System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Darman Sanjaya


__ADS_3

Tidak lama kemudian Winda dan Udin sudah sampai di ruang tunggu Bandara Cipto,nampak lalu lalang orang orang yang sibuk dengan berbagai macam urusan mereka sendiri berseliweran di sekitar tempat itu,ada pula yang berdiri membawa papan nama besar bertuliskan nama tamu atau nama keluarga mereka yang hendak mereka jemput.


" Sebentar lagi adikku akan keluar..Namanya Fitri umurnya masih 14 tahun ,dia tidak tahu masalah sebenarnya kenapa aku menitipkannya di tempat pamanku,Dia hanya tahu aku sedang sangat sibuk dan khawatir tidak ada yang menjaganya di rumah saat aku bepergian urusan bisnis "


" Aku harap kamu mau merahasiakan itu di depannya " sambung winda menatap Udin.. di bola matanya terpancar keteguhan hati ,terlihat jelas bahwa dia sangat menyayangi adiknya itu.


" Jangan kuatir aku tidak akan mengatakan apapun " balas Udin memberi isyarat dengan tangan seolah olah meresleting mulutnya.


Wanda bergegas kearah pintu keluar penumpang yang sudah di Penuhi orang orang ..


" Fitri...!! Fitri..."


Nampak Fitri yang mendengar suara kakaknya yang sangat dia rindukan menoleh dan langsung menghambur dalam pelukan Wanda .


" kak wanda aku kangen..." Ucapnya parau dalam pelukan hangat itu.


" kakak juga kangen kamu,apa kamu baik baik saja di sana..? " Ucap wanda seraya memegang bahu adiknya itu lalu meneliti dengan seksama keadaan adiknya itu.


" Apaan sih kakak, aku baik baik saja..paman dan bibi sangat baik padaku,mereka menitipkan salam juga untuk kakak..".


" paman berpesan untuk sering sering mengunjunginya.."


" Baik..nanti kakak akan menelepon paman dan bibi ,sini barang bawaanmu biar kakak bantu bawakan " winda segera mengambil koper yang cukup besar di kereta barang yang di dorong adiknya.


" ehem...ehem..." udin berdehem karna sedari tadi tidak ada yang memerdulikannya.


" Eh...iya Fitri ini teman kakak namanya mas Udin .." Winda baru ingat dia datang kesini dengan Udin lalu menarik Fitri mendekat.


setelah berjabat tangan Lantas Fitri berbisik di telinga wanda.


" Apa ini pacar kakak..? cukup tampan ...aku setuju " bisiknya sambil matanya tetap melihat kearah Udin,tentu saja Udin bukanlah orang biasa,dengan kemampuannya saat ini dia bisa mendengar apa yang di bisikan Fitri pada kakaknya.

__ADS_1


" Kamu ini ngomong apa...! dia itu... teman kakak jangan sembarangan bicara kamu masih belum cukup umur ..!" balas winda berbisik lalu memencet hidung mancung adiknya,seketika wajahnya merona merah.


" Iya Teman ...Teman dekat kan...? " jawab Fitri tak percaya, langsung menghindari cubitan kakaknya yang datang lagi..


" Aku Temannya dan sekaligus Bosnya .." udin berkata menyela kakak beradik yang sedang asik bermain cubit cubitan itu. saat ini Udin menatap ponsel yang berada di genggaman tangannya ,Membaca chat dari Darman yang sudah menyelesaikan apa yang dia perintahkan tadi.


" Kerjanya cepat juga " Ucap Udin dalam hati.


Mendengar apa yang di katakan Udin Wanda bingung harus mengiyakan hayalan penyelamatnya ini atau harus mengatakan yang sebenarnya,Tak tega rasanya merusak momen momen kebanggaan Udin saat ini,


" Sebaiknya kubiarkan saja dia dengan aktingnya menjadi bosku..tidak ada salahnya untuk saat ini,aku harap kelak dia akan berubah dan menerima keadaan dirinya apa adanya ".Ucap winda dalam hatinya ,berlahan rasa sukanya kepada Udin menipis,kalau saja bukan karna udin membantunya melawan Roni susah pasti dia akan meninggalkan Udin disana sendiri.


Melihat Fitri membuka mulut hendak mengatakan sesuatu kepada Udin wanda menarik tangannya lalu mengedipkan mata sambil menggelangkan kepala agar Fitri diam saja.


" Mereka sudah datang " ujar Udin tidak memperdulikan yang terjadi di hadapannya lalu melihat ke arah pintu keluar khusus VVIP bandara Cipto.


seorang pria paruh baya bergegas menuju kearahnya di belakangnya mengikuti dua orang satu pria dan seorang wanita berkacamata sedang berusaha mengimbangi pria paruh baya yang berjalan dengan terburu buru di depannya.


" Pak darman rupanya sangat efisien dalam hal waktu dan pekerjaan " udin berkata sambil menyorongkan tangannya untuk berjabat tangan.


Darman segera menyambut jabat tangan bos barunya itu dengan Gugup,Bagaimanapun beberapa hari yang lalu dia telah menyelidiki latar belakang bos barunya ini.


