
" Om nyoman... Aku tahu Banyak Kontardiksi di hatimu mengenai Beberapa hal yang kukatakan... Tapi Apa om akan Percaya kalau kukatakan Aku bisa membantumu mencapai Moksa dan Terhubung dengan Alam Nirwana ,sesuai dengan Aliran yang om jalani..? " ujar Udin menatap lurus kearah Nyoman .
Sulit memang bagi nyoman intuk mempercayai perkataan Udin ,bagaimanapun mencapai Moksa adalah Hal yang sangat jarang terjadi Bagi manusia biaisa dalam Ratusan tahun belakangan ini ,
Secara garis besar, moksa adalah alam Brahman yang sangat gaib dan berada di luar batas pikiran manusia. Moksa bersifat nirguna, artinya tidak ada bahasa manusia yang mampu menjabarkan keadaan alam Moksa yang sesungguhnya.
sesuai dengan Kitab suci yang di yakini Nyoman Ada 4 jalan untuk mencapai Moksa yang di katakan Udin tadi. yaitu...
Bhakti Marga
Bahkti Marga adalah cara menghubungkan diri dengan Tuhan berlandaskan cinta kasih mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karma Marga
Jalan Karma Marga merupakan upaya untuk mencapai kesempurnaan dengan kebajikan tanpa pamrih.
Jnana Marga
Jnana Marga adalah mempersatukan jiwatman dengan paramatman yang dicapai dengan jalan mempelajari ilmu pengetahuan dan filsafat pembebasan diri dari ikatan-ikatan keduniawian.
Raja Marga
Raja Marga adalah jalan rohani untuk mencapai moksa dengan tiga jalan pelaksanaan, yaitu tapa-brata, yoga, dan samadhi. Tapa-brata adalah latihan mengendalikan emosi atau nafsu dalam diri ke arah positif.
Tingkatan Moksa sendiri terbagi menjadi 4 tingkat.
1.Samipya
Samipya merupakan kebebasan yang bisa dicapai seseorang selama hidup di dunia. Samipya bisa dilakukan oleh para Yogi dan Maharsi.
Sarupya
Sarupya atau Sadharmya adalah kebebasan yang didapatkan oleh seseorang di dunia ini karena kelahirannya.
Saloyka
__ADS_1
Salokya adalah kebebasan yang bisa diraih oleh Atman. Di mana Atman itu sendiri sudah berada dalam posisi dan kesadaran yang sama dengan Tuhan. Dengan kata lain, Atman sudah mencapai tingkatan Dewa yang menjadi manifestasi dari Tuhan itu sendiri.
Sayujya
Sayujya merupakan tingkat kebebasan tertinggi, di mana Atman sudah bisa bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman). Kondisi ini disebut pula dengan Brahman Atman Aikyam yang berarti Atman dan Brahman sesungguhnya tunggal
" Terus terang Om tidak berani Untuk Tidak mempercayai Mu.. om hanya tidak ingin berharap terlalu Tinggi..tapi bila Sekiranya Benar , Om akan sangat menghargai bantuanmu , Bagi om mencapai Moksa adalah Tujuan Hidup om yang sejati.." jawab Nyoman dengan dada berdebar berharap Harap Cemas mendengar apa yang akan udin katakan lagi padanya.
" Aku yakin om akan bisa menembus tingkatan itu dengan Mudah ,Aku sendiri hanya membantumu dengan sedikit pencerahan... Tapi aku punya satu permintaan padamu...".
mendengar penjelasan Udin tadi Nyoman semakin yakin pemuda di depannya Bukan manusia melainkan titisan Dewa ,
" Tanpa kamu Menjanjikan Imbalan pun om akan selalu siap membantumu ..." tegas terdengar jawaban yang keluar dari mulut Nyoman tanpa ada keraguan sedikitpun.
Udin memejamkan matanya ...
" System... Berikan keberkahan Kepada Nyoman Arya melalui Kitab Atharmaweda yang tersedia di toko System.." perintah Udin ..
" Baik Tuan sang terpilih akan menerima keberkahan Setelah Mendapat Kitab Atharmaweda..."
" Biip..Biip...Biiip.. Membeli Kitab Atharmaweda di toko sytem menggunakan Point 589 point selesai..."
