System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Bertemu Meilin..


__ADS_3

Udin rasanya ingin saja secepatnya menaikkan levelnya saat ini ,tetapi mengingat kejadian yang di alaminya Di kamar hotel Medana asri kemarin ,keinginan itu ia pendam lagi , menunggu saat dan Tempat yang Cocok untuknya menaikkan level.


" Ciiìt....!!! "


 Menjelang Dini Hari travel yang di tumpangi Udin tiba tiba mengerem mendadak...


Udin yang baru saja hendak tertidur segera membuka matanya lalu bertanya.


" Ada apa pak...kenapa tiba tiba berhenti mendadak...! "


" Maaf mas di depan sepertinya ada Kecelakaan.."


Udin yang mendengar itu segera berpindah duduk kesebelah Sarwo yang duduk di belakang setir.


Nampak di depan sebuah Mobil Ferrari berwarna merah Dengan Kaca belakang Hancur melintang di tengah jalan ,Dan dua mobil sedan Hitam yang penyok di bagian depannya berada di kedua sisi Ferrari merah itu.


" Sepertinya ini Bukan sebuah kecelakaan Batin Udin berlahan membuka pintu kemudian Turun dari mobil travel itu.


" Mas Udin... Kembali....Sebaiknya kamu jangan ikut campur , lihat saja apa yang ada di genggaman mereka ..itu..itu..Pistol..! " Teriak Sarwo yang memperingatkan Udin akan bahaya di hadapannya,Udin tentu saja tidak menggubris peringatan itu dalam sekali Lompatan dia sudah berada di sebelah Ferrari merah yang melintang di jalan itu.


Nampak seorang Pemuda Berlumuran Darah di kepalanya terkunci dengan wajah menempel di setir mobilnya , Hanya dengan satu tarikan saja Pintu Mobil yang nampak kokoh itu terlepas dengan mudahnya... Suasana malam yang gelap dengan penerangan Lampu jalan yang Buram membuat keadaan semakin mencekam.


" Berhenti ...! "


" Sebaiknya kamu jangan ikut Campur anak muda..!"


terdengar suara keras yang membuat Udin yang hendak mengeluarkan pemuda berdarah itu dari mobilnya berhenti sesaat ,Lalu menoleh kesumber suara tadi..Nampak 7 sampai 8 orang berpakaian Mirip tentara dengan senjata yang mengarah kepadanya berlahan mendekat.


Dari logat bicara mereka yang sedikit aneh Udin menduga mereka bukan dari negara Indola,


" Siapa kalian...berani menggunakan senjata mematikan di negaraku..Apakah kalian tidak tahu aturan di sini mengenai senjata Api ..?"


Udin berbalik lalu berdiri dengan santainya menatap sekelompok orang yang tak jauh di depannya.


" Kamu pikir kami akan takut dengan negara lemah ini...? ,Kami sudah cukup berbaik hati tidak menyatakan perang dengan negaramu yang hanya pandai beromong kosong dengan diplomasi yang membosankan..."

__ADS_1


" Sebaiknya kamu segera enyah dari sini sebelum peluru senjataku ini merenggut nyawamu..!" Bentak seorang berbadan besar yang tengah mengarahkan sebuah senjata laras panjang AK 47 kepadanya.


Raut wajah Udin menghitam menahan amarah yang mulai memuncak di ubun ubunnya .


" Kuberi kalian Waktu 5 detik untuk segera menghilang di hadapanku ,jangan salahkan aku mengirim kalian pulang dalam kantung mayat...!" dengus Udin yang lantas Mengalirkan 30% lebih tenaga dalamnya, di kedua belah telapak tangannya ,Aura berwarna ungu mulai nampak jelas mengatasi tubuh Udin..


" Dasar Monyet tak tahu di untung ,masih saja berlagak di hadapanku, Kalian tembak mati pemuda gila itu ,Jangan sampai Cucu profesor Anto terkena tembakan kalian ,Jendral menginginkannya dalam keadaan Hidup.."


