System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Apa yang terjadi padaku...?


__ADS_3

" Apa Kalian saling mengenal...?" Baskara yang melihat Adiknya memanggil nama penyelamatnya terheran heran ,dia sendiri belum sempat menanyakan nama pemuda itu.


" Tentu saja ..dia pemuda yang kuceritakan Padamu dan kakek yang telah menyelamatkanku dari Si tua bejad itu..." Jawab Meilin yang segera berdiri mendekati Udin ,Melepaskan Baskara yang tadi akan di papahnya untuk berdiri..


" Ah...! "


 Baskara yang kembali jatuh terduduk memelototi Adiknya yang tiba tiba saja tidak memerdulikannya..


Meilin yang menyadari tindakannya Kembali meraih tangan Baskara untuk membantunya Berdiri , Baskara tentu Mengingat Kalau Adiknya pernah bercerita dengan penuh pemujaan tentang kehebatan Udin di hadapan dia dan Anto kusumo kakeknya , Bahkan Bercita cita menjadikan pemuda itu Gurunya ,Anehnya lagi Kakekknya mendukung keinginan cucunya itu.


Setelah bertemu Udin secara langsung saat ini Baskara sedikit mengerti sebab Adiknya begitu antusias saat membicarakannya.


" Akhirnya ada juga yang Bisa Menahlukkan si Penggila kanuragan ini " Batin Baskara menatap mata berbinar Meilin yang tak lepas menatap Udin di depannya.


Udin sendiri saat ini melihat tatapan bening Gadis yang tak lepas melihatnya menggaruk kepalanya menutupi kegelisahan yang mulai menyeruak di hatinya. Aroma wangi menyeruak di hidungnya Aura penuh Gairah Dari gadis cantik di hadapannya sedikit demi sedikit mulai mempengaruhi Jiwanya.


Suasana Ambigu itu akhirnya terpecah saat Jendral ruslan datang menepuk pundak Udin..


" Terimakasih Untuk semuanya , Om bisa kan meminta sedikit waktumu untuk menanyakan beberapa Pertanyaan yang akan di catat ajudanku untuk Bahan laporkan kepada atasanku.


" Tentu saja " jawab udin segera mengikuti Arah yang di tunjukkan Jendral ruslan kepadanya ,ia tidak ingin berlama lama berdekatan dengan Meilin saat ini , hawatir Fikiran mesum yang melintas di hatinya di baca oleh kakak beradik tersebut.


" System sebaiknya kamu menemukan Cara secepatnya untuk membantuku bisa menahan Keinginan yang susah di kontrol ini " Batin Udin memerintah System untuk membantunya.


sambil terus berjalan menjauh dari Meilin yang di tahan Baskara ketika hendak mengikuti Udin.

__ADS_1


" Jangan ganggu Jendral ruslan menyelesaikan pekerjaannya, ini berkaitan dengan rahasia Negara ,.." Ucapnya tegas , Yang membuat Meilin mengangguk mengiyakan.


" Tuan bisa meminum Pil tidur atau membaca Mantra meditasi untuk menekan itu.." jawab System singkat , Udin mengerti apa yang di sampaikan System padanya.


Jendral ruslan yang telah selesai memeriksa TKP mengerenyit ngeri melihat cara Udin membunuh sekelompok tentara penyusup itu ,apalagi melihat kerusakan yang di timbulkannya , 2 tiang listrik dari beton Besar nampak Ikut terpotong menjadi dua bagian Potongan itu halus menunjukkan ketajaman benda yang memotongnya.


Walaupun Jendral muda itu sudah sering melalui peperangan yang berat ,Apa yang ada di hadapannya sekarang tetap saja membuat Hatinya bergetar.


Tempat itu saat ini di Penuhi pasukan militer yang berjaga jaga ,sebagian dari mereka membuat Blokade pengamanan di sekelilingnya.. tidak memperbolehkan masyarakat sipil untuk masuk ataupun keluar . sama halnya apa yang di alami Warso sopir Travel yang membawa Udin yang sudah tersadar di Tenda Medis Darurat Milik militer yang di dirikan di sana.


Fajar nampak menyingsing saat Udin selesai memberikan keterangannya kemudian Melambaikan Tangannya kearah Sarwo yang sedang menikmati secangkir kopi hangat di tangannya.


" Bapak baik baik saja kan....? Apa masih mau melanjutkan perjalanan ke Jatim denganku..? " tanya Udin ingin memastikan Kondisi Sarwo...


