
BRAKKK,TAKK
Beberapa Pelayan sedang membawa banyak sekali barang menuju ke arah kereta Istana,rencana awal Putra Mahkota akan berangkat ke arah perbatasan.
Namun karna ada hal yang membuat ia tak bisa berangkat di sinilah Adnan dan Jamess tentunya melakukan perjalanan ke sana.
Namun akibat nya lihatlah belum apa apa mereka sudah bertengkar karna hal sepele.
" Bukan kah aku sudah bilang kau naik kuda berwarna putih itu dan aku yang ini ,." tunjuk nya pada kuda yang gagah berwarna hitam!
" Ini milikku,kau tinggal memakai yang berwarna putih di sana ?! Dasar kau ini selalu saja apa yang aku mau kau juga mau,cihhh"
Mereka saling tarik menarik alat kekang kuda nya membuat beberapa Pelayan di sana geleng geleng kepala dan seperti biasa , hahh Putra mahkota ke sayangan kita sedang memijat kepalanya yang tidak pusing melihat kelakuan mereka.
__ADS_1
" Apa kau tidak mau mengalah hah' kau egois sekali,padahal ini sudah ku klaim pada saat pertama kali melihatnya'!" ia mengerucutkan bibirnya.
"lihat wajah menjijikkan mu itu ,ambilah lagi pula kenapa aku harus bersamamu ke sana? Bukan kah harusnya aku sendiri saja!,"ujarnya menahan marah
" heh Azran kenapa kepala mu itu ha?, Kau tau dia hanya akan menyusahkan orang lain tapi lihat, belum berangkat saja dia seperti ini,dasar tidak tau malu." sindirnya melirik ke arah Adnan yang sedang cengir kuda di samping Putra Mahkota.
" Cukup Jamess kau tau sendiri perjalanan kesana memakan waktu berminggu-minggu sangat berbahaya dan kau, tidak ku izinkan sendiri kesana!." tegas Putra Mahkota membuat Adnan di samping nya tidak tahan melihat James tidak berkutik. sedangkan James menatap tak suka ke arah Adnan.
"Heh aku seorang Jendral mana mungkin aku merepotkan mu?, Aku malah takut kau sendiri nanti yang menjadi beban untukku!"
Dengan tak berdosa ia mengatakan hal itu membuat James mendelik tajam ke arahnya.
" Pengawal tugaskan beberapa tentara untuk segera berangkat ,kalau tidak Aku akan mati bukan karna Hal berbahaya Namun karna kelakuan kalian berdua!!" ucap nya malas mereka berdua mendengarnya hanya mengerucut kan bibirnya seperti orang yang sedang merajuk tanda tak suka pada kalimat yang Aznan ucapkan.
"Kami berangkat" mereka berdua kembali ke model serius .
__ADS_1
yahhhh hanya sebentar belum 5 menit mereka menuju ke arah kuda masing masing ,lihat mereka saling senggol membuat Putra Mahkota memutar matanya malas.
Sementara itu Sisca berjalan ke arah paviliun cendana yakni ke arah tempat tinggal dari Adik Sepupunya itu,arah ke paviliun Cendana tak berapa jauh dari kediaman Sisca membuat ia tak perlu bersusah payah mengerahkan tenaga nya .
Seorang Pelayan mengetuk Kamar dari nona ke Dua ,membuat Vexna mengalihkan atensi nya dari buku yang ia baca " masuk " teriaknya dari dalam kamar.
seorang pelayan melangkah ke arah Sang Nona ,ia kemudian mengatakan tujuan nya.
" Maaf nona ke Dua,di depan Pelayan Nona Pertama mengabarkan bahwa beliau akan datang berkunjung ke kediaman Nona sekarang." cicitnya takut ia tak terbiasa dengan melayani Nona langsung,ia hanya pelayan Tingkat 3 saja, membuat ia sedikit kikuk dan gugup.
Vexna mendengar Kakak nya datang mengulas senyum miring di wajah nya,ada kilatan benci yang tercetak jelas di sana namun tak ada yang memperhatikan.
" Baiklah Suruh kakak menunggu di halaman belakang dan bawakan beberapa kue kering dan teh untuk kami,aku akan menghabiskan waktu Bersama kakak ku".
__ADS_1