
Rasa bersalah Menjalar di dada Udin , sesakit apapun itu dia ingin winda mendengar hal itu dari mulutnya sendiri .
Berlahan meraih tangan Winda Lalu mengecupnya berlahan , Winda nampak membuang muka memalingkan wajahnya menatap keramaian kendaraan di jalan yang mereka lalui .
Udin Sangat memahami bahwa Tidak ada Seorang wanita manapun yang Bisa menerima kenyataan bahwa ada wanita lain yang sedang merebut posisinya di hati dan keluarga orang yang di cintainya .
Sementara winda Masih berusaha menenangkan Hatinya , memejamkan Matanya mengingat dan mengulang cerita Kekasihnya itu di kepalanya , Dia bukanlah wanita Picik , sebaliknya selalu memikirkan setiap masalah dengan kepala dingin dan memutuskan semua hal dengan pertimbangan matang .
Baginya tidak ada yang salah Dari cerita Udin tadi , semuanya Murni kesalah pahaman yang tidak bisa di hindari .
Mengingat apa yang di fikirkannya semalam membuatnya mempertimbangkan banyak Sesuatu yang menurutnya Rasional .Bagaimanapun dia juga seorang Gadis biasa yang mempunyai keterbatasan di semua Hal .
" Kuharap Gadis yang bernama Meilin itu Tak mengecewakanku , dan benar benar menyukai Si Mesum ini .." Batin winda sembari menghela nafasnya .
Andai saja Udin bisa membaca Dikiran Winda saat ini dia pasti akan Mimisan membayangkan kebahagiaan yang akan di dapatinya .
" Saat Nanti aku bertemu dengan Gadis itu , kuharap kamu membiarkan aku berbicara empat mata dengannya , Setelah semua itu aku akan memutuskan ubungan kita akan seperti apa .."
Ucap winda dengan nada misteriusnya... ia cukup menikmati susana hening ini , tanpa terganggu si Mesum yang tangannya sangat Ramah ( Rajin menjamah) itu.
" Baik sayang... Aku harap kamu tidak membenciku , karna aku tak bisa kehilangan dirimu ..."
Winda Hanya diam tak menghiraukan rayuan gombal yang lancarkan kekasihnya itu , tanpa diucapakan pun dia tahu bahwa lelaki itu memang sangat mencintainya , bukankah sedari awal sebelum menyerahkan dirinya dia sudah siap Menerima sepahit apapun kelak hubungan itu.
Baginya Sebuah pengorbanan tidak pernah meminta Imbalan apapun .
Beberapa lama kemudian Iringan dua limousine itu tiba di depan Villa taman Indah Di sambut Dina dan Meilin yang menunggu di teras Villa , Darman juga berada di sana mengawasi renovasi Paviliun satu yang sedang di bangun Ulang ,ia tidak ingin ada kesalahan dalam pekerjaan yang di percayakan Tuan muda padanya .
Melihat Ibunya sudah menunggu dengan harap cemas Elis dan Tiara langsung turun dan berlari masuk dalam dekapan Dina , kebahagiaan Keluarga itu lengkap sudah , apalagi Wati yang Turun dari mobil di papah Droid terlihat oleh Dina , ia sudah mengetahui seluruh kejadian yang di alami adik iparnya itu saat suaminya meneleponnya kemarin malam .
" Dik Wati.... " Dina segera membantu wati Berjalan masuk , Walaupun Udin memang sudah menyembuhkan Kelumpuhan kedua kaki Wati , Hanya perlu menunggu satu bahan ramuan lagi untuk membuatnya Normal kembali .
Winda nampak sedikit canggung saat Turun dari Limousine yang di tumpanginya , apalagi Udin tak pernah melepas pegangan tangannya saat berjalan menyalami dan memeluk Dina Ibunya .
Meilin sendiri nampak serba salah ..ingin rasanya dia menggali lubang yang di depannya lalu segera masuk dan Bersembunyi dari sana , Atas permintaan Winda Udin Tidak mengabari Meilin tentang kedatangan Winda di antara mereka .
__ADS_1
Dengan masih menggenggam tangan Winda Udin merah tangan Meilin dengan tangan lainnya , menariknya Berlahan Berjalan menuju Paviliun tiga yang terletak tidak terlalu jauh dari sana .
Dina yang melihat Ada Dua gadis Cantik di kedua sisi Putranya hendak memanggilnya untuk kembali tetapi di tahan Darmaji yang menggelangkan kepala mengisyaratkan untuk tidak menganggu mereka .
Walaupun masih di penuhi rasa penasaran Perhatian Dina terlihat oleh Kedua Putrinya yang kembali memeluknya dari belakang .
" Kalian pasti lapar , ibu sudah memasakkan kalian sup kepiting kesukaan kalian...ayo...ikut ibu dan kalian juga jangan hanya diam segera masuk untuk makan , "
Ucap Dina pada Wati dan Darman yang segera menyusul ibu dan anak itu masuk kedalaman Villa .
" Baru saja kutinggal sehari , dia sudah melupakanmu.." Keluh Darmaji yang bahkan tidak di Lirik istrinya sedari Tadi . Melangkah Gontai hendak duduk di Kursi tamu berniat menikmati sebatang rokok lagi sebelum menyusul mereka ke dalam .
