System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Perjalanan ( 3 )


__ADS_3

" Bruuumm....Bruuum......!!! "


terdengar iringan beberapa mobil mewah mendekat dengan kecepatan tinggi.


mobil mobil mewah itu lantas berhenti tidak jauh dari tempat Udin berdiri tegak di antara para preman yang sudah tidak berdaya,yang hanya bisa menahan sakit tanpa berani mengeluarkan suara sediktpun.


" bos..!!! " jalu segera berlari Terbangun bungkuk menuju seorang pria setengah tua yang nampak rapi dan awet muda.


di sekelilingi pria paruh baya itu berdiri dua puluh pria tegap mengenakan jas hitam tampak garang,yang membuat Udin tertarik adalah penampilan sosok tubuh agak membungkuk dengan rambut beruban yang ada di samping bos tersebut.


dari sorot matanya terlihat sombong dan penuh kekejaman, akan sangat sulit di artikan oleh kata kata.orang biasa mungkin akan gemetar bila bersitatap mata dengannya.


" tiit ..tit... sang terpilih terdeteksi ..!"


" nama : Roni suaja "


" umur : 48 tahun ".


" kemampuan : memanipulasi fikiran semua mahluk hidup untuk mengikuti kemauannya ".


" tingkat berkah : 01 ( rendah ) .


" penunjuk : Begawan tirtayuda ( alm ) ".


" skill : none. ".


" media : taji kayu cendana. ".


seperti yang ku ingat dalam memori System tingkatan keberkahan yang terpilih berdasarkan kepada perbuatan yang terpilih sendiri, tingkatannya akan naik jika berbuat kebaikan,sebaliknya akan tetap rendah jika yang terpilih melakukan kejahatan.


yang terpilih tentu saja mempunyai kemampuan sedikit di atas manusia biasa jadi bisa memiliki data Skill yang bisa di tambahkan dengan mempelajari kemampuan kemampuan yang di inginkannya,hanya saja mereka tidak memiliki toko System .


Sedangkan Media yang di maksud adalah cara sang pemberi berkah memberikan berkah kepada yang terpilih.


" Syukurlah dia tidak membahayakanku " gumamku setelah melihat data yang di tampilkan System, setelah misi ini selesai aku akan segera menaikkan levelku,perjalananku ternyata tidak akan sesederhana rencan awalku.


" Di mana barangnya...?" Ucap roni kepada jalu tak perduli sama sekali dengan Udin yang berdiri menatapnya,seolah olah disana hanya ada sampah yang tak perlu di perhatikan olehnya.

__ADS_1


" Ada di mat poke bos... orang itu tidak membiarkanku mengambilnya dia mengancam akan membunuh siapa saja yang mendekat.." jawab Jalu menambahkan karangan ceritanya. sendiri.


Roni tentu saja tidak perduli dengan apa yang di katakan Jalu , baginya itu hanya masalah sepele.


" kalian beri pelajaran sampah itu lalu bawa barang yang aku mau " Ucapnya memerintah pengawal yang di bawanya.


" Aku yakin dia juga seorang pesilat kalian maju bersama sama saja ,aku sedang tidak ada waktu,satu jam lagi aku ada rapat di gedung dewan ,jangan sampai membuang waktuku !!"


Roni sebenarnya sudah merasa aneh saat Tiba di tempat ini..Taji kayu cendana yang dia ubah menjadi kalung tiba tiba bergetar sendiri.


persis sama saat dulu begawan tirta datang hendak mencabut keberkahannya , sayangnya orang tua sok alim itu tidak pernah menyangka akan di racun olehnya,


" orang tua bodoh apakah kamu memiliki murid..?!! , harusnya kutanyakan dulu sebelum aku membunuhmu " kutuk roni dalam hatinya.


Dengan sikap meremehkan keduapuluh pengawal berjas itu bergegas menyerang Udin dengan tinju dan tendangan yang datang dari segala arah.


" Manfffuusss...!!" Jalu berteriak nyaring,suaranya terdengar aneh setelah bibirnya menjadi tebal akibat tamparan udin tadi , keberaniannya kembali berkobar ,dia yakin kali ini Udin akan mati...


bagaimana tidak Dia sangat tahu betul akan kemampuan pengawal bosnya itu , hanya perlu satu tinju saja bisa membunuh kerbau besar dengan satu hantaman.


apalagi sekarang ada lebih dari sepuluh pukulan dan tendangan yang mengarah ke titik titik mematikan di tubuhnya.


" Kalian bukan lawanku... pergi saja..."


Tiba tiba muncul daya tolak yang sangat besar menerpa keduapuluh pengawal yang sedang menyerang Udin , mereka terlempar jauh seolah daun kering tertiup angin,nafas menjadi sesak dan kepala mereka terasa akan pecah, tiba tiba darah mengalir dari hidung dan telinga mereka, tak ada satupun dari keduapuluh pengawal itu yang bangun.. mereka semua pingsan hanya oleh satu serangan,itu bahkan tidak bisa di sebut serangan lebih tepatnya dorongan..!!!


" A...a.aa apa yang terjadi " tampak Roni masih belum mencerna apa yang dilihatnya saat ini..