 Dia mengerahkan semua sumber daya yang dia punya baik itu uang dan ahli yang biasa ia pekerjakan untuk menyelidiki infomasi apapun yang di inginkan,dalam dunia bisnis hal itu sudah bukan rahasia lagi,informasi mengenai lawan atau kawan adalah hal yang sangat penting itulah yang membuat Darman bisa bertahan dan menjadi pebisnis besar hingga saat ini.


Yang Membuat Darman semakin menghormati bosnya adalah saat menerima hasil dari semua penyelidikan itu.. hanya satu lembar dan sebuah foto saja ..ya hanya satu lembar kertas bertuliskan " RAHASIA " dan tentu saja selembar foto udin.


Darman saat ini sangat meyakini udin bukanlah orang biasa, Baginya udin adalah sosok misterius dari latar belakang keluarga rahasia yang memiliki aset sangat besar dan kekuatan di pemerintahan, membayangkan itu saja membuat Darman menggigil ngeri.


Tanpa Udin sadari sedari awal sesat sesudah berintegrasi dengan System, System telah mengatur itu semua,segala hal tentang dirinya ataupun keluarganya sudah menjadi informasi rahasia tingkat XX.


" Apakah kamu sudah menyiapkan semua yang aku inginkan...?" Udin bertanya dengan lembut kepada Darman.

__ADS_1


" Tentu saja Tuan...semua sudah saya siapkan seperti yang Tuan perintahkan.."


" Perkenalkan ini Bambang Yuasa,dia adalah direktur cabang anak perusahaan kita di kota ini,dan ini sekertaris saya Siska Tuan..."


setelah memperkenalkan diri masing masing dan berjabat tangan secara formal ,Bambang segera maju lebih dulu lalu berkata.


" Bos besar Silahkan ikuti saya ,saya akan membawa anda dan rombongan ke tempat yang lebih nyaman ." lalu memimpin jalan di depan menuju keluar bandara ,di sana sudah menunggu dua mobil Royal Royce limousine berwarna putih.


 Bambang sebenarnya sudah berada di Badung sejak kemarin bersama Darman dan semua pimpinan cabang yang berjumlah 11 orang,untuk menghadiri rapat yang akan di pimpin oleh Bos besar yang baru,yang tentu saja adalah Udin.


Tetapi hari ini tiba tiba Bos besar memerintahkan mereka berdua segera ke Matrm,sedangkan yang lain mendapat pemberitahuan yang di sampaikan secara lisan oleh Darman bahwa rapat akan di tunda sampai ada pemberitahuan berikutnya,tentu saja tidak ada yang berani mengeluh.hanya butuh 30 menit menggunakan pesawat pribadi milik perusahaan dari Badung ke Matrm.


" Ayo kok malah Bengong..." Udin berbalik ketika menyadari Winda dan Fitri adiknya berdiri mematung.


" Mas ..eh..Bos... Ka...ka..kami mau pulang naik taksi saja... mas..eh..maaf Bos silahkan lanjutkan urusannya.." Jawab siska Gugup,Udin yang ada di hadapannya saat ini terlihat berbeda dari Udin yang dia bayangkan selama ini.


Siapa yang tidak kenal Bambang di kota ini,Pemilik mall sangkareang ,hotel bintang 5 sedayu bahkan pemilik pabrik tekstil terbesar di Matrm,baginya Bambang adalah Dewa bisnis,tapi kenyataan yang dia lihat tadi Bambang sangat menghormati udin yang dia anggap suka menghayal,bahkan dia sempat ingin meninggalkannya tadi.


" untung saja tadi aku tidak menertawakannya saat mengaku ngaku menjadi bosku dan menjadikanku sekertarisnya... ".


" Astaga ..!! Bukannya tadi aku juga bertaruh dengannya..? ya tuhan apa yang akan kulakukan sekarang " batin wanda dengan wajah bingung dan bersemu merah entah itu malu atau ketakutan dengan taruhan yang telah ia buat .


" Kak...!! di panggil Bos tuh... " ucap Fitri menyenggol bahu kakaknya tidak sabaran..tentu saja dia tidak tahu apa yang ada di fikiran kakaknya saat ini,


Menyadari kelalaiannya,tidak memperhatikan dua gadis bersaudara yang ada di belakang Udin ,Bambang segera mendekat .


" Maaf nona saya terlalu bersemangat menyambut Tuan besar tadi,sampai tidak menyadari nona berdua datang bersama Tuan besar,".


segera Bambang dan siska mengambil alih semua barang bawaan yang ada di tangan winda dan Fitri,tentu saja Fitri tidak menolak karna yang dia tahu kakaknya memang bekerja untuk Udin,ada senyum bangga terukir di sudut bibir Fitri saat ini.


" Kakakku hebat ,bahkan Tuan Bambang saja berusaha menyenangkannya,tidak salah kalau tadi kukatakan dia cocok dengan kak Udin..!!"

__ADS_1


Berbeda dengan winda yang masih saja berdiri mematung tak tahu harus berkata dan berbuat apa,Winda hanya bisa mengikuti tarikan tangan Fitri mengikuti Udin dan rombongannya keluar dari Bandara Cipto.


__ADS_2