System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Villa taman indah ...


__ADS_3

Tidak banyak hal yang terjadi dalam 5 jam perjalanan menuju Jatim itu , Udin yang masih tertidur lelap sedangkan di sampingnya Meilin tampak fokus memainkan Gadget di tangannya ,nary saja menerima telepon Dari kakak yang menghawatirkannya .


Udin terbangun membuka matanya , menguap pelan lalu melihat sekitar , Nampak di luar Darman sanjaya berdiri sedikit membungkuk Menunjukkan Sikap hormat di depan Pintu Mobil travel yang rupanya sudah Terparkir di Parkiran yang luas milik Pt Djuram ,


Sebenarnya mini bus itu sudah Terparkir disana setengah Jam yang lalu , Darman Memang melarang Warso Atau siapapun membangunkan Tuannya itu , Tak masalah baginya menunggu lebih lama agar Udin bisa Beristirahat .


" Ih rupanya tiduran sangat pulas...sampai sampai ga tau kalau sudah sampai.." Udin beranjak dari duduknya sesekali membenahi bajunya yang kusut .


" Maaf merepotkan Om .." sambungnya sembari menjabat tangan Darman.


" Tidak merepotkan sama sekali nak..." Dirman segera menyambut jabat tangan Tuan mudanya yang berada di depannya.


" Perkenalkan...namanya Meilin...dia temanku yang kebetulan ku temui di perjalanan , Tolong siapkan kendaraan untuk mengantarnya Pulang.." Udin memperkenalkan Meilin yang Mengikutinya turun dari Minibus.


" Oh..rupanya Nona Meilin ..." Dirman cukup terkejut Melihat Meilin datang bersama Udin , Dia tentu mengenal Meilin yang merupakan anggota dari keluarga Kelas atas seperti keluarga Tedjo kusumo.


" Paman Darman terlalu melebihi lebihkan ..." senyum manis terukir di bibir Meilin seraya menjabat tangan Dirman.


" Rupanya Om mengenalnya ya..." Potong Udin lega , Karna tidak perlu lagi Repot repot Mencari orang mengantarkan Gadis yang membuatnya Bingung itu Pulang.


" Tentu saja Om kenal ,Om pernah beberapa kali hadir di jamuan Mewah Keluarganya..Anto kusumo kakekknya adalah Orang yang berjasa untuk negara ini.." Jawab Darman menimpali ,lalu mempersilahkan keduanya untuk mengikutinya masuk kedalaman sebuah gedung besar kantor pusat PT.DJURAM.


Sarwo Menepi di pinggir jalan aspal setelah keluar dari area parkir PT.DJURAM , sebelum berpamitan untuk kembali ke Bogor tadi Udin memberikannya sebuah amplop coklat lalu berpesan padanya.


" Ini kutitipkan untuk keluarga Bapak di rumah dan berkendara dengan hati hati agar sampai tujuan dengan selamat.." Sarwo mengingat apa yang di kataka Udin padanya tadi.


Jantung sarwo serasa copot saat melihat selembar Cek sebesar 250 juta yang baginya sangatlah besar , setidaknya itu bisa melunasi Minibus yang menjadi satu satunya Alat mata pencariannya untuk keluarga.

__ADS_1


Senyumnya terkembang lebar..kemudian bergegas untuk pulang ,tak sabar ingin berbagi cerita bahagia itu bersama istri dan anaknya.


Setelah berdiskusi cukup lama dengan Darman , Udin memutuskan untuk Mengutus Darman menjemput orang tuanya siang ini juga menggunakan jet pribadi Perusahaan.


Udin secepatnya ingin keluarganya berkumpul , mengingat mimpinya kemarin membuatnya merasa tidak tenang.


Udin sengaja mengutus Darman karna Dia ingin sebelum mereka semua sudah sesuai keinginannya.. seperti tempat tinggal dan yang lainnya , apalagi Vila Taman Indah residen yang dia dapat dari Hadiah System berada di kota ini juga.


" Baiklah om... sesuai dengan apa yang kita bicarakan tadi ,aku berharap mereka sudah di Jatim esok paginya..." putus udin setelah merasa apa yang di persiapkan tadi cukup.


" oh...iya Om tolong siapkan mobil untukku , Aku ingin menyelesaikan semuanya hari ini..." sambung udin kemudian .


