
Mereka berdua saling menatap benci, entah mengapa saudara kembar yang berbeda paras itu mengeluarkan aura permusuhan yang kental.
Melihat itu Sisca mau tak mau memijit pelipisnya.
" Apa kalian masih ingin bertengkar hah?, Apa kalian tau ini masalah besar bukan hal sepele, Berhenti bertengkar atau Aku akan melempar kalian berdua keluar dari sini," ujar Sisca menatap mereka malas.
Mereka semua menatap Sisca Sadar akan keseriusan masalah ini, Akhirnya mereka diam.
" Sisca kau yang membuat masalah ini bukan? Kau yang harus menyelesaikan pekerjaan itu. Kenapa kau menciptakan sebuah pil yang akan membuat kepalaku pusing ? Haissss ."James menatap malas pada Adiknya.
" Semuanya sudah terjadi bukan? Ayolah Kakak, Aku juga tidak tau kalau masalahnya akan seperti ini." Sisca mengerucutkan bibirnya.
" Aku akan membuktikan bahwa Ayahanda tidak akan pernah melakukan hal menjijikkan seperti itu, Kalian akan melihatnya nanti." Azran bersungut Namun mereka semua hanya menatap lemas ke arahnya.
" Sudah Aku katakan bodoh! Kau itu buta dan tidak akan bisa tahu tentang apapun yang berkaitan dengan Kaisar sialan itu, coba kau buka lebar-lebar matamu itu sialan..!" Vivian menatap jengah ke arah putra mahkota.
" Cih... Kau siapa? Aku masih belum percaya kalau kau itu -" belum selesai ia berbicara pukulan di kepalanya membuatnya berhenti.
__ADS_1
Ia menatap ke arah orang yang melakukan itu.tidak hanya Azran, Vivian juga di pukul di area kepalanya menatap sengit ke arah si pelaku.
" Apa ? Otak kalian berdua memang sudah tidak ada, Aku hanya mencoba memperbaikinya. Sudah aku katakan sialan berhenti bertengkar apa kalian berdua itu tuli hah! " . Dia memelototi mereka berdua sedang yang di tatap hanya menunjukan raut wajah melongo.
James dan juga steve hanya menahan tawanya.
Kapan lagi bukan? Keturunan Kaisar di tempeleng kepalanya di depan mereka? Hahaha jangankan ada yang memukul kepala mereka ada yang mengatakan hal tidak sopan saja akan kehilangan kepalanya tapi ini Sisca? Ckckck nasib buruk bukan?.
" Aku punya solusi jadi dengarkan baik baik." Sisca menatap serius ke arah mereka semua.
Sedangkan Azran dan Vivian sama sama masih cemberut Namun mereka memasang kupingnya lebar lebar.
" Apa kau yakin dengan rencana itu Adik?" James sedikit takut rencana itu akan membahayakan mereka semua.
" Kakak jangan takut, Aku telah merencanakan ini dengan matang. Aku juga akan menyuruh Evan dan Avan untuk membantuku." Ujarnya bersungut-sungut.
" Siapa mereka ?" tanya putra mahkota sedikit tak suka.
__ADS_1
" Tentunya orang yang berguna bukan sepertimu ..." Vivian tersenyum mengejek.
" KAU !!" Azran memelototi Vivian sedang yang di tatap hanya mengedikan bahunya.
Mereka bertiga menatap malas ke Arah saudara kembar itu.
" Baiklah Sisca Aku setuju dengan rencanamu, Namun bagaimana kita menemukan orang itu.? " Steve sedikit kesulitan mencerna Apa yang di katakan oleh Sisca.
" Aku sudah bilang bukan? Aku akan meminta bantuan pada Evan dan saudaranya? Menurut mu dari mana Aku tau bahwa Putra Mahkota memiliki Kembaran, tentu dari mereka berdua." Sisca menjelaskan.
James dan Steve mengangguk mengerti. Sedangkan kedua saudara kembar itu sedikit saling memandang.
Sebenarnya mereka masih belum percaya tentang hubungan mereka berdua terutama Azran.
Dia belum bisa percaya kalau Dia punya saudara kembar sedangkan sang Ibunda Permaisuri tak pernah mengatakan bahwa Ia punya saudara kembar.
Hanya saja mata, wajah dan semua yang ada di dalam Diri Wanita bernama Vivian tak bisa membuat Azran berhenti berpikir. Jika kenyataan menyakitkan bahwa Ayahanda nya lah yang telah memisahkan mereka,Maka Azran tidak tau akan melakukan apa? bagaimanapun Ia menyayangi Ayahnya.
__ADS_1
Biarkan mereka mencari bukti terlebih dahulu.Jika itu memang nyata maka Azran Akan memutuskan apa yang akan ia lakukan nanti. Pikir Azran dalam hatinya.