System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Lancang..!!!


__ADS_3

Pendekar angin Timur memang julukan yang di berikan karna kecepatannya dalam bertarung yang dia miliki.


" Terima seranganku ini anak muda...!"


' Ciiiaaatttt..... wusssss...."


Sebuah tinju berisi tenaga dalam bergerak sebat kearah Dada Udin menimbulkan gemuruh Seperti Guntur , dia sendiri yang menciptakan jurus itu lalau memberinya nama Pukulan Guntur adalah salah satu pukulan pamungkas yang paling di andalkan Suroto ,dia sama sekali tidak berbelas kasih walaupun lawannya kali ini masih Hijau , baginya lebih cepat pulang meniduri gundik gundik yang menantikan di rumah adalah lebih penting .


Cakra yang melihat gurunya menggunakan tenaga penuh tertawa bahagia tidak sia sia dia mengarang cerita menghasut gurunya ,tadinya Gurunya enggan datang untuk membantunya ,menurut suroto gurunya , melawan anak semuda muridnya sama saja menurunkan derajatnya beberapa tingkat , Tetapi Cakra memang pandai dalam hal mengarang cerita , menjelek jelekkan udin yang menghina gurunya dengan macam sebutan buruk , Mendengar itu Dengan perasaan dangkal dan kesal akhirnya gurunya bersedia ikut.


Udin yang melihat serangan yang datang nampak tenang tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya , ia hanya menggunakan tangan kirinya yang terkembang untuk menerima pukulan ganas tersebut.


" Kamu memang masih Muda dan Bodoh ...berani menerima pukulan pamungkasku secara langsung , banting besar saja tidak akan sanggup hidup setelah menerima pukulan ini " Batin Suroto mempercepat serangannya ,menganggap pertarungan ini sudah selesai dengan kemenangan mudah untuknya.


" Buuukk.....!!! kraaakkk...." Terdengar suara benturan keras dan patahnya tulang menggema seiring pukulan itu beradu , Dada suroso serasa akan pecah saat pukulan tangannya bertabrakan langsung tenaganya tersebut habis saat itu juga ,saat itu dia menyadari kebodohannya ,anak muda di hadapannya ini bukan pendekar Bau kencur yang ia sangkakan sebelumnya .


" Dia sama sekali bukan tandinganku " Ucapnya dalam hati menyesali kecerobohannya .


Kaca kaca jendela lounge di sebelah kiri dan kanan Udin pecah berantakan beberapa orang yang menonton merasa dada mereka tiba tiba sesak tak kuat menahan Getaran dari pukulan itu,meja sofa dan perabot besar bergeser dan jatuh berdebum sedangkan benda benda kecil terbang terbawa angin serangan pukulan tenaga dalam itu.


Tapi Ada yang nampak aneh dari adu pukulan itu..semua yang berada di belakang Udin nampak baik baik saja bahkan Mereka yang ada di sana menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat benturan itu terjadi seperti ada tabir pelindung transparan yang kuat menahan semua benda yang ikut terseret akibat benturan pukulan itu.Udin memang sengaja membuat tabir pelindung dari Tenaga murni inti sejati yang miliknya untuk melindungi winda dari efek jurus pukulan tenaga dalam suroto.


Yang lebih mengejutkan lagi adalah apa yang mereka lihat saat ini..Udin dengan santainya menggenggam kepalanya tinju Suroto lalu membanting tubuh tua itu beberapa kali dan membuangnya begitu saja seolah olah suroto seringan ranting kayu kering saja.


" Brukk...brukkk..Bruuk..." Tidak ada suara yang keluar selain sura tubuh beradu dengan lantai keramik , Rupanya suroto sudah pingsan duluan saat bantingan pertama di terimanya , Hilang sudah Citra pendekar tangguh yang di sandangnya .


tidak ada yang berani bersuara untuk beberapa saat setelah menyaksikan Pertarungan itu..bahkan tidak ada yang berfikir bahwa itu adalah Pertarungan, itu lebih seperti penyiksaan yang kejam.


" Aku sudah cukup berbaik hati tidak membunuhnya ,hanya saja dia akan menghabiskan sisa hidupnya di atas tempat tidur.."


