System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Bibi Wati


__ADS_3

" Maafkan Aku Tuan..."


Suara penuh ketakutan keluar dari mulut Herman yang langsung bersujud dengan tubuh Gemetar saat Udin mendekat padanya.


" Katakan Padaku dimana Irfan Suganda ... Kalau kamu jujur Mungkin aku bisa Memaafkanmu.."


Mendengar apa yang dikatakan Udin membuat Herman merasa menemukan secercah harapan , kalau hari ini dia bisa bebas , Dia akan menemukan Cara lain untuk membalas pemuda yang menghancurkan seluruh masa usahanya yang dia bangun seumur hidupnya itu .


Dengan senyum liciknya dia segera mengatakan apa yang dia ketahui mengenai Irfan dan keberadaannya sekarang.


" Semua yang kuketahui sudah kukatakan dengan jujur padamu Tuan Muda , Izinkan aku untuk pergi sekarang..."


" Pergilah ...!"


Dengan langkah terseok seok Herman bergegas pergi dari hadapan Udin, Tapi setelah beberapa langkah ia merasakan Dada kirinya terasa dingin , Herman meraba lalu menunduk melihat dada kirinya Ada sebuah lubang menganga di sana ... darah tak henti mengalir dari lubang itu , Pandangan matanya mulai mengabur , sayup sayup di dengarnya sebuah suara .


" Aku memang memaafkanmu, tapi tidak mengatakan untuk tidak Membunuhmu.."


Setelah memastikan tidak ada lagi yang masih hidup di tempat itu Udin mengeluarkan Ponselnya , logo Duren terbelah di ponsel canggih itu nampak berkilau terkena cahaya senja .


" Om Ruslan..ada beberapa hal yang akan kubicarakan ,...................."


setelah menjelaskan semua kejadian hari ini pada Ruslan Jayadi jendral bintang 4 Yang dikenalkan oleh Nyoman Arya padanya Akhirnya Ruslan berjanji akan turun tangan sendiri menyelesaikan Kerusuhan yang di timbulkan Udin dengan Iming iming informasi Rahasia yang tersimpan di flash disck dan Jqnji Untuk menjamu Udin di Markas besar militer , entah apa yang di rencanakan Ruslan , Udin tidak terlalu memikirkannya .


Dengan Satu lompatan Udin sudah berada jauh dari tempat itu lalu Berlari menuju Hotel Kemangi tempat Ayah dan kedua adiknya berada.


Sesampainya di Lobby hotel yang di sambut oleh kedua adiknya Udin melihat seorang wanita berkursii roda y yang lama tidak di temuinya sedang menatapnya dengan Air mata berlinang ,


" Bibi..."


Udin yang mengenali Wati Segera memeluk Wanita itu .


Rupanya saat Udin pergi menghabisi kelompok Herman orang orang suruhan Darman bergerak cepat melacak keberadaan Wati lalu membawanya ke hotel Kemangi.


" Udin...kamu sudah sebesar ini sekarang... Maafkan Bibi yang tak pernah menemuimu.."


Isak wati memeluk keponakannnya dengan erat . Udin membiarkan Bibinya menumpahkan segala keluh kesah dan kekrinduannya dengan menangis di pelukannya .

__ADS_1


Teringat masa kecilnya Dulu, watilah yang selalu sibuk mengantar dan menjemputnya sekolah , Bagi Udin Wati adalah ibu kedua .


" Bibi bahagia melihat kalian akhirnya berkumpul , sebaiknya kalian cepat Pulang menemui Dina ibumu, dia pasti sangat menghawatirkanmu , Bibi baik baik saja di sini .."


" Apa maksud Bibi ...? Tidak ada satupun yang akan ku tinggalkan di sini , tak perlu menyembunyikan apapun dariku , aku sudah tahu semuanya .."


" Tidak ada Gunanya membawa Bibi...lihat keadaan Bibimu ini sekarang Apa..."


" Cukup...Bibi...serahkan semuanya padaku , Tidak ada penyakit yang tidak bisa di obati..."


" Malam ini juga kita akan Pulang ...! "


Tegas suara Udin di sambut Anggukan bahagia ayahnya , Wati adalah adik satu satunya yang dimiliknya melihat keadaannya sekarang membuatnya sangat bersedih.


" Oh Ya... Ada seorang Gadis mencarimu , Katanya dia sekertarismu di Jatim , Namanya Winda..."


" Winda ...! Lalu dimana dia ..." Tanya Udin tak sabaran pada ayahnya .


