System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
ExxonMobil...


__ADS_3

Tidak pernah ada yang tahu masalah sumbatan cakra yang di alami Tedjo bahkan Anak dan Cucunya ,


sudah hampir 15 tahun dia mengalami Hambatan saat hendak naik ke tenaga dalam tingkat Master .


Seperti yang di ketahui ada lima tingkatan dalam penguasaan tenaga dalam ,( Rendah / Menengah/ Tinggi / Master / Super ) Dan ada 7 cakra yang umum di ketahui para kultivator di dunia Fana ini , titik cakra ke 6 di dadanya ( Jantung ) yang mengalami penyumbatan sangat sulit di buka ,entah berapa tabib dan Master Master besar dia undang untuk membantunya mengatasi penyambutan itu ,


Sedangkan pemuda di hadapannya dengan mudah mengetahuinya bahkan mengatakan dengan entengnya bisa membantu kesulitan yang di alaminya puluhan tahun itu. sulit bagi Tedjo untuk percaya begitu saja , Apalagi dengan umur dan kemampuan yang dia anggap masih sangat rendah dibandingkan Murid utama padepokan Tapak suci .


" Sepertinya Kakek tidak mudah untuk percaya bagaimana kalau begini saja ..." Udin melepas Aura Super tenaga dalamnya dengan membuka kedelapan titik aliran cakra di tubuhnya.


" Buuuuzzzzzz...... !!! " Suara angin bergemuruh dan aura yang dahsyat menekan membuat Tedjo Kusumo dan kelima Droid wanita Bergetar hebat menahan tekanan yang di lepaskan Udin.


Untungnya itu hanya sesaat , tak kurang lima detik saja ,tetapi efek yang dirasakan Tedjo membuat lelaki tua itu terengah engah dan buru buru mengatur pernafasannya yang kacau .


" Maha Guru.." Desis Tedjo membungkuk dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada , Ada aturan di dalam dunia persilatan , Semakin tinggi ilmu seorang pendekar makin tinggi pula statusnya , tanpa memperdulikan Usia atau Statusnya dalam masyarakat luas .


" Mendekatlah... " Udin meminta Tedjo untuk mendekatinya , Ia tak ingin membuang waktu lagi dalam benaknya jauh lebih penting untuk segera mengabari Winda kabar Bahagia pertemuannya dengan Ayah ibunya.


" Berikan padaku Akik Sulaiman yang ada di jarimu.."


" Baik Maha Guru .." Tak ada keengganan pada diri Tedjo saat melepas dan memberikan Akik pusakanya kepada Udin , di usianya yang sudah hampir 90 tahun, Baru kali ini ia bertemu sosok Maha Guru selain Gurunya Dulu. Rasa hormat yang besar tumbuh di hatinya pada pemuda yang sempat dia remehkan sebelumnya.


Sesaat setelah Udin menerima Akik pusaka itu Udin memejamkan matanya .


" System Berikan keberkahan Kepada Kakek Tedjo kusumo melalui Akik pusaka ini "


" Baik Tuan , sang terberkati akan menerima keberkahan Setelah menerima Akik yang terberkati."


Berlahan Udin mendekati Tedjo mengarahkan jari telunjuk kanannya yang dialiri tenaga Murni Inti sejati ,untuk membuka Sumbatan Cakra Tedjo . selarik cahaya emas melesat tepat ketitik Cakra di Jantung Tedjo , Lelaki tua yang tak menduga akan hal itu tak sempat menghindarinya .


Tedjo merasakan sebuah tenaga asing yang dingin membungkus titik cakranya Berlahan membuka Kolam cakra baru , Tedjo segera bersila dengan sikap sempurna menggabungkan keenam titik cakra yang secara ajaib kini di miliknya , Anugerah itu terlalu besar baginya .


Hampir Sepuluh menit Tedjo bersemedi, akhirnya sebuah Aura Besar berwarna keemasan meledak dari tubuh tua itu menandakan Tingakatan tenaga dalamnya sudah mencapai tingkat Master . Udin yang sudah menduga itu segera membuat Bola pelindung di sekitar Paviliun , untuk menghindari akibat buruk dari ledakan energi besar kenaikan tingkat Kakek tua tersebut.


