System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Perjodohan...


__ADS_3

Perjalanan pulang yang Jauh dan melelahkan tak terasa sama sekali ,gelap mulai menyelimuti menemani perjalanan Udin kembali ke villa kediamannya untuk menemui kedua orang tuanya .


***


Di Villa taman Indah Rombongan Om Darman yang mengenakan Dua buah limousine hitam berhenti di depan Villa, tampak dua baris pekerja dan petugas pengamanan yang di atur Meilin dan Siska sudah menunggu untuk menyambut kedatangan orang tua Udin


" Selamat Datang Tuan Dan Nyonya..." Suara lantang dari tim penyambutan itu terdengar saat Darmaji dan Dina turun dari limousine itu.


Nampak wajah keduanya di Penuhi rasa bangga Melihat bangunan megah dan banyaknya pekerja yang menyambut mereka , sampai saat ini mereka merasa hidup di alam dongeng ,susah di jelaskan apa yang ada di benak kedua orang yang sangat di sayangi Udin itu..Beberapa hari ini begitu banyak kejutan demi Kejutan yang mereka dapati ,Dari kedatangan Darman yang ternyata adalah pemilik perusahaan sawit terbesar di daerah tempat tinggal mereka yang ternyata adalah Bawahan anaknya , bahkan Dari cerita Darman Perusahaan Udin bukan hanya satu saja. makin membuat rasa penasaran di Hati Darmaji ,


Darimana anaknya itu tiba Tiba bisa sesukses itu ,apakah ini semua hasil dari Judi atau apa...


" Kak silahkan masuk , ini Rumah Nak Udin sekarang ,jangan sungkan ..." Darman meraih tangan darmaji membawanya masuk melalu pintu besar kedalaman Villa, nampak Meilin dan siska sudah menunggu mereka di dalam sebuah ruang tamu megah Villa taman indah ,


" Selamat datang Om..Tante ..." Meilin yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka berjalan mendekati lalu bersalaman dan mencium tangan mereka dengan hormat.


" Apakah kamu Istri Udin ... Kamu cantik sekali...Anak Sialan itu tidak mengatakan kepadaku bahwa dia sudah memiliki Istri .." Meilin yang terkejut saat Tiba tiba Dina memeluknya seraya mengatakan hal itu terdiam tak tahu harus berkata apa..


" Bu ...bukan Tante , Nama saya Meilin ..saya adalah Murid... eh Teman Mas Udin.." Meilin menjelaskan sesaat setelah Dina melepaskan pelukannya .


" Anak jaman sekarang memang melupakan adat istiadat ketimuran... Tinggal bersama tanpa status akan tidak baik bagimu dan keluarga nanti.. Begitu anak itu pulang aku sendiri yang akan mendesaknya untuk segera menikahimu.. lelaki harus mempunyai rasa tanggung jawab ...." potong Darmaji Menepuk lembut Pundak Meilin yang melirik ke arah Darman meminta bantuan untuk bisa lebih menjelaskan Cerita sebenarnya tentang hubungan mereka.


Darman sendiri memang tidak tahu hubungan pasangan itu hanya tersenyum saja , berdasarkan pengamatannya sepertinya memang mereka memiliki hubungan husus , jadi wajar saja kalau Orang tua mereka ingin melihat mereka menikah.


Meilin hanya bisa Pasrah saja dengan situasinya sekarang ,toh nanti saat Udin datang semuanya akan menjadi jelas ,


" Perkenalkan isi Siska sekertarisku ... " Darman memperkenalkan Siska yang menangguk kemudian mengalami keduanya.


" Maaf aku tidak sempat menyambut kedatangan kalian , tadi aku sedang memberi beberapa arahan kepada beberapa Murid dan kepala pelayan yang akan bekerja di sini .."


Tedjo kusumo nampak berjalan memasuki Villa diikuti Salman kepala pelayan yang sengaja di bawanya dari Matrm .

__ADS_1


" Perkenalkan Aku Tedjo kusumo kakek Meilin.."


" Rupanya kakek Besan juga repot repot datang kemari " Darmaji segera menjabat tangan Tedjo dengan Penuh keramahan , Walaupun Nampak terkejut Tedjo tetap mengulas senyum menyambut jabat tangan Darmaji , Matanya melirik Meilin yang nampak Bingung bagaimana cara menjelaskan apa yang terjadi Saat ini.


" Anda pasti Ibunya nak Udin ..." Tedjo yang masih bingung berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mendekati Dina yang nampak mengenggam tangan Meilin.


Tak berapa lama perbincangan Akrab ketiga orang tersebut membuat suasana di ruangan itu menjadi meriah, Darman ,siska dan Meilin diikuti salman beranjak menuju ruang Makan untuk memastikan semua sudah siap dan lengkap saat acara makan malam nanti.


***


Saat ini udin Sudah sampai di gerbang pos penjagaan Vila taman indah ,membuka kaca mobil untuk memudahkan petugas yang berjaga mengenalnya , bagaimanapun Mobil Audi yang ia kenakan menggunakan plat luar kota .


" Selamat malam Tuan " penjaga yang mengenalnya segera membuka portal gerbang dan mempersilahkan Udin masuk. ke areal komplek Villa megah itu.


Udin berhenti tepat di depan Villa ,rupanya di kedua pos sisi gerbang sudah memiliki masing masing 2 penjaga di setiap posnya , Cukup puas Udin melihat mereka dengan cekatan Dan sopan saat mereka menghentikan Mobil yang di pakai Udin ,kemudian menanyakan maksud dan tujuan Udin datang ke Villa tersebut.