Perintah seseorang yang rupanya adalah pemimpin kelompok bersenjata tersebut.


" Dor...dor...dor..!!!"


Suara letusan dan kilatan cahaya dari senjata api berbagai jenis mengarah ke tempat udin berdiri memecah kesunyian malam itu.


Udin yang sudah bersiap segera berkelebat menyambut tubuh pemuda yang berada didekatnya lalu melompat tinggi menjauh dari zona tembakan yang mengarah kepadanya, gerakannya tentu saja tidak akan bisa tertangkap oleh awam yang tidak memiliki kemampuan tenaga dalam dan kanuragan, di pandangan mereka Udin menghilang begitu saja selayaknya Hantu.


Belum hilang keterkejutan mereka sebuah benda sepanjang setengah meter berlekuk 9 mengeluarkan suara gemuruh dengan kecepatan cahaya menebas menampakkan Garis ungu memanjang keleher mereka tanpa sanggup mereka hindari lagi .


" Grooommmm....wush.... Crashh...!!! "


Garis memanjang berwarna ungu tersebut berhenti saat akhirnya merobohkan beberapa Tiang tiang listrik yang terbuat dari beton sebesar pohon kelapa Lebih dari 100 meter kebelakang.


Darah segar segera saja membanjiri tempat Itu menimbulkan pemandangan yang sangat mengerikan..Sarwo yang berada tidak jauh disana sudah pingsan terlebih dahulu saat melihat Tubuh tanpa kepala berjatuhan di depannya.


" Keris yang yang luar biasa..,sepertinya aku menggunakan terlalu banyak tenaga dalam tadi .." Gumam Udin melihat parahnya kerusakan yang di perbuatnya. di terang hanya oleh cahaya lampu dari mobil travel milik sarwo Udin sama sekali tidak menyesal membunuh kelompok.pok penyusup yang bergeletakan menjadi mayat di depannya .


" ini peringatan Buat kalian yang berani meremehkan Negaraku..." ucap Udin keras menyunggingkan senyum bengisnya,Udin sengaja mengatakan hal itu dengan keras, sayup sayup dia bisa mendengar alat komunikasi yang ada pada tubuh tubuh tanpa kepala itu masih tersambung dengan pusat komando mereka ,jelas komunikasi itu langsung terputus saat mendengar pesan peringatan yang udin katakan Tak perduli dengan tindakan balasan yang akan di hadapinya nanti , tidak ada rasa gentar sedikitpun di hatinya,


Di sebuah tempat Rahasia seorang lelaki tua mengenakan seragam militer Negara Maladita berpangkat letnan jendral masih termagu menyaksikan berulang ulang rekaman Pertempuran yang lebih cocok dikatakan Pembantaian beberapa bawahannya yang di tugaskan untuk menculik seorang cucu ilmuan penting sesuai perintah atasannya di sebuah layar besar yang di ambil dari sebuah Drone . dia sudah mengikuti pemuda itu dari sebulan yang lalu ,sehingga Tahu betul jadwal dan kegiatan keseharian dari targetnya ,hingga akhirnya memutuskan untuk melaksanakan operasi penculikannya malam ini .


Dari kenyataan di lapangan dan apa yang dilihatnya di layar monitor tersebut , rasa gentar tumbuh dengan cepat dalam hatinya ,siapa yang sanggup berhadapan dengan Monster yang bahkan bisa menghilang dan membunuh semua anak buahnya hanya denga sebuah senjata kecil yang tidak bisa dia identifikasi benda apa itu.


" Laporkan Dan tutup markas ini segera... malam ini juga kita Mundur..!!!" Tegas suaranya memerintah beberapa orang dalam ruangan itu dengan suara bergetar.


Udin lalu berbalik menuju sebuah pohon tidak jauh belakangnya ,disana nampak sosok yang di selamatkannya tadi masih terbaring pingsan.

