
Sesampainya di Mansion Udin bergegas menuju Kamar yang dia tempatinya semalam,memasuki kamar tersebut tampak Rapi ,tidak seperti saqt dia tinggalkan tadi pagi , pakain dan Ransel yang tidak terlalu besar yang ia bawa dari desa juga tak ada di sana.
" Maaf Tuan saya memindahkan barang barang anda di kamar utama lantai dua " ,Salim yang mendengar tuanya datang segera memberi tahukan hal itu ,Dia sudah bekerja lama melayani keluarga Bambang sehingga Tahu banyak apa yang harus dia lakukan dalam bekerja.
" Oh... baiklah.." Udin segera mengikuti arahan Salim menunju kamar yang Telah di persiapkan untuk tuannya,Kamar itu Berada di antara kamar Winda dan Fitri... Udin tidak mempermasalahkan itu toh baginya selama ada kasur yang nyaman ia sudah cukup senang.
Salim bekerja di mansion itu turut serta membawa keluarganya , Minah istrinya dan Dina anak gadisnya yang nomor dua yang seumuran denga Fitri ,sedangkan satria anak lelaki pertamanya saat ini menyelesaikan kuliahnya di luar negeri,mendapatkan beasiswa dari Negara.
Ada juga seorang tukang kebun bernama Jali,
dan dua orang satpam Farhan dan Umar.
Udin sudah mengetahui akan hal itu jauh hari sebelumnya dari Bambang dan menyetujuinya saja.
Pekerjaan Salim sangat memuaskan terlihat dari cara dia mengatur semua barang barang di kamar itu yang tertata rapi.
Menjelang sore hari saat Udin sedang bersantai di kolam renang lantai atas Ponselnya berdering panggilan itu berasal dari nyoman Arya.
" Halo selamat sore Tuan..."
" ya...pak nyoman ..katakan ada apa..? " Jawab udin santun lalu menyedot rokok di sela jari jarinya.
" Semua data dan laporan perusahaan sudah saya kumpulkan, dan kapan saja Tuan ingin Tuan bisa memeriksanya ,saya sendiri yang akan menyerahkannya pada Tuan ".
" Ada beberapa Hal yang saya tidak bisa sampaikan melalui telepon " sambung nyoman.sedikit berbisik.
__ADS_1
Udin berkerenyit, sepertinya ada sesuatu yang tidak baik terjadi di perusahaan itu.
" Kamu tidak perlu repot repot datang kesini ,kebetulan besok saya ada urusan ke Jatim , mendengar ada Hal penting yang ingin kamu sampaikan aku akan menemuimu lebih dulu." Ucap Udin yang memang sudah berencana ke jatim mendatangi Pak darman,dan juga tentu saja sahabatnya Usman.
"Om Salim tolong panggil Nona Winda untuk menemuiku di sini " ucap Udin sopan Kepada kepala pelayan yang sedang menuangkan kopi di sebelahnya.
" Baik Tuan " salim bergegas pergi melaksanakan perintah Tuan mudanya,baginya Udin sangat berbeda dengan Tuannya yang Terdahulu,Bambang memang baik padanya tetapi hanya sebatas Baik antara majikan dan Pelayan, dulu keluarganya di sediakan tempat di sebuah rumah yang terpisah dari rumah utama,Bebeda dengan Tuannya sekarang,mereka benar benar di anggap seperti keluarga sendiri ,kalau saja bukan salim tidak berkeras untuk tetap memanggil Tuan ,udin akan tetap memaksanya memanggil nama saja.
Tak lama Winda datang menemui Udin yang sedang duduk bersandar di kursi rotan memanjang di Pinggir kolam renang,nampak di kejauhan sinar kemerahan terpancar dari matahari yang akan Terbenam di ufuk Timur,menambah suasana romantis saat itu.
" Kemarilah..." Ujar Udin sembari menunjuk Kursi di sebelahnya lalu beranjak duduk,mengeluarkan setumpuk dokumen yang ia ambil dari penyimpanan System danmeneyerahkannya pada Winda yang telah duduk di kursi malas itu.
" Apa ini mas...?" Tanya winda setelah menerima dokumen tersebut.
