
" tiit ..tit... sang terpilih terdeteksi ..!"
" nama : Herman kurap
" umur : 40 tahun ".
" kemampuan : Kebal senjata , dan Auman singa iblis ( membuat lawan kehilangan kemampuan bergerak selama 5 menit ) .
" tingkat berkah : 03 ( menengah )
" penunjuk : Empu Pati geni
" skill ** Ahli Tenaga dalam ( puncak )
** Dewa pedang teratasi salju.
** Ahli karate ( Sempurna )
" media : Batu Giok kaisar .
Terdengar informasi dari System.
Setelah Saling berhadapan Herman mengukur tingkat kekuatan Udin dihadapannya , walaupun tak merasakan Aura atau tingkatan Tenaga dalam pemuda itu , Herman tetap waspada .
" Kuberi kamu waktu 1 menit untuk mengatakannya ...." Sambung Herman Menatap Udin dengan tajam.
" Kamu bahkan tidak sepintar yang kufikirkan , masih tidak mengetahui siapa aku ... tujuankupun sudah jelas Bukankah aku sudah mengirim pulang salah seorang peliharaanmu ? "
" Jadi Kamu Udin itu ... Aku bahkan tidak perlu repot repot mengirim orang untuk mencarimu , Jika kamu mengandalkan Adikku yang ada di tanganmu untuk menekanku , kamu keliru... Aku tidak perduli pada Pelacur itu ...Jadi bersiaplalh Untuk Mati ...!! "
Herman beranggapan Udin Berani datang dengan kepercayaan diri tinggi karna menyandera Surti adiknya .
" Dasar Bodoh ....Bagiku keluarga tidak ada artinya , dan akau tidak suka diremehkan ...!!" Batin Herman Menampakkan seringai jahat. Mengingat saat anak buahnya yang datang dengan kedua telinga terpotong menyampaikan pesan Udin padanya Membuat emosinya tak terkendali lagi .
" Wussss...." Entah Darimana munculnya , tiba tiba sebuah Pedang Beraura kuning meuncul di tangan Herman kemudian melesat cepat menuju Jantung Udin.
Udin yang melihat serangan itu hanya menjentikkan jarinya yang tepat mengenai ujung pedang yang langsung patah menjadi beberapa bagian , sedangkan Herman sendiri terdorong mundur beberapa langkah.
" Rupanya aku meremahkanmu anak muda "
Herman segera memasang kuda kuda lalu membaca sebuah mantra dan membuka mulutnya berteriak .
" AUUUUMMMMM.....!! "
Suara yang mirip dengan Auman singa terdengar , gelombang kekuatan besar langsung menghantam Udin yang tidak menghindar sama sekali , Anak buah Herman yang berada tak jauh di belakang Udin segera melompat menjauh menghindari salah satu ilmu andalan Tuan besarnya,.
Debu berhamburan berterbangan tinggi di belakang Udin menunjukkan kedahsyatan ilmu Auman singa Iblis , semua bentuk kehidupan yang terkena Auman itu menjadi Diam seolah menjadi Patung. terlihat dari beberapa orang anak buah Herman yang tidak sempat menghindar , dari mata hidung dan telinga mereka nampak darah hitam mengalir keluar .
" Ha...ha..ha..!!! Tikus kecil sepertimu tak pantas melawanku ...!"
Tawa Herman membahana Melihat Udin yang Diam tak bergerak di hadapannya , Ia terlalu cepat Berpuas diri tanpa memperhatikan Udin yang tidak terpengaruh sama sekali , tidak ada setetspun darah dari ketiga bagian di kepalanya .
Herman Meraih sebuah tongkat Bisbol besi dari tangan seorang anak buahnya kemudian melangkah mendekati Udin , Dia bermaksud mematahkan tangan dan kaki pemuda sombong itu untuk kemudian nanti menyiksanya secara berlahan , bahkan Berniat Meminta tebusan kepada keluarganya , Herman yakin Udin seorang kaya raya di lihat dari Jeep Wrangler Rubicon yang di kendarainya . membayangkan keuntungan yang akan di raihnya membuat tawa Herman makin menjadi.
" Plaaak...!!! " Sebuah tamparan Keras Membuat Tawa Herman Berubah menjadi Jeritan kesakitan .
" Apa itu yang kamu anggap sebagai Auman ..? Menurutku tak lebih seperti suara Kucing Kawin saja , Bahkan Jeritanmu tadi lebih terdengar menakutkan .." Cemooh Udin melihat Herman yang segera bangkit meludahkan darah serta beberapa giginya yang lepas akibat tamparan itu.
Wajah Herman menjadi Pucat , tadi dia menggunakan hampir seluruh tenaga dalamnya untuk melepaskan ilmu andalannya itu , tapi pemuda di hadapannya Baik baik saja ,
" Kalau Tuanmu Pati Geni Ada di sini , sekalian saja Suru Bandot tua itu datang kehadapanku , Aku yakin Aumannya akan terdengar seperti Jeritan Banci Kaleng saat bernyanyi .."
