System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Jadikan aku Milikmu.


__ADS_3

Di Ruang bawah Tanah Tempat sutrisno bertugas,segera setelah Mendapat perintah dari hendy Atasannya untuk mematikan Alarm, Tak lama kemudian bergabung dengan Rekan rekannya yang lain untuk menenangkan Ratusan Tamu yang sudah berkumpul di Lobby hotel .


" Maaf menganggu Istirahat Anda semua ,Hari ini adalah Jadwal rutin Latihan tahunan prosedur dini Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran yang Biasa kami Adakan .. Untuk itu.. sebagai Ungkapan Permintaan maaf kami Atas waktu Tuan tuan yang terbuang ,Kami akan menggratiskan Biaya menginap 1 Hari dan Menyiapkan Pesta makan malam yang juga tidak di kenakan Biaya , untuk seluruh tamu Hotel ..."


Seluruh tamu Hotel yang mendengar pengumuman itu Bertepuk tangan dengan Gembira mendengar apa yang Baru saja di sampaikan Permadi manager Hotel Medana asri .


Siapa yang tidak suka hal hal yang berbau Gratis...!! ,itu tentu saja membuat pengalaman menegangkan yang baru mereka alami terlupakan begitu saja.


Sutrisno petugas keamanan yang bertanggung jawab di ruang bawah tanah mendekat lalu berbisik kepada Hendy pamannya sekaligus atasannya..


" Paman...orang Kaya Bodoh mana Yang menyebabkan kerugian Sangat Besar Hari ini...? " Ucapnya dengan penuh penasaran.


" Tutup mulutmu... Apa Kamu sudah bosan bekerja di Tempat ini...?!! " Hardik Hendy melototkan matanya mendengar Bisikan keponakannya itu ,andai saja Permadi mendengar apa yang di katakan keponakannya barusan ,bukan tidak mungkin dirinya juga akan Ikut di pecat.


Siapa yang berani menyalahkan Udin sang Pemilik Hotel..? Bahkan seandainya dia membakar Hotel inipun tidak akan ada yang berani melarangnya, Bajingan ini malah menyebut Bos besar itu dengan sebutan Bodoh...


" Maaf ...Maaf...paman Lupakan perkataanku tadi..." sutrisno segera mundur menjauh menghindari tatapan benci pamannya ,dia tahu sudah salah menyinggung seseorang yang Besar.


Sementara itu Udin yang sudah selesai membersihkan dirinya yang tentu saja sudah Di pindahkan ke Suit yang lain Duduk dengan Santai di balkon depan kamarnya Sambil menikmati Pemandangan indah Kota di sekitarnya..Winda dan Irawati baru saja Keluar setelah mengomelinya dengan berlinang Air mata penuh kekhawatiran.


" Ternyata menyelamatkan Empu Suartaji mempunyai berkah tersendiri buatku ,kelak saat bertemu lagi Aku bisa membantunya membuka System nya yang terkunci " Batin Udin dengan penuh semangat.


" Update System..." perintahnya kemudian..


" Baik Tuan .."


" Up date System ." .


" Data Pemilik.."


" Nama : UDIN MUNA ( Level 06 ) "


" Umur : 21 Tahun "


" Modal : Tidak terbatas ( 100T / Day )


" Skill : ** Ahli semua Bisnis. "


             ** Ahli pencak silat Kuno.


             ** Master tenaga dalam tingkat Fana ( penguasaan 8 cakra )


                          ** Tabib Kuno tingkat dewa."


System x : pencabut sukma Tingkat menengah "


" Point : 1.600.000.ion "


" Keberkahan : 15 "

__ADS_1


" Toko : Terbuka ( Langit ) "


" Harta : 80% saham PT Djuram "


             : vila taman indah residen."


             : 100% kepemilikan PT surya indah


              : 60 % saham ExxonMobil


"Kotak Kejutan: (2) ( Kartu ajaib skill acak ( 0 )


    ** Misi Kejutan ( selesai )


" Senjata : Keris mistis tingkat Dewa. "


             ; Gelang pelindung Dewi Atena ( tingkat Dewa)


" Sebuah Gelang.. ? ... System..coba jelaskan Kegunaan Gelang pelindung itu..." Ucap Udin yang penasaran Akan hadiah yang di dapatnya, dia tidak terlalu tertarik dengan saham Perusahaan Luar negeri yang di dapatnya.


" Baik Tuan..."