" Blaaar.....!!! " Pakian Tedjo nampak robek di beberapa bagian , tak urung dengan kelima Droid wanita yang masih berdiri di samping Udin , yak urung kelima droid mengalami hal yang sama menunjukkan kilauan Titanium dari bagian tubuh mereka yang Bolong di beberapa bagian . sedangkan Udin nampak Biasa biasa saja .


Saat Tedjo melihat itu tak perlu diingatkan seberapa hebat anak muda itu sebenarnya , Bangunan dan lantai marmer yang nampak hancur berantakan menunjukkannya dengan Jelas..


" Maafkan Aku Maha Guru ... aku akan memperbaiki semua kerusakan yang terjadi sebab kelalaianku ini.." Tedjo yang menyadari akibat dari perbuatannya segera membungkuk meminta maaf.


" Aku lebih menyukai panggilan cucu darimu , jangan hawatirkan yang lain , biar om Darman yang membereskan semuanya .

__ADS_1


" Diig.."


" Selamat Tuan berhasil memberikan keberkahan Kepada yang terpilih "


" mendapat kan 1000 point ( ion ).. "


" mendapatkan lima tambahan keberkahan "


" Mendapat 1.000.000 ion "


" satu Kotak Kejutan "


Pesan System Terdengar saat Udin menyerahkan Akik yang telah di berkatinya pada kakek tedjo.


Kembali hawa murni tenaga inti sejati yang besar Menjalar memasuki tubuh Kakek tua tersebut , memberikan banyak pencerahan tentang teknik keyakinan dan kuktivasi yang selama ini tak terfikirkannya.


" Aku akan mengatur agar Kakek ke paviliun dua , disana Suasana lebih tenang dan nyaman untuk melanjutkan semedi mengatur meneyeimbangkan kelima cakra .."


" Salah satu dari kalian Antar dan persiaplan kebutuhan Kakek tedjo segera .." Udin memerintahkan salah seorang Droid yang berada di sampingnya.


" Baik Tuan... silahkan Ikuti saya ..." Droid yang menerima tugas tersebut segera membungkuk mempersilahkan Tedjo untuk mengikutinya.


" Besok pagi kalian berkumpul di sini , ada beberapa hal yang akan ku sampaikan pada kalian "


" Baik Tuan ..! " serempak keempat Drod wanita itu menjawab dan segera membersihkan puing puing bangunan yang berserakan .


Udin melangkah memasuki Villa utama untuk beristirahat, sembari berbaring di kamarnya mengeluarkan Ponselnya menghubungi Winda dengan Video call ,


Tak menunggu waktu lama panggilan itu di jawab , nampak Winda yang mengenakan baju tidur tipis merapikan rambutnya yang tergerai mengulas senyum manis untuk Udin.


" Ya sayang... Aku sudah menunggu telepon darimu sedari tadi..."


Sejenak mereka saling menatap tanpa berbicara , seolah saling mengerti apa yang mereka ingin sampaikan melalui kebisuan itu.


" Ayah dan Ibuku sudah bersamaku saat ini , Aku bisa menjemputmu besok untuk bertemu dengan mereka ."


Setelah terdiam cukup lama Udin memutuskan untuk merahasiakan tentang Meilin pada winda saat ini , dia tak ingin merusak susana Romantis yang sedang dinikmatinya saat ini .


" Aku bahagia mendengarnya mas , sampaikan salam Hormatku pada mereka .."


" Tapi Masih ada beberapa jadwal pertemuan dengan Klien luar negeri yang sudah di atur paman Nyoman untukku 2 hari kedepan , aku bisa menundanya kalau Mas datang menjemputku .."

__ADS_1


" Apa itu meeting penting...? " Tanya Udin mengernyitkan keningnya .


" Tidak ada yang lebih penting darimu sayang..."


" Lalu bagaimana dengan Kedua adikmu ,apakah mereka juga sudah bersamamu..?" Winda ingat Udin sangat menyayangi kedua adiknya dari cerita cerita yang di sampaikan padanya.