__ADS_1
Jantung Herman serasa berhenti sesaat saat mendengar Udin tahu bahkan mengejek Tuannya dengan sebutan Banci kaleng , Entah dari mana datangnya Emosi dan kemarahan saat seorang pemuda bau kencur menghina tuannya .
" Tingkatanmu memang sedikit berada di atasku ...Tapi kamu sendiri yang meminta kematianmu .."
Herman mengeluarkan sebuah Giok berbentuk segitiga berwarna hijau terang ,lalu menghempaskannya kelantai menimbulkan ledakan kecil , kemudian sebuah Cahaya Hijau terang meluncur Menembus langit meninggalkan jejak cahaya .
" Cara yang merepotkan , Pak tua ...sekarang Jamannya satelit , lebih nyaman menggunakan ponsel untuk memanggil seorang " Ejek Udin menyunggingkan senyum penghinaan...
" Dasar Bajingan Sundal ... !!! Kalian tunggu apalagi , sebelum Tuan yang Agung datang ringkus bajingan itu ...!! "
Perintah Herman yang sudah muak dengan ejekan dan penghinaan yang di lontarkan Udin padanya .
" Habisi mereka semua , sisakan untukku Tikus Kurap itu .." Bisik Udin sebelum melepas Keris mistis miliknya .
" Wuuung.... swiiiiit....!! Crash...crash....!! "
" Ahhh... Aaaahhh...!!! "
Begitu Keris itu dilepas secepat kilat berkelebat menyambar kesana kemari tanpa bisa di hindari , Ratusan anak buah Herman yang berada di tempat itu bergelimpangan mati dengan sebagian besar kepala mereka hancur tertembus Keris Mistis ituNagaimana manusia Fana bisa melawan senjata Dewa itu .Tak lebih dari 1 menit untuk menghabisi gerombolan gangster kejam itu .
Yang tersisa hanya jeritan dan lenguhan dari tubuh tubuh yang sekarat menunggu nyawanya lepas dari raga .
Tak urung Herman yang melihat kejadian mengerikan di depannya Merinding ngeri , Tempat ini bukan di bumi lagi , melainkan neraka penghakiman ,
" Baaam....!!! " Sebuah kekuatan Besar menghantam deras kearah Udin , membuatnya mundur satu langkah .Akibat benturan besar itu Gedung besar dua lantai itu Roboh rata dengan Tanah .
Udin melompat menjauh menuju sebuah tanah lapang yang berada tak jauh dari bangunan yang hancur itu,
Dadanya Berdenyut tak beraturan , Bajunya nampak robek di beberapa Bagian .
Udin menghapus darah yang mengalir dari sela bibirnya kemudian meludahkan sisanya ketanah.
" tiit ..tit... Pemilik System hitam terdeteksi ..!"
" umur : 250 tahun ".
" Skill : * Kultivasi ganda ".
* Ahli Racun tingkat Langit.
* Tenaga dalam inti tingkat ( Super )
* Penguasaan ilmu Rawa Rontek
" tingkat System: 04
" Tumbal : 10, 999.891 Jiwa.
" Jenis / nama System : Hitam ( nama Grotan ) Kepala pengawal pangeran Loman Keturunan ke 10 kaisar neraka.
" Tugas : Mencari dan mengangkat pengikut di alam fana .
" Kelemahan : ( Kodok Hijau )
Setelah melihat Data Pemilik dan Kelemahan System hitam itu Udin sedikit bernafas lega , setidaknya dia masih mampu menghadapinya.
Lalu memerintahkan sesuatu kepada System miliknya.
" Haiii pemuda Bau...Aaaahhhh...!! "
Belum selesai Empu Pati geni menerapkan ejekan pada Udin kepalanya sudah menggelinding ketanah Akibat tebasan keris mistis mikik Udin , namun secara ajaib kepala kembali terbang dan menyatu dengan tubuhnya .
__ADS_1
" Ha ...ha... Dasar Baji....Hoeeek...!! "
Kembali kepala itu terbelah lalu menyatu lagi , tak ingin hal itu terulang Empu tua itu segera merapal Aray pelindung di sekitar tubuhnya , lalu melompat mundur sedikit jauh dari tempatnya semula.
" Bandot tua jangan hawatir aku hanya penasaran dengan ajian Rawa Rontek milikmu , rupanya cerita itu bukan isapan jempol saja "
" Hanya saja kalau terjadi berulang ulang kamu bisa pingsan kesakitan , dengan mudah orang akan menggantungmu jadi tetelan kering " sambung udin bak seorang profesor yang sedang memberi perkuliahan pada siswanya .