" Dewi Atena Bisa dibilang menjadi dewi paling berpengaruh di mitologi Yunani, Athena adalah simbol dari kebijaksanaan, penalaran, dan kecerdasan. Ia juga memiliki andil yang besar dalam membuat strategi perang, keadilan, dan kerajinan tangan.


Tidak ada yang bisa menyainginya dalam hal kecerdasan, termasuk para dewa utama sekalipun. Athena pun tak pernah ragu turun dalam peperangan, terutama jika tujuannya adalah demi keadilan dan kebenaran di muka Bumi.


" Adapun Fungsi dari Gelang tersebut adalah untuk melindungi pemiliknya dari Hal hal buruk baik itu sihir atau kejahatan dari Manusia "


" Aku mengerti sekarang ...satu hal lagi mengenai kenaikan Level ku Ada satu tambahan titik cakra di tubuhku Bisakah kamu menjelaskan padaku..?"


" Tentu saja tuan..


Cakra Agni ( Api ) Aura hitam.


Terletak di tengah Siku tangan Kiri


Sifat cakra : Multi guna ,dan Anti Api Dunia alam Fana "


Singkat Memang penjelasan System , namun penuh Arti tersembunyi dalam setiap kalimatnya ,tidak ada Manusia Yang dia Tahu atau tercatat di memory System yang prenah berhasil membuka cakra ke delapan.


Udin memejamkan matanya , berlahan mencerna fungsi dan Makna Cakra kedelapan yang Baru saja di bukanya ,Tak lama kemudian dia tenggelam dalam meditasinya.


Malam itu Rapat yang di selenggarakan untuk Memperkenalkan Udin sebagai Pemilik baru PT Surya Indah itu Di Hadiri Ratusan orang lebih .


Mereka Adalah semua Direktur dan manager Pusat dan Anak Cabang PT Surya Indah yang Juga dihadiri Para petinggi pemerintahan ,militer dan kepolisian , Media Memang Sengaja Tidak Di Izinkan meliput Rapat itu hanya Bisa merekam Dari Luar areal Hotel yang di Jaga dengan ketat oleh petugas keamanan.


Udin yang Di dampingi Winda dan Irawati di sisi kiri dan kanan diikuti Nyoman dan Staf staf Husus Kantor Pusat berjalan di belakangnya Menuju panggung , kemudian Berbicara di atas Podium yang di sediakan ..


" Perkenalkan Namaku Udin Muna ,Pemilik baru PT Surya Indah, tidak ada yang berubah setelah ini , Om Nyoman Akan tetap Memimpin seperti Sebelumnya Sedangkan Winda Lestari Sekertarisku Akan mewakili keberadaanku di perusahaan ini ,Semua keputusan mereka adalah juga keputusanku..mohon kerjasamanya ...!" Udin berpidato dengan singkat.. di akhiri tepuk tangan membahana dari seluruh peserta yang Hadir , Ia lantas turun dari Podium kemudian duduk di Sofa husus yang di sediakan Untuknya...Nampak jelas keengganan dan ketidak nyamanan di wajahnya saat ini , kemudian berpaling dan melirik Bergantian kearah Nyoman Dan Winda..

__ADS_1


Nyoman yang Mulai mengerti sifat Tuan mudanya menganggukkan kepalanya Segera berdiri mengantar Udin Berjalan Keluar dari Aula tempat Rapat itu di selenggarakan. Seluruh peserta serentak Berdiri menunjukkan Sikap Hormatnya mengantar Kepergian Udin keluar dari ruang rapat


" Ternyata masih sangat Muda...! "


" Sungguh Tampan..."


" Pemuda yang sukses.."


" Bisa kamu bayangkan betapa kayanya dia ...di usia begitu muda Mencapai tingkatan setinggi ini..."


Itulah kata kata yang paling banyak terdengar menggema di ruangan Aula tersebut saat Udin sudah meninggalkan ruang Rapat itu.


Terlihat Arogan memang tingkah laku yang udin tunjukkan saat itu , Tapi itu bukan tanpa Alasan , Satu jam Yang lalu Rapat yang sebenarnya sudah di Selesai di lakukan, hanya di hadiri 5 orang kepercayaan Nyoman dan Wirawan Pratama Gubernur Bogor yang sengaja di undang secara husus ,Tak lupa Om Ruslan yang mengerahkan sebagian besar Tentaranya untuk mengamankan pertemuan itu juga Hadir di Rapat tertutup itu ...saat memimpin rapat tersebut Udin sudah menjabarkan Visi misinya mengenai pengembangan dan Arah Baru perusahaan terbesar Nasional itu secara Garis besar untuk beberapa tahun kedepan , Seorang Gubernur saja sampai kagum Mendengar penjelasan yang begitu mudah di mengerti itu .


