
Steve sekarang sedang berada di ruangan nya seperti biasa sebenarnya Dia tipikal orang yang cepat bosan dengan segala hal kecuali memanah dan tentu saja uang.
Steve sedang menatap heran ke arah orang di depan nya ini, Ia dari tadi hanya menatap bodoh ke arah sebuah kotak kayu yang berisi sebuah pil.
" Apa kau tak percaya itu PIL KEABADIAN Hah?,mengapa kau menatap remeh ke arah benda itu?".
" Tidak tuan ,tentu tidak saya hanya kagum kepada seseorang yang entah siapa itu,yang telah membuatnya hanya itu Tuan," Ia mengusap tangan nya dengan senyuman sumringah.
" Hmmm,lalu kau telah berjanji bukan akan mengatakan siapa yang akan meminum pil itu?," ia menatap selidik ke arah orang di depan nya ini.
" Anu tuan...itu bisakah kita tidak usah mengatakan hal itu, selesaikan saja transaksi ini dan Anda akan segera mendapatkan 2 peti berisi koin emas itu bagaimana?."Ia menatap harap ke arah steve.
" Apa kau pikir aku bodoh? Apa kau meremehkan aku?sudah kukatakan bukan jika kau tak mau mengatakan apapun,aku juga tak akan memberikan Pil ini." ucap Steve malas .
Orang di depan nya ragu ,bukan karena apapun Dia hanya takut sang Tuan akan memenggal kepala nya jika Ia tak membawa pil ini,dan juga Ia juga akan di penggal bila ia tidak mengatakan bahwa ini milik Tuan nya.
Benar benar keputusan yang sama sama akan merenggut nyawa nya.Ya Dewa...kenapa orang orang selalu saja membuat nyawanya terancam.
Ia benar-benar ingin menangis sekarang.
" Begini tuan, sebenarnya Tuan hamba itu tidak mengijinkan siapapun memberikan identitas nya kepada orang lain,Namun bisakah Tuan tidak mengatakan apa-apa bila saya memberitahu Tuan tentang siapa yang akan memakai pil ini?," ucapnya takut.
__ADS_1
" Yahhh baiklah,Aku tidak akan membuat mu dalam masalah katakan saja siapa sebenarnya yang mau membeli pil ini jangan bertele-tele lagi." Ucapnya tegas.
" Trimakasih Tuan,yang ingin membeli Pil ini adalah Kaisar jianjing Tuan,dan beliau juga berpesan agar saya tak memberikan informasi apapun tentang nya jadi itu.. Tuan anu.. bisakah aku mempercayaimu.?"
Steve yang mendengar tentang hal ini terdiam,Kaisar? Tapi untuk apa? Bukankah ia terkenal sebagai Kaisar yang arif dan bijaksana?dan tidak pernah melakukan hal yang aneh,tapi ini?.
Steve ragu,Ia sudah berjanji pada Sisca entah mengapa setelah mendengar tentang sang Kaisar yang telah memesan ini,Ia jadi berpikir ulang .
Jika Kaisar berniat Hidup abadi bukankah itu hal yang Aneh untuk seseorang yang terkenal baik itu?Bukankah keabadian hanya di inginkan oleh orang-orang yang serakah dan tamak?.
Melihat orang itu melamun membuat orang di depan nya was was, apakah Dia berubah pikiran ? Ah tidak tidak jangan sampai itu terjadi.
Steve tersadar dari lamunannya.
" Ahhh yah tentu saja ," Ia tersenyum.
Melihat sang Ketua itu tersenyum ia bernafas lega.
Ia ingin mengambil obat itu Namun segera di hentikan oleh Steve.
__ADS_1
" Sebenarnya begini,Aku belum memastikan apakah obat ini aman atau tidak ? Jadi berikan waktu selama 3 hari dan kembalilah kemari untuk mengambil Pil ini."Steve mencoba membujuk orang itu.
" Tapi Tuan,Kaisar berkata bahwa saya harus datang bersama dengan Pil ini kalau tidak leher saya yang akan jadi sasaran nya." Ia benar benar ingin menangis kali ini.
" Katakan saja padanya Pil itu belum disempurnakan,apa kau mau setelah Kaisar meminum ini dan tak berefek kau yang akan disalahkan karena tidak mau mendengarkan perkataan ku."Ia berbicara setegas mungkin.
" Jika tak mau yahhhh tak masalah bagiku ambillah dan pergi dari sini,setelahnya aku tak mau bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi setelah itu." Steve mengedikan bahunya.
Orang itu memikirkan hal itu,dan sedetik kemudian Ia mengangguk.
" Yahhh anda benar tuan,baiklah 3 hari lagi saya akan datang, kalau begitu saya permisi." iapun berdiri dan berpamitan dan Di anggukkan oleh Steve.
Setelah kepergian orang itu Steve memaki mengumpati kebodohan nya.
" Nasib sial apa yang telah kulakukan sehingga bisa berurusan dengan Kaisar,Ahh SIALLANN Aku harus memberikan informasi ini pada Siska kalau tidak aku yang akan ia cekik sampai mati.." Wajahnya terlihat tak berdaya.
Sedangkan pria yang dari tadi hanya memperhatikan apa yang dilakukan Steve angkat bicara.
" Steve sebenarnya apa yang ada di otakmu itu,seharusnya kita sudah menerima uang itu,kau malah meminta waktu lagi ada apa dengan mu dan kenapa kau berbohong?."
__ADS_1
" Ck diam lah kau tak tau apa apa ,sebaiknya tutup mulutmu itu ,haisss kepalaku tiba tiba menjadi sakit karna koin sialan itu yang pergi.!" Ia menggerutu sedangkan laki laki itu hanya menutup mulut nya jika sudah seperti ini berarti memang ada Sesuatu yang tidak perlu Ia tau.