System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Aku Kalah..


__ADS_3

Sesaat setelah memasuki limousine Fitri langsung sibuk dengan posel di tangannya,mengambil foto selfie dengan kamera sambil bergaya khas anak sebayanya. ( pembaca pasti tahu gaya selfie anak muda jaman sekarang seperti apa...)


" kapan lagi bisa naik mobil semewah ini ..harus di abadikan " batinnya penuh kegembiraan.


Di sebelahnya Winda hanya bisa menunduk tak berani bertatapan mata dengan Udin yang duduk santai di depannya,di mobil ini hanya mereka bertiga sedangkan Darman Siska dan Bambang berada di limousine yang satunya lagi.


" Aku menang kan...? " Ucap Udin pelan menggoda Winda yang menunduk tak berani menatapnya.


Deggg..!!!!.


Jantung winda terasa berhenti sesaat,banyak skenario buruk mengalir di kepalanya saat ini,bagaimanapun dia baru saja mengenal Udin.Perasaannya kepada udin tak lebih dari teman sang penyelamat dirinya ,walaupun ada terbersit suka betapa hebatnya Udin bertarung,ketulusannya membantu , tapi bukankah harus saling mengarahkan diri lebih lama lagi dia bahkan tidak tahu Udin berasal darimana,


" Apakah dia akan meminta satu satunya milikku yang paling kujaga ini..? "


" Bukankah hal itu yang selalu diinginkan semua lelaki ?, kemudian mencampakkanku setelah mendapat apa yang dia inginkan..?"


" Lebih mengerikan lagi dia meyekapku dan menjadikanku mainannya..?" Kata kata itu berputar berulang ulang dalam kepala Winda ,Udin di hadapannya nampak dalam bayangannya seperti Raja neraka yang akan menyiksanya sepuas hatinya.


Berbeda sebaliknya dengan apa yang ada di fikiran udin saat ini,Melihat kepolosan dua gadis di hadapannya itu bisq sedikit mengurangi rasa rindunya pada dua saudarinya yang jauh di sana,Kalau saja Udin tahu apa yang ada di fikiran Winda saat ini mungkin dia akan terkena serangan jantung karna tidak kuat menahan emosinya.


" Elies....Tiara... kalian sedang apa sekarang..?" gumam Udin dalam hatinya.


nampak wajah udin murung tak kuasa menahan kerinduannya.


Berlahan winda mengangkat wajahnya lalu mendapati udin yang terlihat murung membuat dia menjadi semakin ketakutan butir keringat nampak di kening winda membayangkan hal buruk yang akan dia alami kini winda semakin yakin Udin bukan lelaki yang baik..


Memantapkan hatinya Winda dengan suara bergetar mencondongkankan tubuhnya kearah Udin kemudian berbisik pelan,berharap Fitri tidak mendengarnya.


" A...a..Aku kalah... aku siap melakukan apapun yang kamu mau..."


Udin mengerutkan keningnya berusaha mengerti makna dari kata kata yang Winda bisikan padanya.


Tak lama Udin tersenyum,dia akhirnya mengerti apa sebab perubahan sikap Winda,


" Kamu benar benar gadis yang Lugu .. sayang sekali aku belum Berfikir untuk mencari kekasih ,tapi tidak ada salahnya menggodamu saat ini " kekeh Udin dalam hatinya.


" Kamu duluan yang menganggap aku bukan pria baik baik " sambung udin penuh kemenangan.


" Apa Kamu yakin tidak akan menyesal...? " tanya Udin berbisik di telinga winda yang sekali lagi mematung bibirnya nampak Pucat.


" Heeiiii ...heeiii...kalian berdua ... apa kalian tidak menanggapi aku ada !!!" tiba tiba Fitri berteriak sambil memonyongkan bibirnya memecah kebekuan suasana.


" Jaga cara bicaramu ..! " hardik winda pada adiknya sambil melototkan matanya.


" Maaf kak Udin .." habisnya aku kesal kakak berpacaran di depanku main bisik bisik.. ucap Fitri menunduk mengetahui ketidak sopanannya tadi,memang adat ketimuran mengajarkan bahwa yang muda tidak oleh meninggikan suaranya kepada yang lebih tua.


" Mas kita bicarakan nanti saja.." ucap winda kepada Udin masih dengan mimik penuh ketidak berdayaannya.


" OK.. " Jawab udin singkat dia merasa sudah cukup untuk menggoda winda saat ini kemudian menyadarkan Tubuhnya di jok yang empuk berlahan menutup matanya merasakan nikmatnya bersantai di dalam mobil mewah yang dia sendiri baru kali ini merasakannya.


