja ,akan butuh waktu berjam jam untuk mengitari Villa itu dengn berjalan kaki.


Dari lantai dua Udin mengarahkan pandangannya pada sosok Meilin yang duduk di sebuah Sofa besar yang ada diruang tamu di lantai satu ,


" Aku hampir lupa gadis itu di sini... apa dia bisa membantuku mengatur urusan ini , apalagi dia terlahir Dari keluarga besar , pasti punya banyak relasi untuk itu."


Udin bergegas turun menemui meilin yang saat itu masih terkagum kagum melihat dekorasi Villa itu.


" Villa yang indah , Lebih indah dari apa yang kubaca di internet " gumam Meilin tak henti hentinya mengagumi Villa taman indah milik Udin.


Dibandingkan dengan Rumah keluarganya Vila itu jauh lebih besar dan megah , pasti sangat nyaman dan menyenangkan bisa tinggal di Villa ini apalagi bersama Udin yang sangat di kagumiya.


" Meilin..."


Lamunan meilin buyar saat terdengar suara Udin memanggil namanya.


" Eh... ya Tuan ada apa memanggilku..." jawab meilin berdiri dari duduknya.


" pertama tama...jangan memanggiku Tuan...panggil nama saja , ada beberapa hala yang ingin kukatakan.."


" i..iya ....Mas..." Meilin memutuskan dengan cepat untuk memanggil Udin dengan sebutan itu , Tak sopan menurutnya memanggil nama secara langsung.


" katakan apa yang mas inginkan..."


Sembari ikut duduk saat melihat Udin sudah duduk di hadapannya.


setelah berfikir beberapa saat udin lalu berkata


" Apa kamu mengenal seseorang yang bisa di percaya untuk membantuku merawat Villa ini , aku sudah meminta bantuan sekertaris om Darman kurasa dia akan sedikit kerepotan melihat banyaknya pekerja yang di butuhkan untuk Villa ini "


ucap Udin sembari mengarahkan pandangannya ke arah lain , berdua saja dengan Meilin di sini membuat fikiran mesumnya kembali merasuk.


Meilin yang sedikit mengerti perilaku Udin saat bersamanya tidak menganggap itu sebuah keangkuhan dia masih mengingat apa yang terjadi saat bersentuhan dengan Udin waktu itu.


" Aku bisa meminta bantuan kakekku untuk itu , untuk petugas keamanan keluarga kami memiliki Padepokan yang cukup besar ,kurasa mereka bisa di tugaskan untuk berjaga di sini.."


Mendengar apa yang dikatakan Meilin Udin akhirnya merasa sedikit Lega.Setidaknya setelah mendengar petugas keamanan yang terlatih dengan baik.


" Kamu jangan hawatir masalah biaya , Dan untuk murid padepokan yang akan dikirim kesini aku sendiri juga akan melatih mereka beberapa jurus yang aku yakin akan meningkatkan skill mereka.."


Ujar Udin Berjanji ,menurutnya sudah sepantasnya membalas kebaikan mereka yang membantunya ,apalagi sebentar lagi keluarganya akan tinggal di sini.

__ADS_1


Mendengar apa yng Udin katakan mata Meilin berbinar ...keinginannya untuk berlatih dengan Udin terbuka lebar di hadapannya.


" Mas jangan hawatir segera aku akan memberi tahu kakek hal ini.." Winda segera mengeluarkan ponselnya bermaksud menghubungi kakeknya ,hal itu urung di lakukannya saat udin yang terdiam cukup lama berkata.


" Satu lagi hal penting yang ingin kukatakan untukkmu..."


Udin merasa sudah tidak perlu lagi merahasiakan keadaan Dirinya dengan Meilin yang selalu membebaninya.


setidaknya dengan mengungkapkan hal itu bisa membuat Meilin bisa menjaga jarak darinya sampai ia bisa menemukan Cara lain untuk mengurangi Efek dari Aura Dewi teicu yang selalu dirasakannya juga menjelaskan dengan rinci tentang apa itu Kutivasi ganda .


" Entah apa yang kukatakan padamu tadi akan membuatmu percaya atau malah membuatmu berfikir sebaliknya....aku hanya ingin kamu tahu ada apa di balik sikapku padamu.."


Ada sedikit perasaan lega di hati Udin saat selesai menjabarkan hal itu.


Meilin sendiri nampak tertunduk, Apa yang dikatakan Udin sebenarnya sudah tidak asing lagi baginya , Dulu Kakek maupun gurunya Empu tantular memang pernah mengatakan Itu bahkan penjelasannya persis sama dengan apa yang di katakan Udin , Dia akhirnya mengerti apa yang terjadi padanya saat bersentuhan denga Udin.


Wajah Meilin merona merah membayangkan hal hal Itu. Dadanya berdebar saat Udin menjelaskan tentang Kutivasi ganda bagaimanapun sampai saat ini dia masih seorang gadis suci.


