
sebentar saja Winda sudah nampak Akrab dengan Bibi dan kedua adiknya , sesekali tawa menyelingi percakapan mereka .
Udin dan ayahnya mendekati mereka , Darmaji menatap Winda yang masih asik berbincang dengan kedua Putrinya , ia tidak ingin ikut campur urusan anak muda , Melihat anaknya sekarang Dia yakin Putranya bisa menyelesaikan semua itu sendiri , orang tua sepertinya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk masa depan Mereka .
Setelah menimbang keadaan Bibinya , Udin memutuskan menunda kepulangannya Malam ini Untuk mengobati Bibinya terlebih dahulu .
" Apa kamu tidak sedang bercanda nak.. Kamu yakin bisa menyembuhkan kelumpuhan kaki Bibi...? "
" Aku sedang tidak bercanda Bibi.."
Ucap Udin dengan penuh keyakinan setelah memeriksa kedua kaki bibinya yang lumpuh.
Tingkat keparahan kelumpuhan yang dialami Wati bergantung pada lokasi kerusakan saraf yang di alaminya , saat memeriksa tadi Udin menemukan kerusakan pada saraf tulang belakang Lumbal dan mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh Bawahnya .dalam istilah kedokteran Modern biasa di sebut Paraplegia yang mengakibatkan kedua kaki dan sebagian tubuh bagian bawah mengalami kelumpuhan.
Sayangnya, meskipun Kedokteran Modern telah mencapai kemajuan medis yang signifikan dalam 50 tahun terakhir, para dokter masih kesulitan menemukan obat untuk kelumpuhan. Sumsum tulang belakang merupakan salah satu organ yang cenderung tidak sembuh sendiri secara otomatis. Ketika sumsum tulang belakang memar atau rusak, keadaannya akan tetap seperti itu. Ketika saraf sumsum tulang belakang rusak atau tidak dapat diperbaiki lagi, tidak ada cara untuk menggantinya. Kebanyakan dokter berfokus pada penanganan gejala yang dialami korban dan berusaha membantu mereka menjalani hidup sebaik mungkin serta memberikan kualitas hidup terbaik.
Tetapi itu tidak Sulit untuk seorang yang memiliki kemampuan Tabib Kuno seperti Udin ,Ia akan dengan Mudah menyembuhkan saraf yang rusak itu dengan tenaga Murni inti sejati miliknya.
Setelah mengalirkan Inti Murni sejati menyembuhkan Kerusakan Saraf belakang bibinya , Udin hanya perlu membuat ramuan penguat untuk menyempurnakan Pengobatan Bibinya .
sayangnya Bubuk Punarnava (mengandung Hogweed atau Boerhavia diffusa ) Hanya ada di Negara India yang jaraknya terbilang cukup jauh .
Entah teknik apa yang di lakukan udin untuk mengobatinya Tak lama setelah Udin menyentuh kedua kakinya , Wati merasa kedua kakinya menjadi kebas , pinggangnya menghangat , terasa sangat nyaman .
" Coba sekarang gerakkan Jari jari kaki Bibi .. "
" Ya tuhan.... Aku bisa merasakan dan menggerakkan Kakiku... " Jerit Wati yang mengejutkan Darman yang segera datang mendekati Adiknya itu .
" Terimakasih Nak ...Entah dengan cara apa aku akan membalas semua kebaikanmu ini.."
" Tak perlu membalas apapun , Cukup dengan menjalani Hidup bahagia di masa depan , Sudah cukup Buatku.."
Ucap Udin menatap tulus Bibinya menggenggam tangan kakaknya Darmaji Yang masih termagu dengan banyaknya kejadian luar biasa yang di alaminya baru baru ini .
" Sejak kapan kamu bisa mengobati penyakit , Bisakah...Ibumu...Maksudku.."
" Aku sudah tahu penyakit yang Di derita Ibu , Ayah tenang saja ,sebentar lagi Ibu akan Baik baik saja , Aku sudah membuatkannya Ramuan yang beliau minum sejak kemarin , Nagaimanapun Ibu tidak akan mengakui penyakitnya di hadapanku , Ada Meilin yang akan memastikan beliau meminum ramuan itu disana "
Udin yang memahami apa maksud perkataan Ayahnya itu menjelaskan secara singkat mengenai kesehatan Ibunya .
" Te..Terimakasih Nak ..." Darmaji untuk pertama kalinya Memeluk Putranya Yang dulu pernah amat mengecewakannya ,
Udin yang tidak menyangka perlakuan ayahnya itu tanpa sungkan membalas pelukan ayahnya itu , Dapat ia rasakan getaran Badan tua itu Berusaha menahan Tangisnya . Udin tak kuasa menahan Matanya yang mulai berkaca kaca .
__ADS_1
Di Depan Pintu kamar yang terbuka Elis dan Tiara yang melihat ayahnya sudah tidak Maraj lagi pada kakakknya tak urung meneteskan Air mata dan segera menghambur untuk memeluk kedua lelaki yang amat mereka Cintai.
Winda yang datang dengan kedua Adik barunya itu hanya termagu melihat dari tempatnya .
" Si Mesum itu ternyata mempunyai sisi Manis juga " Ucapnya pelan menyunggingkan senyum Manis.
Setelah merasa Cukup Berbincang bincang dengan keluarganya , Udin beranjak keluar menelepon Om Nyoman meminta Bantuannya untuk mencari dan membeli Bubuk Punarnava yang di perlukan untuk membuat ramuan yang akan di beri pada Bibinya.
" Malam ini Kamu Harus menemaniku " Bisik Udin berbisik di telinga Winda Lalu menariknya untuk mengikutinya .
