
Di bawah tatapan mata ganas Udin , Surti mulai bercerita dengan tubuh gemetar ketakutan tentang apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu ,
Surti adalah wanita simpanan Irfan yang Memang Hampir setiap hari datang untuk mengecek rumah yang jarang di diami Pasangan kumpul kebo itu , menurutnya lebih nyaman tinggal di apartemen yang di beli Irfan dari hasil Kurir Narkoba , Surti juga Adik seorang gangster yang terkenal kejam di kota Barito bernama Herman Kurap
Sedangkan Perkenalannya dengan irfan Bernula semenjak kecelakaan Wati Istri Irfan yang menyebabkan Wati lumpuh , membuat Irfan Frustasi lalu mulai mengenal Judi dan mabuk mabukan yang menghabiskan hampir seluruh harta kekayaannya , lalu membuatnya Terjebak dengan Hutang yang besar membuat Irfan mau menjadi kaki tangan Herman menjadi kurir Narkoba antar provinsi, dengan bayaran yang cukup tinggi , Memang sifat tamak selalu membuat manusia lupa diri menyebabkan Irfan tetap melakukan pekerjaan itu walaupun hutang hutangnya kepada Herman sudah dia lunasi , Kedekatannya dengan Bos Gangster membuat Irfan diangkat menjadi orang kepercayaan Herman .
Wati yang lumpuh di buang kesebuah panti sosial yang di biayai dari uang kiriman Darmaji yang rutin dikirim setiap bulannya , singkatnya Irfan tidak pernah mau mengeluarkan sedikit pun uangnya untuk mengurus Istri sahnya yang lumpuh itu.
Yang membuat Udin Naik Pitam saat Surti mengatakan kedua adiknya selama ini di jadikan Babu gratis untuk mengurus rumah itu Kemudian dua bulan lalu Mereka diam diam Kabur setelah mendengar Irfan Yang pulang dalam keadaan Mabuk mengancam Akan menjual mereka keluar negeri , Surti bersumpah tidak tahu dimana keberadaan mereka sekarang.
Darmaji tak sanggup mendengar cerita itu lututnya bergetar , kalau saja Droid tidak menahannya sudah pasti dia akan terjatuh , dengan nafas tersengal menunjuk Surti...
" Dasar Binatang , salah apa mereka Padamu...!!"
" A...aku...tidak pernah menyentuh mereka , Me...me..reka sendiri sudah Di perlakukan seperti itu saat kedatanganku beberapa minggu yang lalu .. Dan..."
" Buuuk...!!! " Sebuah tendangan cukup keras menghantam Ulu hati Surti membuatnya langsung tergolek pingsan ..
" Bawa dia ketempat terpencil ...Korek keterangan darinya tunggu perintah Dariku.. , sedikit lagi dia bicara aku tidak bisa menahan diri untuk tidak membunuhnya ..." Desis Udin penuh kemarahan Menatap Surti yang tergeletak pingsan di hadapannya.
" Kamu ...Hack date base kepolisian setempat dan semua Instansi pemerintahan yang berkaitan dengan orang yang bernama Herman dan bajingan Irfan Itu..!! Aku mau laporannya 2 jam Dari sekarang..! "
Perintah Udin Kepada salah satu Droid yang di bawanya , Sisanya Kalian Carikan Hotel yang baik Untuk ayahku menenangkan Diri , Tinggalkan aku disnin , aku akan menyeleidikinya sendiri "
" Siap Tuan, segera kami laksanakan .." , Kedua jeep Rubicon itu berpencar, satu membawa Sutri menuju kearah Hutan yang lebat tak jauh dari Areal perkebunan Sawit yang banyak ada di kota itu , Sedangkan sisanya menuju ke pusat Kota membawa Darmaji yang nampak sangat Terguncang setelah mendengar Kabar Kedua putrinya yang menghilang entah kemana .
Sebelum kepergian ayahnya Tadi udin sudah berpesan untuk tidak mengabari ibunya terlebih Dahulu ,Dia Berjanji sebelum Malam Tiba Dia sendiri yang akan membawa kedua adiknya itu Pulang , Darmaji hanya menganggukkan kepala menyetujui permintaan Putranya dengan tatapan mata Kosong , yang membuat Darah dalam tubuh Udin Bergolak memancarkan Niat membunuh.
Fokusnya hanya satu..Melacak keberadaan kedua adiknya ,lalu membawanya pulang ,Sisanya akan dia fikirkan nanti , membunuh kecoa adalah hal sepele baginya .
Berlahan melangkah memasuki rumah yang pernah di tinggali adiknya , dalam hatinya tak henti doa dengan permohonan yang tulus , mengalir di hatinya ,berharap mereka baik baik saja .
