System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Ancaman ...


__ADS_3

" Bro... Katakan saja Kalu kamu Butuh pekerjaan Aku punya Banyak Posisi yang Bisa kamu tempati jangan Hawatirkan yang lain ,Aku ini saudaramu akan selalu menjagamu .. "


Ada Haru di hati Udin saat mendengar perkataan Sahabatnya , Terlepas dari siapa yang memberi Keberkahan Atau siapa Usman sebelumnya , Udin sangat mempercayai teman sepenggungannya itu lebih dari apapun di dunia ini . Usman adalah orang pertama yang Mau mempercayainya saat Semua orang tak percaya , Bahkan Rela Berbagi saat tak seorangpun mau berbagi dengannya , Ada banyak kisah yang telah mereka berdua Lalui , Hal itulah yang Membuat Udin tak akan Membiarkan Usman Menjalani Kesukaran seorang Diri.


" Aku baik baik saja saat ini , Om ku di jateng Walaupun tidak sesukses dirimu sudah memberikanku pekerjaan yang membuat Masa depanku semakin cerah , Hari ini Aku hanya ingin Bersenang senang denganmu.."


" Aku merasa tenang mendengarnya, Tapi ingat ada aku..saudaramu di sini..saat kamu Bosan dan lelah jangan lupa untuk Berbagi denganku " Usman menegaskan janjinya Untuk selalu ada di sisi Udin .


Udin mengangguk mengiyakan Sahabatnya, cukup lama mereka berbincang bincang mengenai banyak hal , mengenai pekerjaan dan masalah pribadi, dari yang ia dengar Udin tadi udin jadi tahu tentang Sinta Tunangan Usman yang membatalkan Pertunangan mereka secara sepihak setelah menguasai hampir setengah Aset yang dimiliki Usman , Sedangkan Alasan Pembatalan itu sendiri tidak di ceritakan Usman , Dia hanya menceritakan Garis besarnya saja, Udin tidak memaksakan keingin tahuannya Hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali menimpali dengan nasihat atau guyonan yang mencerahkan suasana.


" Ayo kita pulang " Ajak Usman Sekembalinya dari Kasir untuk membayar makanan dan minuman yang mereka santap.


" OK ..."


Kedua sahabat kemudian melangkah Menuju Pintu Hotel .


Sebuah Mobil mobil Audi Q8 keluaran Terbaru berwarna Biru mendekat kearah Mereka .


" Bro..Kalau kamu suka mobil Ini ,Aku bisa memberikannya kepadamu ,Jadi kamu bisa mengunjungiku kapan saja ( Jadi kamu bisa dengan Mudah menggaet gadis yang kamu sukai ) " BUcap Usman Tulus di akhiri dengan Bisikan Ala anak Muda ,Usman belum pernah Melihat atau mendengar Sahabatnya itu Berbicara mengenai Gadis seperti apa yang Dia sukai.


" Setidaknya dengan memberinya Mobil mewah ini Keprcayaan dirinya akan naik dan tidak perlu malu merayu Gadis yang Ia sukai " Batin Usman memandang Udin yang tersenyum padanya.

__ADS_1


" OK... aku cukup menyukai model SUV seperti ini , Cukup lapang dan bisa membawa penumpang lebih banyak , Untuk itu sebagai balasannya , Mobil yang baru kubeli kuberikan Buatmu saja , cukup merepotkan untuk mengendarainya Melalui jalan jalan yang bergelombang " Balas Udin Dengan senyuman Jahil .


" Gak Usah Bro... Aku masi ada Bebrapa Mobil di Garasi , peninggalan Bibi , jadi Kamu....."


Ucapan Usman terhenti setelah melihat sebuamobil super sport Bugatti Chiron berhenti tepat di belakang Audi miliknya Mulutnya otomatis menganga melihat petugas walet yang mengantar mobil itu dengan hormat menyerahkan kunci pada Udin yang dengan santainya menukar kunci Audi di tangannya dengan Buggati impiannya itu , Mobil sport itu bukan hal baru bagi Usman ,terkadang di saat waktu luangnya di kantor , ia akan berselancar melihat lihat model Mobil sport yang menarik perhatiannya ,Bugatti super sport ini adalah salah satu yang paling di kaguminya. model dan kecepatannya adalah yang terbaik menurut usman.


Untuk membelinya Usman memang mengubur dalam dalam keinginannya , " Terlalu mahal " Kata kata itu yang akan selalu dia gumamkan saat melihat Mobil itu di beranda website resminya.


" Bro jangan main..main..Mobil ini Terlalu berlebihan Untuk kamu tukar dengan mobilku , Hanya orang Bodoh yang melakukan itu Jadi..."


" Kamu boleh menganggap aku Bodoh .... jadi ayo jangan bengong..pimpin jalan untuk pulang " Potong Udin menurunkan kaca Audi yang sudah di naikinya , sembari tersenyum mengejek Sahabatnya yang nampak ling lung itu.


" Si Kampret itu ternyata mempermainkanku sedari awal , Awas saja , sesampainya di rumah akan kukorek semua rahasia dirinya " Gumam Usman kemudian berlahan memimpin perjalanan pulang kerumahnya , wajahnya sedikit kecut saat mengingat bagaimana dia memberi berbagai macam tips untuk bisa cepat sukses, apalagi mengingat kata katanya untuk mengajak Udin bekerja di perusahaannya.


