
Setelah menyelesaikan santap siang yang telah di atur Irawati dan Permadi yang romantis Diiringi permainan Biola merdu dari seorang musisi yang Sangat Ahli mengatur irama permainannya hanya berdua saja dengan Winda ,Udin lantas mengutarakan niatnya untuk Pergi menemui Om Darman Di jatim sekaligus mengunjungi Usman yg sudah cukup lama tidak ia temui ,Kepada winda .
Ada yang yang Janggal di hatinya saat pembicaraan Terkhir dengan Usman seminggu yang lalu , Usman yang biasanya Ceria terdengar Agak pendiam , sempat memang udin menanyakan itu ,usman hanya menjawab Bahwa semua baik baik saja ,dia hanya sedikit merasa lelah dengan jadwql kesibukannya yang padat... sampai saat ini Usman belum menghubunginnya lagi.
Winda tentu saja sangat memahami kesibukan Udin dan tidak ingin membatasi kebebasan kekasihnya itu ,Dia tahu Harus belajar Banyak Hal lagi untuk bisa pantas menjadi pendamping Udin.
" Aku akan berusaha keras untuk bisa membuatmu Bangga .." Batin Winda di dalam Hatinya..
" Sayang...? Apa Kamu Mendengar perkataanku tadi...? "
Udin menggeser tubuhnya lebih dekat pada Winda ,lalu mengelus pundak mungil itu berlahan... Baginya Winda saat ini adalah satu satunya sandaran Hatinya.Udin sanggup menunda semua perjalanannya Kalau saja Winda tidak mengijinkannya.
" Apakah kamu mengizinkanku untuk pergi sore ini..?" sambung Udin memastikan rencana kepergiannya tadi.
" Aku Tidak akan membatasimu sayang... Lakukan Apa saja yang menurutmu Baik...Jangan lupa Untuk Beristirahat, Aku akan Datang kapanpun kamu membutuhkanku..." jawab Winda sembari menyandarakan kepalanya ke bahu lebar Udin.
" Kamu tenang saja ,kepergianku ke jatim tidak akan lama ,Kuharap Kamu lebih Fokus dan bisa belajar banyak pada om Nyoman saat kepergianku nanti "
Udin sama sekali tidak menghawatirkan Winda yang Akan ditinggalkannya ,selain Ada Nyoman yang akan menjaganya , dia juga sudah memberikan Gelang pelindung Dewi Atena Pada Winda semalam , tak lupa Berpesan untuk jangan pernah melepas Gelang tersebut dari tangannya.
" Tentu saja sayang...aku pasti akan membuatmu Bangga... Oh Ya...Bolehkah aku sesekali Pulang menemui Adikku di Matrm..? " Winda yang sudah Kangen dengan Fitri adiknya, mendongakkan kepalanya menatap wajah udin untuk meminta persetujuannya Perihal keinginannya.
" Tentu saja... Aku akan meminta Om nyoman Untuk Mengatur semua Untukkmu..."
Setelah cukup lama berbincang tentang banyak hal termasuk keinginan Udin untuk mencari keluarganya membuat Winda semakin mengagumi sosok tampan di sebelahnya , betapa kekasihnya itu sangat mencintai keluarganya ,bukankah dia sekarang bagian dari keluarga itu..? ,
__ADS_1
Tubuhnya Saat masih terasa lemas , Di barengi sensasi perih yang datang dan pergi saat ia menggerakkan kakinya Akibat dari seringnya mereka mengulangi permainan romantis yang di lakukannya Dari malam hingga menjelang pagi , membuat Winda sedikt jerih .
 bagaimanapun Daya tahan Udin sudah di luar batas manusia biasa.
Winda sendiri Merasa aneh pada tubuhnya ,saat dia akan Pingsan dan mencapai batas daya tahan tubuhnya karna Menerima kebuasan permainan Udin ,secara aneh tiba tiba seperti ada Aliran Hawa sejuk mengalir menuju titik titik tertentu di bagian bagian tubuhnya yang kemudian akan memberinya energi , menggantikan rasa lelah menjadi kesegaran yang membuatnya merasa nyaman Dan itu terjadi berulang ulang kali Membuatnya Mampu mengimbangi permainan Udin ,tentunya Winda tidak akan memahami itu ,Karna itu adalah Pengalaman Baru baginya , sampai saat ini dia meyakini kejadian Itu pasti di alami oleh semua Wanita dewasa Di seluruh Dunia, Andai saja dia mengetahui Bahwa hal itu bukanlah Hal yang Wajar terjadi , Mungkin Saja dia akan melihat Udin dengan Ketakutan dan menganggap Udin Menyiksanya dengan kenikmatan Berlebihan .. Sebenarnya ingin Rasanya ia menanyakan hal itu ,tetapi kemudian membatalkan niatnya karna merasa malu.
" Ayo kita kembali kekamar ...." Ajak Udin setelah merasa lega mendengar ucapan Winda yang Tidak melarangnya, melanjutkan Rencananya.