" Maaf Tuan Kami tidak mengenali Tuan..." Serentak keempat penjaga itu membungkuk hormat setelah Udin memberikan kartu identitasnya.


Berlahan memasuki Villa Dada Udin berdebar tak menentu , Rasa bersalah dan Kerinduan kepada kedua orang tuanya yang di pendam bertahun tahun membuncah memenuhi relung hatinya . tak terasa air mata menetes di matanya...


" Mulai hari ini aku akan menjadi ke kebanggaan kalian ... tak ada lagi kisah sedih yang akan kita tulis..." Gumamnya saat Mobilnya sampai di depan Pintu masuk .


Dari luar Udin bisa melihat Kedua orang tuanya sedang berbincang bincang dengan seorang Tua yang nampak berwibawa sesekali menampilkan senyum ,Mereka nampak Akrab satu dengan yang lainnya.


" Ehem....A...a..aku pulang ..." Terdengar suara bergetar Udin saat melihat Wajah Ibu yang paling di cintanya itu..


" Anakku.... kamu akhirnya ada di sini..." Dina yang melihat Putra kesayangannya berdiri di pintu masuk segera berlari memeluk dan mencium wajah yang di rinduinya bertahun tahun itu , Isak tangis terdengar dari Keduanya ...Tak ada kata yang lebih bisa menggambarkan pertemuan Ibu dan anak itu.


Setelah Puas melepas rindu dan saling menghapuskan Air mata yang menetes di kedua pipi mereka Udin mengalihkan pandangannya ke arah Darmaji yang nampak berusaha menegarkan hatinya.


Berlahan Udin melangkah mendekat lalu menekuk kedua kakinya bersujud di hadapan Ayahnya .

__ADS_1


" Ayah ...maafkan anakmu yang tak pernah membuatmu Bangga dan selalu menusagkanmu ini,...ta..tapi mulai hari ini aku berjanji akan mengikuti dan tidak pernah lagi membangkang perintahmu lagi..."


Tetes bening Air mengalir dari kedua pelupuk mata lelaki Tua tersebut Yang segera di hapusnya .


" Lelaki tidak seharusnya menangis .. Bangunlah tunjukkan bahwa kamu adalah benar Putraku , Putraku tidak lemah bahkan tidak pernah menangis.." Ucap Darmaji berusaha menyembunyikan suaranya yang bergetar , Dulu sekeras apapun dia menghajar Udin tak pernah di dengarnya anak itu berteriak kesakitan ,ataupun menangis .


Berlahan Udin Bangkit ..menundukkan kepalanya sembari mengapus Air matanya dengan kedua tangannya .


" Aku anakmu ... Ini adalah air mataku yang terakhir...aku berjanji " menyalami dan mencium tangan Darmaji yang penuh dengan Kapalan di sudut sudut telapak tangannya akibat pekerjaan berat yang di laluinya belakangan ini ,


Hati Udin terenyuh seakan dapat merasakan kerasnya hidup yang di lalui ayahnya.


Berlahan Darmaji mengusap lembut kepala Udin yang mencium tangannya .


" Dimana sopan santunmu... Kakek mertuamu ada di sini..bahkan kamu tidak menunjukkan rasa hormatmu sedikitpun.."


" Kakek mertua...? " Udin tak bisa menyembunyikan sedikitpun rasa keterkejutannya saat mendengar ayahnya mengatakan Itu, mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling menemukan sosok Tua yang tadi di lihatnya berbincang dengan orang tuanya.


" Secepat itu mereka menemukan seseorang untuk menjodohkanku..?! , bahkan aku belum sempat menceritakan Winda pada mereka.." Batin Udin di landa kebingungan melihat situasi ini.


" Jangan berlagak Bodoh , cepat ucapkan salam dan jamu kakek mertuamu anak nakal..! " Darmaji berkata dengan nada memerintah lalu mendorong Udin kehadapan Tedjo yang nampak sama bingungnya dengan Dirinya.


" Rupanya ini anak muda yang membuat Cucuku kabur dari rumah dan tak mendengar perintahku lagi , cukup tampan ... kuharap kemampuannya tidak lebih buruk dari Murid padepokan yang kubawa ,jika sampai dua lemah...akan ku beri pelajaran karna berani mengganggu cucuku "


Tedjo membatin memasang senyum kepada Udin yang sedang mencium tangannya , kemudian menepuk pundak Udin lalu berkata.


" Kami para orang tua hanya ingin yang terbaik untuk masa depan kalian, aku harap kamu bisa mempertanggung jawabkan semua dengan Baik ,jangan sampai aku kecewa ,akan berat untukmu.." Kata kata itu mengandung banyak makna ,atau lebih kearah ancaman .


kalau saja di sana tidak ada orang tuanya Udin akan dengan tegas mengatakan bahwa ia sudah memiliki pilihannya sendiri yang akan di jadikannya istri. Untuk saat ini Udin tidak ingin mengecewakan mereka yang sudah mengatur perjodohan ini .


" Aku bahkan belum pernah Melihat wajah cucunya seperti apa...ini sangat memusingkan ..setelah malam ini Aku akan mengatakan pada ayah dan ibu mengenai Winda kuharap mereka tidak akan memaksakan perjodohan ini " Batin Udin yang segera menangguk pura pura memahami apa yang di katakan Tedjo padanya.

__ADS_1


__ADS_2