
Cakra Belum selesai dengan kata katanya Tiba tuba merasakan tubuhnya terlempar kebelakang , seketika Pandangannya menggelap , Dunia terasa berputar putar seiring rasa sakit berdenyut pada Mulut dan bibirnya ,Pipi kirinya terasa seperti ada sensasi terbakar yang menyengat ,telinganya berdengung keras seperti ada tawon raksasa berdengung di sana , beberapa saat kemudian dia meludahkan darah bercampur beberapa buah giginya yang ikut tanggal.
" Si...siapa kamu...?!.."
cakra yang masih setengah sadar akibat tamparan keras yang di layangkan Udin Berteriak Berusaha bangkit Berdiri dengan meraih Sandaran Kursi kosong yang ada di dekatnya , Tamparan itu benar benar membuat kedua kakinya terasa tidak bertulang , nampak lemas dan bergetar Berusaha menopang tubuhnya ,Wajah Cakra nampak bengkak dengan lebam biru di hampir setengah wajahnya.
" Orang sangat kuat dan kejam ini mengapa Tiba tiba ada di sini ?" Batinnya sambil melototkan matanya , ingin Rasanya dia bersumpah serapah pada Udin yang berdiri menyilangkan tangannya di belakang punggungnya ,tetapi Keberanian itu hilang Bersamaan dengan tubuhnya yang kembali luruh terjatuh tak bertenaga .
" Bruuuuk...!! " sura tubuh terjatuh terdengar nyaring ,Lalu menjadi hening ,rupanya saat terjatuh tadi kepala belakang Cakra mengenai sudut Jendela yang menonjol hingga membuatnya pingsan seketika.
Udin Memang tidak menahan diri saat menampar Cakra tadi , Hanya dengan melihatnya sekilas saja Udin tahu Cakra seorang kultivator tenaga dalam tingkat menengah Sebab itu dia Mengalirkan sedikit tenaga murni inti sejati pada telapak tangannya yang menyebabkan tenaga dalam tingkat menengah yang di kuasai cakra Hilang untuk beberapa saat.
" Nona kamu bisa memanggil beberapa kru kabin lain untuk membawanya ketempat duduknya semula ,jangan hawatir dia hanya pingsan, setengah jam lagi dia akan sadar.." ucap Udin Kepada Irawati yang masih bengong , lalu meraih tangan Winda mengajaknya berjalan meninggalkan tempat itu.
Irawati bergegas memanggil beberapa kru lelaki untuk memindahkan tubuh Cakra yang pingsan,tak lama kemudian rekan sekerjanya datang, Irawati memudian menjelaskan pada mereka apa yang telah terjadi sebelumnya secarq lengkap .
Sebenarnya rekan rekan kerjanya pun sudah muak dengan kelakuan Cakra yang selalu membuat keributan ,baik itu di pesawat atau di kantor maskapai ,tidak ada yang berani menentang nya karna jabatan tinggi ayahnya.
Januar salah satu kru kabin yang di panggil tadi mendekati Irawati Lalu menepuk pundak juniornya itu menenangkannya , walaupun dia senang melihat Bajingan yang pingsan di depannya itu akhirnya kena Batunya atas sikap kurang ajar dan tidak senonoh yang selalu dia lakukan.
Tapi Januar tahu Pasti Irawati akan mendapatkan masalah besar Jika masih kekeh bertahan di sini.Pembelaan dirinya tidak akan di dengarkan oleh atasan mereka, para penjilat itu sangat tunduk kepada Santoso losian ayah Cakra.
__ADS_1
" Sebaiknya Setelah landing nanti kamu menyelinap keluar dan jangan pernah muncul lagi , aku dan teman teman yang lainnya akan membantumu sebisanya.."
Ucapnya tulus, dia mengenal rekan kerjanya ini dua bulan yang lalu, Gadis sederhana ini memang baru saja bergabung di maskapai Cat Air setelah melalui Seleksi yang panjang dan lulus dengan peringkat 3 Besar ,dengan kemampuan dan bakat yang di milikinya itu mudah saja baginya di tempatkan bertugas di kabin first class.
Dalam hatinya sudah terbayang Apa yang akan di hadapinya Irawati nanti, yang terburuk bukan hanya di pecat, tapi sesuatu yang menakutkan terlintas dalam benaknya membuatnya semakin mengkhawatirkan Irawati.
Dulu pernah seorang sahabat sekaligus rekan kerjanya menyinggung Cakra namanya Miya lesty ,Dia menyiramkan segelas minuman kewajah Cakra , saat cakra dengan sengaja meremas bokongnya.
