System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Hari bahagia


__ADS_3

Winda Meguap pelan seraya berlahan membuka kelopak Matanya , semalam ...Dia Memimpikan Sebuah pengalaman yang Belum pernah dirasakan sebelumnya , Terasa begitu nyata..,Mimpi yang ia sendiri Malu untuk mengingatnya..


Winda yang hendak bangun dari pembaringannya merasa ada sesuatu yang melingkar erat di pinggangnya .


" Wussshh...!!"


 ia merasakan Hembusan Angin hangat Menyembur bersamaan dengan terdengarnya dengkuran Halus di belakangnya berlahan menerpa tengkuknya...


" Deg...!! "


" Ternyata itu Bukan Mimpi ...."


Tubuhnya menegang sesaat , merasakan Hangatnya dekapan erat tangan yang melingkar di pinggangnya , Tidak ada penyesalan di wajahnya ,Sesekali Wajahnya merona merah mengingat apa yang di laluinya semalam , Winda menarik nafasnya berlahan ...Tak ingin gerakannya membangunkan Mahluk mempesona yang Telah menaklukkan hatinya itu terbangun , Berlahan Winda memejamkan matanya kembali ,ia tak ingin kehangatan yang dirasakannya saat ini cepat berlalu ,Pelukan Udin di belakangnya menghantarkan winda kembali ke alam Mimpinya , samar samar sebuah senyum yang manis terukir di bibir tipisnya .


Beberapa jam berlalu ,Suasana heningan itu Buyar saat sebuah Deringan telefon Kamar hotel membangunkan Udin.


" Halo... " Udin meraih gagang telefon yang berada di samping tempat tidurnya dengan Malas.. Matanya masih setengah Terpejam...


" Maaf menganggu Istirahat Tuan .." Terdengar suara Permadi di ujung sana.


" Sudah Waktunya Tuan Bersantap siang ...Apakah Tuan ingin hidangannya di antar Langsung kekamar Tuan..?" Ucap permadi Mengumpulkan segenap keberaniannya Untuk bertanya...


Sementara Di hadapan permadi Saat itu , Nyoman Dan Irawati nampak menguping pembicaraan di telfon itu,


" Sungguh sial nasibku kali ini...Kalau sampai Tuan besar memarahiku , Bisa tamat Karirku ..." Batin Permadi yang dengan terpaksa mengikuti kehendak Irawati yang menghawatirkan Winda Kakaknya sedari pagi tadi tak kunjung kembali kekamar mereka.


Irawati tidak melihat kedua kakak angkatnya itu keluar dari kamar untuk sarapan bahkan sampai Waktunya makan siang pun tidak jua nampak keluar dari kamar itu .hal itu Membuatnya menjadi berfikiran yang aneh aneh...Sudah tak terhitung berapa kali dia menghubungi keduanya melalu ponsel ,tetapi tidak ada jawaban sama sekali...

__ADS_1


Irawati yang akhirnya memutuskan menemui Nyoman...Mendengar kekhawatiran Irawati tentu saja Nyoman Tidak Mempunyai nyali untuk mengganggu Udin Apalagi dia tahu saat ini tuan besarnya sedang Bersama Nona Winda ,Cara termudah yang bisa ia lakukakn Tentu saja mengorbankan Permadi ,Jahat memang..tapi itulah yang akhirnya mereka lakukan


" Oh..Apa...Sudah siang..?" Udin mengucek kedua matanya Melihat sekitar dan melihat Sebuah punggung Putih membelakanginya , Udin seketika teringat kejadian Semalam.. Tak memeperdulikan panggilan telepon dari Permadi dia langsung mematikan sambungan itu.


" Sialan apa Yang Telah Kulakukkan ... " Udin berusaha menenangkan diri...meraih selimut kemudian menutupi Punggung putih Winda yang tersingkap saat dia melepaskan pelukannya menerima telfon tadi.


" Apakah aku...aku..Harus menikahinya .? Maukah dia menunggu sampai keluargaku kutemukan...? , Bagaimana ini..." Kepala udin Penuh dengan pertanyaannya sendiri ,Mencari Solusi dari Apa yang akan di hadapinya saat Winda Terbangun dan meminta pertanggung jawabannya Nanti..Di saat Udin sedang bingung ,sebuah suara terdengar pelan..


" Mas....Kamu sudah bangun...? " Winda membalikkan badannya menatap Udin yang nampak sedang menggaruk garuk kepalanya terlihat Kebingungan.