" Nak Udin bisa menggunakan Mobil om saja dulu , kalau tidak menyukai modelnya katakan saja Mobil seperti apa yang kamu inginkan , nanti Siska sekertris om yang akan mengaturnya..."


tak mau ambil pusing masalah itu Udin lantas menerima kunci mobil kemudian dengan langkah bergegas Di antar Darman keluar dari ruangan Kantor menuju ke tempat parkir , Ada banyak hal yang harus ia kerjakan Hari ini termasuk menemui sahabatnya , Usman ..!


" Tunggu...!! "


" Apa kamu tega meninggalkan aku di sini..? Apa Kamu lupa apa yang terjadi dengan kakakku tadi malam...? "


Meilin menatap Udin dengan tatapan Sedih , Apa yang dia katakan tidak sepenuhnya benar , dengan mudah Meilin bisa memanggil sekelompok Pengawal yang akan dengan cepat datang menjemputnya , Dia berharap dengan alasan itu Udin akan membiarkannya tetap berada di sana.


Mendengar apa yang dikatakan Meilin Udin memang merasa sedikit Hawatir, Aplagi Darman yang tidak menguasai Kanuragan Menambah keraguan di hatinya.


" Baiklah... sementara Urusanku belum selesai Kamu Boleh ikut denganku , Tapi... " Udin sedikit meragukan dirinya membayangkan mereka hanya berduaan saja.


" Sudahlah yang nanti ya nanti saja di fikirkan ,Aku juga tidak terlalu mengenal kota ini..jadi dia bisa kumanfaatkan sebagai oenunjuk jalan " Batin udin seraya membukakan Pintu mobil memberi isyarat Meilin untuk segera Masuk .

__ADS_1


Meilin yang melihat Rencananya berhasil tersenyum bahagia saat duduk dengan manis di dalam mobil mercy milik Dirman.


" Aku tidak akan menyerah untuk bisa menjadikanmu panutanku.." Ucapnya dalam hati.


Dirman yang vara berfikirnya tidak sepolos tentu saja bisa memahami apa yang terjadi , hanya bisa menggelengkan kepalanya menonton drama anak muda itu.


" Tuan Muda sangat beruntung di keliling begitu banyak bidadari.." gumamnya setelah melihat Mobil yang di kendarai udin bergerak menjauh.


tidak sulit menemukan Lokasi Villa taman indah residen , Seperti yang di beritahukan System bahwa komplek Villa itu di bangun di Puncak bukit Macan yang terletak di Timur kota jatim .


Ada 3 vila yang di bangun di sana, nama vila di dasarkan pada lokasi dan keunikan Villa itu sendiri, ada Vila Timur yang berada di timur ,vila Barat terletak di barat lereng bukit ,sedangkan Villa taman indah sendiri berada di tengah puncak yang datar ,di namakan Villa taman indah karna sekelilingnya di di bangun taman bunga yang luas menambah keestetikan lingkungan yang berwarna warni.


Mobil yang di kendarai Udin berhenti di sebuah pos pemeriksaan di satu satunya Pintu masuk dan keluar komplek areal Villa.


Dua petugas keamanan berseragam Hitam dan berbadan kekar menghampiri mobil udin.


" Selamat siang Tuan... tunjukkan identitas dan dan tujuan Tuan memasuki komplek Villa gunung macan.." ucap petugas keamanan itu dengan sopan.


Udin menyerahkan kartu identitas dan sebuah kartu tanda kepemilikan Villa yang mirip ATM tetapi terbuat dari besi berwarna silver.


Melihat Kartu itu petugas itu sedikit terkejut..


Memeriksa sejenak untuk memastikan keaslian tanda kepemilikan ,petugas itu lalu mengembalikannya ,hanya mengambil kartu identitas milik Udin untuk di perifikasi lebih lanjut.


" Maaf Tuan,...sesuai prosedur Keamanan saya akan memeriksa kartu identitas anda di data Base kami.


Udin hanya mengangguk memberi izin ,semakin ketat semakin aman fikirnya ,

__ADS_1


" Sepertinya komplek Villa ini sangat cocok untuk keluargaku " batinnya ...


Tak berapa lama mereka sudah melewati pos pemeriksaan menuju Villa miliknya.


__ADS_2