
Gadis pelayan itu tiba tiba merasa ada yang salah dengan apa yang dia katakan barusan.
" Aku rasa cukup itu saja, pergi dan bungkus semuanya untukku.." jawab udin sambil memalingkan wajahnya ke arah lain..nada suaranya agak bergetar...dia tidak menyalahkan gadis baik itu...dia hanya tidak terima System menertawakannya tanpa dia bisa melawan..
" Baik mas..." gadis itu segera berbalik menuju ke arah kasir ,dia yakin dia tidak salah memberikan saran untuk costumernya , Dia semakin yakin karna dia tahu kalau pembeli membeli untuk dirinya sendiri mas mas tadi pasti akan mencobanya dulu di kamar ganti untuk memastikan ukurannya pas atau tidak.. tapi ini langsung minta di bungkus ,
" tentu saja dia akan menjualnya kembali di kios atau berkeliling kampung ke kampung , tapi kenapa modelnya ga ngikutin jaman ya..?" gumam gadis itu polos...sepolos hati udin saat ini.
kalau saja Udin mendengar apa yang dikatakan gadis itu entah apa yang akan dia lakukan kenyataan tidak seindah hayalannya.
tak lama kemudian udin menuju keruang ganti membawa celana dan baju yang lain untuk dia kenakan.. lalu bergegas kekasir..
" Totalnya 8.000.000 mas "
" pakai kartu saja " ujar Udin mengeluarkan Black card yang di siapakah System di sakunya, dia tidak ingin berlama lama di toko itu khawatir gadis pelayan tadi akan mendatanginya lagi lalu memberi saran yang merusak mood hayalannya.
Udin berniat mengganti sendal yang di kenakan dengan sepatu kets yang nyaman ... menenteng belanjaannya keluar lalu menoleh Kekiri kanan mencari toko sepatu ..
tiba tiba ada yang menepuk pundaknya .
" mas udin ..." Suara seorang gadis memanggil namanya..
" ehh...kamu ..! wiin...Winda kan..? " tanya Udin memastikan..
" Iya mas...Lagi belanja ya...? Aku fikir mas sudah berangkat "
" iya win..aku ga dapat tiket ...kehabisan..." jawab udin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Pasti ga kebagian tiket karna membantuku tadi ya..? " tanya winda merasa bersalah.
" nggak juga ... memang tiketnya saja yang terbatas..banyak juga kok yang gak kebagian.." ucap Udin Beralasan sambil tersenyum menenangkan hati winda .
" Oh Ya...sepertinya mas lagi nyari orang ya..? tadi aku lihat mad menoleh kesana kemari..? " tanya winda bermaksud membantu.
" He..he.. aku mas lagi nyari toko sepatu buat gantiin sendal butut ini " ujar Udin menunjuk alas kakinya.
" Kamu sendiri sedang mencari apa ? " Udin balik bertanya.
" Aku gak nyari apa apa mas... letak mall ini ga jauh dari bandara Cipto , bisa ditempuh sepuluh menit berjalan kaki , jam lima sore nanti aku mau menjemput Adikku di Bandara ,sekarang kan baru jam dua siang jadi disinilah aku sekarang " ucap winda ceria.
" Kalau soal tempat Belanja serahkan padaku mas...toko sepatu ada di lantai dua..ayo aku antarkan kesana " tanpa ragu winda menarik lengan udin agar mengikutinya menuju lantai dua.
__ADS_1
Tak berselang lama setelah membeli sepatu dan jam tangan mereka sudah duduk di sebuah restoran yang masih terletak di dalam kawasan mall Sangkareang.
" Jadi mas Ke Badung naik pesawat jam 6:00 ya.. nanti kita sama sama saja kesana " ucap winda yang ternyata supel dalam bergaul.
Udin hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Winda
" lalu bagaimana dengan urusanmu di kepolisian tadi...? " tanya Udin serius.
" Aku sudah memberikan kesaksian tinggal menunggu panggilan persidangan untuk menjadi saksi, Pak roni juga sedang menjalani tes kejiwaan beberapa hari kedepan tinggal menunggu hasilnya saja.." setelah terdiam sejenak winda melanjutkan perkataannya ..
" Entah apa penyebabnya dia bisa tiba tiba lumpuh padahal aku tahu betul ketika dulu menjadi sekretarisnya dia sehat sehat saja tidak memiliki penyakit berbahaya "
" Ternyata kamu sekertarisnya ...? lantas kenapa harus repot repot menyuruh orang mencuri tasmu..? " potong Udin tak mengerti.
" Aku mantan sekertarisnya mas... Aku mengundurkan diri beberapa bulan lalu setelah tanpa sengaja menemukan flash disck miliknya , di dalamnya tersimpan file file bukti korupsi proyek proyek besar ada juga beberapa video mesum yang di simpannya, yang membuat aku marah mas ...di video tersebut banyak wanita yang ternyata di perkosa lalu di bunuh oleh bayangan itu..!!! .Sudah berapa beberapa kali aku membuat laporan ke pihak berwajib lengkap dengan copy flash disck sebagai bukti tapi dia selalu bisa lolos dari jeratan hukum..."