Udin melangkah mendekati Nyoman yang Nampak terkejut melihat sebuah Kitab dari kulit terlihat sangat Tua Tiba tiba Muncul dari tangan Udin ,
" Om ...terima Kitab Ini ,Aku yakin Kamu akan mendapatkan Pecerahan setelah mempelajarinya ..." Ucap Udin seraya menyerahkan Kitab di tangannya kepada Nyoman.
Tanpa dapat di cegah Nyoman berlahan berlutut di Hadapan Udin dengan penuh Hormat.
" Om tidak perlu Berlebihan seperti ini ,Berdirilah ... Aku hanya menunjukkan Jalan ,selebihnya tergantung om sendiri..." dengan lembut Udin menepuk pundak Nyoman menariknya berlahan untuk berdiri.
" Om tidak tahu bagaimana lagi membalas pemberianmu ini...katakan apa permintaanmu...Om akan melakukannya..." dengan Suara bergetar Nyoman yang Telah Berdiri menatap Udin Bersiap menjalankan Apapun perintah Udin padanya, saat ini Dia sudah menganggap Udin Sebagai Gurunya yang Harus dia Hormati dan Patuhi sepenuh jiwa raganya.
" Permintaanku tidaklah Sesulit apa yang om bayangkan , Aku Hanya Ingin paman mendampingi Winda ,dan mendidiknya menangani Perusahaan ini ,setelah om merasa dia mampu aku tidak akan merepotkan Om lagi setelahnya.." .
" Dan siapkan untukku Tempat beristirahat Yang tenang Om bisa mengingatkan Aku saat Rapat malam nanti Akan di mulai. " sambung udin kemudian.
" Baik om akan Memenuhi keinginannmu ... " Nyoman meras lega mendengar permintaan Udin ,Tadinya sempat terfikir permintaan Udin akan jauh lebih sulit dari Tugas yang di berikan Gurunya Empu Suartaji.
Setelah memasuki sebuah kamar besar dan mewah yang di persiapkan Nyoman Udin Berniat Utuk mandi untuk menyegarkan badannya yang terasa lengket berkeringat...
" Jauh lebih nyaman hanya mengenakan Kaos daripada Jas ini tebal.." ini Batin Udin seraya melepas jas hitam yang dikenakannya.
" Tiing...!! "
" Selamat Tuan Mendapat 300.000 Point ion ( menyelamatkan Empu Suartaji ) "
" Selamat Tuan mendapatkan 1 kotak Kejutan ( menyelamatkan Empu suartaji ) "
" Selamat Tuan mendapat point 200.000 ion ( penunjukan sang terpilih Nyoman Arya ) "
" Selamat Tuan mendapatkan 1 kotak Kejutan ( Penunjukan sang terpilih Nyoman Arya )
__ADS_1
" Selamat Tuan menyelesaikan Misi berbagi 5 keberkahan "
" Mendapat 1.000.000 Point ion "
" Mendapat 60 % saham ExxonMobil "
" mendapat Gelang pelindung Dewi Atena ( tingkat Dewa )."
" Mendapat 10 keberkahan .."
" Mendapat kenaikan 1 Level.."
Berturut turut terdengar pemberitahuan System..
Tanpa Peringatan Apapun Kulit udin tiba Tiba memerah mengeluarkan Panas yang Amat sangat hingga mampu membakar seluruh Benda yang menempel di tubuhnya mengubahnya menjadi Debu dalam kejapan Mata ,dari pori pori kulitnya menetes Cairan hitam lengket yang berbau Busuk ,Anehnya Udin tidak merasa kepanasan atau kesakitan sedikitpun .
" Sialan kamu System, aku sampai Gosong telanjang Begini ,Untung saja Aku sedang berada di kamar bayangkan Kalu aku Ada di keramaian... " Umpat Udin melihat Badannya yang Sudah menghitam oleh cairan berbau Busuk itu.
" Maaf Tuan System Sengaja...eh...tidak sengaja...melakukan Upgrade Level Tanpa Peringatan " terdengar suara System Tanpa rasa bersalah sedikitpun .
" Eh... Kamu sengaja ... Awas saja .. " Udin menghentak hentakkan kakinya kelantai ,tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi kejahilan Systemnya.
