System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
kabar 3


__ADS_3

Suasana di kabin first class memang sesuai dengan namanya ,ruangan lapang dengan sepasang sofa besar yang bisa diubah menjadi tempat tidur yang nyaman ,masing masing mempunyai sekat pembatas untuk menjaga privasi penumpang , nampak sebuah layar LCD besar di lengkapi headphone untuk menonton berbagai macam hiburan selama dalam perjalanan , tidak jauh dari sana asisten kabin Pribadi siap sedia memenuhi Apa saja yang di butuhkan ,Koki siap memasak menu apapun yang diinginkan saat itu juga dan di sudut kabin nampak sebuah Mini bar dengan bartender yang standby siap kapan saja melayani dengan hormat.


" Selamat datang di penerbangan first class maskapai Cat Air Penerbangan tuan akan memakan waktu 95 menit ,saya Irawati caddy first class pribadi anda yang akan melayani dan membantu anda selama penerbangan " ucapan santun terdengar dari sosok gadis manis berseragam pramugari yang kali ini bertugas melayani Udin dan Wanda .


Wanda tersenyum masih menggegam jemari Udin yang mulai nampak tenang di sebelahnya


" Mas ....kamu membutuhkan sesuatu...? " Ucap Winda menatap lembut ,Udin menggelangkan Kepalanya pelan memberi isyarat dia tidak menginginkan apapun ,ia hanya ingin menikmati moment saat ini ,merasakan jemari lembut yang menggenggam tangannya dan berusaha memahami makna desiran desiran di hatinya.


Ini adalah pengalaman pertama bagi Udin bersama seorang gadis yang menurutnya hampir mencapai sempurna ,memegang tangannya saja sudah memberikan banyak sensasi sensasi yang baru saat Ini dia rasakan ,Dia bukan orang Suci yang tidak pernah menyentuh Wanita...,pernah memang beberapa kali dia melakukannya bahkan sampai tidur seranjang dengan wanita panggilan yang tersedia di beberapa Bar dan arena Judi langganannya, saat dia masih terjebak dalam ketololannya , berjudi dan minum minuman keras,dan tentu saja akan digenapi dengan main perempuan, Tapi itu hanya sebatas melepas Hasrat kemudian melupakannya begitu saja..tidak ada yang istimewa untuk diingat ,tidak sama sekali dia rasakan perasaan seperti apa yang dia alami saat ini.


" Perasaan apa ini...? apakah dia benar benar menyukaiku...? walaupun aku sendiri masih tidak yakin apa yang kurasakan.." Batin udin berusaha menenangkan gejolak hatinya.


" Belum saatnya... aku tidak ingin hal ini akan mengaggu rencana yang telah kubuat... !"


Saat ini Udin hanya ingin Fokus menjalankan rencana yang ia susun untuk membahagiakan keluarganya yang pernah ia kecewakan , membuat mereka mendapat banyak kesusahan akibat dari perbuatannya ,walaupun sampai saat ini Darman belum juga memberi kabar hasil penyelidikannya.


Firasatnya semakin kuat ... keluarganya sedang tidak baik baik saja...

__ADS_1


****** di suatu tempat yang jauh *****


" Darmaji....!!! Kemari kamu..!"


Terdengar bentakan keras memanggil sosok Tua nampak kurus yang berjalan tergesa gesa datang setelah mendengar majikan yang memanggil namanya..


" Tu...Tuan memanggil ku.? " Ucapnya sambil bersimpuh di hadapan seorang lelaki berperut buncit dengan pakaian mewah nampak congkak di depan pintu rumah panggung yang cukup besar..,orang orang di kampung pedalaman itu biasa memanggilnya Tuan Martin , dia adalah Mandor perkebunan Sawit tempat Darmaji bekerja sebagai tenaga harian memanen buah sawit yang sudah matang,dengan bayaran 80.000 sampai 120 .000 perharinya ,tanpa batasan jam kerja yang artinya dia boleh mengambil upahnya jika semua pekerja kontrak dan truk pengangkut sudah selesai bekerja.


Berbeda dengan Darmaji dan 10 orang lainnya yang statusnya Buruh Harian Lepas ( BHL ) yang bisa dengan mudah di buang jika sudah tidak diinginkan Pemilik kebun sawit , pekerja kontrak atau resminya di sebut Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ( PKWT ) memiliki waktu kerja yang ditentukan dan terbagi menjadi beberapa kelompok yang melaksanakan tugas masing masing, Memupuk,memanen,mengangkut Tentu saja dengan bayaran berkali-kali kali lipat dari Darmaji dan kawan kawannya terima.


Martin menatap Darmaji dengan sinis lalu turun dari rumah panggung tempatnya berada melalui sebuah tangga papan kayu ulin yang nampak kokoh menahan berat badan Tambun itu .


" Begitu juga dengan 9 orang lain yang bekerja bersamamu...Kamu sampaikan sendiri pada mereka ,aku malas melihat wajah memelas kalian...!" sambungnya lalu berjalan melewati Darmaji yang masih bersimpuh di dapannya,lalu menaiki sebuah mobil operasional hitam berjenis Strada Triton keluaran Pabrik cukup ternama .. Mitsubishi dan pergi tanpa menoleh lagi.