Perjalanan kali ini memakan waktu cukup lama. perubahan rencana yang ia lakukan bukan tanpa alasan,ia ingin menjadikan Matrm sebagai basis awalnya sebelum nanti dia pergi menjemput keluarganya dia harus menyiapkan segala sesuatunya di sini terlebih dahulu.


setelah melihat panel System beberapa saat udin memutuskan untuk menaikkan lvl System langsung 2 tingkat


"point ionku 199 naik level ke 2 hanya butuh 10 point sedangkan ke level 3 butuh 100 point,mengingat kejadian sebelumnya bertemu dengan sang terpilih,aku tidak mau melakukan kesalahan seperti itu lagi.


" System naikkan langsung dua level.."


" Baik Tuan...pengurangan point ion 110 guna menaikkan level.."


" Terima Ya/ Tidak..? "

__ADS_1


" Ya ..! "


Tiiit...tiiit... Menaikkan level "


" 10_20_30% ----- 100% " kali ini memakan waktu hampir 10 menit akhirnya upgrade System selesai


" Selamat level telah berhasil di tingkatkan :


" update System "


" Data Pemilik.."


" Nama : UDIN MUNA ( Level 03 ) "


" Umur : 21 Tahun "


" Modal : Tidak terbatas ( 2T /hari )


" Skill : ** Ahli semua Bisnis


             ** Ahli pencak silat Kuno


             ** Master tenaga dalam tingkat puncak


System x : pencabut sukma Tingkat menengah


" Point : 89 ion "


" Keberkahan : 10"


" Toko : Terbuka ( Langit )


             : vila taman indah residen.


"Kotak Kejutan: 2**


" A...apa..! Dana tak terbatas...? " maksimal 2Triliun perhari...waah...Ternyata System memang terbaik!! bukankah aku tidak perlu bekerja lagi seumur hidupku ! " teriak udin dalam hati.


Sebaiknya ku buka juga 2 Kotak Kejutan yang kumiliki.


" System buka 2 Kotak Kejutan Untukku..!"


" Baik Tuan Kotak Kejutan Di buka ..!"


" tiiit...tiiiit...tiiit.."


" Selamat Tuan mendapat Kitab pengobatan Kuno Mujarobat kelas Dewa "


" Selamat Tuan mendapat 100% kepemilikan PT Surya Indah "


" mempelajari kitab Mujarobat terima Ya / Tidak "


" Tentu saja Ya " jawab udin cepat.


Berbagai macam gambaran tentang pengobatan, resep resep rahasia,jenis tanaman obat ,pembuatan pil pil kesehatan segala pengetahuan tentang ilmu medis memasuki kepala Udin.


Telinganya sedikit berdengung badannya bergetar tapi itu hanya berlangsung 5 menit saja,tidak ada yang memperhatikannya , mereka sedang sibuk dengan urusan masing masing.


Berlahan badan udin terasa Nyaman ada pusaran tenaga lain di perutnya pusaran itu adalah pusaran inti sejati ,tabib Kuno dan para pendekar kuno memang mempunyai inti tenaga yang berbeda,para pendekar memiliki inti tenaga dalam yang cenderung dingin membantu menguatkan bahkan bisa mengeluarkan kekuatan besar mencelakai lawannya,sedangkan inti sejati biasa di kuasai para tabib sakti,tidak banyak orang yang memiliki atau bisa menggabungkan kedua inti ,mereka yang berhasil menggabungkan keduanya biasanya bergelar EMPU dan sangat di hormati karna kemampuan mereka bisa melukai sekaligus mengobati.


Di alam fana ini ada 3 inti yaitu inti tenaga dalam ,inti sejati dan inti rohani dari catatan Kuno baru ada 9 orang saja yang pernah tercatat tapi udin meyakini ada lebih banyak lagi bahkan mungkin saja gelar gelar berbeda penyebutannya saja tetapi tingkatannya sama ,sementara yang tertulis di catatan penguasaan tiga inti itu di beri penyebutan WALI .

__ADS_1


Setelah menenangkan diri sebentar Udin lantas mengeluarkan ponsel dari sakunya ,PT Surya Indah nama perusahaan ini baru pertama kali di dengaranya.


Tidak susah untuk menemukan profil perusahaan itu,Rupanya bidang mereka terfokus kepada property dan perbankan, baru baru ini mereka menjadi tendang topik berita di negara ini karna berhasil mendirikan beberapa Rumah susun gratis bagi masyarakat tidak mampu.


saat asik berselancar di internet tiba tiba sebuah panggilan telefon masuk dari sebuah nomor baru.


" Halo ..." jawab udin sedikit malas merasa terganggu .


" Selamat sore ..apakah ini dengan Tuan Udin.." terdengar suara berwibawa di seberang sana.