" Kriiing.....Keriing...Kriing...." Suara alarm peringatan kebakaran terdengar nyaring di seluruh Bangunan Hotel tempat Udin Berada..
Tentu saja Alaram itu di picu oleh asap tebal yang di keluarkan Tubuh Udin Tadi. Para petugas keamanan yang berada di sebuah Ruangan pengamatan lantai bawah tanah Dengan sigap Menginformasikan Pusat Api yang berada di Kamar Presidential Room tempat Udin Berada Lalu segera mengaktifkan Thermatic Fire Extinguisher berbentuk seperti tabung yang dipasang pada plafon Ruang kamar Udin secara manual guna menghindari kebakaran Akan meluas Merembet ke Kamar kamar lainnya .
Sebenarnya di semua kamar hotel itu terpasang Alat yang sama , hanya saja Petugas yang berjaga memastikan hanya melihat Satu titik Api di layar keamanan , jadi Sementara menunggu laporan petugas mengidentifikasi Besar kecilnya Api dia mengaktifkannya secara Manual di satu titik api saja.
" Orang Bodoh mana Yang menyalakan Api di ruangan Kamar Hotel " Rutuk petugas berbadan kekar itu , tatapan matanya Tetap Fokus memperhatikan layar yang berkedip kedepan di hadapannya.
" Bruuussshhhhh......!!!"
Semburan air Dengan Deras tercurah dari sebuah Pipa kecil di 3 titik Plafon Kamar udin yang Berputar menyemprotkan Air kesegala Arah membuat Suasana di kamar itu nampak seperti Mengalami Hujan Yang sangat deras .
" Sialan ...lihat akibat perbuatanmu ini ,!! " Udin bergegas mengambil Handuk kimono yang tergantung tidak jauh disana lalu segera mengenakkannya ,walaupun itu sama sekali tidak membuatnya Terbebas dari Air yang masih menyembur deras di ruangan itu , setidaknya bisa menutupi tubuh telanjangnya yang basah kuyup.
" Ha ha ha...setidaknya Tuan Tidak perlu repot repot Untuk mandi sekarang..." Suara System Terdengar di antara Suara air dan Alarm kebakaran yang menggema di ruangan itu .
Udin tentunya hanya Bisa pasrah denagn keadaan itu ,Bagaimana dia bisa menghukum System yang Wujudnya saja tidak ada.
" Braak... !!! "
Pintu kamar Kokoh Yang terbuat dari kayu jati di depannya Pecah Berantakan menjadi berkeping keping.
Nyoman Nampak bergegas masuk setelah menendang pintu tersebut dengan mudahnya ,dia baru saja Berbicara dengan sekertarisnya Mengecek persiapan Rapat nanti malam ,saat mendengar Alarm kebakaran berbunyi kemudian mendapat laporan bahwa Kamar yang tadi dia siapkan untuk Tuan mudanya adalah Asal Pusat Api berada.
" Tuan Muda... Apakah Anda Baik baik saja...? "
Nyoman bergegas mendatangi Udin yang Berbalut handuk kimono Basah di tubuhnya ,Lalu melihat sekeliling kamar yang Selain di banjiri Air terlihat Aman aman saja , segera memerintahkan Anak buahnya mematikan Alarm kebakaran itu.
Tak lama setelah Perintah nyoman tersebut suara alarm dan Semburan Air itu terhenti.
" Aku baik baik saja ,Tadi Aku tidak sengaja menyalakan rokok di Kamar ,rupanya Alat pendeteksi Asap di ruangan ini terlalu sensitif, Ada baiknya om Mengecek ulang semua System anti kebakaran Hotel ini.. ." Ucap Udin mencari cari Alasan sekenanya .
Nyoman memalingkan Wajahnya kepada Hendy kepala keamanan yang mengikutinya datang tadi.
" Segera Lakukan Apa yang tuan Katakan, bila perlu tutup Hotel ini sementara Waktu ,Rombak dan pembaharui semua System keamanan di sini..! " Perintahnya tegas ,dia tentu sangat mempercayai Ucapan Udin yang Juga pemilik dari hotel ini.
__ADS_1
" seandainya bisa Akan kuminta Nyoman sekalian merombak juga System yang Berengsek ini Agar tidak seenaknya menyusahkanku..." batin udin penuh kekesalan.