
" Aneya tolong jangan menggangguku,Kau lihatlah aku sedang berpikir keras tentang sesuatu .haiss kau ini benar-benar." Sisca menggerutu dari tadi karena Aneya terus mengomeli nya .
Sedang Aneya menatap Heran pada sang Nona,Hahhh sebenarnya dia tidak bisa bersikap seperti ini Namun mengenai penjelasan Steve tadi bersama sang Nona mau tak mau dia tahu bahwa Nona nya dalam masalah besar dia hanya khawatir.
" Tapi Nona Sa-." belum selesai Aneya mengatakan apapun terdengar Suara jeritan kesakitan dari sebrang jalan.
" Berhenti!." Ucap Sisca refleks.
Mereka membuka lebar lebar telinga nya terdengar suara seperti pertarungan dari arah samping jalan.
Sisca membuka sedikit Tirai keretanya,betapa kagetnya dia saat melihat seorang pemuda sedang tergeletak mengenaskan di tanah,sedang 5 orang di atasnya sedang menendang entah memastikan bahwa orang itu telah mati atau tidak,mungkin?
Sisca buru buru turun dari kereta sedang Aneya mengikutinya.
Beberapa pengawal yang bertugas menjaga Sisca juga tak kalah kagetnya,Mereka menatap nanar ke arah pemuda yang sedang merintih kesakitan itu,dan entah bagaimana melihat kedatangan Sisca dan para pengawalnya,orang orang itu segera bergegas pergi.
Sisca menatap benci pada mereka yang melarikan diri,dasar pengecut!.
Dia melangkah ke arah pemuda tadi,dan menyuruh salah satu pengawal nya untuk mengecek keadaan nya.
" Periksa keadaan nya."Sisca memerintahkan seorang pengawalnya.
__ADS_1
" Dia masih Hidup Nona Pertama." ia berucap setelah mengecek keadaan orang itu.
" Bawa dia kedalam kereta,pastikan dari kalian semua untuk tutup mulut mengenai masalah ini,apa kalian semua mengerti!" Sisca harus memastikan sesuatu.
Mereka hanya mengangguk mengerti.
Merekapun segera pergi dan membopong orang itu masuk kedalam kereta,Aneya masih syok dengan keadaan yang ia lihat, seumur hidup ia tak pernah melihat hal sekejam ini.
Mereka berangkat membalik arah kereta menuju ke arah Rumah pribadi yang di beli Sisca untuk segera menolong orang tadi kalau dibiarkan Lelaki tadi kalau tidak meninggal,maka akan cacat seumur hidup.
Bagaimana tidak sayatan pedang di beberapa Area tubuhnya,belum lagi Alea bisa mencium Aroma racun yang ia kenali sebagai obat bius di dunianya,Namun obat itu baru Ia buat dan di jual beberapa minggu lalu.
Sisca tak bisa memastikan sebelum benar benar ia periksa karna ia tidak membawa obat-obatan nya ataupun alat apapun .itulah mengapa ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya tadi.
Tampa Sisca sadari ia telah menolong Seseorang yang akan mengubah jalan hidupnya.
Jika Sisca sedang Sibuk dengan pikirannya,maka di lain Sisi Nyonya Cho sedang terlihat begitu menyedihkan.
Bukan hanya karna Keadaan Anaknya sekarang yang terlihat terpukul dengan kejadian kekasihnya yang di penjara.tapi juga karna Dia terlihat sangat menyedihkan.
__ADS_1
Airon anaknya masih berada Di akademi itulah mengapa segala hal harus ia lakukan sendiri.
" Ck menyusahkan ku saja,Aku tidak perduli dengan cara apa,tetapi di lihat dari keadaanya sekarang Vexna tak bisa dimanfaatkan untuk mendapat kan kedudukan di Istana,lalu bagaimana selanjutnya akhhh sialan!"
Nyonya Cho sedang mengumpati kebodohan pangeran ke tiga itu.Sebenarnya ia tak perduli baik Anaknya menderita ataupun mati hanya saja kalau begini terus bagaimana ia bisa menikmati kemegahan istana? Yang telah di impikan sejak lama?.
" Pelayan kemari!".
Seorang pelayan masuk kedalam kamar Sang majikan.
" Saya Nyonya?." ia menunduk hormat.
" Perintahkan beberapa tabib untuk mengurus keadaan Putriku,aku tidak mau tau Dia harus cepat sembuh.dan katakan padanya walaupun mereka harus menguras darahnya untuk menyembuhkan putriku suruh mereka melakukan cara apapun,intinya mereka harus menyembuhkan Putriku kalau tidak mereka akan tau konsekuensinya.apa kau mengerti?"Ia menatap nyalang ke arah pelayan itu.
" Baik Nyonya saya permisi ." Ia berbalik badan dan pergi dari sana.
" Dasar anak anak tidak berguna,hanya membuang uang uangku saja.ck bagaimana aku bisa keluar dari masalah menyebalkan ini?". Nona cho memijit pelipisnya .
Bukan hanya masalah Vexna Namun juga ancaman Sisca padanya ia harus memutar otak untuk menyelesaikan pekerjaan itu,kalau tidak ia akan di tendang dari Keluarga Han ini.
__ADS_1
Tidak tidak mungkin,ia akan menjadi tidak waras bila harus menjadi miskin tiba tiba.