Winda menunduk dengan wajah merona merah Melangkah mengikuti ajakan Udin menuju sebuah kamar Presidential yang sudah di siapkan untuk Mereka .
Menjelang Pagi Permainan melelahkan itu berakhir , kedua insan yang puas menikmati Surga dunia itu Masih berpelukan tanpa sehelai benangpun di tubuh mereka , Winda Menempelkan Wajahnya ke dada Bidang Udin Berusaha Menenangkan Tubuhnya yang masih Gemetar , Tanpa Udin sadari terkadang Winda hampir tak mampu mengikuti permainan panjang yang Udin lakukan padanya .
" Apakah Dia akan marah jika aku Menceritakan Hal itu ? " Ucap Winda merebahkan kepalanya di lengan Udin , Kemudian tertidur dengan Cepat karna lelah yang di rasakannya .
Udin yang sebenarnya belum tertidur Mengalirkan Energi sejati pada Winda Setelah melihat wajah Lelah itu Mendengkur halus , Ingin Rasanya Ia menerkam lagi tubuh Indah di pelukannya itu , mengikuti Hasratnya yang masih menggebu. Niat itu dia batalkan saat mengetahui Kekasihnya itu sudah mencapai batasan kemampuannya .
Esoknya Jet Pribadi yang mereka naiki sudah Take off dengan mulus Menuju Jatim , sebelumnya Jendral ruslan sudah menanti mereka di bandara mengatakan semua yang diinginkan Udin sudah di bereskan dengan baik .Hanya saja Irfan masih Bersembunyi di Negara Maladita, Butuh sedikit waktu lebih lama untuk bisa menemukan dan membawanya Kehadapan Udin .
Hanya Winda yang Menunjukkan wajah tidak terkejut saat melihat sambutan dan banyaknya Tentara bersenjata lengkap yang mengawal mereka dari Hotel sampai Bandara .
Selebihnya Ayah ,Bibi, dan kedua adiknya masih merasa takjub sampai Akhirnya mereka menyerbu Udin setelah Jet pribadi itu sambil berada di ketinggian Aman untuk melepas sibuk pengaman .
Winda Yang duduk di Sebelah Udin sesekali mengangguk membenarkan ucapan Udin saat mereka merasa tidak terlalu percaya , bagaimanapun Hal itu seperti dongeng dan sedikit sulit untuk di cerna mereka.
2 jam terasa singkat saat Jet Pribadi itu mendarat di bandara Internasional Juanda Jatim . Seperti hari hari sibuk lainnya bandara itu nampak Ramai , dengan banyaknya Penumpang yang pergi dan datang . tidak ada yang menganggap Pemilik Jet pribadi adalah hal yang luar biasa di sana , semua nampak sibuk dengan Urusan masing masing , Begitulah masyarakat kota kota besar berperilaku .
Winda yang sudah Mempersiapkan dua buah Limousine untuk menjemput Mereka menuju Villa taman indah Mengarahkan mereka untuk Naik dan segera berangkat .
Ayah , bibinya dan kedua adiknya Berada di limousine depan , sedangkan Udin dan Winda berada di limousine paling belakang . Kedua Droid yang ikut juga menggantikan Sopir masing masing Limousine tersebut membuat perjalanan itu lebih aman .
" Ada yang ingin kusampaikan Padamu sebelum kita sampai di Villa,.." Ucap Udin menatap Winda dengan dengan Wajah serius .
" Apa itu mas..."
" Sebelumnya kamu harus berjanji untuk tidak Marah ataupun membenciku.."
Jantung Winda berdegup lebih kencang , ada perasaan aneh di penuhi misteri saat melihat keseriusan yang dia tangkap dari wajah Udin .yang melihat kearahnya , setelah berfikir berbagai kemungkinan apa yang akan di katakan Kekasihnya itu Winda lantas mengiyakan permintaan Udin tadi .
" Saat aku pergi ke jatim dan meninggalkanmu di Bogor untuk belajar pada Paman Nyoman ...Aku bertemu....... "
Udin menceritakan seluruh kejadian yang di alaminya , tanpa menyembunyikan Apapun dari Winda , yang di dengarkan Winda dengan penuh perhatian ...
__ADS_1
Hampir Sepuluh menit Udin bercerita sampai akhirnya selesai , winda Terdiam Cukup lama membuat Udin Khawatir , dan mulai menyalahkan kebodohan dan ketidak tegasannya .
" Apakah Gadis itu Cantik...? "
" jawab dengan Jujur apakah Kamu Menyukainya...? , Jangan sembunyikan Apapun dariku , Aku tidak suka di bohongi.."
Belum sempat Udin menjawab , sudah di sambung dengan pertanyaan kedua , yang membuat Udin sedikit gelagapan ..
" Aku menyukainya selayaknya seorang lelaki menyukai Wanita cantik dan sexy , tapi aku bersumpah Hanya itu yang kurasakan , Berbeda dengan Perasaanku Padamu yang ....."
" Cukup... aku hanya itu ingin ku dengar Darimu ..." Potong winda dengan Suara bergetar ...
sayup sayup mengalun lembut sebuah lagu dari Miley Cyrus yang berjudul " Angel like you " dari audio Limousine mereka .
Flowers in hand, waiting for me
Every word in poetry
Won't call me by name, only "baby"
The more that you give, the less that I need
Everyone says I look happy
When it feels right
I know that you're wrong for me
Gonna wish we never met on the day I leave
I brought you down to your knees
'Cause they say that misery loves company
It's not your fault I ruin everything
And it's not your fault I can't be what you need
Baby, angels like you can't fly down hell with me
I'm everything they said I would be
...... ...... ...... .....
__ADS_1