Tentunya Jendral ruslan sudah menawarkan diri untuk mengatarnya menggunakan helikopter militer untuk mempersingkat Waktunya ke jatim ,akan menghebohkan jika kedatangannya menemui om dirman di kantornya menggunakan transportasi itu..dia tak menyukai keramaian jadi memilih tetap menggunakan mobil travel saja.


" Baiklah kita berangkat sekarang " Udin segera menaiki minbus tersebut setelah berpamitan dengan Jendral ruslan dan Baskoro yang berdiri mengantarnya ,dia tidak menanyakan keberadaan Meilin yang tidak terlihat berada di antar mereka.


10 menit kemudian perjalanan itu di hentikan oleh sebuah Limousine yang menempel memberi Sarwo yang mengemudi untuk menepi, Udin yang tengah asik memainkan ponsel di tangannya mengangkat wajahnya begitu melihat seorang Gadis yang tak lain adalah Meilin turun dan mengetuk pintu penumpang minibus itu.


" Mobilku kehabisan bensin...bolehkah aku ikut Bersamamu ..? " Alasan yang aneh tentunya ,tetapi hanya itu yang bisa di temukan Meilin saat ini.. Dia tidak Ingin kehilangan Udin lagi ,Andai saja ponselnya Tidak Di sita ayahnya ,setelah ayahnya mendengar Kabqr hampir di culiknya Meilin saat keluar rumah secara diam diam dengan beberapa pengawal pribadinya tentunya dia sudah menelepon Udin sebelumnya.


Hari ini akhirnya dia bisa keluar atas ijin kakeknya yang paling menyayanginya, bertekad untuk Berguru Pada Udin.


Udin Tak bisa menolak keinginan Meilin hanya bisa mengangguk pasrah..

__ADS_1


" System Berikan Aku pil Tidur sekarang juga.."


Perintah Udin yang tak sabaran ..


" Apa Tuan akan memberikan pada Gadis itu sepertinya bila tuan menginginnkannya dia tidak akan menolak tuan...atau obat itu untuk Tuan sendiri.." goda System..bermain kata kata..


" Sialan .....! tentu saja Untukku..." Memejamkan matanya berusaha mengalihkan pikirannya mengingat ingat hal lain ,tetapi sebaliknya malah wajah Winda yang tersenyum menggodanya muncul di benaknya.


" setelah meminum Sebuah pil berwarna hitam sebesar bijih kedelai Udin merasa kantuk mulai mendatanginya ,Pil itu memang manjur ...hanya 1 menit kemudian Udin sudah tertidur pulas.


Meilin yang memperhatikan tindak tanduk Udin sedari awal tidak merasa ada yang aneh..


" Mungkin saja Guru sedang kelelahan hingga terlelap begitu cepat " Ucapnya lalu meraih sebuah selimut untuk menutupi badan Calon guru masa depannya.


" Ada apa dengan diriku ..." Meilin menenangkan gejolak di dadanya waktu secara tak sengaja menyentuh lengan Udin ketika memakaikan selimut tadi..


" Sensasi apa ini ..hanya dengan menyentuhnya Kedua titik cakraku bergejolak... ada sensasi aneh muncul dari panggul kebawah bersamaan dengan itu..." Meilin sesaat menenangkan Nafasnya yang tiba tiba memburu.Dia tidak menyadari bahwa Darah Dewi TEICU yang mengalir di tubuhnya mengenali Aura mahkota yang terpancar pada Udin saat mereka bersentuhan.


Untuk meyakinkan dirinya Meilin dengan berlahan menyentuh kening Udin berharap Udin tidak Terbangun oleh tindakannya itu.


Di Saat tangannya menyentuh kening itu perasaan yang sama kembali terulang... titik cakranya kembali bergetar dan menebal , dari tubuh Udin terpancar Aura emas yang mengalir melalui tangannya menuju Titik cakra yang berada tiga jari bawah Pusarnya . sensasi yang belum pernah ia rasakan menggelora memacu detak jantungnya menimbulkan hawa hangat di tubuhnya,


Meilin segera menarik kembali tangannya saat merasa Ada sesuatu yang basah di Bawah tubuhnya..


" Apa....apa... yang terjadi padaku...?" pertanyaan yang tak mampu ia jawab itu berulang ia gumamkan...Merapatkan kedua kakinya berusaha memendam gejolak di dadanya.

__ADS_1


__ADS_2