" Sayang...apa perlu aku membawakan makanmu kesini ... , mungkin kamu merasa tidak nyaman duduk makan di atas kursi Dan lebih suka makan duduk lesehan di taman luar villa ini ...? " Suara Dina yang lembut mengancam terdengar oleh Darmaji yang menoleh dengan senyum cerah kearah Dina .
" Ahh...Tidak perlu seperti itu sayang ... ayo kita masuk sekarang ..
Bergegas dia menarik tangan istrinya masuk kedalaman Villa .
Udin nampak tegang , Entah sudah berapa kali Dia mondar mandir di depan Paviliun tiga di villanya , banyak macam fikiran berkecamuk di kepalanya , Menajamkan matanya berjaga jaga kalau kalu Winda tak menahan emosinya saat berdua dengan Meilin, bagaimanapun Meilin seorang pendekar wanita yang memiliki kemampuan yang cukup tinggi .
" Kenapa mereka lama sekali ... apa yang mereka bicarakan ...." Gumam Udin yang masih saja mondar mandir .
setelah 30 menit lebih berlalu Udin memutuskan untuk masuk dan menengahi permasalahan itu , Baru saja beberapa langkah Berjalan Menuju Pintu Paviliun, pintu itu sudah terbuka lebih dahulu dari dalam .
Winda keluar dengan senyum kecil menatap Meilin yang menundukkan kepalanya .
" Dik Meilin... aku ingin berbicara berdua saja dengan Mas udin , Seperti yang kita sepakat tadi ,kamu sendiri yang akan menjelaskan hal itu pada Tante .."
" Baik kak ... aku permisi dulu ..."
Anehnya Meilin nampak patuh pada winda layaknya Adik pada kakakknya , Udin melangkah mendekat sekilas melihat Meilin menatap padanya Malu malu..
" Sayang.... "
Winda menarik tangan Udin untuk masuk kedalaman Paviliun bersamanya , Setelah duduk dengan nyaman di sebuah ruang santai yang mewah Winda berkata .
__ADS_1
" Mas ... Aku sudah memikirkannya matang matang...Menurutku keputusanku ini sudah tepat , Meilin gadis yang Baik , juga pantas untuk mendampingimu..."
" Dug....!! "
Jantung Udin berdebat mendengar apa yang dikatakan Winda , yang terdiam sesaat sembari matanya tak lepas memandang dirinya , kata kata itu menurut udin sarat makna yang membuatnya cemas.
" Jangan pernah Berfikir Aku akan Meninggalkanmu Untuknya...Tidak Ada yang bi..."
" Aku belum selesai bicara..."
Winda memotong Ucapan Udin , membuat lelaki itu terdiam sesaat.
" Siapa bilang aku akan meninggalkanmu , yang ada aku akan mengikatmu sampai kamu sendiri tidak akan pernah bisa menikmati apa yang di namakan kebebasan.."
Udin sedikit terperangah mendengar ucapan kekasihnya yang menurutnya sartaq akan ancaman itu.
" Pria Mesum sepertimu memang Pantas di perlakukan selayaknya tahanan , itu akan membuat banyak wanita merasa aman .."
Sambung Winda menyindir Udin yang mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal , masih berusaha memahami arah perkataan Winda.
" Kami berdua sudah sudah memutuskan untuk menjadi pendampingmu , Dan aku tidak ingin mendengar penolakan Darimu , Siapapun Di antara kami yang akan kamu nikahi kelak tidak akan mengubah keputusan itu ..."
Perkataan terakhir yang winda ucapkaaan membuat Udin Terkejut , membuat Udin terdiam cukup lama untuk memahaminya. berlahan meraih tangan Winda Lalu mengelusnya lembut .
" Aku Tidak pernah terfikir untuk menduakanmu , Tidak perlu menyakiti diri dengan Keputusan yang akan membuatmu menderita ..."
" Tidak ada yang akan menderita atau menyesal , Seperti yang sudah kuputuskan, kamu tidak Boleh menolaknya , Bukannya yang paling di untungkan Oleh keputusan itu kamu mas... Jadi tak perlu menghiburku , aku tahu tak mungkin bisa memuaskanmu seorang diri..."
winda merbahkan kepalanya di dada Udin yang kemudian memeluknya dengan mesra , Walau sakit rasanya untuk Berbagi Winda sadar akan kekurangan dirinya , Lelaki yang di cintainya itu bukan lelaki Biasa Dia sangat percaya kelak Lelakinya akan menjadi Tokoh besar yang akan mengguncang Dunia. menurutnya lelaki sehebat Udin sangat pantas memiliki banyak pendamping di Hidupnya , Di dunia Fana ini , mungkin hanya Winda seorang yang berfikiran terbuka seperti itu.
Keheningan ynaqg syahdu itu berlaku Cukup lama , Sepasang kekasih itu membisu dalam diam sembari Berbagi kehangatan dalam pelukan penuh kasih ,
Rasa sayang Udin pada gadis Polos Yang menurutnya Bodoh itu semakin Tumbuh tinggi dan menguat ,
" Tidak akan pernah ada yang menggantikannmu di hatiku " Bisiknya mengecup kening Winda yang dibalas senyum penuh ketulusan .
__ADS_1
" Ayo kita temui Ibuku , aku akan memperkenalkanmu pada Beliau ..."
Winda menangguk pelan , pasangan kekasih itu Berjalan beriringan menuju bangunan Utama Villa Taman indah sambil bergandengan tangan.