Lalu hal yang menjijikkan terjadi ... Tidak lama setelah kejadian itu , Miya Di culik dan perkosa dalam keadaan pingsan tubuhnya lalu di buang di pinggir jalan , tuntutan yang di ajukan kepada cakra bahkan berbalik menyerang Miya dengan gosip gosip buruk bahwa ia mendekati dan menjebak cakra dengan niat menguasai harta cakra ,yang lebih parah lagi .semua media itu serentak memberitakan berita palsu yang menyudutkan keluarganya , Miya dengan hati hancur akhirnya memutuskan bunuh diri . dengan melompat dari lantai atas gedung pengadilan , saat mendengar putusan bebas yang di berikan untuk bajingan itu.
" Aku tidak akan pergi kemana mana...aku tidak melakukan sebuah kesalahan...! " dengan suara kecilnya yang terdengar bergetar Irawati meneguhkan hatinya lalu berjalan pergi melanjutkan pekerjaannya menjadi caddy pribadi Winda dan Udin.
Januar hanya bisa menghela nafas menatap rekan kerjanya yang meninggalkannya disana menjaga Cakra yang masih tergeletak pingsan di sebuah sofa ,
" Maaf membuat Tuan ikut terbawa masalah yang saya buat " Ucap irawati Berdiri sambil menundukkan kepalanya setelah sampai di hadapapn Wanda dan Udin.
Udin mengerenyitkan keningnya Melihat irawati di hadapannya , lalu berdiri menepuk pundak yang nampak bergetar itu.
" Duduklah.." ucap Udin menunjuk Seat tempat duduknya tadi. suara itu lembut tapi terdengar penuh wibawa ,Irawati menatap bergantian Udin dan Wanda seolah memastikan apa yang didengarnya tadi...
Winda tersenyum seraya menarik tangan Irawati Lalu mengarahkannya ke seat Di sebelahnya.
__ADS_1
Irawati dengan sopan menolak Ajakan Winda lalu berkata.
" Maaf nona...Tuan... saya tidak boleh dan tidak berani Duduk di seat milik anda ,saya Caddy pribadi anda Sudah sepantasnya saya Berdiri di sini untuk melayani anda dan saya juga telah sediakan tempat husus untuk itu " Ucapnya seraya menunjuk sebuah tempat Duduk cukup nyaman dengan sebuah meja lipat dinding yang tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
" Aku tidak suka berbasa basi ...Duduklah..!" kali ini Udin mengeraskan suaranya dengan nada memerintah.
Mendengar suara Yang mendominasi itu Irawati Hanya pasrah mengikuti apa yang di katakan Udin ,Berlahan Duduk tak berani mengangkat kepalanya, dia tidak memahami sama sekali apa maksud dari Tuan dan Nona itu memaksanya duduk di seat mewah milik mereka , terlalu banyak hal memenuhi kepalanya saat ini ,
" Yang akan terjadi biarlah terjadi apapun itu aku akan menghadapinya.." ucap Irawati membulatkan tekadnya.
Udin berlahan bergeser lalu duduk di sandaran tangan seat yang Winda duduki , Winda sendiri menggeserkan tubuhnya untuk memberi ruang lebih bagi Udin.
" Ceritakan apa yang terjadi sebelumnya ,Aku ingin memastikan beberapa Hal.." Ucap Udin setelah terdiam beberapa saat untuk memberikan waktu kepada Irawati menenangkan diri .
Masih dengan Menundukkan kepalanya Irawati kemudian Menceritakan Kejadian itu sesuai dengan apa yang dia ketahui tanpa menambah atau menguranginya.
Udin dan Wanda akhirnya mengerti sepenuhnya apa yang terjadi, setelah Irawati selesai menceritakan semuanya .
" Bajingan itu ternyata memang berniat buruk padaku.." sambil mengepalkan tangan mungilnya, Wanda menunjukkan betapa ia sangat membenci orang orang bersifat dan berkelakuan buruk seperti itu.
Udin sebenarnya sudah bisa mengira ngira apa yang terjadi , tetapi ia cukup dikejutkan oleh cerita Irawati yang mengungkap siapa Cakra dan sifat ayahnya yang berkuasa, Bukan kekuasaan yang membuat Udin terkejut Tetapi beberapa hal yang dia petik dari cerita yang cukup panjang itu ,bahwa Cakra sudah sering melakukan kebiasaan buruknya itu.
__ADS_1
" Apa semua orang berkuasa selalu meremehkan bahkan mencelakai yang lemah..? " batin Udin .