System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Menginap...


__ADS_3

" Kamu baik baik saja...?"


Udin melirik Sera yang masih terdiam di sebelahnya .


" Aku baik baik saja , aku takut banyak bergerak nanti akan membangunkanku dari mimpi ini "


jawab Sera dengan Polosnya ,mendengar itu Udin tak bisa menahan tawanya ..suara keras tergelak lepas sampai mengejutkan Sera yang berada di sisi Udin.


Setelah Puas tertawa Udin mendorong lembut jari telunjukknya kekening Sera seraya berkata.


" Kamu gadis yang Baik , Aku berharap kelak saat pertemuan kita lagi kamu sudah menjadi sukses..Tetap pada keyakinanmu yang sekarang , tidak ada yang tidak bisa kamu raih di dunia ini.."


Belum sempat Sera mencerna apa yang dikatakan Udin ,Ponsel di tangannya sudah berpindah ke genggaman Udin yang sedang mengetikkan angka angka di sana.


" Hubungi aku jika kamu mengalami kesulitan.."


Ucap Udin mengembalikan ponsel Sera lalu melajukan mobil yang tadi sempat menepi dan tak berkata apa apa lagi.


Beberapa menit berlalu Udin sampai di depan Showroom bugatti ,nampak Lardo berdiri menunggu dengan beberapa lembar surat surat pembelian yang perlu di tandatangani Udin di genggaman tangannya.


" Tuan Hanya perlu menandatangani berkas ini maka semuanya akan beres ."


Lardo membungkuk hormat seraya mengangsurkan berkas dan kartu Black card milik udin yang kemudian diterima dan ditandatangani Udin setelah memeriksa beberapa poit point penting di sana.


" Aku tidak menyukai potongan 10% dari pembelian ini Lain kali kalau aku berbelanja di sini Ingat untuk tidak melakukan itu "


Ucap Udin tegas menyerahkan sebuah Kartu berwarna emas kepada Lardo.


" kalau aku tidak salah ingat di sana masi ada 10 miliar ,Kalau bosmu memaksa dan tidak mau menerima itu ,kamu bisa memberikannya Pada Sera, Dia staf yang baik untuk kalian satu hal lagi Mobil yang kupakai kesini tolong kalian antarkan ke Villa taman indah " lanjut Udin menyerahkan kunci mobil Om Darman kemudian melangkah memasuki mobilnya .


Terbengong beberapa saat Lardo yang tersadar setelah kepergian Udin segera membungkuk Hormat kearah kepergian Udin Tadi.


" Sera ...Bisa ikut aku keruanganku " ucap Lardo , nampak perubahan sikap dan nada bicaranya saat ini ,permintaan tadi lebih seperti memohon agar sera mau mengikutinya.

__ADS_1


" Mana ada orang kaya biasa yang mengatakan tidak ingat 10 miliar di Kartu banknya " fikir Lardo melangkah masuk ke dalam Showroom yang di kelolanya , benar kata Bosnya pemilik kartu super itu bukanlah Orang Normal.


Satu jam berselang Udin sudah memacu mobil sportnya di jalan tol menuju Semarang , ternyata penyandang mo il tercepat di dunia memang bukan isapan jempol , dengan kecepatan 250 km per jam pun Mobil itu masih sangat stabil.


Waktu tempuh 3 jam lebih itu hanya di tempuh 1,5 jam saja oleh nya , Sesaat setelah menyusuri jalanan kota semarang yang sibuk dengan lalu lalang kendaraan berbagai bentuk , Udin terus


 mengikuti Map lokasi terkini yang di kirim oleh Usman melalui aplikasi Hijau di ponselnya.


Di sebuah Loby Hotel bintang lima di tengah kota semarang Mobil sport yang di kendarai Udin berlahan berhenti ,tak hayal kehadiran Mobil mewah itu memancing banyak mata kearahnya.


" Selamat datang Di hotel Kemangi .." Sapa Sopan staf hotel yang bertugas menerima tamu membukakan pintu Mobil untuk Udin , Udin tersenyum sopan seraya menyerahkan Kunci mobilnya kepada seorang petugas walet yang berdiri mematung ,matanya tak lepas dari Mobil sport di hadapannya dalam fikirannya hanya ada satu kata ( kesempatan mengendarai mobil Sport seperti itu hanya datang sekali seumur hidupnya ).


" Tolong antar aku ke Lounge Hotel , aku Akan menunggu temanku di sana " Pinta Udin dengan Sopan .


" Baik Tuan silahkan Ikuti saya... "


Hampir 30 menit Udin duduk dengan santainya menikmati segelas kopi Hitam merek lokal yang di sukainya ,dengan beberapa jenis kue dan camilan yang asal di tunjuknya tadi , pada akhirnya Kue dan camilan itu di cicipinya sedikit dan tidak di sentuhan lagi , terlalu manis atau berasa asing di lidahnya .


" lemper dan gorengan jauh lebih nikmat menemani minum kopi hitam ini " Batin Udin yang saat ini mulai yeringat dan merindukan Winda yang sangat mengerti selera lidah kampungnya , ia meraih ponselnya untuk menghubungi Gadis yang Mulai mengisi Hatinya.


" Cieee...yang lagi ayang ayangan.." suara siska terdengar menggoda di sebrang sana..Ingin Rasanya Udin menghilang dan tiba di depan anak itu Memberinya peajaran dengan menyentil keningnya .


Tak lama terdengar Suara yang dirindukannya .


" Maaf mas tadi Siska merebut Ponsel ku.."


" Kok Mas...? " Potong Udin dengan Nada Di buat buat Manja. Membayangkan Wajah siska yang Merona merah menahan Malu .