" Eh ..iya Win...eh... sayang..." Udin yang Akhirnya membulatkan tekadnya untuk menerima Konsekwensi dan tanggung jawab atas Apa yang ia lakukan ,toh pada dasarnya dia memang menyukai Winda ,berlahan mengusap kepala gadis itu merapikan rambut yang menutupi kening Winda ,dengan Lembut mengecupnya keningnya.


Winda yang Tidak menduga akan mendapat perlakuan begitu istimewa itu merasa terharu Bahagia , Lalu Menatap Wajah Udin yang sedang yang tersenyum dengan penuh ketulusan di hadapannya...Berlahan dua bulir bening menetes di kedua ujung matanya.


Udin yang salah memahami Melihat lelehan Air mata itu segera memeluk winda Berbisik....


" Aku..aku Bersumpah...! ".


" Cukup mas.... Aku tidak menyesali Apapun..Tidak perlu Bersumpah ..." Potong winda Menutup mulut Udin dengan jari telunjuknya , Dari senyuman yang terukir di Bibirnya itu jelas menunjukkan Tidak sedikutpun kesedihan apalagi penyesalan di hatinya saat ini..


" Aku Mencintaimu mas ... Apa yang kuberikan padamu Semqlqm adalah Bukti perasaanku Padamu...Walaupun aku tahu , Tidak akan mungkin memilikimu sepenuhnya ,Dapat berbagi ranjang denganmu seperti saat ini itu sudah lebih dari Cukup bagiku..." ucap winda Lirih memalingkan pandangannya yang tak mampu menatap lama kedua mata Udin di hadapannya itu .


...Udin yang menemukan ketulusan dari kata kata itu Semakin meneguhkan Niatnya ..kelak bila dia sudah berhasil Menyatukan keluarganya, menikahi Winda adalah apa yang akan iakukan setelahnya...


Udin mempererat pelukannya memejamkan matanya ,menarik nafasnya dalam dalam menghirup aroma wangi tubuh Gadis yang mendekam dalam dekapannya..


Tiba tiba sesuatu terjadi pada bagian Bawah tubuhnya ,tidak dapat di sembunyikan lagi.

__ADS_1


Winda yang merasakan ada sebuh benda yang di kenalinya semalam membesar ...Mencubit dada bidang Udin yang sedang menggaruk garuk kepalanya seolah olah tidak ada yang terjadi.


" Dasar mesum...!!! "


Bisik winda dengan suara tersengal..


Paras cantik winda memerah , tidak ada perasaan yang perlu mereka sembunyikan lagi...seiring dua wajah yang berlahan saling mendekat Winda memejamkan matanya menantikan moment moment mesra yang akan terulang kembali saat ini.


Tidak ada yang tahu apa yang mereka erdua lakukan beberapa saat kemudian.. hujan yang menyelimuti seantero kota Bogor membuat suasana romantis itu .


Satu jam berlalu begitu saja..


Di sebuah ruangan Manager , Permadi sudah lemas terduduk di kursinya , hampir satu jam setelah pembicaraan telepon zdengan tuan besarnya ..tidak ada yang lebih tahu beratnya Beban perasaan yang menindas di hatinya ,kecuali dirinya sendiri..menatap Irawati yang Tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri dengan Mata memelas...


" Tamat sudah semuanya ..." Batinnya Pasrah..


Menyadarkan punggungnya di sandaran Kursi lalu menarik dan menghembuskan nafasnya, berusaha nampak wajar .


" Om permadi tenang saja ,Kakakku Tidak akan memarahimu..." Ujar winda menenangkan Hati permadi , sedikit tidak dia mengenal sifat kakak angkatnya itu , Nyoman yang sedang santai memainkan ponselnya Tiba tiba berdiri ..


" Permadi siapkan jamuan makan siang ,sebentar lagi tuan akan turun untuk bersantap siang..."


mendengar apa yang di perintahkan Atasannya itu Permadi merasa beban berat yang menindih di dadanya terasa terangkat dan menguap begitu saja.


" Segera tuan ...saya sendiri yang akan mengawasinya..." permadi segera bergegas pergi mempersiapkan jamuan makan yang di Pesan husus oleh tuan besaranya itu.


" Tunggu...aku ikut denganmu.." Teriak Irawati berlari kecil mengejar permadi yang telah lebih dahulu berjalan keluar ,dia tentu tidak akan berpangku tangan kali ini ,

__ADS_1


" Bagaimanapun ini adalah Hari bahagia mereka berdua..aku akan mempersiapkan sedikit perayaan untuk itu.." Batin Irawati sesaat setelah memasuki Lift Bersama Permadi menuju Dapur Hotel yang berada di lantai 10.


__ADS_2