" Astaga ...aku sampai lupa menanyakan itu pada Ayah dan Om darman tadi... terimakasih sudah mengingatkanku sayang, aku terlalu bahagia melihat mereka sampai melupakan belahan hatiku yang lain Besok aku sendiri yang akan menjemput mereka untuk kubawa Pulang..."


" Setelah itu aku akan mencarimu untuk kuperkenalkan pada mereka dan ayah ibuku ."


Udin sudah memutuskan untuk menjemput kedua adiknya itu lebih dulu sebelum Mencari winda untuk diperkenalkan pada ayah dan ibunya sekaligus menyelesaikan kesalah pahaman mereka tentang siapa Meilin sebenarnya.


" Aku akan mengikuti apapun rencanamu ,jangan lupa beristirahat , Juga jangan sembarangan memesan makanan yang kamu tidak kenal , dan ingat....."


" Kamu Sexy sekali malam ini..." Udin memotong Ucapan Winda , menatap kekasihnya yang membalas tatapan itu dengan wajah bersemu merah , seraya melirik kearah sampingnya.. Rupanya di samping Winda , Fitri yang pura pura tertidur sejak tadi berusaha menutup telinganya dengan bantal saat pembicaraan itu mulai menjurus kearah hal hal yang tabu untuk di dengar gadis seusianya.


" A...aku ..... sebentar sayang aku akan pindah kekamar sebelah saja..." Winda nampak Gugup segera beranjak hendak keluar saat tahu Firti ternyata sejak tadi menguping pembicaraannya.


" Ga perlu sayang... cukup dengan melihat wajahmu rasa rinduku sudah terobati , kamu sebaiknya beristirahat saja , Aku akan menjumpaimu sekembalinya menjemput adik adikku. "


Setelah berbincang tentang hal hal ringan cukup lama Udin memutuskan panggilan itu setelah sebelumnya mengirimkan sebuah ciuman jauh yang membuat hati winda di penuhi kebahagiaan lalu berusaha memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak .


Baru saja akan terlelap ponsel itu berdering menampilkan Sederet Nomor asing yang menghubunginya , Udin yang melihat nomor pemanggil yang berasal dari luar negeri itu dengan Malas menerima panggilan telepon itu.


" Hallo ... did I talk With Mr. Udin...? " Suara lembut wanita Bule terdengar di seberang sana.


" Yes i am.. and Who are you..? "


" Sorry to disturb you sir, my name is Catherine, who you appointed as your representative at ExxonMobil [ maaf menganggu tuan , nama saya catherine , yang anda tunjuk sebagai perwakilan anda di ExxonMobil ] "


" There are several important points that I want to report to you, sir, could I ask a moment of your time...? [ Ada beberapa point penting yang ingin saya laporkan kepada anda tuan , apakah saya bisa meminta waktu anda sebentar ..? ] "


*** Untuk memudahkan pembaca di sini Author akan menggunakan Bahasa Indonesia saat tokoh bertemu atau berbicara dengan orang asing , sehingga tidak perlu menyelipkan translate di kalimat selanjutnya ***


" Aku mendengarmu ,katakan apa yang akan kamu laporkan " Rupanya System secara otomatis menunjuk seseorang yang akan menangani Urusan yang tidak mendapat perhatiannya.


10 menit waktu yang di habiskan untuk pembicaraan itu , dari apa yang di cerna oleh oleh Udin , para pemegang saham besar di perusahaan itu mendesaknya untuk melepaskan 60 % saham yang dimilikinya ,karna mereka meragukan kapasitasnya sebagai pemegang saham utama yang tak pernah muncul di permukaan , menyebabkan keraguan dan kekhawatiran mereka akan masa depan perusahaan minyak terbesar di Amerika Serikat itu.


" Sampaikan pada mereka ... jika mereka ragu Aku akan Mengabil alih saham di tangan mereka berapapun Harganya.."


" Tapi Tuan ...! "

__ADS_1


__ADS_2