Rumah itu nampak Tak terawat , banyak puntung rokok dan sisa botol minuman berserakan di setiap sudut ruangan itu , menilik Dari cerita surti sebelumnya dengan kepergian kedua adiknya otomatis tidak ada yang membersihkan dan merawat rumah itu .
" Rupanya kamu bercerita jujur , tapi itu belum bisa menyelamatkan nyawamu.." Batin Udin sambil memeriksa setiap ruangan yang ada di bangunan itu . Udin akhirnya menemukan sebuah ruangan kecil di dekat Dapur berisi Kasur lusuh dan sebuah lemari Berisi Baju seukuran remaja dengan beberapa tambalan di beberapa bagiannya Udin meyakini itu adalah baju adik adiknya.
Menahan kesedihan membayangkan pakaian seperti itu yang di kenakan mereka saat tersiksa di rumah itu membuat tubuhnya bergetar , kedelapan titik Auranya Tiba tiba meledak begitu sajamenghancurkan seluruh perabot yang ada di lantai dasar rumah itu. menjadi kepingin kepingin kecil .
" System beli skill pelacakqan tingkat tertinggi Untukkku di toko System.."
__ADS_1
" Baik Tuan...! "
" Skill pelacakan Atmo pamulang tingkat ilhai di beli dengan menggunakan 250.000 point ion "
" Selamat Tuan telah menguasai Skill pelacakan Atmo Pamulang .
Berlahan memejamkan mata berkomat kamit merapal Ajian Atmo pamulang .
" kun rubbuna nuril jakim " Setelah merapal sebuah mantra panjang yang kemudian diakhiri dengan mantra pemanggil Ruh Gaib yang akan menuntunnya mencari keberadaan adiknya.
" Wuuuuzzzz " sebuah Asap Putih muncul di hadapan udin kemudian berlahan membentuk siluet Burung Rajawali yang menundukkan kepalanya menunjukkan penghormatannya Pada tuan yang memanggilnya .
" Braak....!!!" Pintu rumah itu tiba tiba terbuka , Tiga sosok Pria berbadan kekar Masuk ,di kedua tangan mereka nampak beberapa tas Minuman keras , Pantas saja rumah itu nampak lengang setelah Surti dibawa pergi ,rupanya mereka sedang keluar berbelanja membeli persiapan untuk pesta mereka nanti.
" Siapa Kamu.... ! Mana Nona Surti...!!! " .
Udin yang sedari tadi tidak menemukan Cara untuk melepas kemarahannya melangkah mendekati mereka .
" Salah satu dari kalian bertiga akan kubiarkan Hidup ... Sampaikan pada Bos kalian sebentar lagi aku akan mendatanginya , sebaiknya dia mulai bertobat agar nanti saat aku mencabut nyawanya Dia tidak terlambat dan menyesalinya.."
" Ha ..ha.. ha.. besar juga...AAAHHH....! belum selesai kalimat yang ingin di ucapannya sebuah Keris sudah menangkap di dadanya , tubuh lelaki itu nampak membiru dalam kejapqn mata ..
" Slaaashhh...!"
Tak berbeda dengan temannya yang terbujur kaku di sebelahnya , sebelum perkataannya belum lagi selesai kepalanya sudah terpisah dari badannya ,
" Bruug.... !!! " Lelaki terakhir yang tersisa tak kuasa lagi berdiri tegak , wajahnya nampak meraih terkena percikan darah yang menyembur dari Leher tanpa kepala di sebelahnya.
" Sampaikan ucapanku tadi pada Bosmu... jangan sampai ada yang kurang Walau satu katapun ..! Apa Kamu mengingat semuanya...?!"
" A..aku mengingatnya Tu..tu..Tuan..." Lelaki itu sudah sering berbuat jahat , juga terbiasa menyaksikan kekejaman bosnya ,Tapi tak pernah dia bayangkan akan ada orang Sesadis pemuda di hadapannya itu , Bau pesing berlahan terdiam dari selangkangannya yang basah .
" A...a..aku akan segera pergi menyampaikan pesan Tuan pada pimpinanku ..." Lelaki itu berusaha menggerakkan kakinya yang masih lemas , beringsut Mundur hendak keluar dari Rumah Bak neraka itu.
" Slashhh.....slashhh..."
" Aduuuh....Aduh....!!!! "
Terdengar rintihan kesakitan saat Keris yang dilihatnya nampak Hidup itu memotong kedua daun telinganya meninggalkan sakit yang tiada terkira rasanya.
__ADS_1
" Kamu boleh pergi sekarang Ingat pesanku tidak boleh kurang satu katapun ...." Suara itu terdengar sayup sayup di kejauhan , Menahan kesakitannya Lelaki itu menoleh kebelakang menemukan Iblis itu sudah menghilang dari sana .
