
1 minggu telah berlalu setelah kejadian mengenaskan itu terjadi sang Selir Agung yang meninggal tragis membuat gosip menyebar ke berbagai sudut kerajaan kerajaan kecil di Kekaisaran NORBY.
Beberapa kejadian pemberontakan terjadi di beberapa tempat membuat mau tak mau Azran dan James turun tangan sendiri begitupun beberapa mentri,membuat pergolakan terjadi di beberapa kubu di Kekaisaran Norby.
Mereka menangkap beberapa orang yang di curigai menjadi otak dari kematian Sang selir Namun Lihatlah pelaku utama nya masih bisa tersenyum bangga.Menikmati hari harinya .
Beberapa orang mendengar kabar bahwa kematian sang Selir adalah kelakuan Kaisar sendiri Namun tidak ada yang berani membuka suaranya.
" James,apa kau juga mencurigai Ayahanda melakukan hal itu?,"Ujar Azran di sela latihan nya dengan James.
" Aku tidak berani mengatakan apapun Azran jadi jangan bertanya hal itu padaku,aku masih menyayangi kepalaku jadi berhenti membuat otak ku mengarah kesana." James sedikit bercanda mengurangi ketegangan Putra Mahkota.
Ia faham bagaimanapun hati kecilnya juga mengakui hal hal ganjal selama melakukan penyelidikan mengenai kematian sang Selir Agung itu.
Namun baik dia maupun Azran tak bisa mempercayai jika Hal itu benar benar terjadi.
" Hmm yah kau benar, aku tidak bisa membayangkan jika itu adalah kebenaran nya,hanya Saja dilihat dari Sayatan di leher dan di beberapa tempat di tubuh Selir Agung serta keadaan kamarnya,Aku tidak bisa mengatakan bahwa Pembunuh Itu orang baru James,kau tau maksudku."
James hanya menghembuskan nafas lelahnya.
__ADS_1
" Buang pikiran mu itu sementara Azran,jauh lebih baik kita perketat keamanan Istana,aku hanya takut jika hal itu juga terjadi pada Permaisuri begitupun dengan mu." James menatap khawatir pada Azran.
Azran bukan tak paham hanya saja ada beberapa hal yang membuat hatinya gusar.
Bukti bukti itu mengarah ke satu orang ,hanya saja ia tak bisa untuk mengatasi hal tersebut bila memang benar itu kenyataan nya.
Mereka berdua memutuskan untuk berhenti berlatih dan mengurus urusan lain.
Sedangkan di suatu kamar seorang gadis benar benar merasa resah,Sejak 1 Minggu lalu ia mengutus seseorang menyelidiki kejadian itu.
Hal yang membuatnya tercengang adalah fakta bahwa Sang Putra Mahkota memiliki Kembaran,hal yang tidak pernah terpikirkan oleh nya.
Dan lagi ternyata Apa yang di katakan oleh Nick mengenai kematian sang Kaisar Terdahulu Adalah kebenaran, menurut mata matanya Kaisar tidak sesederhana yang terlihat.
" Oh astagaa masalah disini membuatku tidak bisa membuatku sedikit saja bernafas,bila memang kaisar pelaku pembunuhan Selir Agung,itu berarti semua perkataan Nick adalah kebenaran,mungkinkah Racun ditubuh Azran ulahnya?."
Sisca menggigit kuku jarinya setelah itu ia menggeleng tanda tak mampu.
" Hah astaga lebih baik aku membuat Beratus ratus pil dari pada memikirkan hal itu membuat aku sakit kepala ya dewa.." .
__ADS_1
Sisca berjalan ke arah taman bersama Aneya dan mendudukkan dirinya di kursi taman itu,tak berselang lama dari Arah timur Kakaknya terlihat berjalan Namun ada kekosongan di matanya menandakan ia sedang berada di posisi memikirkan hal yang besar.
Lihatlah ia bahkan tak menatap ke arah sang Adik membuat Sisca menggeleng pelan.
'Seperti nya kakak sedang memikirkan sesuatu yang benar-benar penting jauh lebih baik aku tak mengatakan apapun terlebih dulu,Jika aku mengatakan bahwa Kaisar itu yang melakukan nya kakak ku akan mengatakan aku sudah tidak waras.' ia menggerutu di hatinya Ia terduduk lemah.
Melihat sang Nona menghembuskan nafasnya lelah Membuat Aneya mau tidak mau bertanya pada nya.
" Nona apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu,Saya perhatikan anda memikirkan hal yang berat Nona?"Aneya sedikit mengernyitkan dahinya heran.
" Tidak Ane tidak ada kau hanya terlalu berpikir,Oh yah bagaimana dengan Butik apa semuanya masih bisa kau handle?" ujarnya.
" Hand...hand apa itu Nona? Apa itu makanan?" Ia bingung tentang kata kata Nona Nya Terkadang ia menyebutkan nama bahkan benda yang ia tak mengerti.
" Handle Ane...Haisss sudahlah,maksudku apa semua urusanku bisa kau kerjakan sendiri?atau perlu seseorang untuk membantumu?"
" A..ahhhh tidak Nona Pertama tidak perlu Saya masih Bisa mengerjakan semuanya,hanya saja Untuk masalah Obat yang akan Nona jual itu hamba sedikit kewalahan karna laki-laki itu selalu menggodaku Nona membuatku sedikit...itu anu"
Belum selesai Aneya berucap Sisca tertawa ,ia bisa melihat gurat kelelahan dan rasa malas Ane bila berhadapan dengan Steve siapa lagi kalau bukan pemilik Jalur bawah, beberapa kali mereka bertemu di luar dari tempat bawah untuk melakukan transaksi.
__ADS_1
Hanya saja Steve terlihat tertarik pada Ane membuatnya menjadi kan itu bahan untuk menggoda Ane.benar benar pasangan serasi hahahha.
Namun ia sedikit tertawa membiarkan pikiran pikiran buruk meninggalkan otak kecilnya yang terus memikirkan mengenai Azran semuanya memang belum terbukti hanya saja, Ia menjadi cemas dengan keselamatan Azran.