" Ka...Kamu... Tahu apa tentangku , Jangan berlagak sombong ..."
Dari seluruh pori pori kulitnya keluar asap hitam Beracun yang mengelilinginya , melihat pemuda itu mampu menanahan pukulan tenaga dalam super miliknya tadi , Pati geni sudah tidak ingin bermain main lagi , tugas yang di embannya di alam Fana ini sebentar lagi akan selesai , ia ingin segera membereskan pemuda tengil itu dan pergi melaporkan hasil kerjanya pada junjungannya pangeran Loman .
Rumput dan tanah yang dipijak Pati geni mengering dan menghitam , menunjukkan asap hitam yang mengitari tubuh Tua itu sangat Beracun hanya dengan menyentuhnya ,apali bila seseorang menghirupnya .
" Hiiaaatt.....!! "
Dua sosok berbeda umur itu berkelebat saling menyerang dan bertukar jurus mengakibatkan tembok pagar dan pohon pohon besar disana hancur oleh gelombang angin dari pertarungan itu , Tak jauh dari sana Herman yang baru saja merangkak keluar menyaksikan bagaimana dua kekuatan besar saling bertarung , ini pertama kali dalam hidupnya melihat Herman bisa melihatnya secara langsung , entah itu sebuah keberuntungan atau kesialan baginya ,
Udin memang sengaja tidak menggunakan kekuatan penuhnya , dia ingin terlebih dulu menguji jurus jurus pencak silat yang di kuasainya , bagaimanapun sulit menemukan lawan yang sebanding dengannya di alam Fana ini .
Asap Beracun yang mengenainya sama sekali tak berpengaruh , Udin hanya menghindari untuk menghirupnya secara langsung , semua itu berkat penguasaan skill Tabib Kuno tingkat dewa yang ada padanya .
Setelah merasa cukup Udin melompat Mundur mengerahkan tenaga Murni inti sejatinya melepaskan Ajian Pencabut sukma untuk menghancurkan System hitam Milik Pati geni.
" Gawat Tuan, sebaiknya kita pergi dari sini , walau tidak mengunci kemampuanku , tapi membuat aku tidak bisa membuka portal antar Dimensi "
terdengar suara Grotan memperingatkan Pati geni yang masih fokus menghindari serangan Udin yang di selingi dengan melepaskan ajian pencabut sukma.
" Baik Aku akan mencari cara untuk bisa lepas darinya..." Jawab Pati geni yang sedang terdesak , Semakin membuatnya gugup saat mendengar System miliknya tidak bisa membuka portal antar Dimensi yang biasa dia gunakan untuk melarikan diri bila menemui lawan yang kuat.
Di lain Pihak ...
" System hitam itu cukup kuat , ajian pencabut sukmaku tadi sempat mengenainya, tapi tak membuat perbedaan yang berarti , aku hawatir dia akan melarikan diri menggunakan portal antar Dimensi " Batin udin yang semakin mempercepat serangannya .
" System Berikan aku Kodok Hijau yang kuminta Tadi .."
" Baik Tuan "
Di tangan kiri Udin muncul Tiga ekor Kodok Hijau gemuk yang langsung di lemparkannya ke wajah Pati geni yang dengan Reflek menangkis nya .
" Grotan...Lihat apa yang kuberikan Padamu "
Teriak udin menyebut nama System hitam Milik Pati geni , Pati geni yang terkejut oleh System nya yang tiba tiba Berbicara kacau dan tak di mengertinya tanpa sadar mundur dan menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya .
Udin yang melihat kesempatan itu segera melepas Ajian pencabut sukmanya dengan kekuatan penuh .
" Blaaar.....!!!! "
Tubuh Pati geni terhempas menabrak sebuah pohon besar , saat Hendak terjatuh menyentuh tanah lebih dahulu di sambut sebuah tendangan melingkar dari Udin membuat tubuh itu kembali melayang lurus keudara.
Udin mengalirkan Cakra kedelapan yang Berinti Api ke telapak tangan kanannya segera melontarkan energi Panas itu kearah Pati geni yang melayang di udara .
" Booom.... Ssshhhh....!!! "
Bola api dari energi kedelapan Udin meledak menghancurkan tubuh Pati geni sekaligus mengirimnya kealam kematian .
Dari apa yang di informasikan System , satu satunya cara mengalahkan ajian Rawa Rontek adalah dengan membakarnya tanpa membiarkan setetes pun darahnya menyentuh Bumi.
Tak lama berselang Selarik Cahaya dari sisa tubuh Pati geni melesat menembus Langit .
Rupanya Grotan ( System milik Pati geni ) yang telah kehilangan tuannya sudah ditarik kembali ke alam Rahasia .
__ADS_1
" Waktunya menginjak beberapa kecoa lagi " gumam Udin menoleh menatap Herman di antar reruntuhan pung bangunan markasnya .