" Itu Beberapa Dokumen milikku ,Kamu kan sekertarisku jadi kamu tahu apa yang harus kamu lakukan dengannya. "
" Benar ini dokumen asli kepemilikan Dari perusahaan itu..! " batin winda dengan mata membulat mempelajari dokumen di tangannya itu dengan teliti...Semua pengusaha tahu Sebesar apa perusahaan itu di negara Ini... Perusahaan Nomor satu..!!
" Lalu dia hanya mengatakan beberapa..!,seberapa banyak lagi yang dia miliki.? sekaya apa apa lelaki du depanku ini ..!" ucap winda di dalam hatinya.
" Mas...Aku memang sekertarismu... tapi ini dokumen pribadimu .. wewenangku Tentu tidak mencakup ini semua " ucap winda memandang Udin Dia sangat memahami betapa pentingnya dokumen di tangannya itu.
" Aku percaya Kamu bisa.." jawab udin menatap mata bening itu.
" Aku hampir lupa satu hal lagi " sambung udin meletakkan Sebuah kartu Bank berwarna Emas Berlogo Bank dunia di hadapan Winda, Kartu bank ini bisa di gunakan di seluruh dunia jadi sebaiknya kamu saja yang membawanya. tentu saja Kartu bank dari System ini sangat istimewa Tidak ada batasan transaksi dan pengguna hanya perlu sidik jari untuk transaksi bersekala besar.
__ADS_1
" Bersiap siaplah, Besok pagi kita akan Berangkat ke Ibukota.." udin menyelesaikan perkataannya lalu melompat memasuki kolam renang .
Winda masih saja termagu dengan kenyataan
" Apa Dia ini sengaja sombong dengan memamerkan miliknya untuk merayuku..? " Winda berbisik pada dirinya , jauh di dalam hatinya berharap apa yang dia bisikan baru saja menjadi kenyataan.
" Sebaiknya kamu Bersiap siap dari sekarang...atau kamu sengaja diam di situ berniat menemaniku mandi..?" Udin berenang kepinggir kolam melihat winda yang masih saja Bengong di depannya.
Mendengar apa yang di katakan Udin winda menoleh melihat Udin yang berenang hanya mengenakan celana renang ketat pendek yang dia belikan tadi pagi ,sontak wajahnya memerah lalu berbalik dan melangkah terburu buru pergi dari tempat itu.
" Dasar Mesum...!!" Serunya dari kejauhan lalu menghilang.
udin tertawa lepas melihat winda yang menurutnya sangat polos dan menggoda.
Keesokan harinya .... Setelah winda menetapkan banyak sekali aturan untuk Fitri , yang akan dia tinggalkan sementara waktu Pergi bersama Udin dan dengan tegas memberi arahan kepada Salim untuk mengawasi Adiknya itu , akhirnya mereka berdua berangkat menuju bandara menggunakan mobil.
Tanpa di sadari Udin dan winda sebuah mobil BMW hitam mengikuti mereka dari kejauhan .
" Rupanya tidak perlu menunggu Lama untuk melihatmu keluar dari zona amanmu , aku tidak pernah melepaskan siapapun yang berani mengangguku ..!"
Gumam Rozak tersenyum sinis ,nampak Pipinya Masih membengkak..
setelah menyelidiki informasi Udin dengan mengeluarkan sejumlah besar uang.. dia tahu tidak akan bisa menyentuhnya di kota ini, Siapa yang ingin berurusan dengan Bambang ... pengusaha paling sukses di Matrm dengan banyak teman mafia dan orang orang di kepolisian.tentunya hal itu akan menjadi bumerang baginya.
Rozak merasa dirinya cukup pintar saat ini , menyimpulkan Udin hanya sebagai kaki tangan kesayangan Bambang hanya karna dia pandai bertarung...yang dia tidak tahu Bahkan Bambang sendiri akan menunduk Hormat di hadapan Udin ,
__ADS_1
" Tunggu saja bangsat...saat kamu keluar dari kota ini,aku sendiri yang akan membunuhmu ,lalu akan kuperkosa ****** itu di samping mayatmu..!!" ucap Rozak sambil memukul kemudian mobilnya penuh aura Demdam yang terpancar dari matanya.