
" Selamat datang Nona ke Dua" serempak pala Pelayan menunduk Hormat.
"Hm yahhhh," ia tersenyum menandakan bahwa iya sangat baik hati,di mata para pelayan Vexna adalah salah satu contoh Bangsawan yang sangat baik.
Beberapa kali ia membantu para pelayan mengerjakan sesuatu dengan senyuman yang menurut mereka sangat tulus.
"kepala Pelayan tolong kemari," ia memanggil seorang Wanita sekitar 45 tahun dengan rambut hitam yang di sanggul,wajahnya sarat akan ketegasan membuat beberapa pelayan segan kepadanya.
Bukan hanya karna counter wajahnya yang terkesan dingin,ia juga merupakan salah satu tangan kanan dari kepala tertuanya sehingga mereka segan bila berhadapan dengan beliau.
Menurut rumor yang beredar Kepala Pelayan pernah membunuh sekitar 10 orang ,yang berniat mencelakai kakek dari Sisca Ia datang dan melenyapkan mereka tak tersisa selain karna ilmu beladiri nya, kepiawaiannya dalam hal lain menjadi nilai tambah untuknya.
" Kepala Pelayan apakah kau tau dimana ibunda?" ujarnya dengan senyuman tulusnya
Mungkin orang lain bisa tertipu tetapi tidak dengan kepala pelayan Dia sudah pernah bertemu dengan wajah beberapa orang.
Ada yang tulus,pandai bermulut manis,penjilat dan berpura-pura baik, Nona muda ke Dua ini adalah salah satu dari orang yang akan mencari pijakan dengan cara apa saja.
__ADS_1
Perlakuan ia terhadap Nyonya Cho dan Bangsawan lain begitu baik,tetapi berbanding terbalik dengan Nona Pertama ia sering melihatnya memainkan intrik di depan nya,bila semua orang akan percaya Tetapi tidak dengan nya.
Dengan wajah kakunya ia menjawab," Mohon maaf nona ke Dua beliau sedang tidak enak badan karna itu ia tak bisa Hadir untuk menyambut anda tetapi beliau berpesan bahwa bila anda telah tiba,silahkan langsung ke arah kediaman beliau sendiri." Dia selalu Netral terhadap anggota keluarga Bangsawan Han tidak memihak dan tidak membenci,hanya saja ??
Beliau sedikit meringis memikirkan nasib Nona ke Dua yg sering kali bertengkar dan adu mulut dengan sang nona Pertama ,walaupun mereka bertengkar kemenangan pasti akan di raih oleh Nona ke Dua yang pandai membalik situasi Karna kakeknya juga sangat menyayanginya.
Itulah yang menyebabkan renggangnya hubungan antara nona Pertama dengan sang Kakek,ia sangat membenci kakek nya karna menurutnya ia terlalu membela dan melindungi Vexna,sedangkan sang Kakak walaupun membelanya tetapi tetap berakhir dengan pertengkaran.
Namun sekarang mereka sudah mulai berbaikan,hubungan antara Ketiga orang tersebut sudah membaik,namun apakah akan memburuk kembali?
Di dalam kamarnya ,ia menatap jijik tangan nya yang sempat ia gunakan untuk menenangkan Pelayan rendahan tadi.
Yang menangis karna sudah lama tak melayani dia,walaupun begitu ia tetap saja merasa jijik.
"Aku harus segera mandi, Pelayan siapkan semuanya" tuturnya lembut sangat kontras dengan apa yang ia ucapkan dalam hati,ia harus menjaga citra wanita baik hati .
__ADS_1
Sedangkan saat ini seorang Wanita muda tak lain Sisca sedang memakan makanan nya di dalam kamarnya, ia sebenarnya sudah tak sabar melihat reaksi dari wanita yang katanya adalah sepupu nya itu,jika ia tak salah mereka bertengkar hanya karna mencintai orang yang sama'Pangeran ke Tiga ck'
Memikirkan hal itu membuat nya tetap sedikit merugi.
" Sebenarnya siapa dan setampan apa si Nick Nick itu hingga membuat pemilik asli tubuh itu seperti orang gila?'' cicit nya tak suka.
" Yahh baiklah kita lihat saat nanti ketika ulang tahun Kaisar di adakan,kita lihat apakah lebih tampan dari Putra mahkota yang Nauzubillah itu?!" hahaha setelah nya ia cekikikan .
Melihat sang nona Tertawa sambil memakan makanan nya sedikit banyak membuat Alyssa, sedikit gelisah ia takut penunggu pohon di halaman belakang paviliun merasuki sang Nona.
Yah sekarang untuk sementara waktu ialah yang menjadi dayang pendamping sang Nona ,sedangkan Aneya dalam tahap penyembuhan akibat luka nya yang dalam.
" Hmm apa aku harus menyambut Musuh baruku?" ada seringai jahat di sudut mulutnya membuat ia sedikit terlihat menyeramkan.
__ADS_1
"selamat Datang Di nerakamu Saudariku hahahaha!" ia tertawa tanpa melihat ke arah Pelayan membuat sang Pelayan itu yakin Nona nya memang sedang Di rasuki.