" Tadi dia mengatakan akan menemui Koki kepala hotel ini , Meminta mereka memasakkan masakan khusus untukmu , Ayah heran Apa pekerjaan seorang Sekertaris termasuk menyiapkan makanan juga..? "


" Eh...Anu... Nanti saja akan kejelasan Pada ayah..." Aku akan menemuinya terlebih dahulu.."


" Belum menikah saja dia sudah menyelingkuhi calon menantuku, Dasar anak nakal ..." Batin Darmaji seraya menggelangkan Kepalanya melihat Udin yang menjauh.


" Sayang....!!! "


 teriak Udin yang mengejutkan Staf hotel dan Koki yang sedang dengan serius mendengarkan Perintah Winda.


Melihat Udin yang datang dengan merentangkan kedua tangannya kearahnya membuat Windah nampak salah tingkah.


Winda memelototkan matanya seperti memberi isyarat pada Udin untuk tidak bersikap Kekanak kanakan di depan Jorgi Manager Umum hotel Kemangi yang rupanya juga berada di antara mereka Tak di acuhkan Udin yang masih saja mendekat dengan kedua tangannya terbuka.


" Selamat Datang Tuan Besar ...! " Serentak semua Orang yang Berada di Dapur Hotel itu membungkuk Hormat setelah mengenali Pemilik Hotel yang datang .


Rupanya Hotel kemagi ini adalah salah satu cabang Usaha PT SURYA INDAH miliknya , Udin yang menyadari Tidak membuat sisanya berubah , mengangguk sedikit Lalu menarik Tubuh kekasihnya itu dalam pelukannya , membuat para staf dan Manger di sana Sibuk mencari alasan pergi , tak berani menganggu Tuan Besarnya.


Winda Hanya bisa Pasrah dalam pelukan hangat yang selalu di idam idamkannya beberapa malam Belakangan ini.

__ADS_1


" Kenapa kamu bisa tiba riba di sini... Bukannya kamu sedang Sibuk ..? " Ucap Udin mengelus lembut kepala Winda lantas menghadiahkan sebuah kecupan di kening Winda..


" Sudah mas...Aku malu...Ada banyak Orang disini "


" Orang apa... tempat ini sepi..."


Jawab Udin melihat sekeliling yang nampak Lengang., Tentunya Tidak ada yang Berani tinggal di ruangan itu dan mengganggu mereka .


" Dasar ... ! " Bisik winda yang mempererat pelukannya .


Rupanya kedatangan Winda tak lepas dari cerita yang di sampaikan Irawati saat meneleponnya , Mendengar Banyak Hal Yang di lalui Kekasihnya seorang diri membuat Winda memutuskan Untuk datang sendiri menyemangati sekaligus ingin mengenal lebih dekat dengan keluarga kekasihnya .paman Nyoman Mentornya bahkan menawarkan diri untuk ikut yang di tolak dengan Sopan oleh Winda.


Setelah mendengar Cerita Winda membuat Udin makin menyayangi Gadi lugu di pelukannya itu .


" Ayo ... aku akan mengenalkanmu pada keluargaku ..."


Setelah Puas melepas Rindu dengan pelukan dan ciuman mesra , Udin menarik winda .enuju Lounge yang berada di Lobby hotel tersebut.


" Ayah .. Bibi... Perkenalkan ini Winda kekasihku sekaligus calon menantu kalian "


Darmaji yang tengah menyerumput kopinya langsung saja tersedak ,lalu terbatuk batuk kecil Berusaha menenangkan Diri .


" Lalu Bagaimana dengan Mei...."


" Horeee....Kita punya Kakek Ipar "


Ucapan Elis membuat Darmaji Tak melanjutkan perkataannya ..


Winda adegan anggun memperkenalkankan dirinya , menyalami semua yang ada di sana .


Darmaji berdiri dan Mendekati Udin , menepuk pundak anaknya lalu megajaknya keluar dengan alasan untuk menemaninya merokok .


Sesaat setelah mereka berjalan Cukup jauh Darmaji berhenti lalu menatap wajah putra tertuanya itu.


" Katakan Padaku apa yang terjadi sebenarnya..?"


Udin menarik nafas panjang Berlahan menceritakan kisah sebenarnya , siapa Meilin dan Winda juga kesalah pahaman yang terjadi antara mereka , tak lupa menjelaskan alasannya membiarkan kesalahpahaman itu sampai saat ini .

__ADS_1


" Anak nakal...bahkan pacarmu sendiri belum tahu perihal Meilin .. entah apa yang akan ibumu Katakan saat mengetahui hal ini..."


" Maafkan Aku ayah...aku tek bermaksud seperti itu ...


__ADS_2