" Akhirnya hari ini Aku bisa bernafas lega melihat pria jahat itu mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatannya , aku bisa berkumpul dengan adikku lagi.." terdengar suara winda bergetar ..
dia memang sengaja mengirim satu satunya adik kesayangannya kerumah kerabat jauhnya di kota tanjungan,khawatir Roni akan menculik dan membunuh adik satu satunya seperti ancamannya waktu bertemu di luar kantor polisi dua bulan lalu.
" Aku sedikit mengerti sekarang " ujar Udin menatap mata winda dengan lembut .
sedari tadi dia sudah memutuskan untuk memberi keberkahan padanya.
" System...berikan keberkahan Kepada winda media air di botol ini .." perintahkku sambil menggenggam sebotol air mineral yang masih tersegel.
" Baik Tuan penunjukan berkah terjadwal akan terlaksana saat yang terpilih meminum air yang sudah terberkati.."
" Jangan terlalu di fikirkan..semua sudah berlalu ..aku rasa kamu sudah aman sekarang " ucapku Sambil menyorongkan botol air mineral ke hadapan winda.
" minum dulu untuk menenangkan hatimu " sambungku kemudian.
winda lantas menenggak air di botol medium itu sampai habis...
dia sendiri heran kenapa air mineral ini terasa berbeda ... tubuhnya terasa segar ..kepenatan yang dia rasakan menghilang begitu saja fikirannya seketika tercerahkan ada banyak rencana dan peluang yang tidak terbayangkan sebelumnya melintas begitu saja di benaknnya seolah olah ada begitu banyak macam cara yang bisa dia lakukan untuk bisa mencapai impiannya.
" kenapa baru terfikirkakn sekarang...? " batin winda kepada dirinya sendiri.
" Apa rencanamu setelah semua urusanmu selesai...?" tanya Udin menyela winda yang sedang asik dengan fikirannya sendiri.
" Tentu saja mencari pekerjaan baru yang sesuai keahlianku.. untuk membahagiakan adikku.."
__ADS_1
jawab winda Yakin. Dia adalah lulusan terbaik manajemen di universitas negeri matrm yang berada di kota ini ,hanya sayangnya winda kurang beruntung biasalah faktor kurangnya orang dalam.
" Saat semua urusanmu selesai kamu bisa menghubungiku , kebetulan aku membutuhkan sekretaris sepertimu " Ujar Udin tersenyum..
" Mas...mas... jangan bercanda " ucap winda sambil tersenyum manis melihat Udin..mengira udin hanya menghiburnya yang sedang menganggur.
" aku sedang tidak bercanda loh.. " ucap Udin mengeluarkan ponselnya menelepon Pak Darman .
" Halo Tuan...apakah Tuan sudah sampai di Badung..? " terdengar suara Darman menjawab telepon dari Udin denganpenuh hormat.
" Belum ...jadwal penerbanganku sekitar satu jam lagi , ada sesuatu yang aku ingin kamu lakukan untukku "
" Baik Tuan katakan saja perintahnya ,aku akan melakukan yang terbaik untuk melaksanakannya.."
setelah memberi arahan sesuai dengan apa yang di inginkan Udin percakapan itupun berakhir.
semua tak luput Dari perhatian Winda.
" Apakah Dia harus sederamatis itu bersandiwara untuk menarik perhatianku...? " batin winda sedikit kecewa..
Baginya ini bukanlah pemuda pertama yang berakting seperti itu di depannya... bahkan ada yang sengaja menyewa mobil mewah , lalu berpakaian seperti direktur persuahaan besar datang merayunya.
Winda memang berwajah cantik dengan body yang proposional ,siapapun pasti akan menyukainya.
" Sudahlah mas...jangan bercanda lagi.. ayo kita berangkat sekarang,sebentar lagi adikku akan tiba.." Winda segera berdiri lalu meraih lengan Udin yang tersenyum memahami apa yang sedang terjadi..
tentu saja tidak mungkin winda akan percaya begitu saja dengan apa yang di katakan seseorang yang baru di kenal, apalagi dengan tampilan seperti Udin sekarang.
" Aku yakin Tidak lama lagi , kamu akan menjadi sekertarisku " udin kembali tersenyum.
" Baik Tuan Udin " ucap winda membungkuk hormat mengikuti saja apa yang diinginkan penyelamatnya itu.. baginya menyenangkan hati orang yang menyelamatkan nya bisa di anggap balas budi .
" Kita taruhan saja kalau ternyata benar apa yang aku katakan terjadi apa yang akan kamu lakukan..?" Tiba tiba ide itu terlintas di fikiran udin..tentu saja dia tahu dia akan menang.
" Apapun yang kamu inginkan..!" jawab Winda tanpa sadar , ada sedikit penyesalan di hatinya saat menyadari apa yang dia katakan baru saja.
kemudian dia mengulas sebuah senyum menggoda kearah Udin.
" Bagaimanapun itu tak akan terjadi.." ucap winda dalam hati , semakin percaya diri.
" OK...akan ku ingat janjimu..." Siapa yang tidak tahu fikiran lelaki ...semua sama....begitu pula apa yang ada di hayalan Udin sekarang.
__ADS_1
Mereka kemudian berjalan beriringan keluar dari mall menuju Bandara Cipto.