Darmaji masih saja terdiam mematung di tempatnya,Nampak semburat kecewa terpancar. dia dan kawan kawannya tentu sangat menyadari resiko di pecat kapan saja selalu membayangi mereka , selain usia mereka yang sudah tidak produktif lagi , apalagi mereka hanya mengandalkan sisa sisa tenaga mereka di penghujung usia.


Tidak banyak mandor yang mau menerima mereka ,2 bulan yang lalu Martin mau menerima mereka bekerja tentu saja bukan tanpa alasan,selain upah yang rendah para pekerja baru yang dikirim atasannya belum datang ,sedangkan masa panen sudah menuju puncaknya.

__ADS_1


 Sanpau Akhirnya hari ini akhirnya para pekerja baru yang masih muda dan kuat itu datang , tentu saja tanpa berfikir panjang Martin memecah Darmaji dan kelompoknya.


" Sepertinya Beberapa hari kedepan Aku akan menganggur lagi ... Ya tuhan ...permudah urusanku..." Ucap Darmaji berbalik dengan langkah lesu pulang kerumahnya,Tidak ada dendam di hatinya kepada para mandor mandor kebun tempatnya bekerja dulu , mereka juga hanya mengikuti arahan para pemilik kebun.


Perjalanan pulang itu seperti biasanya akan memakan waktu 2 jam berjalan kaki , itupun bila hujan tidak turun,Desa Waru tempat tinggal Darmaji berjarak 10 kilometer dengan medan jalan licin berlumpur saat musim hujan dan panas berdebu tebal saat musim kemarau , memang negara Indola beriklim tropis yang hanya mempunyai dua musim saja kemarau dan hujan.


Biasanya disela sela perjalanan dia akan berhenti dan memetik sayuran liar yang banyak tumbuh subur di pinggir pinggir lahan sawit milik perusahaan Besar,yang di batasi pagar kawat berduri setinggi 3 meter dengan tiang tiang beton yang kokoh.


 Ada Satu perusahaan besar yang memonopoli Lahan sawit di Provinsi kaltm tempatnya saat ini ,itu adalah PT Usaha Jaya yang konon pemiliknya berasal dari Provinsi Badung,Darmaji sendiri mendengar itu saat berkumpul dengan pekerja pekerja yang beristirahat minum kopi di warung warung yang banyak menjamur di pinggir jalan entah benar atau tidak dia sendiri tidak terlalu memperdulikannya.


menatap lahan sawit yang tertata Rapi dengan akses jalan yang lebar walaupun tidak di aspal dengan baik , pekerjanya terjamin dengan aturan safty first ( mengutamakan keamanan ) Gaji yang tinggi ,Mess tempat tinggal bahkan sarana ibadah dan sekolah sekolah dasar untuk keluarga pekerja di sediakan perusahaan,tentu saja berbeda jauh dengan lahan milik pribadi tempatnya terakhir Darmaji bekerja.


" Andai anak nakal itu tidak sesat ...! aku akan sangat bangga bisa melihatnya bekerja di perusahaan itu,..Darmaji...berhentilah bermimpi anak itu sudah mati,..!!" gumam Darmaji memarahi dirinya sendiri sembari sesekali menunduk memetik kangkung muda di hadapannya lalu melangkah melanjutkan perjalanannya.


Dua setengah jam Kemudian sampailah Darmaji di depan sebuah rumah sederhana terbuat dari papandengan atap seng yang terkesan sembarangan di pasang ,khas rumah rumah Transmigrasi yang di bangun pemerintah untuk para Transmigran yang didatangkan ,di sekitar halaman depan nampak tumbuh subur tanaman Cabai yang terpelihara dengan baik di selingi dengan pohon Ubi di antara tanaman cabai tersebut,Rumah dan sedikit pekarangan ini adalah satu satunya sisa lahan yang Darmaji miliki , sebelumnya dia mendapat jatah 2 hektare lahan dari pemerintah untuk di kelola seperti transmigran lainnya,tetapi 3 tahun yang lalu tanah tanah tersebut di ambil paksa oleh beberapa oknum kabupaten dengan alasan tanah milik adat ,mereka menjanjikan memberi lahan yang lain sebagai ganti rugi sesuai dengan luas tanah yang di ambil alih,tetapi sampai sekarang Darmaji tidak mendapatkan itu.


Untuk bertanya saja Darmaji sudah takut apalagi melawan...

__ADS_1


Banyak contoh yang dia lihat di depan matanya jika berani melawan,mereka akan menghilang secara misterius atau tiba tiba mendapat musibah di tempat kerja dengan sebab yang mistis . Penduduk asli di sini memang sangat memelihara tradisi nenek moyang mereka , kepercayaan kepada hal hal berbau gaib masih sangat kental di desa ini.


Baginya nyawa lebih berharga dari harta.


__ADS_2