Jalu terduduk lemas ia sama sekali tidak menyangka Udin akan semengerikan itu, hanya sosok pria berambut putih itu saja yang tampak tidak terlalu terkejut,


"" Broto ... cepat kamu habisi dia..!!" ucap Roni setelah lepas dari keterkejutannya , segera memerintah lelaki berambut putih untuk maju sedangkan dia sendiri berlahan mundur kebelakang pria itu, bagaimanapun di aqhanya seorang pria biasa yang tidak bisa bertarung.


Belum sempat Broto melangkah untuk maju Udin menunjuk Roni lalu berkata.


" Roni... kamu sudah melanggar aturan Darma dari keberkahan...Aku mewakili tuanmu akan mencabut apa yang bukan Hakmu lagi..."


" ajian Pencabut sukma ..." gumam Udin pelan membuka telapak tangannya mengarahkannya ke dada Roni yang berjarak sekitar dua belas sampai tujuh belas meter di depannya.

__ADS_1


tiba tiba selarik cahaya hijau yang hanya Udin dan Roni yang bisa melihatnya melesat kearah dada roni...


" Wuussshhhh..."


" Beezzzzz... "


taji kayu cendana yang ada di kalung yang berada di dada roni berubah menjadi bubuk hitam berguguran jatuh ketanah,Roni bisa merasakan perubahan pada bagian tubuhnya,kakinya mengecil sebelah , raut wajahnya menua perlahan Kerutan mulai bermunculan , Roni yang sekarang nampak sangat bertolak belakang dengan Roni yang biasanya di kenal masyarakat, pesona Agung seorang tokoh masyarakat yang di hormati hilang begitu saja .


bagi orang yang mengenalnya melihat Roni denga keadaan yang sekarang akan merasa iba sekaligus jijik... tidak ada perasaan hormat seperti sebelumnya.


Ya... roni yang dulu adalah lelaki lumpuh yang penuh keputusasaan, dia di temukan oleh begawan tirta saat berniat bunuh diri di tengah perlintasan rel kereta api,entah apa yang begawan tirta itu lihat pada diri Roni sampai beliau mau memilihnya.


" tidaaak... !! aku tidak mau kembali seperti ini lagi... tolong Tuan ampunilah aku .."


Roni berusaha mendekati Udin dengan beringsut menarik kedua kakinya yang tidak berfungsi dan mulai mengecil,ingusnya yang keluar bercampur airmata menambah kesan jijik bukannya kesan iba seperti yang di harapakannya.


Jalu yang melihat semua kejadian di depan matanya itu tak bisa berkata apa apa , dia tidak sanggup mencerna apa yang telah terjadi ,Ia bahkan tidak sanggup menahan kencingnya yang berlahan keluar membasahi selangkangannya, sontak bau pusing menyebar di sekitarnya , baginya saat ini Udin adalah malaikat maut yang bisa menghabisinya hanya dengan melambaikan tangan saja. dia tidak sanggup menahan beban batin yang dia rasakan lalu terjatuh pingsan karna ketakutan yang amat sangat.


Anehnya Broto seperti orang linglung ,hanya berdiri saja menyaksikan semua kejadian di depannya..


" Broto ba...ba...bantu akau berdiri bawa aku kehadapan Tuan ..Aa...a... aku ingin memohon kepadanya... cepaaaat.... jangan bengong saja kamu...!!! " ujar Roni meminta untuk Broto segera membantunya...


Udin tahu Broto hanya korban dari kemampuan Roni memanipulasi fikiran , itulah sebabnya dia mengesampingkan untuk berurusan dengan Broto.


Mata Broto yang tadi kejam kini berubah tampak lelah kengerian yang terpancar menghilang di gantikan aura berwibawa yang penuh kelembutan.setelah sejenak memahami semuanya seluruh kejadian Broto lantas berkata lembut.


" Roni... kejahatanmu sudah terlalu banyak,hatimu penuh dengan iri dengki tidak ada benih kebaikan yang telah kamu tanam dan bodohnya aku selalu mengikutimu.. selalu melindungi aibmu.. "


" sudah saatnya kamu bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan ...aku juga akan menyerahkan diri pada pihak berwajib...aku tidak akan menyalahkanmu karna membuatku melakukan hal hal buruk untukmu... " sambungnya penuh rasa penyesalan sembari mengingat apa saja yang pernah dia lakukan di masa lalu..terlalu banyak kesalahan yang dia ingat membuat dadanya sesak...sampai detik ini ia masih tidak tahu kenapa saat itu dia begitu saja mengikuti apa yang roni perintahkan kepadanya.


" tooott....!!! Toooot...!! niii nuuuu....niii nnuuu.."


terdengar sering dari beberapa mobil polisi berhenti,dan segera beberapa petugas berseragam turun dan mengepung tempat itu..


" Jangan bergerak..!!! , diam di tempat...jangan ada yang melawan..!!"


" Tidak di filem...bahkan di dunia nyata ini mereka selalu saja datang terlambat..." keluhan Udin dalam hati...

__ADS_1


"


__ADS_2