TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BABA 63. PENGHIANAT?


__ADS_3

Butuh waktu selama dua minggu agar Sisca bisa membuat pil itu,Mulai dari meramu,membentuknya menjadi obat kemudian mengekstrak nya lagi menjadi cairan kental berwarna merah dari bahan bahan yang bisa di katakan amat sangat langka.



Yang entah dari mana Steve dapatkan,Sisca hanya mengikuti proses yang di tulis di dalam buku dan memperbaiki pembuatan nya dengan caranya sendiri.



Semua proses itu ia melakukan nya sendiri, di sebuah tempat yang ia sewa hanya untuk melakukan hal hal seperti ini.mulai dari membuat pil,racun bahkan kegiatan apapun yang berkaitan dengan obat-obatan.



Sisca hanya tidak ingin jika Anggota keluarga Han mengetahui tentang rahasia yang ia sembunyikan.



" Aneya berikan ini kepada Steve dan katakan pada nya bahwa dia harus menepati janjinya untuk hal yang telah kami sepakati bersama." Sisca memberikan Satu bungkusan kain hitam seukuran telapak tangan.



" Ini apa ini Nona?." Aneya mengernyit heran.



" Kau tak perlu tau Ane,berikan saja padanya dan segera kembali kita akan segera pergi ke desa terpencil untuk memberikan sumbangan yang kita siapkan kau paham?"



" Baik Nona." Aneya tak bertanya hal yang lebih jauh ia pergi bersama seseorang yang akan mengantarkan nya seperti biasa.



Setelah kepergian Ane,Sisca berjalan ke arah jendela kamar itu.



" Entah mengapa perasaan ku benar benar tidak enak,semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi karena Pil yang ku buat itu." ucapnya pelan menatap ke luar jendela.



Jika Sisca sedang memikirkan hal yang mengganggu pikiran nya di tempat lain seorang laki-laki sedang melemparkan makanan yang telah di siapkan oleh beberapa orang di hadapan nya.


__ADS_1


Tubuhnya sekarang kurus,dan tak terlihat seperti bangsawan apalagi seorang Pangeran.



Wajahnya penuh dengan lebam,dan di beberapa bagian terdapat luka akibat cambukan.



Sudah hampir 2 bulan dia berada disini, kebencian nya terhadap Sang Kaisar semakin lama semakin besar.



Ingin sekali ia mengoyak tubuh orang itu dengan ke dua tangan nya sendiri.Sedangkan sang Kakak terkesan tak perduli lagi padanya.



Semenjak kematian sang ibu, Hidupnya bak di neraka.rasa sakit karna di tinggal oleh sang ibu masih begitu menyakitkan untuk nya bahkan hanya sekedar melihat pemakaman sang ibu tak di ijinkan untuk di ikut sertakan membuat dia semakin sakit hati.



Ia di tuduh memberontak dan mencoba melenyapkan Kaisar,tidak salah memang Namun ia sama sekali tidak menyesal tentang apa yang telah ia lakukan.



" Ibu akan aku balaskan dendammu,tidak perduli apa yang harus aku lakukan untuk mencapainya, kematian mu harus ku balas walaupun aku harus menentang seluruh Kekaisaran."




Mata panda nya menandakan betapa ia tak bisa tidur dengan nyenyak.bayangan Kaisar sialan itu melenggang nyaman di luar sana membuat ia benar benar merasa sakit hati .



Dari sudut ruangan itu terdengar bunyi langkah kaki.Nick menatap ke arah suara itu, memang ada yang Aneh dengan saat ini Nick tidak melihat beberapa pengawal yang menjaga di luar Sel nya padahal biasanya disini ada tiga penjaga yang menjaga di luar selnya secara bergantian.



" Adik." Suara bas itu membuat Nick menatap benci ke arahnya.



Nick mengenali suara siapa itu,siapa lagi kalau bukan penghianat itu? Sang kakak Jack.

__ADS_1



" Kenapa kau kemari." suaranya begitu rendah dan sarat akan kebencian.



Jack duduk dilantai itu memegang terali besi yang menjaga jarak antara dia dengan Adiknya itu.



" Adik jangan marah terlebih dahulu,bukankah aku saudaramu,? Apa kau pikir aku hanya akan membiarkan mu disini seperti ini.?"Jack menatap sendu ke arah sang Adik.



" Cihhh jangan membuatku ingin tertawa Jack,di depan semua orang kau menusuk ku dari belakang,kau mengkhianati aku dan ibunda,jangan perlihatkan wajah sialan mu itu di hadapanku atau aku akan lupa bahwa kau adalah Kakak ku." Nick menatap nyalang ke arah Laki laki sialan di depannya itu.



" Tenangkan dirimu Nick,Aku melakukan hal ini demi Kamu Dan juga Ibu,apa kau pikir jika aku tidak tau si brengsek itu yang telah melenyapkan ibu?."



" Jadi kau tau? Dan kau tak melakukan apa-apa? Hah kau lihat bukan hanya aku yang tak berguna kau jauh lebih tidak berguna dariku." Ia menatap jengah laki Laki itu.



" Dengar Nick aku melakukan semua ini,Agar mereka tak curiga padaku Aku telah mengumpulkan informasi dan juga pasukan yang cukup, bersabarlah sampai saat di mana aku sendiri yang akan mengantarkan kepalanya di kakimu adik." ia berbicara begitu yakin membuat Nick mau tak mau mengangguk.



" Benarkah Kakak?Tolong balaskan dendam ibunda untukku aku tak perduli harus menunggu sampai kapanpun? Yang terpenting kematian ibu bisa terbalaskan ."Air mata mengalir dari wajahnya.



" Tenangkan dirimu adikku kemari." Nick mendekat ke arah sang Kakak.



" Jangan Menangis bodoh,Aku berjanji akan mengangkat mu menjadi Kaisar,bukan kah itu yang kau inginkan? sampai waktunya tiba bersabarlah." Sang kakak mengelus surai adiknya.



" Baiklah Kakak,aku akan menunggu sampai waktunya tiba." Ia tersenyum bahagia setidaknya ada sang kakak yang akan melakukan pekerjaan itu untuknya.

__ADS_1



Mereka berdua menghabiskan waktunya disana.beberapa saat Jack pergi dan mengkode beberapa pengawal dan mengganti nya dengan mata matanya.


__ADS_2