Ya baginya Udin bukan manusia, melainkan iblis Sadis nan kejam.
Lelaki itu sudah tak memeperdulikan keadaan Dirinya yang nampak menyeramkan dengan tubuh yang di penuhi darah ,segera berlari memasuki mobilnya bergegas melaporkan kejadian Itu pada Bosnya.
Saat ini Udin sudah Berlari cepat sesekali melompat tinggi melewati Pohon pohon Besar yang menghalangi Larinya , mengikuti Garuda Putih yang juga melesat mengepakkan sayapnya terbang di langit ke arah Barat Dimana keberadaan Adiknya .
Setelah 40 menit berpacu dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata Sampailah Udin Pada Sebuah Rumah Sederhana cukup besar yang terawat bersih dengan pekarangan kecil nampak tertata Asri.
Setelah memastikan Rumah di hadapannya memang memiliki Aura kuat keberadaan kedua adiknya garuda Putih itu sekali lagi menunduk Hormat lalu menghilang dari hadapan Udin .
Udin menarik nafasnya lalu berlahan menghembuskannya menenangkan gejolak perasaan di hatinya .
" Tok...Tok...Tok..." sedikit Tidak sabar Udin mengetuk Pintu Rumah yang tertutup itu.
" Siapa...? " terdengar suara Gadis kecil dari dalam rumah , kemudian suara langkah kecil sedikit tergesa mendekat menuju pintu .
" Kakak mencari siapa...? " Suara mungil Gadis Seumuran dengan Tiara adiknya itu mendongak melihat Udin yang berdiri di depan pintu rumahnya .
" Nama kakak Udin , Apa Orang tuamu ada di rumah...? "
Gadis itu melihat Udin sejenak ,memastikan Pria di hadapannya bukan orang yang berniat jahat ,Gadis itu mempersilahkan Udin untuk duduk menunggu di sebuah Kursi yang ada di teras depan Rumahnya , lalu beranjak masuk memanggil Ibunya yang sedang memasak di dapur belakang rumahnya.
Beberapa saat kemudian seorang Ibu paruh baya yang masih menyisakan garis garis kecantikan di masa mudanya keluar Menemui Udin , entah kenapa Wajah Ibu itu mengingatkannya pada seseorang yang di kenalinya . tapi entah siapa...
" Maaf ada keperluan apa mencari saya ...? "
" Maaf bu ,saya Udin dari Jatim ... kedatangan saya kesini untuk mencari kedua adik saya yang hilang , Namanya Elis dan Tiara, Dari informasi yang saya Dapati sepertinya mereka pernah mendatangi Rumah Ibu... Saya ada beberapa Foto lama mereka , mungkin ibu mengetahui atau pernah melihatnya .."
Udin segera membuka ponselnya mencari file foto kedua adiknya yang di kirimkan ibunya sebelum keberangakatanya pagi tadi pagi.
Udin bisa merasakan perubahan sikap ibu itu saat mendengar Udin menyebut nama Kedua adiknya , Lalu menatap wajah Udin seperti memastikan sesuatu , Kedua kakak beradik itu memang tinggal bersama mereka , Dua Bulan yang lalu Anak gadis tertuanya menemukan mereka tertidur di emperan toko pasar Pelisak tak jauh dari kediamannya , mendengar cerita memilukan mereka Ibu dan anak itu merasa Iba lalu membawa mereka pulang ,
" Sepertinya ada kemiripan wajah antara pemuda ini dengan kedua Gadis yang sudah di anggap anaknya sendiri itu , Tapi jangan jangan dia salah satu dari keluarga pamannya yang jahat itu .." Batin Hanung dengan tatapan penuh selidik.
" Kamu tunggu sebentar , ibu akan memanggil Pak Galih Kepala kampung disini , mungkin beliau ingat kedua gadis yang kamu cari ." Hanung memutuskan untuk memanggil kepala kampung yang juga sudah tahu perihal kisah kedua anak angkatnya , untuk membantunya kalau saja pemuda ini berniat jahat dengan memaksa kedua gadis itu untuk ikut bersamanya , Bagaimanapun di rumahnya tidak ada sosok lelaki , semenjak kepergian suaminya merantau dan tak pernah kembali .
Udin menangguk mengiakan saja apa yang Hanung katakan padanya , entah mengapa Dia meyakini Ibu Pemilik rumah ini bukan orang jahat , terlihat dari Aura kebaikan dan ketulusan yang terpancar dari matanya.
__ADS_1
Hanung masuk meraih ponsel miliknya segera menghubungi sebuah Nomor ....