" Tapi aku tidak kalah begitu saja dengannya ... Aku jauh lebih berpengalaman soal Menahlukkan Gadis Gadis , nanti akan ku tunjukkan padanya apa itu menjadi playboy " Ucapnya sembari tersenyum sendiri , Lalu menekan pedal gas lebih dalam menikmati rasanya mengendarai mobil Sport impiannya itu.


Tidak sampai 15 menit iring iringan mobil sampai di sebuah gerbang perumahan mewah yang nampak megah dengan papan nama dari Kayu Jati Lebar Bertuliskan " CENDANA RESIDENT " Berwarna emas dengan ukiran timbul yang mencolok.


Usman menurunkan Jendela Mobilnya yang langsung di sambut senyum dan sikap Hormat Karno yang kebetulan mempunyai shift tugas berjaga dengan Dua rekan kerjanya Iwan Dan Farhan Hari ini.


" Wiiihhh.... Mobil Baru ni Bos..." Ucapnya dengan Akrab melihat Mobil yang di kendarai Usman di hadapannya , Semua petugas pengamanan di Komplek perumahan ini mengenal Usman dengan Baik ,selain Royal dalam memberi Tip Usman di Mata mereka adalah sosok yang Membumi ,tidak jarang Dia Mengundang mereka untuk datang makan makan atau sekedar Berbagi bingkisan untuk seluruh petugas jaga dan kebersihan di komplek itu , sangat berbeda dengan penghuni lain yang Tertutup dan menunjukkan Sikap sombong dan merendahkan .

__ADS_1


" Ini mobil saudaraku , Aku cuma ngetes gimana rasanya ..Ini buat kalian beli kopi biar tambah semangat jaga " Jawab usman memberikan beberapa lembar uang 50 ribuan kepada Karno yang menerimanya dengan Sopan, sambil melambaikan tangannya sesaat setelah Usman dan Udin menjauh memasuki komplek perumahan itu.


Lima menit kemudian Mobil yang di kendarai usman berhenti di depan sebuah bangunan besar berlantai 2 yang nampak Asri , Perumahan itu mengadaptasi bentuk blok blok di Eropa, tidak ada pagar tinggi hanya di batasi Bonsai dan tanaman Hias yang mengitari Bangunan itu , jarak Antar Rumah pun cukup jauh dengan luasnya areal per lokal setiap bangunan ,


" Silahkan Masuk Bos ..! " Ucap usman menunduk berlagak seperti bawahan Yang menyambut Bos Bos Besar , Tatapan matanya penuh selidik meneliti seluruh bagian tubuh Udin dari atas kebawah ,Mirip seorang Detektif yang sedang menggali informasi dari Targetnya , Udin yang melihat sikap Sahabatnya itu hanya bisa tertawa ringan mengangkat bahunya sembari menepuk pundak usman.


" Jangan menatapku seperti itu , kamu jadi Mirip emak emak komplek yang sedang menyelidiki seseorang untuk Bahan Gosipannya nanti "


" Sialan... Bukannya kamu sendiri yang sudah tidak menganggapku saudara , sampai bermain rahasia rahasiaan " Balas usman Memasang wajah cemberut .


" Lah..kan kamu ga pernah nanya , Ayo masuk Badanku Gerah pengen segera mandi "


Pintu rumah Itu terbuka saat seorang Ibu paruh baya berpakaian Pelayan keluar dan mendekati mereka ,


" Selamat Datang Tuan , mbok Inah sudah menyiapkan semua keperluan Tuan seperti biasanya, sekalian Mbok ingin pamit pulang ." Ucap wanita yang ternyata adalah pelayan di rumah Usman,


" Baik Mbok ..terimakasih ,.. " ucap usman Sopan memberi jalan Mbok inah yang kemudian membungkuk dan pergi ,usman menarik tangan Udin untuk mengajaknya memasuki rumahnya .


" Rumahmu besar Bro .. kenapa pelayanmu tidak Tinggal di sini saja ..? " tanya Udin setelah menghempaskan badanya di sifa empuk ruang tamu rumah Itu.


" Dulunya ia ,Mbok inah dan suaminya memang tinggal di sini ,..Tapi Beberapa minggu ini ... Sudahlah...Nanti akan kiceritakan semuanya Tapi sebelum itu kamu beristirahat dulu ..kamarmu ada di sebelah kamarku di lantai dua "

__ADS_1


Udin mengerenyitkan keningnya mendengar apa yang di katakan Usman , Berlahan berjalan menaiki tangga mengikuti Sahabatnya yang telah lebih dahulu berjalan menujublantai 2 , Bagi seorang Master seperti Udin Tentu saja sudah merasakan ada Aura jahat yang Pekat menyelimuti Rumah Itu , orang biasa tidak secara langsung terpengaruh mainkan secara berlahan hari demi hari Inti Murni kehidupannya akan Habis tersedot mengakibatkan ketidak setabilan emosi ( Gila ) bahkan kematian .


" Kalian Berani Mangancam Hidup Saudaraku .... Balasannya akan lebih kejam " Geram Udin Seraya melihat sekeliling Rumah itu dengan Mata Awas.


__ADS_2