" Anak muda ini begitu Visioner mengenai Tujuan sebuah perusahaan ,Dia Jauh melampaui Bayanganku sebelumnya... Sekarang Aku bisa tenang melaporkan ini kepada Atasanku... Aku yakin kelak dia Akan menjadi sosok pemimpin yang hebat.." Ucap Wirawan menatap Udin Yang nampak serius memimpin Rapat.


Tak berbeda dengan Apa yang di fikirkan oleh Jendral Ruslan saat itu.


" Sudah tidak perlu di pertanyakan lagi keputusan Nyoman mengenalkannya secara Pribadi dengananak muda ini .." Beberapa Hal kemudian terpampang jelas di kepalanya , Mengobarkan semangat yang sempat redup di dalam Hatinya .


Kehadirannya yang sesaat saja di Rapat akbar Barusan Hanya untuk menunjukkan penghargaan kepada mereka yang menyempatkan diri untuk Menghadiri Rapat itu.


Hampir satu jam Udin Duduk Sendiri di taman Privat nan asri yang berada di Puncak gedung hotel Medana asri , menikmati Hidangan yang di sajikan Koki kelas dunia yang melayaninya secara pribadi yang Berdiri tidak jauh Darinya.Terdengar Sura Hak sepatu melangkah Cepat mendekatinya ...


" Mas... " Suara Lembut winda terdengar mendekat.. Udin lantas menepuk Sebuah kursi di sampingnya mengisyaratkan Winda Untuk Duduk di Disana.


" Tentunya Om Nyoman sudah memberitahumu Apa yang aku ingin Kamu pelajari Darinya..?" Tanya Udin mendongak menatap gemerlap bintang yang bertebaran di Langit yang Bersih Mengacuhkan Winda yang sedang menatapnya.


" Benar Paman Nyoman sudah mengatakan semuanya.. Lalu apa kamu akan meninggalkan ku di sini..? " Tersirat Nada tidak rela di suaranya.


Udin Tidak menjawab...


Beberapa menit dalam kebisuan Winda melanjutkan kata katanya..


" Aku...aku...Takut Nanti ..." Dia tidak melanjutkan lagi kalimatnya setelah sebuah Telapak tangan kekar yang meraih jemarinya .


Udin menatap Mata indah yang sering menenggelamkannya dalam lautan Kebimbangan itu kemudian menariknya berlahan Memasangkan sebuah Gelang berwarna emas berukir indah di tangan Winda.


Memang sudah Kodrat seorang wanita menyukai benda benda mungil cantik atau Beragagam jenis perhiasan yang indah ,Begitu juga Apa yang winda Lakukakn saat melihat Gelang indah berwarna emas yang melingkar di tangannya saat ini , kontan saja membuatnya Bahagia..


" ini...ini..Cantik sekali...Ucapnya Kagum dengan Mata yang berbinar .., Terimaka....Hmmmppp..." Ucapannya terputus saat sebuah Ciuman Hangat mendarat di bibirnya, Terasa lembut saat kedua bibir itu bergesekan ,tubuhnya bergetar saat sepasang lengan berlahan melingkar di pinggang ramping miliknya, Mata winda berlahan menutup menikmati perlakuan Mesra udin yang perlahan mulai memudarkan kesadarannya , Satu keinginan yang Kuat seiring dengan Gemuruh Nafas yang memburu Menyeruak keluar Dari hati Winda .


Winda Berlahan Melepaskan Ciuman Hangat Udin ...lantas berbisik pelan .


" Mas... Jadikan Aku milikmu malam Ini.. "


Udin Tidak kuasa menolak keinginan Hatinya lagi..entah suda berapa kali dia memendam dalam Dalam keinginan itu ,pertahanannya runtuh saat mendengar Bisikan Meminta Winda di telinganya..


 Berlahan Udin Berdiri merengkuhTubuh mungil yang bergetar Pasrah itu membawanya dalam pelukannya ,Berlahan berjalan menuju Kamar yang akan menjadi saksi sebuah janji yang tidak terucap , Tergantikan oleh perbuatan berlandaskan kasih sayang antara dua insan yang tidak ingin terpisahkan.

__ADS_1


__ADS_2