" kesabaran sangat sedikit ,apa yang anjing tua kalian alami aknaa segera kalian rasakan " aambung udin menatap tajam Cakra dan ayahnya...


Tubuh cakra bergetar hebat , lututnya menjadi lemas membuatnya jatuh terduduk saat mata itu beradu dengannya..

__ADS_1


pengawal yang memegangi Irawati tersebut mundur beberapa langkah ,siapa yang akan berani menolak ucapan iblis kejam itu ,Irawati yang sudah lepas dari pegangan pengawal itu segera menghabur memeluk Udin sambil menangis sesunggukan.


Udin sama sekali tidak menduga Irawati akan memeluknya dengan Erat hanya bisa pasrah menikmati dua gundukan kenyal yang menempel di dadanya ,Semakin keras isakan itu membuat dua gundukan itu ikut bergetar..


Udin yang salah tingkah kemudian melirik kearah winda yang menatap dengan mata menghakiminya , wajahnya sedikit memerah ada sedikit ketidak puasanya di sana.


" Su....sudahlah Kamu aman sekarang ..tunggu aku menyelesaikan masalah ini untukkmu..."


Suara Udin sedikit bergetar lalu berlahan melepaskan pelukan itu lalu mendorongnya kebelakang tempat winda berada , Irawati tidak menyadari bahwa pelukannya itu membuat Udin menjadi Berfikiran lain , segera berjalan mendekati winda yang kemudian menariknya dalam pelukan hangat yang menenangkan .


" Kamu baik baik saja kan...? ,Apakah mereka menyakitimu...? " Tanya winda tulus..


" Aku baik baik saja Kak " jawab Irawati di sela isaknya , masih terlihat tersisa ketakutan di matanya yang sembab.."


" A...aayah..bagaimana ini...? "


Cakra yangvterduduk lemas mendongak kearah ayahnya , Ia sama sekali tidak menggubris para pengawalnya yang menjulurkan tangan memeganginya berusaha membantunya berdiri.


" Anggap itu sebuah pembelajaran buatmu ..lihat gurumu yang kamu Agung agungkan itu , bahkan dengan mudah di permainkan oleh anak Bau kencur ."


 sambung Santoso memanfaatkan keadaan itu menyadarkan Cakra Bahwa Gurunya bukanlah orang paling Hebat seperti yang anaknya banggakan, Dia sudah sering memperingatkan anaknya untuk tidak berpuas diri denga satu Guru saja ,masih sangat banyak yang jauh lebih hebat daripada tua bangka yang tergelatak di hadapannya itu.


Kalau saja Cakra bukan anak lelaki satu satunya mungkin saja santoso tidak akan mempeprdulikannya lagi , Da sangat tidak menyukai sifat Naif dan terlalu cepat berpuas diri anaknya itu.


Cakra yang melihat kenyataan itu hanya bisa tertunduk mengerti maksud ayahnya ,


" Baik aku akan mengikuti semua arahan ayah..aku tidak akan mengecewakanmu.... ".


Mendengar janji anaknya Santoso tersenyum lega ..


" Plok...Plok..Plok..."


Terdengar suara tepukan tangan udin memotong percakapan ayah dan anak tersebut lalu berkata.

__ADS_1


" Buah memang tidak jauh jauh dari pohonnya ,aku sempat berharap Kamu mengambil kesempatan yang kuberikan untukkmu orang tua... Tapi aku membatalkan niatku itu..hari ini kalian akan merasakan seperti apa rasanya tertindas " ujar Udin memasukkan kedua tangannya kedalaman saku celananya .


" Selain sombong kamu ternyata juga Bodoh Tidak melihat gunung di depan matamu.. Bogor adalah kotaku ,tidak pernah ada yang lepas dari genggamanku di sini...!! ". Santoso berteriak dingin lalu mengeluarkan ponselnya melakukan beberapa panggilan telepon ,tak lama setelah menyelesaikan panggilan telepon itu santoso menatap penuh kebencian pada Udin lalu menunjuk lurus dengan tangan kirinya Ke arah Udin.Ia tidak Tahu bahwa Yang apa di lakukannya saat ini menunjuk Udin apalagi dengan tangan Kirinya adalah sebuah kesalahan Fatal .


" Aku ingin melihat saat orang orangku datang apa kesombonganmu bisa.....Aaahhhhh....!!!"


