TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 72. HUKUMAN


__ADS_3

Berita mengenai hukuman gantung yang akan di terima oleh Pangeran ke Tiga Esok hari , membuat semua rakyat heboh dan juga bersyukur sebenarnya dari dulu mereka tidak pernah menyukai Pangeran ketiga itu Dia begitu sombong .



Mereka senang Akhirnya orang yang ingin melenyapkan Sang Permaisuri mereka di hukum dengan hukuman yang pantas .



Sedangkan di penjara bawah tanah Nick terlihat sedang menahan Nafasnya sekarang. Dia tidak menyangka akan di hukum dengan di gantung?.



Itu artinya mimpinya hancur dan itu berarti semua nya akan berakhir Nick terduduk dilantai penjara yang dingin itu.



Apa yang akan dia lakukan sekarang?.Apa?



KAKAK? Yahhh hanya kakak nya yang bisa ia mintai bantuan sekarang, ia tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan itu. Meracuni Permaisuri? Kapan? Apa mereka sudah gila percaya pada pernyataan pelayan yang entah siapa itu. Benar benar !!



Tak..tak tak.



Suara sepatu menggema di sana . Menandakan kedatangan seseorang.



" KAKAK! " Nick sumringah melihat kedatangan sang Kakak.Akhirnya penolong nya tiba dia pasti langsung datang setelah kabar itu terdengar olehnya.

__ADS_1



Ia juga yakin sang Kakak akan menyelamatkan dirinya, Bukankah ia sangat menyayangi Nick ? Kira kira seperti itulah yang ada di otak Nick sekarang.



" Adik, Bagaimana keadaan mu sekarang. " Sang kakak terlihat begitu khawatir.



" Kak jangan bertanya lagi, Kau tentu tau apa yang sekarang sedang ku hadapi ,Kaisar sialan itu menjebak diriku Ka' Dia berniat menyingkirkan Aku, Tolong bebaskan diriku Ka' Bantu aku melarikan diri dari sini. ". Ujarnya berharap.



Sedang yang di tatap di balik jeruji besi itu hanya menatap dirinya. Ahh seperti nya Adiknya itu memang bodoh mengapa dia menjebak Nick? Jika setelah itu ia membebaskan nya lagi.



Seperti nya Dia harus diberitahu kebenaran nya . Bukankah dia akan segera Mati? Seperti nya ini waktu yang tepat bukan?




Nick menatap tak percaya pada Kakak kandungnya sendiri. Bagaimana tadi? Apa dia salah dengar? sang Kakak yang menjebaknya bukan Kaisar? .



" Ck jangan melamun Adikkku apa yang kau dengar itu tidak ada yang salah. Apa kau pikir Aku sebaik itu ? ". Jack tersenyum lebar.



Amarah di hati Nick tak tertahan Ia berniat menghajar orang di depannya itu. Dia maju Namun terhalang oleh terali besi penjara sialan itu !!

__ADS_1



" Hahaha bagaimana apa kau kaget? Ck kau sudah lama berada di dunia ini Nick kau selama ini hanya lah orang lemah yang bermimpi menjadi seorang Kaisar ck miris Aku ini sedang membantu mu kau tau, bukankah kau sangat menyayangi ibunda? Jadi Aku hanya membantu dirimu kenapa kau terlihat sangat marah hum? ". Jack tertawa kencang.



" Aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal itu padaku jack ." Nick berucap menunduk merasakan sakit dihatinya.



" Kenapa tidak? Apa kau pikir aku tidak tahu? Siapa yang telah memberikan Informasi Mengenai Ayah dari tunanganku dulu yang melakukan korupsi? Apa kau pikir Aku tidak akan tahu kau mencari muka di depan Si tua bangka itu hah?" Jack sekarang memicing tajam ke arah Nick.



Nick tertunduk ia tidak menyangka bahwa sang Kakak akan tahu bahwa dialah yang memberi informasi dengan tujuan mendapatkan kepercayaan dari ayahanda nya Namun ia tak menyangka itu akan menjadi Boomerang untuknya suatu hari nanti.



" Apa kau ingat heh? Ck Jangan lupakan siapa Aku Nick . Kau bahkan tau siapa yang telah mendorong Putra Mahkota dulu adalah Aku padahal dia baik padaku saat itu apalagi Dirimu yang tak pernah baik padaku. Ckckck." ia berdecak miris.



" Nikmati sisa hidupmu saudara ku ahahaha." Jack pergi dari sana kepuasan tercetak jelas di wajah nya.



Sedangkan Nick sedang menunduk menangis meratapi nasibnya. Ia mengira bahwa sosok itu yang akan menyelamatkan dirinya Tapi apa? Sekarang dia benar benar kehilangan segalanya.



Tampa mereka sadari Seorang laki laki tampan berdiri di samping mereka mendengar perkataan mereka . Laki laki tampan itu mengepalkan tangannya membuat kuku jarinya memutih.


__ADS_1


Api amarah berkobar di hatinya. Dan kemarahan tercetak jelas di sana. Dia adalah AZRAN.


__ADS_2