TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 58. KESEDIHAN ITU APA?


__ADS_3

Kematian Selir Agung membuat semua rakyat merasa gusar bagaimana tidak keamanan Istana tidaklah main main para pasukan yang di utus di sana bukan lah pasukan yang baru satu atau dua tahun bekerja tapi?


" DIA YANG MEMBUNUH IBUKU AZRAN SIALANN KENAPA KAU TAK PERCAYA BRENGSEK." Nick masih berteriak frustasi walaupun kini kedua tangan nya masih di cegat oleh 4 pengawal,ia tak lagi perduli tentang tahta kematian sang ibu membuat semua amarahnya tak terkendali.


Ia masih memberontak sedang tubuhnya benar-benar tidak bisa di gerakkan


" Bawa pangeran ke tiga ke penjara bawah tanah sekarang," putus Azran .


Vexna berlari ke arah pangeran ke tiga,dia memukul pengawal yang memegangi sang kekasih.ia tak terima tunangan nya di perlakukan seperti ini.


Ia tulus mencintai Pangeran ke tiga, bagaimanapun ia adalah tunangannya sekarang .


" Lepas...lepaskan dia sialan jangan sentuh tunangan ku dengan tangan kotor kalian itu.lepaskan kataku.." Vexna berusaha menarik tangan para pengawal tapi nihil,bahkan bergerak saja tidak ckckck.


Orang orang yang berada disana sekarang menjadi kebingungan karena dilain sisi sang Selir Agung mayatnya bahkan belum di pindahkan.


Tetapi lihat,drama itu masih saja berlangsung.


Seorang mentri yang berasal dari kubu sang Selir Agung maju.


" Mohon kebaikan yang mulia kaisar untuk Segera mengurus jasad yang mulia Selir Agung kami mohon kebijakan anda yang mulia." ia memohon terduduk di tanah di ikuti oleh beberapa mentri yang memang berasal dari kubu sang selir memohon dan merendah bagaimanapun Jenazah sang selir harus segera di urus.


" Tentu saja,bawa jasad Selir Agung Ke tempat kremasi,jangan menunda Hal yang baik atau nama baik Kekaisaran kita akan terlihat jelek dan itu akan tersebar di kerajaan kecil lain."


Ia terlihat rendah hati namun dari kata kata nya tersirat sesuatu yang lain.


Sisca semakin merasa Sang Kaisar tak lebih baik dari Sepupunya itu,dan juga Bibinya munafik dan seakan ada seribu wajah disana.


Ketika beberapa pengawal ingin membopong tubuh sang Selir sebuah teriakan berasal dari seberang keramaian terdengar.

__ADS_1


" Ada apa ini?." Ia melangkah mendekati kerumunan orang itu.


Sang Adik yang melihat Kakaknya tiba tak bisa lagi tak Menangis, mengaduh tentang hal ini.


" KAKAK IBU...IBUNDA." Suara Nick tercekat ia berteriak emosi namun sebelum itu rasa sakit lebih dulu menguasai nya,kehilangan seorang wanita yang mendukung dirinya.


Adalah pukulan terburuk di hidupnya,wajahnya kacau sekarang karna berteriak dan memberontak dari tadi,Air mata mengalir dari wajahnya ,mengaduh pada sang Kakak.


Ia tau sang Kakak sangat mencintai Ibunya ,sangat!!.


Jack mengedarkan pandangannya ke sekeliling tatapan nya sampai ke arah Seorang Wanita yang sedang hendak di bopong ke arah sebuah tandu.


Matanya membola dan sekujur tubuhnya tiba tiba lunak.Melihat sang Adik hendak jatuh Azran cepat cepat memegang pundaknya.


" Adik maafkan kakak,kaka tidak bisa melindungi ibu mu."Ia sedih melihat tatapan kosong dari adik nya yang selalu ceria itu, tatapan nya terlihat begitu sendu.


" Tabib berkata mungkin sekitar 3 atau 4 jam yang lalu,kakak dan yang lain mendengar seseorang berteriak dan menemukan Selir Agung sudah seperti ini,ma.af." Azran mengelus surai sang adik,seakan memberi kekuatan.


" Kakak dia..pria tua bangka itu yang melenyapkan ibu Kakak kau harus membunuhnya kakak,aku tidak rela,ibu..dia..." Air mata itu mengalir begitu deras.


Sedangkan sang kakak hanya terdiam Menatap kosong,Api amarah begitu bergemuruh di hatinya,ia tau gerakan pemberontakan nya telah terbaca itulah sebab nya laki-laki itu memberikan nya peringatan,namun ini?


Ia tidak menyangka peringatan yang si brengsek itu tidak main main.


Jack ingin sekali menikam pedang yang ada di pinggang nya saat ini,Dengan ilmu pedang nya yang sekarang telah meningkat ia bisa saja melawan Azran bahkan James Namun pasukan yang ada disini terlalu banyak.


Membunuh manusia itu saat ini hanya seperti kita mengantar nyawa kita sendiri.


Azran yang melihat Adik nya diam saja tau bahwa ia sedang sedih,Namun mengapa tak ada air mata?.

__ADS_1


Apakah saking terlukanya dia sampai tak bisa meneteskan air mata?.


Azran masih merenung ,melihat sang kakak diam Saja membuat Nick naik pitam.


" APA YANG KAU LAKUKAN KAK? LENYAPKAN DIA SEKARANG JUGA" Nick terlihat begitu emosi saking ia terbakar emosi tubuhnya sampai gemetar menahan amarah dalam dirinya.


Namun sang kakak hanya diam seperti orang bodoh.


Jack mengalihkan tatapan kosong itu ke arah sang Adik .


"diam lah Nick siapa yang kau panggil tua bangka? Dia ayahanda kita kau mengerti!" Nick menatap sungguh ke arah sang Adik membuat Adiknya tersentak kaget ,sejak kapan? Dia tak menyangka bahwa sang Kakak akan mengatakan hal itu.


Yang Dia tau sang kakak begitu menyayangi Ibunda bahkan ia harus dibujuk dengan alasan ibundanya sakit untuk bisa menyuruhnya pulang tapi ini,kakak?


Nick terdiam,hening semuanya sibuk dengan pikirannya masing masing.


Sedangkan di sekitar kerumunan terlihat seorang wanita berpakaian pelayan,ia menengok ke arah sang Kaisar mata mereka bertemu ada senyuman kebanggaan disana,membuat sang pelayan tersipu malu.


" MAAF NAMUN PESTA TELAH DIBUBARKAN DI MOHON PARA UNDANGAN YANG TELAH SELESAI DI PERIKSA MENUJU KE GERBANG ISTANA,UNTUK MENINGGALKAN JAMUAN MALAM INI MAAF ATAS KETIDAK NYAMANAN INI."


Tangan kanan sang Kaisar maju untuk memberikan perintah,karna Kaisar sendiri masih terlihat syok atas peristiwa itu.


Semua orang membubarkan diri mereka,termasuk Sisca walaupun ia masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi,luka di bagian Arteri leher sang Selir disayat dengan baik,seakan pembunuh itu sudah sangat ahli.


James tinggal disana untuk mengurus urusan di Istana,membuat sang Adik pulang terlebih sahulu.Vexna ikut di papah pulang oleh para pengawal yang ada disana.ia terlihat terpukul.


TAMAT.


Becanda 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2