
Sisca sedang mencerna apa yang dikatakan oleh orang di depan nya ini.
" Steve dengarkan Aku baik baik ok,Aku bukan tidak bisa membuatkan *pil timbal merah* itu Aku sudah pernah mengatakan bisa , Tapi kau harus mengerti bahwa ekstrak dari daun itu dan juga komposisinya terlalu langka di Kekaisaran ini,cobalah untuk mengerti ok."
" Kau hanya perlu memberikan informasi tentang apa saja yang perlu ku cari maka akan dicarikan,Nona kaulah yang harus mengerti bahwa ini masalah nyawaku ayolah.." Steve mencoba membujuk kolega bisnis nya ini.
Sisca bukan tak bisa membuatkan Pil itu Namun, dari buku kuno yang diberikan oleh Steve dulu disana dikatakan bahwa Pil itu akan membuat peminumnya menjadi abadi,siapa yang ingin meminum pil keabadian seperti itu?.
Dan akan sangat berbahaya bila Pil itu jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
" Baiklah Steve,Namun kau harus tau konsekuensinya adalah jika yang meminumnya adalah orang yang jahat dan hanya akan memberikan keburukan untuk orang lain,Aku tak ingin di kait kaitkan.!"
" Hahh begini saja bagaimana kalau Aku menambahkan biayanya dari 6 juta keping menjadi 8 juta keping koin emas?".
" Apa kau bodoh? Steve ini bukan tentang uang Sialannnn!!."
" Baiklah Nona begini saja,Aku akan memastikan bahwa orang itu tidak akan melakukan hal yang berbahaya dengan Pil itu,jika dia benar-benar melakukannya aku sendiri yang akan menukar pilnya bagaimana,?" Ucapnya.
__ADS_1
" Kau yakin?." Sisca memicing selidik ke arah Steve.
" Yah tentu saja, walaupun aku suka dengan uang,Namun jika itu bisa membahayakan semua orang Aku juga tidak akan memberikan hal itu." Ia mengangguk mengerti.
" Walaupun itu nyawamu yang akan kau korbankan?"tanya nya lagi.
" Tentu." Steve menatap sungguh ke arah Sisca.
Sisca mengetuk meja disana dengan jarinya , beberapa saat dia menghembuskan nafasnya lelah.
" Aku mengerti tentang apa yang kau katakan,Aku sendiri yang akan bertanggung jawab terhadap hal ini,demi pertemanan kita." steve tersenyum ke arah Sisca.
Setelah beberapa bulan ini bekerja sama dengan Sisca ia merasa seperti memiliki seorang Adik,itulah alasan nya ia mencoba mendengarkan pendapat Sisca.
Steve bukanlah tipe orang yang akan mencerna baik buruk apapun dari hal hal yang selama ini ia lakukan inilah hal pertama yang membuatnya berpikir keras.
Menjual barang barang langka,entah dari curian atau apapun pelelangan yang selama ini ia lakukan hanya demi keuntungan pribadi nya.Namun melihat keteguhan di mata Sisca membuat ia mencoba untuk mengerti.
__ADS_1
Beberapa saat mereka bertukar pikiran dan mendiskusikan bahan bahan nya mereka pun berpisah di tempat itu.
Sisca kembali ke dalam keretanya setelah mengganti pakaian nya dengan gaun biasa agar orang lain tidak curiga dengan kepergian nya.
Sepanjang jalan Sisca memikirkan siapa?dan apa yang akan dilakukan oleh orang itu? Mengapa harus Pil keabadian?.
1 minggu lalu saat diberikan buku Tua oleh Steve ia merasa senang,Namun yang membuatnya merasa tidak nyaman dihatinya adalah Steve memintanya untuk membuat Pil keabadian.
Awalnya ia mengira Steve memberikan buku itu sebagai hadiah,Namun ia mengatakan ada seorang Pria kaya raya yang mampu membeli dengan harga mahal bila mereka bisa membuat pil itu.
Belum lagi Steve bodoh itu telah menerima koin koin emas itu,dan menandatangani perjanjian haisss dasar si bodoh itu .
Dia percaya Sisca bisa membuatkan apa yang di inginkan oleh orang-orang itu,dengan harga nyawa yang akan menjadi taruhan nya.
Ckckck Sisca benar benar tidak Habis pikir dengan apa yang dilakukan si bodoh itu.
Benar benar nekat.
__ADS_1