" tak ada maksud apapun dari apa ynaqg kukatakan padamu tadi ,aku hanya ingin kamu Bisa menjaga jarak dariku sampai kutemukan cara untuk mengatasi itu " sambung Udin menekankan kata katanya


" Mas jangan hawatir Guru pernah mengatakan hal itu padaku dulu... aku tidak menganggap kamu punya maksud lain.." Ucap Meilin masih dengan wajah tertunduk..entah mengapa tidak ada rasa takut atau hawatir pada Udin kalau saja suatu saat pemuda itu tidak bisa menahan dirinya lagi.


menurutnya dengan Udin menjelaskan terlebih dahulu menunjukkan pemuda itu tak pernah berniat jahat ataupun memanfaatkannya , bahkan jauh di lubuk hatinya mulai menyukai pemuda di hadapannya ,entah rasa suka yang seperti apa ,di sendiri tak tahu , susah dijelaskan untuk seseorang yang tidak pernah sekalipun berpacaran.


Setelah merasa cukup dengan apa yang di katakannya Udin beranjak menuju taman di halaman depan Villa , tak lama memasuki Villa tadi ia dapat merasakan begitu banyak hawa murni yang bisa di manfaatkan untuk mengisi energi Inti sejatinya yang berkurang setelah membantu empu suartaji beberapa waktu lalu.


Di pinggir sebuah danau kecil buatan ada sebuah Berugaq bertiang enam nampak cocok untuk di gunakan meditasi ,setelah sampai segera duduk bersila untuk bermeditasi.


Berugaq Sekepat, ialah rumah adat asli suku Sasak Lombok yang hingga saat ini dilestarikan.


Seiringnya perkembangan zaman, atap sebagian rumah adat ini terbuat dari genteng atau seng.


Berbentuk seperti panggung tanpa dinding, dan terdapat empat pilar yang terbuat dari kayu.


Lantai terbuat dari bambu, yang dianyam menggunakan tali pintal. Ukuran ruangan 8x3 meter.


Ada dua jenis berugaq ini, yaitu Berugaq Sekepat dengan empat pilar yang menyangga bangunan.


Jenis kedua, adalah Berugaq Sekenam dengan enam pilar yang menyangga bangunan.


Hampir 30 menit Udin bermeditasi mengisi tenaga murni inti sejatinya stelah dirasa cukup Udin berlahan membuka matanya , tubuhnya terasa segar dan penuh tenaga , fikirannya kembali jernih .


Udin membuka panel tampilan System memperhatikan setiap item dengan seksama dan menemukan 2 kotak Kejutan yang belum dia buka.


" System buka semua kotak Kejutan Untukku " perintah Udin Kepada System


" Ding...! membuka 2 kotak Kejutan.. "


" Selamat Tuan mendapatkan Khodam pelindung Buto Ijo "


" Selamat Tuan 5 droid pelayan Pribadi dan satu kartu peningkatan Level "


Tak berfikir lama Udin memerintahkan System untuk menaikkan levelnya.

__ADS_1


" naikkan level dan update System " Ucapnya pelan..


" Baik Tuan..." jawab System Terdengar.


" Selamat Tuan berhasil menaikkan Level "


Up date System ." .


" Data Pemilik.."


" Nama : UDIN MUNA ( Level 07 ) "


" Umur : 21 Tahun "


" Modal : Tidak terbatas


" Skill : ** Ahli semua Bisnis. "


             ** Ahli pencak silat Kuno.


             ** Master tenaga dalam tingkat Fana ( penguasaan 8 cakra )


                          ** Tabib Kuno tingkat dewa."


System x : pencabut sukma Tingkat Tinggi "


" Point : 1.600.000.ion "


" Keberkahan : 15 "


" Toko : Terbuka ( Langit ) "


" Harta : 80% saham PT Djuram "


             : vila taman indah residen."


                           : 100% kepemilikan PT surya indah


                           : 60 % saham ExxonMobil


"Kotak Kejutan: (0 ) ( Kartu ajaib skill acak ( 0 )


                                 ** Misi Kejutan ( selesai )


" Senjata : Keris mistis tingkat Dewa "


                            : Khodam Buto Ijo "


" Blaaar...!!! "


terdengar ledakan Keras saat Level Udin Naik , Kali ini tidak terasa hawa panas yang membakar sebaliknya Hembusan Angin yang kencang mengitari Berugak membuat bangunan kecil itu berderak keras atapnya bertentangan kesegalq arah ,Pakaian yang Udin kenakan nampak Compang camping robek di hampir seluruh bagian tubuhnya.menonjolkan otot dan dada bidangnya yang membesar menyerupai otot seorang binaragawan.


" Lain kali aku tidak akan menaikkan level di tempat terbuka lagi " Ucap Udin saat melihat keadaannya saat ini yang nampak sangat memprihatinkan, lebih mirip dengan orang baru saja di sambar petir seperti di filem filem televisi hanya saja tidak ada bekas hitam habis terbakar.

__ADS_1


" Siapa Kalian..!!! "


Terdengar teriakan melengking Meilin di belakang Udin .


__ADS_2