" A...apa...Kekamar Lagi...?" Tanya Winda terbata bata ,Membayangkan Apa yang akan di lakukan Udin padanya Nanti ,Setidaknya dia Masih Ingin sedikit beristirahat untuk menyegarkan Badannya..
Udin yang melihat perubahan sikap Winda mengerenyitkan keningnya ,tak lama kemudian mengerti sebab perubahan itu lantas senyum licik terkembang di sudut Bibirnya berniat menggoda Winda...berlahan Menepuk lembut kening Winda Lalu Berbisik
" Sayang... Aku Tahu Kamu Pasti Masih belum Puas dan ingin mengulang Permainan Itu lagi , Tapi... Saat ini aku membutuhkanmu untuk membantuku menyiapkan beberapa Berkas dan data PT.DJURAM yang akan kubawa ke jatim Nanti " Ucap Udin menahan senyumannya lalu melangkah meninggalkan Winda.
" Eh...Bukannya kamu yang...."
Saat itu jam menunjukkan pukul 4 sore hari saat Udin telah memasuki Tol antar kota menuju Jatim dengan menggunakan Minibus Travel yang di siapkan Nyoman untuknya, Udin menolak dengan keras saat Nyoman mempersiapkan sebuah Limousine beserta sopir dan dua orang Pengawal yang akan mengantarnya kebandara menaiki Jet pribadi Perusahaan .kemudian Mengawal Udin di perjalanannya kali ini ,menurutnya hal itu sangat tidak membuatnya Nyaman.
Kalau bukan karna desakan Winda yang Tidak mengijinkannya menaiki Bus umum antar provinsi tentunya dia tidak akan menaiki Travel eksekutif ini.
Travel ini terbilang mewah ,Fasilitasnya juga cukup lengkap dengan Kursi empuk dan lebar ,Dalam keadaan Normal dilihat dari jumlah Kursi penumpangnya ,Teravel itu bisa mengangkut 4 sampai 6 orang penumpang , Tapi hari ini Nyoman memang mencarter Travel itu husus untuk Udin seorang ,selain bersih tentunya di lengkapi beraneka ragam makanan ringan yang di sediakan di sebuah lemari pendingin yang ada di sana ,dengan sopir yang sopan dan ramah tentunya Udin merasa Nyaman dalam perjalanannya.
" Perjalanan ininakan memakan waktu berapa lama ya pak..?" Tanya Udin Kepada Sarwo yang nampak Fokus memperhatikan jalan di depannya.
" Kalau tidak ada kemacetan biasanya akan membutuhkan Waktu 5 sampai 6 jam Tuan.." jawab Sarwo dengan Sopan .
__ADS_1
" Panggil saja Udin ..." Ucap Udin kemudian.
" Saya akan memanggil mas saja ,Tidak sopan rasanya memanggil mas dengan sebutan Nama.." Sarwo dengan Logat Jawanya menimpali permintaan Udin Tadi.
" Baik begitu lebih baik ..,Bangunan Aku Begitu Bapak sudah memasuki perbatasan Kota Jatim " Ujar Udin yang lantas merebahkan sandaran kursinya mencari Posisi yang Nyaman untuknya bisa beristirahat.
" Baik Mas Udin "
Berlahan Udin memejamkan Matanya setelah menemukan posisi yang Menurutnya nyaman dan tak lama kemudian Tertidur.
Sarwo yang sudah Hafal cara membuat penumpangnya nyaman menekan beberapa panel di dashboard mobilnya sacara otomatis menggerakkan Korden Menutup seluruh kaca di Ruang penumpang ,tak lama kemudian Alunan musik yang menenangkan mengalun pelan dari speaker yang terpasang di plafon minibus itu.
4 jam berlalu begitu saja ,saat sebuah tepukan di bahunya membangunkan Udin, Nampak peluh membanjiri kening dan Badan Udin ,
Sarwo yang Sempat melihat penumpangnya menggigau Bergumam dan berteriak dalam tidurnya lantas menepikan Mobilnya lalu Bergegas membangunkan Udin.
" Mas...Mas udin...Bangun..."
Sarwo Lantas menyorongkan sebotol Air mineral dingin kehadapan Udin saat melihat Udin terbangun dengan Wajah memucat melihat sekelilingnya,.
" Terimakasih..aku baik baik saja ,..Sepertinya aku Bemimpi Buruk Tadi..." Ucap Udin setelang menenggak Habis sebotol air yang di berikan Sarwo padanya.
" Bapak bisa melanjutkan perjalanan lagi " sambung udin setelah melihat sekelilingnya yang Gelap karna waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam saat ini.
" Siap mas... " Jawab Sarwo yang Merasa lega Melihat Udin Baik baik saja ,kemudian berbalik menuju kemudi mobilnya ,lalu menghidupkan mesin mobil dan mengendarainya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Ydin yang sudah kehilangan Kantuknya menggeliat malas menatap keluar jendela memperhatikan lampu lampu Mobil yang berseliweran di depan dan belakangnya.
" Semoga Kalian Baik baik saja...Tak lama lagi kita akan Bertemu " Gumam Udin Pelan...Perasaan tidak nyaman menyelimuti hatinya.