" Eh... anu.. ( S a y a n g ).. " Terdengar suara Berbisik Winda ...Yang di sambut siska Dengan Gelak tawa...Tak urung Udin juga Merasa terhibur mendengar Gadisnya yang sedang di olok olok adiknya .


" Baru saja aku akan mengabarimu kepulanganku ke Matrm menemui Siska..tapi ...."


" Ia sayang... Aku percaya Padamu.. Aku juga baru sampai di semarang untuk menemui Usman yang pernah ku ceritakan Padamu " Potong Udin mengabarkan dirinya terlebih Dahulu , entah kenapa hanya dengan mendengar suara Gadis itu Udin merasa hatinya nyaman...

__ADS_1


" Syukurlah sayang , Lalu kapan kamu kembali..? " jawab Winda masih dengan suara Berbisik, Ada getar kerinduan di nada suara itu yang juga di rasakan Udin.


" Baru Dua hari loh sayang...kamu udah Kangen lagi ..ap yang kemarin.... ? " Udin sengaja menggantung kata katanya karna yakin siska adalah pencuri dengar yang baik .


" Eh...Bu...Bukan itu maksudku sayang..Banyak laporan Perusahaan Yang ingin kusampaikan Padamu secara langsung.." Jawab siska Berusaha Meluruskan maksud pertanyaannya Tadi , Siapapun akan mengerti apa maksud dari perbincangan Dua Insan yang sedang di kanda asmara itu, Tak terkecuali siska yang berlahan beranjak pergi meninggalkan Kakaknya .


" Baik sayang..setelah Urusanku di sini selesai aku akan mendatangimu secepatnya...lalu kita...Ak... " Ucapn Udin terpotong oleh sebuah nada panggilan Tunggu Dari Usman masuk di Ponselnya.


" Usman menelepon ku , Kamu baik baik di sana ..kabari aku jika ada hal yang mendesak " sambung Udin menjelaskan perihal ada nada panggilan lain yang masuk di era perbincangan mereka.


" Baik sayang Miss u... Much " Ucap Winda memutuskan panggilan tanpa menunggu Udin menjawabnya , Udin hanya mengulas senyum menanggapi kelakuan Gadis itu.


" Halo.. Bro Kamu sudah sampai di mana..? Meeting ku baru saja selesai.."


Terdengar Suara Usman saat Udin menerima Panggilannya.


Dari Tempatnya satu ini Udin bisa melihat sahabatnya itu nampak bergegas berjalan keluar dari Lift menuju Lobby hotel yang mengarah ke Pintu keluar .


" Bro Kamu terlihat lebih Kurus sekarang..." Jawab Udin menyunggingkan senyum melihat sahabatnya yang langsung menghentikan langkahnya lalu melihat ke segala arah mencari dirinya , Udin melambaikan tangannya memberitahukan keberadaannya.


Setelah Saling merangkul ,kedua sahabat itu Mulai Bercerita Banyak Hal Yang di laluinya beberapa Bulan belakangan ini , Begitu juga Udin yang berbagi beberapa pengalaman Lucunya membuat Gelak Tawa keduanya pecah , Tidak ada yang Berani Mengusik Usman yang mereka kenal Sebagai Pelanggan VIP dan pengusaha Muda yang Sukses di kota semarang Ini.


Dari apa yang Udin tangkap pada cerita Usman , Bisnisnya tampak Baik Baik saja ,Gal ini makin Membuatnya penasaran ,Gerangan ap yang membuat sahabatnya itu nampak Kurus dengan Kantung mata mengitam di kedua sisi wajahnya.


" Sepertinya Aku sedikit lelah ..Bolehkah aku menginap Di rumahmu Malam Ini..? " Ucap Udin seraya menggeliat kan badannya guna menunjukkan kelelahan Fisiknya , Udin sengaja memancing Usman setelah meyakini Sesuatu yang tidak beres mungkin saja berasal dari tempat itu.


" Kebetulan Aku adalah pelanggan VIP di hotel ini .. Kamu bisa Beristirahat di sini...jangan Hawatir semua aku yang traktir..." Jawab Usman semakin membuat Udin Yakin ada yang di sembunyikan Usman Darinya.


" Bro ...kamu sendiri tau aku Pemuda kampung yang Tak terbiasa Tidur di Tempat Mewah ... Yang ada Aku menghayal semalaman ,bukannya tidur..Tapi kalau kamu Ga ingin aku mengganggu Kehidupan Pribadimu gak apa apa... ( Udin melihat Jam tangannya kemudian berkata ) Masih ada Waktu untukku kembali Ke jatim Untuk istirahat di Rumah Om ku "


" Bu...Bukan itu Maksudku Bro...Tolong Jangan Salah Faham.. ( Menggaruk kepalanya ) Kamu adalah keluargaku satu satunya yang Kumiliki Seperti kataku dulu, milikku juga milikmu ,jadi jangan kembali Hari ini , Da banyak Hal yang ingin kubagi denganmu ... Jadi...."


" OK Bro...Deal malam Ini Aku menginap Di rumahmu " Potong Udin dengan senyum kemenangan di Bibirnya , Apapun yang Usman fikirkan tentang dirinya yang memaksakan kehendak padanya tak di gubris Udin , dia hanya ingin Saudara sepenanggungannya itu menjalani kehidupan ini dengan Baik .

__ADS_1


Usman menangguk meng iyakan Perkataan Udin barusan... Di dalam Hatinya ada sesuatu yang sangat mengganjal , Berharap malam ini sesuatu yang mengerikan dan meneror hidupnya setiap malam Tidak terjadi , Berlahan meraih Ponselnya mengirim sebuah pesan kesebuah Nomor tanpa nama.


Hal Itu tak luput dari perhatian Udin yang Pura pura menenggak Kopi dingin di gelasnya.


__ADS_2