" Ya saya sendiri.. ini siapa ya..? "


" Maaf mengganggu waktu anda Tuan,perkenalkan saya Nyoman arya Direktur umum PT.surya indah ,Tuan pasti mengerti maksud tujuan saya menghubungi Tuan Udin..?" tata bahasa yang singkat dan padat dan jelas Udin menyukai orang yang seperti itu.


sesaat terdiam udin kemudian mengatakan pada Nyoman Arya


" Untuk saat ini aku belum ada waktu , kamu jalankan saja perusahaan seperti biasanya , dalam waktu dekat aku akan berkunjung langsung."


" Baik Tuan ,saya pribadi sangat menantikan kunjungan anda ,apabila ada yang Tuan perlukan jangan ragu untuk menghubungi saya ,saya akan dengan senang hati melaksanakannya."


" Baiklah aku Akan memberitahumu bila ada yang kuinginkan dan selamat sore.." jawab udin mengakhiri percakapan telfon itu.


" Selamat sore Tuan .." sampai suara nada terputus dari percakapan telfon itu terdengar barulah nyoman menurunkan ponselnya dari telinganya ,Nyoman menatap ponselnya dengan hormat..seolah olah Sedang berhadapan langsung dengan Udin.


Setelah sekian lama Akhirnya Dia bisa menghubungi Pemilik Sebenarnya dari Perusahaan yang dia kelola puluhan tahun ini.


Semua berawal dari pertemuannya dengan Gurunya Empu Cakra aruna yang memberikannya keberkatan dan mengembaninya tugas membuat dan mengembangkan sebuah perusahaan , semua dana Mengalir begitu saja memudahkannya dalam menjalankan tugasnya tersebut , karna kelak Pemiliknya akan datang mengambil alih,


hingga sampai saat ini menjadi perusahaan no 1 terbesar di negara Indola.


" Akhirnya aku bisa beristirahat..." Gumamnya dalam hati.


Sementara itu Udin sudah Melewati gerbang besar sebuah mansion berlantai 3 yang megah dan berhenti tepat di pintu masuknya.


Bambang dan yang lainnya segera turun dan membuka pintu mansion yang berada di lingkungan komplek mewah Griya asri tersebut ,terlihat dua satpam berseragam berdiri tegap menyambut Pemilik baru mansion ini.


" silahkan masuk Tuan " ucap Bambang membuka pintu menyilahkan Udin untuk masuk


sambil berjalan Udin melihat dekorasi mewah yang ada di dalam mansion laku berkata.


" Bagus .. Winda apa kamu menyukainya..? " Ucap Udin berbalik sambil menyilangkan tangannya di belakang punggung.senyum lirik tersinggung di sudut mulutnya.


" saatnya menggoda gadis bodoh ini lagi " Ucapnya dalam hati.


Winda yang mendengar Ucapan udin yang menanyakan apakah dia menyukainya tiba tiba merasa kakinya lemas dengan tatapan sedih dan kepasrahan, lalu menjawab.


" Tentu saja tuan ...rumah ini sangat cocok dengan Tuan.. " terlihat senyum winda yang terkesan di paksaan,tapi menambah imut keluguannya.


" Siapa bilang aku akan tinggal di sini..? ,ini untukmu bekerjalah dengan baik untukku beberapa Bulan kedepan mungkin saja mansion ini akan menjadi milikmu " ia sengaja mengatakan itu karna dia yakin gadis bodoh ini akan menyalah artikan maksudnya itu..


" Dan jangan panggil aku Tuan saat di rumah... panggil Mas saja.." lanjutnya perlahan.


" jangan salahkan aku berlebihan menggodamu ,kamu sendiri yang memulainya " batin Udin seraya bergegas melangkah setelah mengirimkan kode dengan kerlingan matanya kepada Darman Bambang dan Siska untuk mengikutinya ke meja besar di bawah pohon rindang di taman samping mansion tersebut. Dia rasa tempat itu sangat cocok untuk membicarakan pekerjaan yang sempat tertunda.


Berbeda dengan Winda Fitri justru bersorak gembira setelah melihat Udin menjauh.


" Kak..ini ..ini..Bukan mimpi kan.. Aku sangat bangga padamu " ucap Fitri memeluk kakaknya kemudian berkeliling melihat seluruh bagian rumah yang akan dia tinggali ini.


" Kamu...kamu sangat bahagia saat kakakmu ini akan menjadi budak orang mesum itu.." batin winda ada sedikit air mata tergenang di pelupuk matanya .


" Baiklah asal kamu berjanji akan menjagaku dan adikku aku akan melakukan apapun maupun.!!! " tekad winda dalam hati berusaha meyakinkan dirinya ,walaupun ada sekelumit perasaan aneh di hatinya yang justru bahagia Winda segera menepis jauh jauh rasa itu.

__ADS_1


__ADS_2