__ADS_1


Setelah memastikan tidak ada luka serius yang di alami pemuda itu Udin sedikit Lega ,dia tahu pemuda itu pasti bukan pemuda biasa ,dilihat dari perencanaan penyerapan yang di persiapkan untuk bisa menculik pemuda itu


Mengeluarkan ponselnya memutuskan untuk menghubungi Jendral ruslan terlebih dahulu, lalu menceritakan kejadian yang di alaminya tadi secara singkat. Dia juga berpesan untuk tidak memberitahukan Nyoman tentang hal ini ,karna tak ingin nantinya Winda tahu dan menghawatirkannya.


" Om sedang dalam perjalanan saat ini , sebentar lagi akan sampai ,Nak udin Sebaiknya Segera menyingkir ke tempat yang aman ,om hawatir akan ada sniper yang bisa membawakan " ujar Ruslan memperingati Udin akan situasinya yang berbahaya.


Rupanya pemuda yang sedang Bersama Udin itu adalah salah seorang cucu dari Ilmuan penting Negara Indola yang sedang diingat banyak negara karna penemuannnya di bidang senjata Laser antar benua yang menghebohkan Dunia.


Jendral ruslan sendiri di emang tugas melindungi keluarga ilmuan tersebut.


Beberapa saat yang lalu peringatan keadaan darurat Milik Baskara ( nama pemuda tersebut ) berbunyi dan segera di tanggapan tim husus yang di pimpin Jendral ruslan sendiri yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi terakhir peringatan itu berbunyi.


Setelah mendapatkan telepon dari Udin Tadi Ruslan menjadi sedikit Lega, dia tahu kemampuan Udin melalui cerita saudara angkatnya Nyoman beberapa Hari yang lalu , terpancar kelegaan di wajahnya , bagamanapun Akan sulit menjelaskannya kepada para pimpinan di atasnya bila sampai kehilangan orang yang berada dalam pengawasannya.


Udin dengan kemampuan tabib kunonya tentu tidak sulit mengobati luka luka yang ada di tubuh dan Wajah Baskara ,hanya dengan sedikit usapan yang di aliri inti sejati luka luka itu hilang tak berbekas ,hanya nampak Noda noda darah yang sudah mengering di wajah dan tubuhnya.


Tak lama kemudian Baskara siuman lalu bangun terduduk terdiam sejenak memperhatikan udin dan sekelilingnya berusaha mengingat kejadian terakhir sebelum dia pingsan.


" Terimakasih Tuan telah menyelamatkanku..." Baskara menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya menunjukkan Sikap hormat seorang pendekar , melihat gelimangan darah dan banyak tubuh kaku tak berkepala Dari orang orang yang di ingatnya telah dengan sengaja menabrak dan menghentikannya tadi dari pakaian yang mereka kenakan berada tidak jauh darinya.


" Tidak perlu sungkan ...jawab udin menepuk pundak Baskara..."


Di kejauhan terdengar suara baling baling helikopter semakin mendekat ,Helikopter tempur militer tersebut kemudian mendarat tak jauh di sebuah tanah lapang yang landai .


sesosok Tubuh ramping melesat cepat menuju tempat Udin dan Baskara berada..


" Kakak apa kamu baik baik saja...!" terdengar suara seorang gadis penuh kekhawatiran mendekat , tak memperdulikan Udin yang berdiri di dekat kakaknya, Gadis itu langsung memeluk Baskara yang terlihat terkejut melihat adiknya ada di sana.


" kakak baik baik saja ,Kamu seharunya tetap di rumah saja..keadaan di luar sangat berbahaya " jawab Baskara seraya mengelus kepala gadis itu.


" Berkat bantuan Tuan muda itu.." Lanjut baskara menoleh kearah Udin di dekatnya.


Gadis itu kemudian mendongak mengikuti arah pandangan kakaknya.


" Kamu...! Tuan ..Udin...! " gadis itu segera mengenalinya sesaat setelah melihat Udin di sana.

__ADS_1


" Meilin..." Udin yang sedari tadi mengenali gadis itu tersenyum kearah Meilin.. tentu saja Udin tidak Akan melupakan Nona muda yang selalu membuat jiwa Mesumnya bergejolak.


__ADS_2