" Kraaak..." Suara renyah jari telunjuk patah terdengar ketika tiba tiba saja Udin berkelebat cepat maju merahi jari Telunjuk santoso yang mengarah kepadanya.


" Aku paling benci orang yang tidak menghormati adat Sopan santun ketimuran terlebih sampah busuk sepertimu menunjukkan .." ucap Udin masih tidak melepaskan remasan tangannya.


" Ahhh....Lee.. lepaskan..Sakiiiit seekalliii...Aaauuuu...." Santoso melolong kesakitan menghempaskan kedua lututnya ke lantai berusaha menarik jarinya yang terasa di jepit Tang besi ,Rasa Sakit itu sangat menyiksanya dia sama sekali tidak menduga Udin sangat kejam ,


" OK.. ok..aku ingin melihat orang orang seperti apa yang kamu andalakn di belakangmu .." Udin melepaskan genggamannya lalu berbalik berjalan dengan santainya menuju ke tempat winda dan Irawati berada ,menarik sebuah sofa lalu duduk menyilangkan kaki kirinya seperti boas bos besar yang sering ia tonton di TV.


" Mempunyai System memang keren ...apakah aku sudah terlihat keren saat ini...? " batin udin menyunggingkan senyumnya...senyum yang terlihat oleh santoso dan anak buahnya sangat mengerikan ,seakan itu adalah senyuman dari malaikat pencabut nyawa.


Santoso meringis memegangi jari tangannya yang nampak bengkok tak beraturan berlahan mulai membengkak merah keunguan,Menatap dua pengawal yang di bawanya dengan marah.


" Dasar tidak berguna ..!! tunggu saja kalian... "


Kedua pengawal berbadan besar itu hanya bisa tertunduk..mereka cukup pintar untuk tidak melawan pendekar sekuat udin , konsekwensinya terlalu besar , siapa yang akan mau mempekerjakan mereka jika cacat..?, terbersit di hati mereka untuk kembali kepekerjaan awal mereka menjadi pelatih gym saja,tentunya risiko pekerjaannya akan lebih kecil.


" Ayah...kamu baik baik saja..? " tanya Cakra seperti orang dungu , Melihat keadaan ayahnya sekarang.


" Diam kau anak Jadah... !!! Aku sendiri yang akan memotong jarimu nanti dan bertanya apa kau baik baik saja..!!! " Penuh kekesalan Santoso berteriak Ludah dan ingus berhamburan seiring teriakan itu, Cakra menyadari sebab kekesalan ayahnya hanya pasrah menerima hujan liur dan ingus itu di hampir seluruh wajahnya.


" Tunggu pamanmu datang sebentar lagi Aku sendiri yang akan memotong tangan bajingan sombong itu.." bisiknya pelan kepada cakra ,mendengar apa yang di bisikan ayahnya Cakra mendapatkan kepercayaan dirinya lagi ,kali ini dia yakin Pamannya dengan mudah bisa menghabisi Udin , Bardi losian Paman Cakra menjabat kepala Kepolisian Kota Bogor yang terkenal sangat menghargai keluarganya ,cukup banyak kasus kejahatan keluarganya yang ia tutup tutupi, Kapandaiannya dalam menjilat atasan membuatnya dengan mudah mencapai posisi ini ,di tambah di belakang namanya ada nama ketua keluarga Losian yang mempunyai jasa yang cukup besar untuk Negara .


" Mas... ..Bagaimana kalau..." Ucapan Winda terhenti ketika melihat Udin menaruh jarinya di tengah Mulutnya mengisyaratkan winda Untuk diam lalu udin melangkah Berdiri mendekat menjulurkan tangannya merapikan beberapa helai rambut Winda lalu menyelipkannya kebelakan telinganya, berlahan berkata ..


" Sudah ku katakan tadi bukan...? mereka hanya lalat ... sebanyak apapun mereka ..itu tidak merubah kenyataan kalau mereka tetaplah lalat.. Bagiku..."


" Lancang....!!! Sungguh lancang mulutmu mengatakan adikku dan keponakanku lalat bagimu...!! "

__ADS_1


Terdengar Suara keras bergema saat sesosok Pria kekar Berseragam petugas polisi memasuki lounge itu.


__ADS_2